<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Aksioma_Peano</id>
	<title>Aksioma Peano - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Aksioma_Peano"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Aksioma_Peano&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T13:22:44Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Aksioma_Peano&amp;diff=8328&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Aksioma_Peano&amp;diff=8328&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-24T23:05:39Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Aksioma_Peano&amp;amp;diff=8328&amp;amp;oldid=7929&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Aksioma_Peano&amp;diff=7929&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 24129921; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Aksioma_Peano&amp;diff=7929&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-24T22:38:23Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 24129921; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Dalam [[logika matematika]], &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;aksioma Peano&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, juga dikenal sebagai &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;aksioma Dedekind–Peano&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;postulat Peano&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, adalah [[aksioma|aksioma-aksioma]] untuk [[bilangan asli]] yang disampaikan oleh [[matematikawan]] [[Orang Italia|Italia]] abad ke-19 [[Giuseppe Peano]]. Aksioma-aksioma tersebut telah digunakan hampir tanpa diubah dalam beberapa penyelidikan [[metamatematika]], termasuk penelitian mengenai pertanyaan fundamental mengenai apakah [[teori bilangan]] bersifat [[konsistensi (logika)|konsisten]] dan [[kelengkapan (logika)|lengkap]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keperluan untuk memformalkan [[aritmetika]] tidak terlalu dipikirkan hingga karya [[Hermann Grassmann]], yang menunjukkan pada 1860-an bahwa banyak fakta dalam aritmetika yang bisa diperoleh dari fakta lebih mendasar mengenai [[fungsi penerus|operasi penerus]] dan [[induksi matematika|induksi]]. Pada tahun 1881, [[Charles Sanders Peirce]] memberikan [[Sistem aksioma|pengaksiomaan]] dari aritmetika bilangan asli. Pada tahun 1888, [[Richard Dedekind]] mengusulkan pengaksiomaan aritmetika bilangan asli lainnya, dan pada tahun 1889, Peano menerbitkan versi sederhana dari mereka sebagai kumpulan aksioma dalam bukunya, [[Arithmetices principia, nova methodo exposita|&amp;#039;&amp;#039;The principles of arithmetic presented by a new method&amp;#039;&amp;#039;]] ().&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aksioma Peano berisi tiga jenis pernyataan. Aksioma pertama menegaskan keberadaan paling tidak satu anggota dari himpunan bilangan asli. Empat aksioma berikutnya adalah pernyataan umum mengenai [[Kesamaan (matematika)|kesamaan]]; dalam penafsiran modern aksioma-aksioma ini tidak dianggap sebagai bagian dari aksioma Peano, melainkan sebagai aksioma-aksioma dari &amp;quot;logika yang mendasarinya&amp;quot;. Tiga aksioma berikutnya merupakan pernyataan [[Logika predikat tingkat pertama|tingkat pertama]] mengenai bilangan asli mengekspresikan sifat-sifat mendasar dari operasi penerus. Aksioma kesembilan, dan yang terakhir, adalah pernyataan [[Logika predikat tingkat kedua|tingkat kedua]] mengenai prinsip induksi matematika pada bilangan asli. Sebuah sistem tingkat pertama yang lebih lemah dan disebut &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;aritmetika Peano&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; diperoleh dengan secara eksplisit menambahkan simbol operasi penambahan dan perkalian serta menggantikan aksioma [[Aritmetika tingkat kedua|induksi tingkat kedua]] dengan sebuah [[skema aksioma]] tingkat pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Perumusan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Peano merumuskan aksiomanya, bahasa [[logika matematika]] masih dalam masa pertumbuhannya. Sistem notasi logika yang dia buat untuk menyampaikan aksiomanya tidak menjadi populer, walaupun sistem tersebut merupakan asal mula dari notasi modern untuk [[Elemen (matematika)|keanggotaan himpunan]] (∈, yang berasal dari ε dari Peano) dan [[Konsekuensi logis|implikasi]] (⊃, yang berasal dari &amp;#039;C&amp;#039; dari Peano yang dibalik.) Peano menjaga perbedaan antara simbol matematika dan logika, yang pada saat itu belum sering dijumpai dalam matematika; pemisahan seperti itu pertama kali diperkenalkan dalam &amp;#039;&amp;#039;[[Begriffsschrift]]&amp;#039;&amp;#039; oleh [[Gottlob Frege]], diterbitkan pada tahun 1879. Peano tidak mengetahui tentang karya Frege dan secara terpisah membuat ulang peraltan logikanya berdasarkan karya [[George Boole|Boole]] dan [[Ernst Schröder|Schröder]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aksioma Peano mendefinisikan sifat-sifat aritmetis dari &amp;#039;&amp;#039;[[bilangan asli]]&amp;#039;&amp;#039;, biasanya dilambangkan sebagai sebuah [[Himpunan (matematika)|himpunan]] &amp;lt;math&amp;gt;\mathbf{N}&amp;lt;/math&amp;gt; atau &amp;lt;math&amp;gt;\mathbb{N}.&amp;lt;/math&amp;gt; [[Simbol taklogis]] untuk aksiomanya terdiri dari simbol tetapan 0 dan simbol fungsi uner &amp;lt;math&amp;gt;S&amp;lt;/math&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aksioma pertama menyatakan bahwa tetapan 0 adalah bilangan asli:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat aksioma berikutnya menjelaskan [[relasi (matematika)|relasi]] [[kesamaan (matematika)|kesamaan]]. Karena mereka secara logika valid dalam logika predikat tingkat pertama dengan kesamaan, mereka tidak dianggap sebagai bagian dari &amp;quot;aksioma Peano&amp;quot; dalam penafsiran modern.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aksioma berikutnya mendefinisikan sifat-sifat aritmetis dari bilangan asli. Bilangan asli diasumsikan tertutup di bawah sebuah [[fungsi (matematika)|fungsi]] &amp;quot;[[fungsi penerus|penerus]]&amp;quot; dengan satu nilai, yang disebut &amp;lt;math&amp;gt;S&amp;lt;/math&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perumusan Peano yang asli menggunakan 1 bukannya 0 sebagai bilangan asli &amp;quot;pertama&amp;quot;. Pilihan ini dilakukan semaunya, karena aksioma 1 tidak memberikan tetapan 0 sifat tambahan apapun. Akan tetapi, karena 0 merupakan [[elemen identitas|identitas penambahan]] dalam aritmetika, kebanyakan perumusan aksioma Peano modern memulai dari 0. Aksioma 1, 6, 7, 8 mendefinisikan sebuah [[sistem bilangan uner|representasi uner]] dari ide intuitif bilangan asli: bilangan 1 bisa didefinisikan sebagai &amp;lt;math&amp;gt;S(0)&amp;lt;/math&amp;gt;, 2 sebagai &amp;lt;math&amp;gt;S(S(0))&amp;lt;/math&amp;gt;, dan seterusnya. Namun, mempertimbangkan ide bilangan asli sebagaimana didefinisikan oleh aksioma-aksioma tersebut, aksioma 1, 6, 7, 8 tidak mengimplikasikan bahwa fungsi penerus menghasilkan semua bilangan asli yang berbeda dari 0. Dengan kata lain, mereka tidak menjamin bahwa setiap bilangan asli selain nol harus meneruskan suatu bilangan asli lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ide intuitif bahwa setiap bilangan asli bisa diperoleh dengan menerapkan &amp;#039;&amp;#039;penerus&amp;#039;&amp;#039; pada nol memerlukan aksioma tambahan, yang terkadang disebut &amp;#039;&amp;#039;[[aksioma induksi]]&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aksioma induksi terkadang dinyatakan dalam bentuk berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perumusan asli dari Peano, aksioma induksi merupakan sebuah [[Logika predikat tingkat kedua|aksioma tingkat kedua]]. Sekarang prinsip tingkat kedua ini kerap diganti dengan skema induksi [[Logika predikat tingkat pertama|tingkat pertama]] yang lebih lemah. Terdapat perbedaan-perbedaan penting antara perumusan tingkat kedua dan tingkat pertama, sebagimana didiskusikan di bagian  di bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Aritmetika ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aksioma Peano dapat ditambah dengan operasi [[penambahan]] dan [[perkalian]] dan [[urutan total|urutan total (linear)]] biasa pada [[bilangan asli#Notasi|&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;N&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;]]. Fungsi dan relasi masing-masing dibangun dalam [[teori himpunan]] atau [[logika orde kedua]], dan dapat ditampilkan unik menggunakan aksioma Peano.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penambahan ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Penambahan]] adalah fungsi yang [[peta (matematika)|memetakan]] dua bilangan asli (dua elemen &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;N&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;) ke bilangan lain. Ini didefinisikan secara [[rekursi]]f sebagai:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
: &amp;lt;math&amp;gt;\begin{align}&lt;br /&gt;
a + 0      &amp;amp;= a ,        &amp;amp; \textrm{(1)}\\&lt;br /&gt;
a + S (b)  &amp;amp;= S (a + b). &amp;amp; \textrm{(2)}&lt;br /&gt;
\end{align}&amp;lt;/math&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sebagai contoh:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
: &amp;lt;math&amp;gt;\begin{align}&lt;br /&gt;
a + 1 &amp;amp;= a + S(0)     &amp;amp; \mbox{menggunakan definisi} \\&lt;br /&gt;
      &amp;amp;= S(a + 0)     &amp;amp; \mbox{menggunakan (2)} \\&lt;br /&gt;
      &amp;amp;= S(a),        &amp;amp; \mbox{menggunakan (1)} \\&lt;br /&gt;
\\&lt;br /&gt;
a + 2 &amp;amp;= a + S(1)     &amp;amp; \mbox{menggunakan definisi} \\&lt;br /&gt;
      &amp;amp;= S(a + 1)     &amp;amp; \mbox{menggunakan (2)} \\&lt;br /&gt;
      &amp;amp;= S(S(a))      &amp;amp; \mbox{menggunakan } a + 1 = S(a) \\&lt;br /&gt;
\\&lt;br /&gt;
a + 3 &amp;amp;= a + S(2)     &amp;amp; \mbox{menggunakan definsi} \\&lt;br /&gt;
      &amp;amp;= S(a + 2)     &amp;amp; \mbox{menggunakan (2)} \\&lt;br /&gt;
      &amp;amp;= S(S(S(a)))    &amp;amp; \mbox{menggunakan } a + 2 = S(S(a)) \\&lt;br /&gt;
\text{dst.} &amp;amp; \\&lt;br /&gt;
\end{align}&amp;lt;/math&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Struktur matematika|struktur]] &amp;lt;math&amp;gt;(\N,+)&amp;lt;/math&amp;gt; adalah [[monoid]] [[komutatif]] dengan elemen identitas 0. &amp;lt;math&amp;gt;(\N,+)&amp;lt;/math&amp;gt; juga merupakan [[Sifat pembatalan|pembatalan]] [[magma (aljabar)|magma]], dan dengan demikian [[Pembenaman|dapat dibenamkan]] dalam [[grup (matematika)|grup]]. Grup terkecil yang membenamkan &amp;lt;math&amp;gt;\N&amp;lt;/math&amp;gt; adalah [[bilangan bulat]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Perkalian ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian pula, [[perkalian]] adalah fungsi yang memetakan dua bilangan asli ke bilangan lain. Diberikan tambahan, itu didefinisikan secara rekursif sebagai:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
: &amp;lt;math&amp;gt;\begin{align}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a \cdot 0 &amp;amp;= 0, \\&lt;br /&gt;
a \cdot S (b) &amp;amp;= a + (a \cdot b).&lt;br /&gt;
\end{align}&amp;lt;/math&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sangat mudah untuk melihat bahwa &amp;lt;math&amp;gt;S(0)&amp;lt;/math&amp;gt; (atau &amp;quot;1&amp;quot;, dalam bahasa familiar [[representasi desimal]]) adalah perkalian [[elemen identitas|identitas kanan]]:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
: &amp;lt;math&amp;gt;a \cdot S(0) = a + (a \cdot 0) = a + 0 = a&amp;lt;/math&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menunjukkan bahwa &amp;lt;math&amp;gt;S(0)&amp;lt;/math&amp;gt; juga merupakan identitas perkalian kiri memerlukan aksioma induksi karena cara perkalian didefinisikan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* &amp;lt;math&amp;gt;S(0)&amp;lt;/math&amp;gt; adalah identitas kiri 0: &amp;lt;math&amp;gt;S(0) \cdot 0 = 0&amp;lt;/math&amp;gt;.&lt;br /&gt;
* Jika &amp;lt;math&amp;gt;S(0)&amp;lt;/math&amp;gt; adalah identitas kiri dari &amp;lt;math&amp;gt;a&amp;lt;/math&amp;gt; (yaitu &amp;lt;math&amp;gt;S(0) \cdot a = a&amp;lt;/math&amp;gt;), maka &amp;lt;math&amp;gt;S(0)&amp;lt;/math&amp;gt; juga merupakan identitas kiri &amp;lt;math&amp;gt;S(a)&amp;lt;/math&amp;gt;: &amp;lt;math&amp;gt;S(0) \cdot S(a) = S(0) + S(0) \cdot a = S(0) + a = a + S(0) = S(a + 0) = S(a)&amp;lt;/math&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, dengan aksioma induksi &amp;lt;math&amp;gt;S(0)&amp;lt;/math&amp;gt; adalah identitas kiri perkalian dari semua bilangan asli.  Selain itu, dapat ditunjukkan bahwa perkalian bersifat komutatif dan penjumlahan [[hukum distributif|distributif]]:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
: &amp;lt;math&amp;gt;a \cdot (b+c) = (a \cdot b) + (a \cdot c)&amp;lt;/math&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, &amp;lt;math&amp;gt;(\mathbb{N}, + , 0, \cdot, S(0))&amp;lt;/math&amp;gt; adalah komutatif [[semigelanggang]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Pertidaksamaan ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Relasi [[urutan total]] biasa ≤ pada bilangan asli dapat didefinisikan sebagai berikut, asumsi 0 adalah bilangan asli:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
: Untuk semua &amp;lt;math&amp;gt;a, b \in \mathbb{N}&amp;lt;/math&amp;gt;, &amp;lt;math&amp;gt;a \le b&amp;lt;/math&amp;gt; jika dan hanya jika terdapatu suatu &amp;lt;math&amp;gt;c \in \mathbb{N}&amp;lt;/math&amp;gt; sehingga &amp;lt;math&amp;gt;a + c = b&amp;lt;/math&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hubungan ini stabil terhadap penjumlahan dan perkalian: untuk &amp;lt;math&amp;gt; a, b, c \in \mathbb{N} &amp;lt;/math&amp;gt;, jika &amp;lt;math&amp;gt;a \le b&amp;lt;/math&amp;gt;, maka:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* &amp;lt;math&amp;gt;a + c \le b + c&amp;lt;/math&amp;gt;, dan&lt;br /&gt;
* &amp;lt;math&amp;gt;a \cdot c \le b \cdot c&amp;lt;/math&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, struktur &amp;lt;math&amp;gt;(\mathbb{N},+,\cdot,1,0,\le)&amp;lt;/math&amp;gt; adalah [[semigelanggang terurut]]; karena tidak ada bilangan asli antara 0 dan 1, ini adalah semiring terurut diskrit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Teori aritmetika orde pertama ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua aksioma Peano kecuali aksioma kesembilan (aksioma induksi) adalah pernyataan dalam [[logika orde pertama]]. Operasi aritmetika penjumlahan dan perkalian dan hubungan urutan juga dapat ditentukan menggunakan aksioma orde pertama. Aksioma induksi ada di [[logika orde kedua|orde kedua]], karena [[Pembilang (logika)|mengkuantifikasi]] melebihi predikat (setara, kumpulan bilangan asli daripada bilangan asli), tetapi dapat diubah menjadi induksi orde pertama &amp;#039;&amp;#039; [[skema aksioma]] &amp;#039;&amp;#039;. Skema seperti itu mencakup satu aksioma per predikat yang dapat didefinisikan dalam bahasa orde pertama aritmetika Peano, membuatnya lebih lemah daripada aksioma orde kedua. Alasan yang lebih lemah adalah bahwa jumlah predikat dalam bahasa orde pertama dapat dihitung, sedangkan jumlah himpunan bilangan asli tidak dapat dihitung. Jadi, ada himpunan yang tidak bisa dideskripsikan dalam bahasa urutan pertama (pada kenyataannya, sebagian besar himpunan memiliki sifat ini).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aksiomatisasi orde pertama aritmetika Peano memiliki batasan teknis lain. Dalam logika orde kedua, dimungkinkan untuk menentukan operasi penjumlahan dan perkalian dari [[fungsi penerus|operasi penerus]], tetapi ini tidak dapat dilakukan dalam pengaturan logika orde pertama yang lebih ketat. Oleh karena itu, operasi penjumlahan dan perkalian secara langsung dimasukkan dalam [[tanda tangan (logika)|tanda tangan]] aritmetika Peano, dan aksioma dimasukkan yang menghubungkan ketiga operasi satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daftar aksioma berikut (bersama dengan aksioma persamaan yang biasa), yang berisi enam dari tujuh aksioma [[aritmetika Robinson]], cukup untuk tujuan ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* &amp;lt;math&amp;gt;\forall x \ (0 \neq  S ( x ))&amp;lt;/math&amp;gt;&lt;br /&gt;
* &amp;lt;math&amp;gt;\forall x, y \ (S( x ) =  S( y ) \Rightarrow x = y)&amp;lt;/math&amp;gt;&lt;br /&gt;
* &amp;lt;math&amp;gt;\forall x \ (x  + 0 = x )&amp;lt;/math&amp;gt;&lt;br /&gt;
* &amp;lt;math&amp;gt;\forall x, y \ (x + S( y ) =  S( x + y ))&amp;lt;/math&amp;gt;&lt;br /&gt;
* &amp;lt;math&amp;gt;\forall x \ (x \cdot 0 = 0)&amp;lt;/math&amp;gt;&lt;br /&gt;
* &amp;lt;math&amp;gt;\forall x, y \ (x \cdot  S ( y ) = x \cdot y + x )&amp;lt;/math&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain daftar aksioma numerik ini, aritmetika Peano berisi skema induksi, yang terdiri dari [[himpunan yang dapat dihitung secara rekursif|dapat dihitung secara rekursif]] dari [[aksioma]]. Untuk setiap rumus &amp;lt;math&amp;gt;\varphi(x,y_1,\dots,y_k)&amp;lt;/math&amp;gt; dalam bahasa aritmetika Peano, &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;aksioma induksi orde pertama&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; untuk &amp;lt;math&amp;gt;\varphi&amp;lt;/math&amp;gt; adalah kalimat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:&amp;lt;math&amp;gt;\forall \bar{y} ((\varphi(0,\bar{y}) \land \forall x ( \varphi(x,\bar{y})\Rightarrow\varphi(S(x),\bar{y}))) \Rightarrow \forall x \varphi(x,\bar{y}))&amp;lt;/math&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dimana &amp;lt;math&amp;gt;\bar{y}&amp;lt;/math&amp;gt; adalah singkatan dari &amp;lt;math&amp;gt;y_1, \dots, y_k&amp;lt;/math&amp;gt;. Skema induksi orde pertama menyertakan setiap contoh aksioma induksi orde pertama, yaitu, menyertakan aksioma induksi untuk setiap rumus &amp;#039;&amp;#039; φ &amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Aksiomatisasi setara ===&lt;br /&gt;
Ada banyak aksiomatisasi aritmetika Peano yang berbeda, tetapi setara. Sementara beberapa aksioma, seperti yang baru saja dijelaskan, menggunakan tanda tangan yang hanya memiliki simbol untuk 0 dan operasi penerus, penjumlahan, dan perkalian, aksiomatisasi lain menggunakan bahasa [[gelanggang terurut|semiring terurut]], termasuk simbol hubungan ketertiban tambahan. Salah satu aksiomatisasi tersebut dimulai dengan aksioma-aksioma berikut yang menggambarkan semiring terurut diskrit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# &amp;lt;math&amp;gt;\forall x, y, z \ ( (x + y) + z = x + (y + z) )&amp;lt;/math&amp;gt;, yaitu, penambahan adalah [[sifat asosiatif|asosiatif]].&lt;br /&gt;
# &amp;lt;math&amp;gt;\forall x, y \ ( x + y = y + x )&amp;lt;/math&amp;gt;, yaitu, penambahan adalah [[sifat komutatif|komutatif]].&lt;br /&gt;
# &amp;lt;math&amp;gt;\forall x, y, z \ ( (x \cdot y) \cdot z = x \cdot (y \cdot z) )&amp;lt;/math&amp;gt;, yaitu, perkaliannya adalah asosiatif.&lt;br /&gt;
# &amp;lt;math&amp;gt;\forall x, y \ ( x \cdot y = y \cdot x )&amp;lt;/math&amp;gt;, yaitu, perkalian bersifat komutatif.&lt;br /&gt;
# &amp;lt;math&amp;gt;\forall x, y, z \ ( x \cdot (y + z) = (x \cdot y) + (x \cdot z) )&amp;lt;/math&amp;gt;, yaitu, perkalian [[sifat distributif|mendistribusikan]] atas penambahan.&lt;br /&gt;
# &amp;lt;math&amp;gt;\forall x \ ( x + 0 = x \land x \cdot 0 = 0 )&amp;lt;/math&amp;gt;, yaitu, nol adalah [[elemen identitas|identitas]] untuk penambahan, dan [[elemen penyerap]] untuk perkalian (sebenarnya berlebihan).&lt;br /&gt;
# &amp;lt;math&amp;gt;\forall x \ ( x \cdot 1 = x )&amp;lt;/math&amp;gt;, yaitu, satu adalah [[elemen identitas|identitas]] untuk perkalian.&lt;br /&gt;
# &amp;lt;math&amp;gt;\forall x, y, z \ ( x &amp;lt; y \land y &amp;lt; z \Rightarrow x &amp;lt; z )&amp;lt;/math&amp;gt;, yaitu, operator &amp;#039;&amp;lt;math&amp;gt;&amp;lt;&amp;lt;/math&amp;gt;&amp;#039; adalah [[relasi transitif|transitif]].&lt;br /&gt;
# &amp;lt;math&amp;gt;\forall x \ ( \neg (x &amp;lt; x) )&amp;lt;/math&amp;gt;, yaitu, operator &amp;#039;&amp;lt;math&amp;gt;&amp;lt;&amp;lt;/math&amp;gt;&amp;#039; adalah [[Relasi refleksif|tidak refleksif]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Konsistensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aksioma Peano pertama kali diusulkan, [[Bertrand Russell]] dan yang lainnya setuju bahwa aksioma tersebut secara tersirat mendefinisikan apa yang dimaksud sebagai &amp;quot;bilangan asli&amp;quot;. [[Henri Poincaré]] lebih hati-hati, mengatakan bahwa aksioma tersebut hanya mendefinisikan bilangan asli apabila mereka &amp;#039;&amp;#039;konsisten&amp;#039;&amp;#039;; jika terdapat bukti yang dimulai hanya dari aksioma itu dan menghasilkan kontradiksi seperti 0 = 1, maka aksioma itu tidak konsisten, dan tidak mendefinisikan apapun. Pada tahun 1900, [[David Hilbert]] mengajukan masalah membuktikan konsistensi aksioma Peano hanya menggunakan metode [[Finitisme|finitis]] sebagai [[masalah kedua Hilbert|masalah kedua]] dari [[Masalah Hilbert|kedua-puluh-tiga masalahnya]]. Pada tahun 1931, [[Kurt Gödel]] membuktikan [[Teorema ketaklengkapan Gödel#Teorema ketidaklengkapan kedua|teorema ketaklengkapan keduanya]], yang menunjukkan bahwa bukti konsistensi seperti itu tidak bisa diformalisasikan dalam aritmetika Peano itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun kerap dikatakan bahwa teorema Gödel menunjukkan bahwa bukti konsistensi finistis untuk aritmetika Peano tidak mungkin dibuat, ini bergantung pada apa yang dimaksud dengan bukti finistis. Gödel sendiri mengatakan bahwa bisa saja dibuat bukti konsistensi finistis untuk aritmetika Peano atau sistem yang lebih kuat dengan menggunakan metode finistis yang tidak bisa diformalisasikan dalam aritmetika Peano, dan pada tahun 1958, Gödel menerbitkan sebuah metode untuk membuktikan konsistensi aritmetika menggunakan [[teori tipe]]. Pada tahun 1936, [[Gerhard Gentzen]] memberikan bukti konsistensi aksioma Peano, menggunakan [[induksi transfinit]] hingga [[bilangan ordinal]] yang disebut [[Bilangan epsilon|ε&amp;lt;sub&amp;gt;0&amp;lt;/sub&amp;gt;]]. Gentzen menjelaskan: &amp;quot;Tujuan dari karangan ini adalah untuk membuktikan konsistensi dari teori bilangan dasar atau, lebih tepatnya, untuk mereduksi pertanyaan konsistensi ke prinsip-prinsip dasar tertentu&amp;quot;. Bukti Gentzen bisa jadi finitis, karena ordinal transfinit ε&amp;lt;sub&amp;gt;0&amp;lt;/sub&amp;gt; bisa dituliskan dalam bentuk objek-objek terhingga (contohnya, sebagai [[mesin Turing]] yang menggambarkan urutan yang cocok pada bilangan bulat, atau lebih abstraknya sebagai terdiri dari [[Pohon (teori himpunan)|pohon]] yang terhingga, yang diurutkan linear sehingga cocok). Apakah bukti Gentzen memenuhi syarat yang Hilbert berikan atau tidak bukanlah hal yang jelas: tidak ada definisi yang diterima secara umum mengenai apa yang dimaksud bukti finistis, dan Hilbert sendiri tidak pernah memberikan definisi yang saksama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mayoritas matematikawan percaya bahwa aksioma Peano bersifat konsisten, atas dasar intuisi mereka atau menerima bukti konsistensi seperti [[Bukti konsistensi Gentzen|yang diberikan Gentzen]]. Sebagian kecil filsuf dan matematikawan, yang sebagian mendukung [[ultrafinitisme]], menolak aksioma Peano karena menerimanya berarti menerima kumpulan bilangan asli yang tak berhingga. Khususnya, penambahan (termasuk fungsi penerus) dan perkalian diasumsikan bersifat [[Fungsi parsial#Fungsi total|total]]. Menariknya, terdapat teori &amp;#039;&amp;#039;self-verifying&amp;#039;&amp;#039; yang mirip dengan aksioma Peano tetapi terdiri dari pengurangan dan pembagian bukannya penambahan dan perkalian, yang diaksiomakan sedemikian rupa sehingga tidak membuktikan bahwa penambahan dan perkalian bersifat total, tetapi masih bisa membuktikan semua teorema &amp;lt;math&amp;gt;\Pi_1&amp;lt;/math&amp;gt; yang benar dari aksioma Peano, dan bisa diperluas menjadi teori konsisten yang membuktikan konsistensinya sendiri (dalam arti tidak bisa dibuat bukti &amp;quot;0=1&amp;quot;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Aritmetika Presburger]]&lt;br /&gt;
* [[Aritmetika Robinson]]&lt;br /&gt;
* [[Aritmetika tingkat kedua]]&lt;br /&gt;
* [[Fondasi matematika]]&lt;br /&gt;
* [[Model non-standar aritmetika]]&lt;br /&gt;
* [[Neo-logisisme]]&lt;br /&gt;
* [[Teorema Frege]]&lt;br /&gt;
* [[Teorema Goodstein]]&lt;br /&gt;
* [[Teorema Paris–Harrington]]&lt;br /&gt;
* [[Typographical Number Theory]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Catatan kaki ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
=== Kutipan ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Sumber ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
** Berisi terjemahan dari dua makalah berikut, dilengkapi komentar:&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bacaan lanjutan ==&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*  Komentar mengenai karya Dedekind.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aksioma+Peano&amp;amp;oldid=24129921 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 24129921 (2023-09-04T04:12:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>