<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Akar</id>
	<title>Akar - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Akar"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Akar&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T19:16:03Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Akar&amp;diff=36118&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29219798; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Akar&amp;diff=36118&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T17:18:07Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29219798; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Pada [[tumbuhan berpembuluh]], &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;akar&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah organ tumbuhan yang berperan penting dalam menahan berdirinya tumbuhan dan menyerap air serta nutrisi ke dalam tubuh tumbuhan, yang memungkinkan tumbuhan tumbuh lebih tinggi dan lebih cepat. Akar sering kali terletak di bawah permukaan tanah, tetapi akar juga bisa mengalami modifikasi dan terspesialisasi. Misalnya akar udara atau akar [[aerial]], jenis akar ini biasanya tumbuh di atas tanah atau terutama di atas air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Fungsi ==&lt;br /&gt;
Akar berperan penting dalam [[penyerapan air]] dan [[nutrisi tumbuhan]] serta menjadi penopang batang tumbuhan di atas tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Anatomi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Morfologi akar dibagi menjadi empat zona: tudung akar, meristem apikal, zona perpanjangan, dan rambut akar. [[Tudung akar]] membantu akar-akar baru menembus tanah. Tudung akar ini terkelupas saat akar masuk lebih dalam menciptakan permukaan berlendir yang menyediakan pelumas. [[Meristem apikal]] di belakang penutup akar menghasilkan sel akar baru yang memanjang. Kemudian, rambut akar akan terbentuk, rambut akar inilah yang menyerap air dan nutrisi mineral dari tanah. Akar pertama pada tumbuhan berbiji disebut &amp;#039;&amp;#039;[[radicle]]&amp;#039;&amp;#039;, yang berkembang dari embrio tumbuhan setelah biji [[berkecambah.]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dibedah, susunan sel di dalam akar adalah [[rambut akar]], [[Epidermis (botani)|epidermis]], [[epiblem]], [[Korteks (botani)|korteks]], [[endodermis ]], [[pericycle]] dan, terakhir, [[jaringan vaskular]] di tengah akar untuk mengangkut air yang diserap oleh akar ke bagian lain tumbuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai respons terhadap konsentrasi nutrisi, akar juga mensintesis [[sitokinin]], yang bertindak sebagai sinyal kecepatan pertumbuhan [[tunas]]. Akar sering berfungsi sebagai [[penyimpanan makanan]] dan [[nutrisi]]. Akar dari sebagian besar spesies tumbuhan vaskular [[simbiosis|bersimbiosis]] dengan jamur tertentu untuk membentuk [[mikoriza]]. Sejumlah besar organisme lain, termasuk [[bakteri]] juga sering kali hidup di akar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah evolusi ==&lt;br /&gt;
Jejak fosil dari akar—atau lebih tepatnya, lubang yang terisi dari sisa-sisa akar yang membusuk—bisa dirunut dari akhir periode [[Silur]]ian, sekitar 430 juta tahun yang lalu. Identifikasi akar cenderung sulit, karena cetakan dari fosil akar sangat mirip dengan liang hewan. Fosil akar dapat dibedakan menggunakan berbagai fitur. Perkembangan evolusioner akar kemungkinan besar terjadi dari modifikasi [[rimpang]] dangkal (batang horizontal termodifikasi) yang menopang tumbuhan vaskular primitif. Akar primitif ini kemudian mengalami perkembangan dalam bentuk rimpang berserabut (disebut [[rizoid]]) yang menopang tumbuhan dan mengalirkan air ke tanaman dari tanah. Rimpang dangkal adalah bentuk primitif dari akar, meskipun tidak memiliki peran fungsional yang sama dengan akar modern. Seiring berjalannya waktu, modifikasi pada struktur rimpang ini terjadi sebagai bagian dari perkembangan evolusi tumbuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pertumbuhan ==&lt;br /&gt;
Pertumbuhan awal akar merupakan salah satu fungsi dari [[meristem|meristem apikal]] yang terletak di dekat ujung akar. Sel-sel meristem sedikit banyak terus membelah, menghasilkan lebih banyak meristem, sel-sel tudung akar (dikorbankan untuk melindungi meristem), dan sel-sel akar yang tidak berdiferensiasi. Sel-sel ini kemudian menjadi jaringan primer akar, setelah sebelumnya mengalami pemanjangan, suatu proses yang mendorong ujung akar ke dalam media tumbuhnya. Secara bertahap sel-sel ini berdiferensiasi dan matang menjadi sel-sel khusus jaringan akar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kedalaman ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Distribusi akar tumbuhan vaskular di dalam tanah bergantung pada bentuk tumbuhan, ketersediaan air dan unsur hara secara spasial dan temporal, serta sifat fisik tanah. Akar terdalam umumnya ditemukan di gurun dan hutan jenis [[konifera]] beriklim sedang. Akar tumbuh paling dangkal di daerah [[tundra]], [[hutan boreal]], dan [[padang]] rumput beriklim sedang. Akar hidup terdalam yang diamati, setidaknya 60 meter di bawah permukaan tanah, diamati selama penggalian tambang terbuka di [[Arizona]], AS. Beberapa akar bisa tumbuh ke dalam tanah hingga setinggi pohonnya. Mayoritas akar pada sebagian besar tanaman ditemukan relatif dekat dengan permukaan tanah, di mana ketersediaan hara dan aerasi lebih baik untuk pertumbuhan. Kedalaman perakaran mungkin secara fisik dibatasi oleh batuan atau tanah yang padat di bawah permukaan tanah, atau oleh kondisi tanah anaerobik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Rekor ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Interaksi tumbuhan ==&lt;br /&gt;
Tumbuhan dapat berinteraksi satu sama lain di lingkungannya melalui sistem perakaran. Penelitian telah menunjukkan bahwa interaksi antar tumbuhan terjadi di antara sistem perakaran melalui media tanah. Para peneliti telah menguji apakah tumbuhan yang tumbuh dalam kondisi lingkungan akan mengubah perilakunya jika tanaman di dekatnya terkena kondisi kekeringan. Karena tumbuhan di dekatnya tidak menunjukkan perubahan pada celah [[stomata]], para peneliti percaya bahwa sinyal kekeringan menyebar melalui akar dan tanah, bukan melalui udara sebagai sinyal kimiawi yang mudah menguap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Interaksi tanah ==&lt;br /&gt;
Mikrobiota tanah dapat menekan penyakit dan simbion akar yang menguntungkan (jamur mikoriza lebih mudah tumbuh di tanah yang steril). Inokulasi dengan bakteri tanah dapat meningkatkan ekstensi ruas, memicu dan mempercepat pembungaan. Migrasi bakteri di sepanjang akar bervariasi sesuai dengan kondisi alami tanah. Sebagai contoh, penelitian telah menemukan bahwa sistem perakaran biji [[gandum]] yang diinokulasi dengan Azotobacter menunjukkan populasi yang lebih tinggi di tanah yang mendukung pertumbuhan Azotobacter. Beberapa penelitian tidak berhasil meningkatkan kadar mikroba tertentu (seperti &amp;#039;&amp;#039;P. fluorescens&amp;#039;&amp;#039;) di tanah alami tanpa sterilisasi sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Akar semu ==&lt;br /&gt;
Organ atau jaringan yang secara anatomi tidak dapat dianggap sebagai akar tetapi memiliki fungsi yang serupa dengan akar dinamakan akar semu atau rizoid (Lat. &amp;#039;&amp;#039;rhizoid&amp;#039;&amp;#039;). Istilah ini biasanya disematkan pada individu yang bukan termasuk tumbuhan berpembuluh tetapi dapat melekat pada suatu objek tertentu menggunakan alat yang mirip fungsinya dengan akar, yaitu untuk melekat, menjangkar, atau menyerap hara dari tempatnya tumbuh. Alga dan fase gametofit tumbuhan lumut serta tumbuhan paku memiliki rizoid. Beberapa tumbuhan pterofit ([[Euphyllophyta]]) juga memiliki rizoid yang merupakan modifikasi daun atau batang. Contohnya adalah &amp;#039;&amp;#039;[[Azolla]]&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;[[Salvinia]]&amp;#039;&amp;#039;, serta &amp;#039;&amp;#039;[[Lemna]]&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bacaan lanjutan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [https://web.archive.org/web/20090425083339/http://ualr.edu/botany/ Botany – University of Arkansas at Little Rock]&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Akar&amp;amp;oldid=29219798 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29219798 (2026-05-12T12:58:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>