Lompat ke isi

Félix Dujardin

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Félix Dujardin () adalah seorang biologiwan Prancis yang lahir di Tours. Ia dikenal atas penelitiannya mengenai protozoa dan invertebrata lainnya.

Biografi

Pada tahun 1840, Dujardin diangkat sebagai profesor geologi dan mineralogi di Universitas Toulouse, dan pada tahun berikutnya menjabat sebagai profesor zoologi dan botani di Rennes. Terkait latar belakang pendidikannya, Dujardin sebagian besar belajar secara autodidak dan merupakan putra dari seorang pembuat jam.

Dujardin meneliti kehidupan hewan mikroskopis, dan pada tahun 1834 ia mengusulkan kelompok baru organisme bersel satu yang disebut Rhizopoda. Ia membantah teori naturalis Christian Gottfried Ehrenberg yang menyatakan bahwa organisme mikroskopis adalah "organisme lengkap" yang mirip dengan hewan tingkat tinggi. Dujardin secara khusus mencatat bahwa mereka memiliki struktur khusus yang unik bagi organisme bersel satu; hal ini berarti bahwa foraminifera yang ia teliti bukanlah seekor moluska, sebagaimana yang diyakini oleh rekan-rekan sezamannya. Selain studinya tentang kehidupan mikroskopis, ia melakukan penelitian luas pada kelompok invertebrata yang mencakup echinodermata, heksapoda, helminth (cacing), dan Cnidaria.

Pada Foraminifera, ia memperhatikan adanya zat kehidupan yang tampak tidak berbentuk yang ia beri nama "sarcode", yang kemudian diganti namanya menjadi protoplasma oleh Hugo von Mohl (1805–1872).

Dujardin tetap dikenal karena penamaan, identifikasi, dan deskripsi pertama pada tahun 1850 mengenai badan jamur (corpora pedunculata) pada otak serangga hymenoptera (lebah, tawon, semut, lalat buah Drosophila melanogaster, dll.). Ia mendalilkan untuk pertama kalinya bahwa bagian tersebut adalah pusat kecerdasan — ia menulis bahwa lebah memiliki "ingatan akan tempat dan benda". Penemuan besar ini terbukti signifikan, karena struktur ini sekarang dianggap sebagai tempat di mana ingatan dan banyak perilaku lainnya dibentuk dan diproses pada invertebrata. Ia menyarankan bahwa salah satu tanda kecerdasan lebah madu adalah komunikasi mereka tentang lokasi bunga, tujuh puluh tujuh tahun sebelum teori 'tarian goyang' (waggle dance) milik Karl von Frisch diterbitkan. Selain itu, ia menghargai pentingnya rasio massa otak terhadap tubuh dan ukuran relatif bagian-bagian otak terhadap keseluruhan, alih-alih membandingkan ukuran absolut, lebih dari seabad sebelum hal itu menjadi pemikiran umum.

Penghargaan dan kehormatan

Pada tahun 1840, Louis Michel François Doyère menamai tardigrada Macrobiotus dujardini untuk menghormatinya.

Bibliografi

Singkatan penulis standar Dujard digunakan untuk spesies yang ia deskripsikan.

Referensi

Bacaan lebih lanjut

  • Louis Joubin, 1901, Félix Dujardin, 1801-1860. Archives de Parasitologie, Volume 4, 5-60. PDF

Sumber eksternal


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29220055 (2026-05-12T14:03:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.