<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Abu_kayu</id>
	<title>Abu kayu - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Abu_kayu"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Abu_kayu&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T00:20:25Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Abu_kayu&amp;diff=29548&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27973491; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Abu_kayu&amp;diff=29548&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-04T08:53:49Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27973491; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Abu kayu&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah material (umumnya berupa [[bubuk]]) yang tersisa setelah [[pembakaran]] [[kayu]]. Penghasil utama abu kayu adalah industri kayu dan [[pembangkit listrik tenaga biomassa]]. Abu kayu sebagian besar tersusun dari senyawa kalsium bersama dengan elemen lain yang tidak mudah terbakar yang dikandung kayu. Abu kayu telah dimanfaatkan untuk berbagai tujuan sepanjang sejarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kandungan ==&lt;br /&gt;
Umumnya, 6-10% massa kayu yang dibakar menghasilkan [[abu]]. Komposisi kayu dipengaruhi oleh jenis kayu yang dibakar. Kondisi pembakaran juga memengaruhi komposisi abu dan jumlah abu yang tersisa; [[temperatur]] yang tinggi akan mengurangi jumlah abu yang dihasilkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu kayu mengandung [[kalsium karbonat]] sebagai komponen utamanya, mewakili 25-45% massa abu kayu. [[Kalium]] terdapat pada jumlah kurang dari 10%, dan [[fosfat]] kurang dari 1%. Terdapat juga [[besi]], [[mangan]], [[seng]], [[tembaga]], dan beberapa jenis [[logam berat]]. Namun, komposisi abu kayu sangat bergantung pada jenis kayu dan kondisi pembakaran seperti temperatur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penggunaan ==&lt;br /&gt;
Abu kayu umumnya dibuang ke [[lahan pembuangan]], namun alternatif pengolahan yang ramah lingkungan dapat menjadi suatu hal yang sangat menarik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak lama diketahui bahwa abu kayu dapat digunakan sebagai [[pupuk]] karena mengandung berbagai macam [[mineral]], namun tanpa [[nitrogen]]. Keberadaan kalsium karbonat dapat digunakan untuk menurunkan tingkat [[keasaman]] tanah. [[Kalium hidroksida]] dapat dibuat dari abu kayu, yang dapat dipakai sebagai bahan pembuat [[sabun]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Pupuk ===&lt;br /&gt;
Abu kayu dapat digunakan sebagai pupuk yang digunakan untuk memperkaya nutrisi tanah pertanian. Abu kayu berfungsi sebagai sumber kalium dan kalsium karbonat, yang bertindak sebagai zat pengapur untuk menetralkan tanah asam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu kayu juga dapat digunakan sebagai pengganti larutan hidroponik organik, umumnya menggantikan [[senyawa anorganik]] yang mengandung kalsium, kalium, magnesium dan [[fosfor]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Sabun ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Kalium hidroksida]] dapat dibuat langsung dari abu kayu dalam bentuk ini, dikenal sebagai potasium kaustik atau alkali. Karena sifatnya ini, abu kayu juga dipakai untuk membuat sabun tradisional dari abu kayu yang biasanya disebut [[abu gosok]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Pengolahan makanan ===&lt;br /&gt;
Abu kayu kadang-kadang digunakan dalam proses [[pengolahan makanan]] yang disebut nikstamalisasi, di mana bahan direndam dan dimasak dalam larutan alkali untuk meningkatkan kandungan nutrisi dan mengurangi risiko toksin. Di Indonesia proses pengolahan semacam ini ditemui misalnya dalam pembuatan [[kripik]] [[gadung]] yang memanfaatkan [[abu gosok]] untuk menurunkan kadar [[asam sianida]]. Larutan alkali juga awalnya dibuat abu kayu saat pertama kali ditemukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Roti beragi awal dipanggang sejak 6000 SM oleh bangsa [[Sumeria]], yang mungkin telah mewariskan pengetahuan mereka kepada orang Mesir sekitar 3000 SM. Bangsa Sumeria sudah menggunakan abu kayu sebagai zat tambahan adonan roti saat dipanggang. Saat ini, jumlah kadar abu kayu dalam tepung roti, yang diukur dengan alveograf Chopin, diatur secara ketat di beberapa negara seperti [[Prancis]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
* [[Abu gosok]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
* [http://hubcap.clemson.edu/~blpprt/bestwoodash.html Keasaman tanah dan cara menguranginya]&lt;br /&gt;
* [http://www.fpl.fs.fed.us/documnts/pdf1993/misra93a.pdf Komposisi abu kayu]&lt;br /&gt;
* [http://www.sciencedirect.com/science?_ob=ArticleURL&amp;amp;_udi=B6V24-423H71H-9&amp;amp;_user=10&amp;amp;_rdoc=1&amp;amp;_fmt=&amp;amp;_orig=search&amp;amp;_sort=d&amp;amp;view=c&amp;amp;_version=1&amp;amp;_urlVersion=0&amp;amp;_userid=10&amp;amp;md5=97c228ba2e27fdea6d3b3a01f0c20cda Karakteristik abu kayu dan pengaruhnya dalam sifat fisik tanah dan nutrisinya]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Abu+kayu&amp;amp;oldid=27973491 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27973491 (2025-10-15T14:43:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>