Lompat ke isi

Kapal penjelajah Jepang Jintsū

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Sendai class light cruiser
adalah kapal kedua dari tiga kapal dalam di Angkatan Laut Kekaisaran Jepang (IJN). Namanya berasal dari nama Sungai Jinzū di Gifu dan Toyama (sekitarJepang tengah).[1] Ia aktif dalam Perang Dunia II dalam berbagai kampanye termasuk invasi Jepang ke Filipina, Pertempuran Laut Jawa, dan Pertempuran Midway. Pada 13 Juli 1943 dalam Pertempuran Kolombangara, dia ketahuan saat malam hari menyerang kapal-kapal Amerika dan tenggelam dalam pertempuran.

Latar belakang

Kapal kelas Sendai merupakan bagian dari program Armada Delapan-Delapan, dengan empat dari delapan direncanakan kapal disahkan pada tahun 1921. Namun, karena Washington Naval Treaty, empat kapal tidak jadi dibangun, sehingga Angkatan laut Jepang memutuskan untuk berfokus pada pembangunan kapal penjelajah berat.[2] Jintsū, seperti kapal-kapal lain di kelasnya, dimaksudkan untuk digunakan sebagai kapal pemimpin dari armada kapal perusak.

Desain

Kapal kelas Sendai merupakan pengembangan dari kelas kapal penjelajah kelas sebelumnya (kelas-Nagara) 5500 ton, pada dasarnya mereka memiliki desain lambung, mesin dan persenjataan yang sama saja. Namun, mereka pendidih mereka diletakkan dengan lebih baik, dan mereka mempunyai empat corong (bukan tiga), sehingga mereka dapat mencapai . Sendai dan Jintsū dapat dilihat dari haluan mereka yang agak miring; Naka yang selesai nantinya, memiliki haluan yang sama untuk heavy cruiser desain kemudian di bawah konstruksi.

Pranala luar

Referensi

  1. Hansgeorg Jentsura. Warships of the Imperial Japanese Navy, 1869–1945. Naval Institute Press. 1976. ISBN 0-87021-893-X.
  2. Stille, Imperial Japanese Navy Light Cruisers 1941–45 , page 27–30;

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26166564 (2024-08-13T16:49:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.