<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Air</id>
	<title>Air - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Air"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Air&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T15:57:52Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Air&amp;diff=20128&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Air&amp;diff=20128&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-27T22:56:21Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Air&amp;amp;diff=20128&amp;amp;oldid=19728&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Air&amp;diff=19728&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29477118; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Air&amp;diff=19728&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-27T22:16:22Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29477118; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Air&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah [[senyawa kimia|senyawa]] yang penting bagi semua bentuk [[kehidupan]] yang diketahui sampai saat ini di [[Bumi]], tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan Bumi. Terdapat 1,4 triliun [[kilometer]] kubik (330 juta mil³) tersedia di Bumi. Rumus kimianya adalah , yang setiap molekulnya mengandung satu [[oksigen]] dan dua [[atom hidrogen]] yang dihubungkan oleh [[ikatan kovalen]]. Air sebagian besar terdapat di [[laut]] ([[air asin]]) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai [[awan]], [[hujan]], [[sungai]], [[muka air tawar]], [[danau]], [[uap air]], dan [[lautan es]]. Air dalam objek-objek tersebut bergerak mengikuti suatu [[siklus air]], yaitu: melalui [[penguapan]], [[hujan]], dan aliran air di atas permukaan tanah (&amp;#039;&amp;#039;runoff&amp;#039;&amp;#039;, meliputi [[mata air]], [[sungai]], [[muara]]) menuju [[laut]]. Air bersih penting bagi kehidupan [[manusia]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mendapatkan air tawar dari air laut bisa dilakukan dengan cara [[osmosis terbalik]], yaitu suatu proses penyaringan air laut dengan menggunakan tekanan dialirkan melalui suatu membran saring. Sistem ini disebut SWRO (Seawater Reverse Osmosis) dan banyak digunakan pada kapal laut atau instalasi air bersih di pantai dengan bahan baku air laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara lain adalah dengan menggunakan pesawat Fresh Water Generator (FWG). [[Fresh Water Generator (FWG)]] adalah pesawat pembuat [[air tawar]] dengan jalan menguapkan [[air laut]] didalam penguap (Evaporator) dan [[uap air]] laut tersebut didinginkan dengan cara kondensasi di dalam pesawat Destilasi/kondensor (pengembun), sehingga menghasilkan air kondensasi yang disebut kondensat. Fresh water generator, merupakan salah satu pesawat bantu yang penting di atas [[kapal]]. Hal ini di karenakan dengan menggunanaka FWG (Fresh water generator) dapat menghasilkan air tawar yang dapat digunakan untuk minum, memasak, mencuci dan bahkan menjalankan mesin penting lainnya yang menggunakan air tawar sebagai media pendingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air. Selain di [[Bumi]] , sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat pada [[kutub]] utara dan selatan planet [[Mars]], serta pada bulan-bulan [[Europa (satelit)|Europa]] dan [[Enseladus]]. Air dapat berwujud [[padat]]an (es), [[cair]]an (air) dan [[gas]] (uap air). Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan Bumi dalam ketiga wujudnya tersebut. Pengelolaan sumber daya air yang kurang baik dapat menyebakan kekurangan air, [[monopoli]] sasi serta privatisasi dan bahkan menyulut [[konflik]] .&lt;br /&gt;
Indonesia telah memiliki undang-undang yang mengatur sumber daya air sejak tahun 2004, yakni Undang Undang nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. Namun, karena UU tersebut dinilai bertentangan dengan UUD 1945 maka MK membatalkan seluruh pasal yang ada dalam UU tersebut. Sehingga, UU Nomor 11 tahun 1974 tentang Pengairan kembali berlaku untuk mengisi kekosongan hukum hingga adanya pembentukan uu yang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sifat-sifat kimia dan fisika ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air adalah substansi kimia dengan [[rumus kimia]] [[hidrogen|H]]&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;[[oksigen|O]]: satu [[molekul]] air tersusun atas dua [[atom]] [[hidrogen]] yang [[ikatan kovalen|terikat secara kovalen]] pada satu atom [[oksigen]]. Air bersifat tidak [[warna|berwarna]], tidak [[rasa|berasa]] dan tidak [[bau|berbau]] pada kondisi standar, yaitu pada [[tekanan]] 100 kPa (1 bar) and [[temperatur]] 273,15 K (0&amp;amp;nbsp;°C). Zat kimia ini merupakan suatu [[pelarut]] yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti [[garam (kimia)|garam-garam]], [[gula]], [[asam]], beberapa jenis [[gas]] dan banyak macam [[kimia organik|molekul organik]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keadaan air yang berbentuk cair merupakan suatu keadaan yang tidak umum dalam kondisi normal, terlebih lagi dengan memperhatikan hubungan antara hidrida-hidrida lain yang mirip dalam kolom oksigen pada [[tabel periodik]], yang mengisyaratkan bahwa air seharusnya berbentuk gas, sebagaimana [[hidrogen sulfida]]. Dengan memperhatikan [[tabel periodik]], terlihat bahwa [[unsur kimia|unsur-unsur]] yang mengelilingi oksigen adalah [[nitrogen]], [[fluorin|flor]], dan [[fosfor]], [[sulfur]] dan [[klor]]. Semua elemen-elemen ini apabila berikatan dengan hidrogen akan menghasilkan gas pada temperatur dan tekanan normal. Alasan mengapa hidrogen berikatan dengan oksigen membentuk fase berkeadaan cair, adalah karena oksigen lebih bersifat elektronegatif ketimbang elemen-elemen lain tersebut (kecuali flor).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tarikan atom oksigen pada elektron-elektron ikatan jauh lebih kuat daripada yang dilakukan oleh atom hidrogen, meninggalkan jumlah muatan positif pada kedua atom hidrogen, dan jumlah muatan negatif pada atom oksigen. Adanya muatan pada tiap-tiap atom tersebut membuat molekul air memiliki sejumlah [[momen dipol]]. Gaya tarik-menarik listrik antar molekul-molekul air akibat adanya dipol ini membuat masing-masing molekul saling berdekatan, membuatnya sulit untuk dipisahkan dan yang pada akhirnya menaikkan titik didih air. Gaya tarik-menarik ini disebut sebagai [[ikatan hidrogen]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air sering disebut sebagai &amp;#039;&amp;#039;[[pelarut]] universal&amp;#039;&amp;#039; karena air melarutkan banyak zat kimia. Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase [[cair]] dan [[padat]] di bawah tekanan dan temperatur standar. Dalam bentuk ion, air dapat dideskripsikan sebagai sebuah ion hidrogen ([[Hidron (kimia)|H]]&amp;lt;sup&amp;gt;+&amp;lt;/sup&amp;gt;) yang berasosiasi (berikatan) dengan sebuah ion hidroksida ([[hidroksida|OH]]&amp;lt;sup&amp;gt;-&amp;lt;/sup&amp;gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut adalah tetapan fisik air pada temperatur tertentu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Elektrolisis air ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Molekul air dapat diuraikan menjadi unsur-unsur asalnya dengan mengalirinya arus [[listrik]]. Proses ini disebut elektrolisis air. Pada katode, dua molekul air bereaksi dengan menangkap dua [[elektron]], tereduksi menjadi gas H&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt; dan ion hidroksida (OH&amp;lt;sup&amp;gt;-&amp;lt;/sup&amp;gt;). Sementara itu pada anode, dua molekul air lain terurai menjadi gas [[oksigen]] (O&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;), melepaskan 4 ion H&amp;lt;sup&amp;gt;+&amp;lt;/sup&amp;gt; serta mengalirkan elektron ke katode. Ion H&amp;lt;sup&amp;gt;+&amp;lt;/sup&amp;gt; dan OH&amp;lt;sup&amp;gt;-&amp;lt;/sup&amp;gt; mengalami netralisasi sehingga terbentuk kembali beberapa molekul air. Reaksi keseluruhan yang setara dari elektrolisis air dapat dituliskan sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:&amp;amp;nbsp;&amp;amp;nbsp;&amp;amp;nbsp;&amp;amp;nbsp;&amp;amp;nbsp;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;math&amp;gt;\mbox{ }2H_{2}O(l) \rightarrow 2H_{2}(g) + O_{2}(g)\,&amp;lt;/math&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gas hidrogen dan oksigen yang dihasilkan dari reaksi ini membentuk gelembung pada [[elektrode]] dan dapat dikumpulkan. Prinsip ini kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan hidrogen dan hidrogen peroksida (H&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;O&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;) yang dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan hidrogen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kelarutan (solvasi) ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air adalah [[pelarut]] yang kuat, melarutkan banyak jenis [[zat kimia]]. Zat-zat yang bercampur dan larut dengan baik dalam air (misalnya [[garam (kimia)|garam-garam]]) disebut sebagai zat-zat &amp;quot;[[hidrofilik]]&amp;quot; (pencinta air), dan zat-zat yang tidak mudah tercampur dengan air (misalnya [[lemak]] dan [[minyak]]), disebut sebagai zat-zat &amp;quot;[[hidrofobik]]&amp;quot; (takut-air). Kelarutan suatu zat dalam air ditentukan oleh dapat tidaknya zat tersebut menandingi kekuatan gaya tarik-menarik listrik (gaya intermolekul dipol-dipol) antara molekul-molekul air. Jika suatu zat tidak mampu menandingi gaya tarik-menarik antar molekul air, molekul-molekul zat tersebut tidak larut dan akan [[endapan|mengendap]] dalam air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kohesi dan adhesi ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air menempel pada sesamanya ([[kohesi]]) karena air bersifat polar. Air memiliki sejumlah [[muatan parsial]] negatif (σ-) dekat [[atom]] [[oksigen]] akibat pasangan elektron yang (hampir) tidak digunakan bersama, dan sejumlah muatan parsial positif (σ+) dekat atom hidrogen. Dalam air hal ini terjadi karena atom oksigen bersifat lebih [[elektronegatif]] dibandingkan atom hidrogen—yang berarti, ia (atom oksigen) memiliki lebih &amp;quot;[[gaya listrik|kekuatan tarik]]&amp;quot; pada [[elektron]]-elektron yang dimiliki bersama dalam molekul, menarik elektron-elektron lebih dekat ke arahnya (juga berarti menarik muatan negatif elektron-elektron tersebut) dan membuat daerah di sekitar atom oksigen bermuatan lebih negatif ketimbang daerah-daerah di sekitar kedua atom hidrogen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air memiliki pula sifat [[adhesi]] yang tinggi disebabkan oleh sifat alami ke-polar-annya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Tegangan permukaan ====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air memiliki [[tegangan permukaan]] yang besar yang disebabkan oleh kuatnya sifat kohesi antar molekul-molekul air. Hal ini dapat diamati saat sejumlah kecil air ditempatkan dalam sebuah permukaan yang tak dapat terbasahi atau terlarutkan (&amp;#039;&amp;#039;non-soluble&amp;#039;&amp;#039;); air tersebut akan berkumpul sebagai sebuah tetesan. Di atas sebuah permukaan gelas yang amat bersih atau bepermukaan amat halus air dapat membentuk suatu [[lapisan tipis]] (&amp;#039;&amp;#039;thin film&amp;#039;&amp;#039;) karena gaya tarik molekular antara gelas dan molekul air (gaya adhesi) lebih kuat ketimbang gaya kohesi antar molekul air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sel-sel biologi dan organel-organel, air bersentuhan dengan membran dan permukaan protein yang bersifat hidrofilik; yaitu, permukaan-permukaan yang memiliki ketertarikan kuat terhadap air. [[Irving Langmuir]] mengamati suatu gaya tolak yang kuat antar permukaan-permukaan hidrofilik. Untuk melakukan dehidrasi suatu permukaan hidrofilik — dalam arti melepaskan lapisan yang terikat dengan kuat dari hidrasi air — perlu dilakukan kerja sungguh-sungguh melawan gaya-gaya ini, yang disebut gaya-gaya hidrasi. Gaya-gaya tersebut amat besar nilainya akan tetapi meluruh dengan cepat dalam rentang nanometer atau lebih kecil. Pentingnya gaya-gaya ini dalam biologi telah dipelajari secara ekstensif oleh [[V. Adrian Parsegian]] dari [[National Institute of Health]]. Gaya-gaya ini penting terutama saat sel-sel terdehidrasi saat bersentuhan langsung dengan ruang luar yang kering atau pendinginan di luar sel (&amp;#039;&amp;#039;extracellular freezing&amp;#039;&amp;#039;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Air dalam kehidupan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sudut pandang [[biologi]], air memiliki sifat-sifat yang penting untuk adanya kehidupan. Air dapat memunculkan reaksi yang dapat membuat [[senyawa organik]] melakukan [[replikasi]]. Semua makhluk hidup yang diketahui memiliki ketergantungan terhadap air. Air merupakan zat [[pelarut]] yang penting untuk makhluk hidup dan adalah bagian penting dalam proses [[metabolisme]]. Air juga dibutuhkan dalam [[fotosintesis]] dan [[respirasi]]. Fotosintesis menggunakan cahaya matahari untuk memisahkan atom hidroden dengan oksigen. Hidrogen akan digunakan untuk membentuk [[glukosa]] dan oksigen akan dilepas ke [[udara]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Makhluk air ===&lt;br /&gt;
:&amp;#039;&amp;#039;Artikel utama: [[Hidrobiologi]]&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
Perairan Bumi dipenuhi dengan berbagai macam kehidupan. Semua makhluk hidup pertama di Bumi ini berasal dari perairan. Hampir semua [[ikan]] hidup di dalam air, selain itu, [[mamalia]] seperi [[lumba-lumba]] dan [[paus (mamalia)|paus]] juga hidup di dalam air. Hewan-hewan seperti [[amfibi]] menghabiskan sebagian hidupnya di dalam air. Bahkan, beberapa [[reptil]] seperti [[ular]] dan [[buaya]] hidup di perairan dangkal dan lautan. Tumbuhan laut seperti [[alga]] dan [[rumput laut]] menjadi sumber makanan ekosistem perairan. Di samudra, [[plankton]] menjadi sumber makanan utama para ikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Air dan manusia ==&lt;br /&gt;
Peradaban manusia berjaya mengikuti sumber air. [[Mesopotamia]] yang disebut sebagai awal peradaban berada di antara sungai [[Tigris]] dan [[Euphrates]]. Peradaban Mesir Kuno bergantung pada [[sungai Nil]]. Pusat-pusat manusia yang besar seperti [[Rotterdam]], [[London]], [[Montreal]], [[Paris]], [[New York City]], [[Shanghai]], [[Tokyo]], [[Chicago]], dan [[Hong Kong]] mendapatkan kejayaannya sebagian dikarenakan adanya kemudahan akses melalui perairan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Air minum ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:&amp;#039;&amp;#039;Artikel utama: [[Air minum]]&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
Tubuh [[manusia]] terdiri dari 55% sampai 78% air, tergantung dari ukuran badan. Agar dapat berfungsi dengan baik, tubuh manusia membutuhkan antara satu sampai tujuh [[liter]] air setiap hari untuk menghindari [[dehidrasi]]; jumlah pastinya bergantung pada tingkat aktivitas, [[suhu]], [[kelembaban]], dan beberapa faktor lainnya. Selain dari air minum, manusia mendapatkan cairan dari makanan dan minuman lain selain air. Sebagian besar orang percaya bahwa manusia membutuhkan 8–10 gelas (sekitar dua liter) per hari, tetapi hasil penelitian yang diterbitkan [[Universitas Pennsylvania]] pada tahun [[2008]] menunjukkan bahwa konsumsi sejumlah 8 gelas tersebut tidak terbukti banyak membantu dalam menyehatkan tubuh. Malah kadang-kadang untuk beberapa orang, jika meminum air lebih banyak atau berlebihan dari yang dianjurkan dapat menyebabkan ketergantungan. Literatur medis lainnya menyarankan konsumsi satu liter air per hari, dengan tambahan bila berolahraga atau pada [[cuaca]] yang panas. Minum air putih memang menyehatkan, tetapi kalau berlebihan dapat menyebabkan hiponatremia yaitu ketika natrium dalam darah menjadi terlalu encer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Pelarut ===&lt;br /&gt;
Pelarut digunakan sehari-hari untuk [[Cuci|mencuci]], contohnya mencuci tubuh manusia, [[pakaian]], lantai, [[mobil]], makanan, dan hewan. Selain itu, [[limbah rumah tangga]] juga dibawa oleh air melalui saluran pembuangan. Pada negara-negara industri, sebagian besar air terpakai sebagai pelarut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air dapat memfasilitasi proses biologi yang melarutkan [[limbah]]. [[Mikroorganisme]] yang ada di dalam air dapat membantu memecah limbah menjadi zat-zat dengan tingkat [[polusi]] yang lebih rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Zona biologis ===&lt;br /&gt;
Air merupakan cairan singular, oleh karena kapasitasnya untuk membentuk jaringan molekul 3 dimensi dengan [[ikatan hidrogen]] yang mutual. Hal ini disebabkan karena setiap molekul air mempunyai 4 muatan fraksional dengan arah [[tetrahedron]], 2 muatan positif dari kedua atom hidrogen dan dua muatan negatif dari atom oksigen. Akibatnya, setiap molekul air dapat membentuk 4 ikatan hidrogen dengan molekul disekitarnya. Sebagai contoh, sebuah atom hidrogen yang terletak di antara dua atom oksigen, akan membentuk satu [[ikatan kovalen]] dengan satu atom oksigen dan satu ikatan hidrogen dengan atom oksigen lainnya, seperti yang terjadi pada [[es]]. Perubahan densitas molekul air akan berpengaruh pada kemampuannya untuk melarutkan partikel. Oleh karena sifat muatan fraksional molekul, pada umumnya, air merupakan zat pelarut yang baik untuk partikel bermuatan atau ion, tetapi tidak bagi [[senyawa organik|senyawa]] [[hidrokarbon]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konsep tentang [[sel (biologi)|sel]] sebagai [[larutan]] yang terbalut [[membran sel|membran]], pertama kali dipelajari oleh [[ilmuwan]] [[Rusia]] bernama [[Troschin]] pada tahun 1956. Pada [[monograf]]nya, &amp;#039;&amp;#039;Problems of Cell Permeability&amp;#039;&amp;#039;, [[tesis]] Troschin mengatakan bahwa partisi larutan yang terjadi antara lingkungan intraseluler dan ekstraseluler tidak hanya ditentukan oleh [[permeabilitas]] membran, tetapi terjadi akumulasi larutan tertentu di dalam protoplasma, sehingga membentuk larutan gel yang berbeda dengan air murni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1962, [[Ling]] melalui monografnya, &amp;#039;&amp;#039;A physical theory of the living state&amp;#039;&amp;#039;, mengutarakan bahwa air yang terkandung di dalam sel mengalami [[polarisasi]] menjadi lapisan-lapisan yang menyelimuti permukaan [[protein]] dan merupakan pelarut yang buruk bagi [[ion]]. Ion K&amp;lt;sup&amp;gt;+&amp;lt;/sup&amp;gt; diserap oleh sel normal, sebab [[gugus fungsional|gugus]] [[karboksil]] dari protein cenderung untuk menarik K&amp;lt;sup&amp;gt;+&amp;lt;/sup&amp;gt; daripada ion [[sodium|Na&amp;lt;sup&amp;gt;+&amp;lt;/sup&amp;gt;]]. Teori ini, dikenal sebagai [[hipotesis induksi-asosiasi]] juga mengutarakan tidak adanya pompa [[kation]], [[ATPase]], yang terikat pada membran sel, dan distribusi semua larutan ditentukan oleh kombinasi dari gaya tarik menarik antara masing-masing protein dengan modifikasi sifat larutan air dalam sel. Hasil dari pengukuran [[resonansi magnetik inti|NMR]] memang menunjukkan penurunan [[mobilitas]] air di dalam sel tetapi dengan cepat ter[[difusi]] dengan [[molekul]] air normal. Hal ini kemudian dikenal sebagai model &amp;#039;&amp;#039;two-fraction, fast-exchange&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberadaan pompa kation yang digerakkan oleh [[adenosina trifosfat|ATP]] pada membran sel, terus menjadi bahan perdebatan, sejalan dengan perdebatan tentang karakteristik cairan di dalam sitoplasma dan air normal pada umumnya. Argumentasi terkuat yang menentang teori mengenai jenis air yang khusus di dalam sel, berasal dari kalangan ahli kimiawan fisis. Mereka berpendapat bahwa air di dalam sel tidak mungkin berbeda dengan air normal, sehingga perubahan struktur dan karakter air intraseluler juga akan dialami dengan air ekstraseluler. Pendapat ini didasarkan pada pemikiran bahwa, meskipun jika pompa kation benar ada terikat pada membran sel, pompa tersebut hanya menciptakan kesetimbangan osmotik seluler yang memisahkan satu larutan dari larutan lain, tetapi tidak bagi air. Air dikatakan memiliki kesetimbangan sendiri yang tidak dapat dibatasi oleh membran sel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para ahli lain yang berpendapat bahwa air di dalam sel sangat berbeda dengan air pada umumnya. Air yang menjadi tidak bebas bergerak oleh karena pengaruh permukaan ionik, disebut sebagai air berikat (), sedangkan air di luar jangkauan pengaruh ion tersebut disebut air bebas ().&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air berikat dapat segera melarutkan ion, oleh karena tiap jenis ion akan segera tertarik oleh masing-masing muatan fraksional molekul air, sehingga kation dan anion dapat berada berdekatan tanpa harus membentuk garam. Ion lebih mudah ter[[hidrasi]] oleh air yang reaktif, padat dengan ikatan lemah, daripada air inert tidak padat dengan daya ikat kuat. Hal ini menciptakan zona air, sebagai contoh, kation kecil yang sangat terhidrasi akan cenderung terakumulasi pada fase air yang lebih padat, sedangkan kation yang lebih besar akan cenderung terakumulasi pada fase air yang lebih renggang, dan menciptakan partisi ion seperti serial Hofmeister sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
: Mg&amp;lt;sup&amp;gt;2+&amp;lt;/sup&amp;gt; &amp;gt; Ca&amp;lt;sup&amp;gt;2+&amp;lt;/sup&amp;gt; &amp;gt; H&amp;lt;sup&amp;gt;+&amp;lt;/sup&amp;gt; &amp;gt;&amp;gt; Na&amp;lt;sup&amp;gt;+&amp;lt;/sup&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
: NH&amp;lt;sup&amp;gt;+&amp;lt;/sup&amp;gt; &amp;gt; Cs&amp;lt;sup&amp;gt;+&amp;lt;/sup&amp;gt; &amp;gt; Rb&amp;lt;sup&amp;gt;+&amp;lt;/sup&amp;gt; &amp;gt; K&amp;lt;sup&amp;gt;+&amp;lt;/sup&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
: ATP&amp;lt;sup&amp;gt;3-&amp;lt;/sup&amp;gt; &amp;gt;&amp;gt; ATP&amp;lt;sup&amp;gt;2-&amp;lt;/sup&amp;gt; = ADP&amp;lt;sup&amp;gt;2-&amp;lt;/sup&amp;gt; = HPO&amp;lt;sub&amp;gt;4&amp;lt;/sub&amp;gt;&amp;lt;sup&amp;gt;2-&amp;lt;/sup&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
: I&amp;lt;sup&amp;gt;-&amp;lt;/sup&amp;gt; &amp;gt; Br&amp;lt;sup&amp;gt;-&amp;lt;/sup&amp;gt; &amp;gt; Cl&amp;lt;sup&amp;gt;-&amp;lt;/sup&amp;gt; &amp;gt; H&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;PO&amp;lt;sub&amp;gt;4&amp;lt;/sub&amp;gt;&amp;lt;sup&amp;gt;-&amp;lt;/sup&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
catatan&lt;br /&gt;
* densitas air berikat semakin tinggi ke arah kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Interaksi antara [[molekul]] air berikat dan [[gugus fungsional|gugus]] [[ion]]ik diasumsikan terjadi pada rentang jarak yang pendek, sehingga [[atom]] [[hidrogen]] terorientasi ke arah [[anion]] dan menghambat interaksi antara populasi air berikat dengan air bebas. Orientasi molekul air berikat semakin terbatas permukaan molekul [[polielektrolit]] bermuatan negatif antara lain [[asam deoksiribonukleat|DNA]], [[asam ribonukleat|RNA]], [[asam hialorunat]], [[kondroitin sulfat]], dan jenis biopolimer bermuatan lain. [[Energi]] [[elektrostatik]] antara molekul biopolimer bermuatan sama yang berdesakan akan menciptakan gaya [[hidrasi]] yang mendorong molekul air bebas keluar dari dalam sitoplasma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada umumnya, konsenstrasi larutan polielektrolit yang cukup tinggi akan membentuk [[gel]]. Misalnya gel &amp;#039;&amp;#039;agarose&amp;#039;&amp;#039; atau gel dari asam hialuronat yang mengandung 99,9% air dari total berat gel. Tertahannya molekul air di dalam struktur kristal gel merupakan salah satu contoh kecenderungan alami setiap komponen dari suatu sistem untuk bercampur dengan merata. Molekul air dapat terlepas dari gel sebagai respon dari [[tekanan udara]], peningkatan suhu atau melalui mekanisme [[penguapan]], tetapi dengan turunnya rasio kandungan air, daya ikat ionik yang terjadi antara molekul zat terlarut yang menahan molekul air akan semakin kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun demikian, pendekatan ionik seperti ini masih belum dapat menjelaskan beberapa fenomena anomali larutan seperti,&lt;br /&gt;
* perbedaan sifat air di dalam sitoplasma [[oosit]] [[hewan]] [[katak]] dengan air di dalam [[inti sel]] dan air normal&lt;br /&gt;
* turunnya [[koefisien difusi]] air di dalam &amp;#039;&amp;#039;[[Artemia cyst]]&amp;#039;&amp;#039; dibandingkan dengan koefisien air yang sama pada [[gel]] &amp;#039;&amp;#039;agarose&amp;#039;&amp;#039; dan air normal&lt;br /&gt;
* lebih rendahnya densitas air pada &amp;#039;&amp;#039;Artemia cyst&amp;#039;&amp;#039; dibandingkan air normal pada [[suhu]] yang sama&lt;br /&gt;
* anomali [[trimetilamina oksida]] pada [[jaringan otot]]&lt;br /&gt;
* kedua kandungan air normal, dan air dengan koefisien partisi 1,5 yang dimiliki [[mitokondria]] pada suhu 0-4&amp;amp;nbsp;°C&lt;br /&gt;
Fenomena anomali larutan ini dianggap terjadi pada rentang jarak jauh yang berada di luar domain pendekatan ionik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Energi pada molekul air menjadi tinggi ketika ikatan hidrogen yang dimiliki menjadi tidak maksimal, seperti saat molekul air berada dekat dengan permukaan atau gugus hidrokarbon. Senyawa hidrokarbon kemudian disebut bersifat [[hidrofobik]] sebab tidak membentuk ikatan hidrogen dengan molekul air. Daya ikat hidrogen pada kondisi ini akan menembus beberapa zona air dan partisi ion, sehingga dikatakan bahwa sebagai karakter air pada rentang jarak jauh. Pada rentang ini, molekul [[garam]] seperti [[sodium sulfat|Na&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;SO&amp;lt;sub&amp;gt;4&amp;lt;/sub&amp;gt;]], [[sodium asetat]] dan [[sodium fosfat]] akan memiliki kecenderungan untuk terurai menjadi kation Na&amp;lt;sup&amp;gt;+&amp;lt;/sup&amp;gt; dan anionnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Fresh water Generator ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Fresh Water Generator (FWG)]] adalah pesawat pembuat [[air tawar]] dengan jalan menguapkan [[air laut]] didalam penguap (Evaporator) dan [[uap air]] laut tersebut didinginkan dengan cara kondensasi di dalam pesawat Destilasi/kondensor (pengembun), sehingga menghasilkan air kondensasi yang disebut kondensat. Fresh water generator, merupakan salah satu pesawat bantu yang penting di atas [[kapal]]. Hal ini di karenakan dengan menggunanaka FWG (Fresh water generator) dapat menghasilkan air tawar yang dapat digunakan untuk minum, memasak, mencuci dan bahkan menjalankan mesin penting lainnya yang menggunakan air tawar sebagai media pendingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada FWG Air tawar umumnya dihasilkan menggunakan metode evaporasi. Jadi air tawar tersebut dihasilkan oleh penguapan air laut dengan menggunakan panas dari salah satu sumber panas. Umumnya sumber panas yang tersedia diambil dari water jacket mesin utama, yang digunakan untuk mendinginkan komponen mesin utama seperti kepala silinder,liner dll. Suhu yang dihasilkan dari water jacket sekitar 70 derajat Celcius. Namun, pada suhu ini penguapan air tidak maksimal, seperti yang kita ketahui bahwa penguapan air terjadi pada 100 derajat celcius di bawah tekanan atmosfer. Jadi dalam rangka untuk menghasilkan air bersih di 70 derajat kita perlu mengurangi tekanan atmosfer, yang dilakukan dengan menciptakan vakum di dalam ruang di mana penguapan berlangsung. Juga, sebagai akibat dari vakum pendinginan dari air laut menguap pada suhu yang lebih rendah, Air akan didinginkan dan dikumpulkan kemudian dipindahkan ke tangki. Pada saat ini kebanyakan Kapal menggunakan metode, [[osmosis terbalik|reverse osmosis]] yaitu salah satu metode yang digunakan di deck untuk menghasilkan air tawar. Umumnya ini digunakan pada kapal penumpang di mana ada kebutuhan besar untuk memproduksi air segar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Reverse osmosis / Osmosis terbalik ==&lt;br /&gt;
Reverse osmosis (Osmosis terbalik) atau RO adalah suatu metode penyaringan yang dapat menyaring berbagai molekul besar dan ion-ion dari suatu larutan dengan cara memberi tekanan pada larutan ketika larutan itu berada di salah satu sisi membran seleksi (lapisan penyaring). Proses tersebut menjadikan zat terlarut terendap di lapisan yang dialiri tekanan sehingga zat pelarut murni bisa mengalir ke lapisan berikutnya. Membran seleksi itu harus bersifat selektif atau bisa memilah yang artinya bisa dilewati zat pelarutnya (atau bagian lebih kecil dari larutan) tetapi tidak bisa dilewati zat terlarut seperti molekul berukuran besar dan ion-ion. &amp;#039;&amp;#039;Osmosis&amp;#039;&amp;#039; adalah sebuah fenomena alam yang terjadi dalam sel makhluk hidup di mana molekul pelarut (biasanya air) akan mengalir dari daerah berkonsentrasi rendah ke daerah Berkonsentrasi tinggi melalui sebuah membran semipermeabel. Membran semipermeabel ini menunjuk ke membran sel atau membran apa pun yang memiliki struktur yang mirip atau bagian dari membran sel. Gerakan dari pelarut berlanjut sampai sebuah konsentrasi yang seimbang tercapai di kedua sisi membran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reverse osmosis adalah sebuah proses pemaksaan sebuah terlarut dari sebuah daerah konsentrasi terlarut tinggi melalui sebuah membran ke sebuah daerah terlarut rendah dengan menggunakan sebuah tekanan melebihi [[tekanan osmotik]]. Dalam istilah lebih mudah, reverse osmosis adalah mendorong sebuah larutan melalui [[filter]] yang menangkap zat terlarut dari satu sisi dan membiarkan pendapatan pelarut murni dari sisi satunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mendapatkan air tawar dari air laut bisa dilakukan dengan cara [[osmosis terbalik]], suatu proses penyaringan air laut dengan menggunakan tekanan dialirkan melalui suatu membran saring. Sistem ini disebut SWRO (Seawater Reverse Osmosis) dan banyak digunakan pada kapal laut atau instalasi air bersih di pantai dengan bahan baku air laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses ini telah digunakan untuk mengolah [[air laut]] untuk mendapatkan [[air tawar]], sejak awal 1970-an.&lt;br /&gt;
== Air dalam kesenian ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:&amp;#039;&amp;#039;Artikel utama: [[Air dalam kesenian]]&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam [[seni]] air dipelajari dengan cara yang berbeda, ia disajikan sebagai suatu elemen langsung, tidak langsung ataupun hanya sebagai simbol. Dengan didukung kemajuan teknologi fungsi dan pemanfaatan air dalam seni mulai berubah, dari tadinya pelengkap ia mulai merambat menjadi objek utama. Contoh seni yang terakhir ini, misalnya seni aliran atau tetesan (&amp;#039;&amp;#039;sculpture liquid&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;droplet art&amp;#039;&amp;#039;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Seni lukis ===&lt;br /&gt;
Pada zaman [[Renaisans]] dan sesudahnya air direpresentasikan lebih realistis. Banyak artis menggambarkan air dalam bentuk pergerakan – sebuah aliran air atau [[sungai]], sebuah [[laut]]an yang [[turbulensi]], atau bahkan [[air terjun]] – akan tetapi banyak juga dari mereka yang senang dengan objek-objek air yang tenang, diam – danau, sungai yang hampir tak mengalir, dan permukaan laut yang tak berombak. Dalam setiap kasus ini, air menentukan suasana (&amp;#039;&amp;#039;mood&amp;#039;&amp;#039;) keseluruhan dari karya seni tersebut, seperti misalnya dalam &amp;#039;&amp;#039;Birth of Venus&amp;#039;&amp;#039; ([[1486]]) karya [[Botticelli]] dan &amp;#039;&amp;#039;The Water Lilies&amp;#039;&amp;#039; ([[1897]]) karya [[Monet]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Fotografi ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejalan dengan kemajuan [[teknologi]] dalam [[seni]], air mulai mengambil tempat dalam bidang seni lain, misalnya dalam [[fotografi]]. walaupun ada air tidak memiliki arti khusus di sini dan hanya berperan sebagai elemen pelengkap, akan tetapi ia dapat digunakan dalam hampir semua cabang fotografi: mulai dari [[fasion]] sampai [[landsekap]]. Memotret air sebagai elemen dalam objek membutuhkan penanganan khusus, mulai dari filter &amp;#039;&amp;#039;circular polarizer&amp;#039;&amp;#039; yang berguna menghilangkan [[refleksi]], sampai pemanfaatan teknik &amp;#039;&amp;#039;long exposure&amp;#039;&amp;#039;, suatu teknik fotografi yang mengandalkan bukaan rana lambat untuk menciptakan efek lembut (&amp;#039;&amp;#039;soft&amp;#039;&amp;#039;) pada permukaan air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Seni tetesan air ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keindahan tetesan air yang memecah permukaan air yang berada di bawahnya diabadikan dengan berbagai sentuhan teknik dan rasa menjadikannya suatu karya seni yang indah, seperti yang disajikan oleh Martin Waugh dalam karyanya &amp;#039;&amp;#039;Liquid Sculpture&amp;#039;&amp;#039;, suatu antologi yang telah mendunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seni tetesan air tidak berhenti sampai di sini, dengan pemanfaatan teknik pengaturan terhadap jatuhnya tetesan air yang malar, mereka dapat diubah sedemikian rupa sehingga tetesan-tetesan tersebut sebagai satu kesatuan berfungsi sebagai suatu penampil (&amp;#039;&amp;#039;viewer&amp;#039;&amp;#039;) seperti halnya [[tampilan komputer]]. Dengan mengatur-atur ukuran dan jumlah tetesan yang akan dilewatkan, dapat sebuah gambar ditampilkan oleh tetesan-tetesan air yang jatuh. Sayangnya gambar ini hanya bersifat sementara, sampai titik yang dimaksud jatuh mencapai bagian bawah penampil. Komersialisasi karya jenis ini pun dalam bentuk resolusi yang lebih kasar telah banyak dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
=== Artikel Referensi ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Referensi umum ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*  OA Jones, JN Lester and N Voulvoulis, Pharmaceuticals: a threat to drinking water? &amp;#039;&amp;#039;TRENDS in Biotechnology&amp;#039;&amp;#039; 23(4): 163, 2005&lt;br /&gt;
*  Franks, F (Ed), Water, A comprehensive treatise, Plenum Press, New York, 1972–1982&lt;br /&gt;
*  [http://twt.mpei.ac.ru/mas/worksheets/VTP_wsp.mcd Property of Water and Water Steam w Thermodynamic Surface]&lt;br /&gt;
*  PH Gleick and associates, The World&amp;#039;s Water: The Biennial Report on Freshwater Resources. Island Press, Washington, D.C. (published every two years, beginning in 1998.)&lt;br /&gt;
*  Marks, William E., The Holy Order of Water: Healing Earth&amp;#039;s Waters and Ourselves. Bell Pond Books ( a div. of Steiner Books), Great Barrington, MA, November 2001 [ISBN 0-88010-483-X]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Air sebagai sumber daya alam alami ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*   (November 10, 2006)| ISBN 978-1-59726-105-0]&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*   (Cambridge Middle East Library)&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Bacaan lanjutan ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*  J. Lobaugh and Gregory A. Voth, &amp;#039;&amp;#039;A quantum model for water: Equilibrium and dynamical properties&amp;#039;&amp;#039;, [http://scitation.aip.org/getabs/servlet/GetabsServlet?prog=normal&amp;amp;id=JCPSA6000106000006002400000001&amp;amp;idtype=cvips&amp;amp;gifs=yes The Journal of Chemical Physics -- February 8, 1997 -- Volume 106, Issue 6, pp. 2400–2410] doi:10.1063/1.473151&lt;br /&gt;
*  Kyoko Watanabe and Michael L. Klein, &amp;#039;&amp;#039;Effective pair potentials and the properties of water&amp;#039;&amp;#039;, [http://www.sciencedirect.com/science?_ob=ArticleURL&amp;amp;_udi=B6TFM-44GG2WT-32&amp;amp;_user=28781&amp;amp;_coverDate=03%2F15%2F1989&amp;amp;_rdoc=1&amp;amp;_fmt=&amp;amp;_orig=search&amp;amp;_sort=d&amp;amp;view=c&amp;amp;_acct=C000002738&amp;amp;_version=1&amp;amp;_urlVersion=0&amp;amp;_userid=28781&amp;amp;md5=41af5c29ad52694f44c498b5e601caf1 Chemical Physics Volume 131, Issues 2-3, 15 March 1989, Pages 157-167] doi:10.1016/0301-0104(89)80166-1&lt;br /&gt;
*  Frank H. Stillinger and Aneesur Rahman, &amp;#039;&amp;#039;Improved simulation of liquid water by molecular dynamics&amp;#039;&amp;#039;, [http://scitation.aip.org/getabs/servlet/GetabsServlet?prog=normal&amp;amp;id=JCPSA6000060000004001545000001&amp;amp;idtype=cvips&amp;amp;gifs=yes The Journal of Chemical Physics -- February 15, 1974 -- Volume 60, Issue 4, pp. 1545–1557] doi:10.1063/1.1681229&lt;br /&gt;
*  R. J. Speedy and C. A. Angell, &amp;#039;&amp;#039;Isothermal compressibility of supercooled water and evidence for a thermodynamic singularity at –45&amp;amp;nbsp;°C&amp;#039;&amp;#039;, [http://scitation.aip.org/getabs/servlet/GetabsServlet?prog=normal&amp;amp;id=JCPSA6000065000003000851000001&amp;amp;idtype=cvips&amp;amp;gifs=yes The Journal of Chemical Physics -- August 1, 1976 -- Volume 65, Issue 3, pp. 851-858] doi:10.1063/1.433153&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Air&lt;br /&gt;
* [[Air asin]]&lt;br /&gt;
* [[Siklus air]]&lt;br /&gt;
* [[Awan]]&lt;br /&gt;
* [[Banjir]]&lt;br /&gt;
* [[Es]]&lt;br /&gt;
* [[Embun]]&lt;br /&gt;
* [[Danau]]&lt;br /&gt;
* [[Hidrologi]]&lt;br /&gt;
* [[Hujan]]&lt;br /&gt;
* [[Laut]]&lt;br /&gt;
* [[Salju]]&lt;br /&gt;
* [[Sungai]]&lt;br /&gt;
* [[Desalinasi]]&lt;br /&gt;
* [[Osmosis]]&lt;br /&gt;
* [[Osmosis terbalik]]&lt;br /&gt;
* [[Air berat]]&lt;br /&gt;
* [[Air tertritiasi]]&lt;br /&gt;
* [[Air menurut Islam]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [http://stats.oecd.org/wbos/Index.aspx?DataSetCode=ENV_WAT OECD Water statistics]&lt;br /&gt;
* [http://www.worldwater.org/ The World&amp;#039;s Water Data Page]&lt;br /&gt;
* [http://www.fao.org/nr/water/aquastat/main/index.stm FAO Comprehensive Water Database, AQUASTAT]&lt;br /&gt;
* [http://worldwater.org/conflict.html The Water Conflict Chronology: Water Conflict Database]&lt;br /&gt;
* [http://ga.water.usgs.gov/edu/ US Geological Survey Water for Schools information]&lt;br /&gt;
* [http://water.worldbank.org/ Portal to The World Bank&amp;#039;s strategy, work and associated publications on water resources]&lt;br /&gt;
* [http://www.awra.org/ America Water Resources Association]&lt;br /&gt;
* [http://www1.lsbu.ac.uk/water/ Water structure and science]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Air&amp;amp;oldid=29477118 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29477118 (2026-07-19T19:53:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>