Lompat ke isi

Unjuk rasa Iran 2025–2026

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
2025–2026 Iranian protests map v2

Mulai 28 Desember 2025, demonstrasi besar pecah di berbagai kota di Iran akibat krisis ekonomi dan ketidakpuasan luas terhadap pemerintah. Awalnya dipicu inflasi tinggi, kenaikan harga pangan, dan anjloknya nilai rial, protes ini cepat berkembang menjadi tuntutan mengakhiri pemerintahan Republik Islam.[1] Dimulai dari pedagang dan pemilik toko di Teheran, aksi menyebar ke kampus-kampus dan melibatkan banyak mahasiswa. Para demonstran menyuarakan slogan-slogan anti-pemerintah seperti "Mati untuk Diktator", "Pahlavi akan kembali", dan "Hidup Shah" mencerminkan tuntutan ekonomi sekaligus politik.[2][3] Gerakan ini menjadi gelombang kerusuhan terbesar sejak protes 2022–2023 pasca kematian Mahsa Amini.[4][5][6]


Awalnya terpusat di kawasan niaga Teheran, kemudian protes menyebar ke Isfahan, Syiraz, dan Masyhad.[7] Di Teheran, aksi berfokus di Bazar Besar, di mana para pedagang melakukan pemogokan menuntut intervensi pemerintah, sementara rekaman yang dibagikan di media sosial menunjukkan aparat membubarkan massa dengan gas air mata.[8] Seiring membesar, demonstran di banyak kota menuntut perbaikan ekonomi dan perubahan politik, termasuk seruan "kebebasan" dan penolakan terbuka terhadap pemerintah.[9]

Lihat pula

Catatan

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29307137 (2026-06-02T14:23:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.