<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Alkena</id>
	<title>Alkena - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Alkena"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Alkena&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T23:10:19Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Alkena&amp;diff=25213&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Alkena&amp;diff=25213&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-29T04:15:29Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Alkena&amp;amp;diff=25213&amp;amp;oldid=24816&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Alkena&amp;diff=24816&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29437678; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Alkena&amp;diff=24816&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-29T03:48:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29437678; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Alkena&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;olefin&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; dalam [[kimia organik]] adalah [[hidrokarbon]] [[Hidrokarbon tak jenuh|tak jenuh]] dengan sebuah ikatan rangkap dua antara [[atom]] [[karbon]]. Istilah alkena dan olefin sering digunakan secara bergantian (lihat bagian [[Alkena#Tata nama|Tata nama]] di bawah). Alkena asiklik yang paling sederhana, yang membentuk satu ikatan rangkap dan tidak berikatan dengan [[gugus fungsional]] manapun, dikenal sebagai mono-ena, membentuk suatu [[deret homolog]] [[hidrokarbon]] dengan rumus umum &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;[[Karbon|C]]&amp;lt;sub&amp;gt;n&amp;lt;/sub&amp;gt;[[Hidrogen|H]]&amp;lt;sub&amp;gt;2n&amp;lt;/sub&amp;gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;. Alkena memiliki kekurangan dua [[atom]] [[hidrogen]] dibandingkan [[alkana]] terkait (dengan jumlah atom karbon yang sama). Alkena yang paling sederhana adalah [[etena]] atau etilena (C&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;H&amp;lt;sub&amp;gt;4&amp;lt;/sub&amp;gt;) adalah [[senyawa organik]] terbesar yang diproduksi dalam skala industri. Senyawa [[aromatik]] sering kali juga digambarkan seperti alkena siklik, tetapi struktur dan ciri-ciri mereka berbeda sehingga tidak dianggap sebagai alkena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Struktur ==&lt;br /&gt;
=== Ikatan ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti [[ikatan kovalen]] tunggal, ikatan rangkap dapat digambarkan dalam bentuk orbital [[atom]] yang tumpang tindih, kecuali bahwa, tidak seperti ikatan tunggal (yang terdiri dari [[Ikatan sigma|ikatan tunggal sigma]]), ikatan rangkap karbon–karbon terdiri dari satu [[ikatan sigma]] dan satu [[ikatan pi]]. Ikatan rangkap ini lebih kuat daripada [[ikatan kovalen]] tunggal (611 kJ/mol untuk C=C vs 347 kJ/mol untuk C–C) dan juga lebih pendek, dengan [[panjang ikatan]] rata-rata 1,33 [[Ångström]] (133 [[Pikometer|pm]]).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap karbon pada ikatan rangkap menggunakan tiga [[orbital hibrida]] sp&amp;lt;sup&amp;gt;2&amp;lt;/sup&amp;gt; untuk membentuk ikatan sigma ke tiga atom (satu karbon lainnya dan dua atom hidrogen). Orbital atom 2p yang tidak membentuk hibrida, yang tegak lurus terhadap bidang yang dibuat oleh sumbu tiga orbital hibrida sp², bergabung membentuk ikatan pi. Ikatan ini berada di luar sumbu utama C–C, dengan setengah ikatan di satu sisi molekul dan setengahnya di sisi lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rotasi di sekitar ikatan rangkap karbon–karbon terbatas karena memerlukan energi besar untuk memutus kesejajaran [[orbital p]] pada dua atom karbon. Sebagai konsekuensinya, alkena tersubstitusi terdapat sebagai salah satu dari dua [[isomer]], yang disebut isomer &amp;#039;&amp;#039;cis&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;trans&amp;#039;&amp;#039;. Alkena yang lebih kompleks dapat diberi nama dengan [[Notasi E-Z|notasi E–Z]] untuk molekul dengan tiga atau empat [[substituen]] (gugus samping) yang berbeda. Sebagai contoh, [[Butena#Isomer|isomer butena]], dua gugus metil (Z)-but-2[[-ena]] (alias &amp;#039;&amp;#039;cis&amp;#039;&amp;#039;-2-butena) muncul pada sisi yang sama dari ikatan rangkap, dan pada (E)-but-2-ena (alias &amp;#039;&amp;#039;trans&amp;#039;&amp;#039;-2-butena) gugus metil muncul pada sisi yang berlawanan. Kedua isomer butena ini sedikit berbeda dalam sifat kimia dan fisiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah putaran 90° dari ikatan C=C (yang dapat ditentukan oleh posisi gugus fungsi yang terikat pada karbon) memerlukan lebih sedikit energi daripada kekuatan [[ikatan pi]], sehingga ikatan dapat bertahan. Hal ni bertentangan dengan pernyataan umum pada buku teks bahwa [[orbital p]] tidak akan dapat mempertahankan ikatan semacam itu. Kenyataannya, penyimpangan orbital p kurang dari yang diharapkan karena terjadi [[piramidalisasi]] (lihat: [[alkena piramidal]]). &amp;#039;&amp;#039;trans&amp;#039;&amp;#039;-[[Siklooktena]] adalah alkena lurus yang stabil dan penyimpangan orbital hanya 19° dengan [[sudut dihedral]] 137° (normal 120°) serta tingkat piramidalisasi 18°. Isomer &amp;#039;&amp;#039;trans&amp;#039;&amp;#039; [[sikloheptena]] hanya stabil pada suhu rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Bentuk ===&lt;br /&gt;
Sesuai prediksi oleh model repulsi pasangan [[elektron]] [[Teori VSEPR|VSEPR]], [[geometri molekul]] alkena meliputi [[sudut ikatan]] di sekitar masing-masing karbon dalam ikatan rangkap berkisar 120°. Sudut bervariasi karena [[rantai sterik]] dipengaruhi oleh [[interaksi tak berikatan]] di antara [[gugus fungsi]] yang terikat pada karbon ikatan rangkap. Misalnya, sudut ikatan C-C-C dalam [[propilena]] adalah 123,9°.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk alkena berjembatan, [[aturan Bredt]] menyatakan bahwa ikatan rangkap tidak dapat terjadi di pangkal jembatan sistem cincin kecuali jika cincinnya cukup besar (8 atau lebih atom).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sifat fisika ==&lt;br /&gt;
Sifat fisika alkena tidak berbeda jauh dengan [[alkana]]. Mereka tidak berwarna, nonpolar, mudah terbakar, dan hampir tidak berbau. Perbandingan utama di antara keduanya adalah alkena mempunyai tingkat keasaman yang jauh lebih tinggi dibandingkan alkana. [[Wujud zat]] alkena tergantung dari [[Massa molekul relatif|massa molekulnya]]. Tiga alkena paling sederhana: [[etena]], [[propena]], dan [[butena]] berbentuk gas. Alkena linear yang memiliki 5 sampai 16 atom karbon berwujud cair, dan alkena yang memiliki atom karbon lebih dari 15 berwujud padat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Reaksi ==&lt;br /&gt;
Alkena adalah senyawa yang relatif stabil, namun lebih reaktif daripada [[alkana]], baik karena reaktivitas ikatan pi karbon-karbon atau adanya pusat CH [[alilik]]. Sebagian besar reaksi alkena melibatkan reaksi adisi pada ikatan pi ini, membentuk [[ikatan tunggal]] baru. Alkena berfungsi sebagai bahan baku industri [[petrokimia]] karena mereka dapat berperan dalam berbagai reaksi, terutama polimerisasi dan alkilasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Reaksi adisi ===&lt;br /&gt;
Alkena bereaksi dalam banyak [[reaksi adisi]], yang berlangsung dengan membuka ikatan rangkap. Sebagian besar reaksi adisi ini mengikuti mekanisme [[adisi elektrofilik]]. Contohnya adalah [[hidrohalogenasi]], [[halogenasi]], [[pembentukan halohidrin]], [[oksimerkurasi]], [[Reaksi hidroborasi-oksidasi|hidroborasi]], [[adisi diklorokarbena]], [[reaksi Simmons-Smith]], [[hidrogenasi katalitik]], [[epoksidasi]], [[polimerisasi radikal]] dan [[hidroksilasi]].&lt;br /&gt;
:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Hidrogenasi ====&lt;br /&gt;
[[Hidrogenasi]] alkena menghasilkan alkana yang sesuai. Reaksi berlangsung di bawah tekanan pada temperatur 200&amp;amp;nbsp;°C, dengan keberadaan [[katalis]] logam. Katalis yang umum digunakan di industri adalah yang berbasis [[platina]], [[nikel]] atau [[paladium]]. Untuk sintesis skala laboratorium, sering digunakan [[nikel Raney]] (suatu [[logam paduan]] nikel dan [[aluminium]]). Contoh paling sederhana reaksi ini adalah hidrogenasi katalitik [[etilena]] untuk menghasilkan [[etana]]:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:CH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;=CH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt; +  →&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Hidrasi ====&lt;br /&gt;
[[Reaksi hidrasi|Hidrasi]], penambahan air ke dalam ikatan ganda alkena, menghasilkan [[alkohol]]. Reaksi ini dikatalisis oleh [[asam]] kuat seperti [[asam sulfat]]. Reaksi ini dilakukan dalam skala industri untuk menghasilkan [[etanol]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:CH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;=CH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt; + H&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;O → CH&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;–CH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;OH&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alkena dapat juga diubah menjadi alkohol melalui [[reaksi oksimerkurasi–demerkurasi]] atau [[reaksi hidroborasi–oksidasi]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Halogenasi ====&lt;br /&gt;
Dalam [[halogenasi elektrofilik]], penambahan unsur [[brom]] atau [[klor]] pada alkena menghasilkan dibromo- dan dikloroalkana (1,2-dihalida atau etilen dihalida). Penghilangan warna larutan brom dalam air merupakan uji analitis untuk mengetahui keberadaan alkena:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:CH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;=CH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt; + Br&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt; → BrCH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;–CH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;Br&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reaksi terkait juga digunakan untuk pengujian kuantitatif terhadap ketidakjenuhan, yang dinyatakan sebagai [[nomor brom]] dan [[nomor iod]] suatu senyawa atau campuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Hidrohalogenasi ====&lt;br /&gt;
[[Hidrohalogenasi]] adalah adisi [[hidrogen halida]] seperti [[hidrogen klorida|HCl]] atau [[hidrogen iodida|HI]] pada alkena untuk menghasilkan [[haloalkana]] yang sesuai:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:CH&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;–CH=CH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt; + HI → CH&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;–CH&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;I&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;-CH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;–&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;H&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dua atom karbon pada ikatan rangkap terhubung dengan atom hidrogen dalam jumlah yang berbeda, halogen akan memilih &amp;#039;&amp;#039;menyerang&amp;#039;&amp;#039; ataom karbon dengan substituen hidrogen yang lebih sedikit. Pola ini dikenal sebagai [[aturan Markovnikov]]. Penggunaan [[Adisi radikal bebas|inisiator radikal]] atau senyawa lain dapat menghasilkan produk yang berlawanan. [[Asam hidrobromat]], terutama, cenderung membentuk radikal dengan adanya berbagai ketakmurnian (&amp;#039;&amp;#039;impurities&amp;#039;&amp;#039;) atau bahkan oksigen di atmosfer, yang dapat membalikkan aturan Markovnikov:&lt;br /&gt;
:CH&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;–CH=CH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt; + HBr → CH&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;–CH&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;H&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;–CH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;–&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Br&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Pembentukan halohidrin ====&lt;br /&gt;
Alkena bereaksi dengan air dan halogen membentuk [[halohidrin]] melalui reaksi adisi. Terjadilah [[Aturan Markovnikov|regiokimia Markovnikov]] dan anti stereokimia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
: CH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;=CH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt; + X&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt; + H&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;O → XCH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;–CH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;OH + HX&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Oksidasi ====&lt;br /&gt;
Alkena [[oksidasi organik|dioksidasi]] dengan sejumlah besar [[oksidator]]. Dengan adanya [[oksigen]], alkena terbakar dengan nyala terang menghasilkan [[karbon dioksida]] dan [[air]]. Oksidasi [[Katalisis|katalitik]] dengan oksigen atau reaksi dengan [[Asam peroksi|asam perkarboksilat]] menghasilkan [[epoksida]]. Reaksi dengan ozon pada [[ozonolisis]] menyebabkan pemutusan ikatan rangkap, menghasilkan dua [[aldehida]] atau [[keton]]. Reaksi dengan [[Kalium permanganat|Kalium permanganat]] pekat panas (atau garam oksidator lainnya) dalam larutan asam akan menghasilkan [[keton]] atau [[asam karboksilat]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:R&amp;lt;sup&amp;gt;1&amp;lt;/sup&amp;gt;–CH=CH–R&amp;lt;sup&amp;gt;2&amp;lt;/sup&amp;gt; + O&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt; → R&amp;lt;sup&amp;gt;1&amp;lt;/sup&amp;gt;–CHO + R&amp;lt;sup&amp;gt;2&amp;lt;/sup&amp;gt;–CHO + H&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;O&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reaksi ini dapat digunakan untuk menentukan posisi ikatan rangkap dalam suatu alkena yang tidak diketahui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oksidasi lebih mudah dihentikan pada [[diol]] yang bertetangga daripada memecah alkena secara penuh menggunakan  yang lebih lunak (encer, temperatur lebih rendah) atau dengan [[osmium tetroksida]] atau oksidator lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Fotooksigenasi ====&lt;br /&gt;
Dengan adanya [[fotosensitiser]] yang sesuai, seperti [[metilen biru]] dan cahaya, alkena dapat bereaksi dengan spesies oksigen reaktif yang dihasilkan oleh fotosensitiser, seperti [[radikal hidroksil]], [[oksigen singlet]] atau ion [[superoksida]]. Intermediat [[fotokimia]] yang dihasilkan ini kita kenal sebagai proses Type I, Type II, dan Type III. Berbagai proses dan reaksi alternatif ini dapat dikendalikan melalui pemilihan kondisi reaksi spesifik, sehingga memberikan rentang variasi produk yang luas. Contoh umum adalah [4+2]-[[sikloadisi]] oksigen singlet dengan [[diena]] seperti [[siklopentadiena]] untuk menghasilkan [[endoperoksida]]:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh lain adalah [[Reaksi ena#Reaksi oksigen singlet ena|reaksi ena Schenck]], yang mana oksigen singlet bereaksi dengan suatu struktur [[alil]]ik untuk menghasilkan alil [[peroksida]] yang ditransposisikan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Polimerisasi ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Polimerisasi]] alkena adalah reaksi yang menghasilkan [[polimer]] bernilai industrial tinggi namun ekonomis, seperti plastik ([[polietilena]] dan [[polipropilena]]). Polimer dari [[monomer]] alkena secara umum dirujuk sebagai &amp;#039;&amp;#039;[[poliolefin]]&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;polialkena&amp;#039;&amp;#039; (istilah yang jarang digunakan). Polimer dari [[alfa-olefin]] disebut polialfaolefin (PAO). Polimerisasi dapat berlangsung baik melalui mekanisme [[Radikal (kimia)|radikal]] bebas maupun mekanisme ionik, dengan cara mengubah ikatan ganda menjadi ikatan tunggal untuk membentuk ikatan dengan monomer lainnya. Polimerisasi [[diena]] [[Sistem konjugasi|terkonjugasi]] seperti [[buta-1,3-diena]] atau [[isoprena]] (2-metilbuta-1,3-diena) sebagian besar menghasilkan adisi 1,4, dengan beberapa kemungkinan adisi 1,2, pada monomer diena untuk memperpanjang rantai polimer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kompleksasi logam ===&lt;br /&gt;
:&lt;br /&gt;
Alkena adalah [[ligan]] dalam [[transisi kompleks logam alkena]]. Dua ikatan pusat karbon pada logam menggunakan orbital pi- dan pi*- ikatan C-C. Mono- dan diolefin sering digunakan sebagai ligan dalam kompleks yang stabil. [[Siklooktadiena]] dan [[norbordiena]] adalah senyawa pengkhelat populer, dan bahkan [[etilena]] itu sendiri terkadang digunakan sebagai ligan, misalnya, dalam [[garam Zeise]]. Selain itu, kompleks logam-alkena adalah senyawa antara dalam reaksi yang dikatalisis logam termasuk hidrogenasi, hidroformilasi, dan polimerisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ikhtisar reaksi ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sintesis ==&lt;br /&gt;
=== Metode industri ===&lt;br /&gt;
Alkena dihasilkan oleh [[perengkahan (kimia)|perengkahan]] hidrokarbon. Bahan bakunya sebagian besar komponen [[kondensat gas alam]] (terutama etana dan propana) di AS dan Timur Tengah, dan [[nafta]] di Eropa dan Asia. Alkana dipecah pada suhu tinggi, sering kali dengan adanya katalis [[zeolit]], untuk menghasilkan campuran alkena alifatik dan alkana dengan berat molekul rendah. Campurannya bergantung pada bahan baku dan suhu, dan dipisahkan dengan distilasi fraksi. Proses ini terutama digunakan untuk pembuatan alkena kecil (sampai enam karbon).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkaitan dengan katalitik [[dehidrogenasi]] ini, alkana kehilangan hidrogen pada suhu tinggi untuk menghasilkan alkena yang sesuai. Ini adalah kebalikan dari [[hidrogenasi katalitik]] alkena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses ini juga dikenal sebagai [[pembentukan ulang berkatalis]] (&amp;#039;&amp;#039;[[catalytic reforming]]&amp;#039;&amp;#039;). Kedua proses bersifat endotermik dan didorong ke arah alkena pada suhu tinggi oleh [[entropi]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sintesis [[katalitik]] α-alkena yang lebih tinggi (tipe RCH=CH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;) juga dapat dicapai melalui reaksi etilena dengan [[senyawa organologam]] [[trietilaluminium]] dengan adanya [[nikel]], [[kobalt]], atau [[platina]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Reaksi eliminasi ===&lt;br /&gt;
Salah satu metode utama sintesis alkena di laboratorium adalah [[Reaksi eliminasi|eliminasi]] alkil halida, alkohol, dan senyawa serupa. Yang paling umum adalah eliminasi β melalui mekanisme E2 atau E1, tetapi eliminasi α juga dikenal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mekanisme E2 menyediakan metode eliminasi β yang lebih dapat diandalkan daripada E1 untuk kebanyakan sintesis alkena. Sebagian besar eliminasi E2 dimulai dengan alkil halida atau ester alkil sulfonat (seperti [[tosilat]] atau [[triflat]]). Bila digunakan alkil halida, reaksinya disebut [[dehidrohalogenasi]]. Untuk produk yang tidak simetris, semakin banyak substituen pada alkena (memiliki hidrogen menempel pada C=C lebih sedikit) cenderung mendominasi (lihat [[aturan Zaitsev]]). Dua metode umum reaksi eliminasi adalah dehidrohalogenasi alkil halida dan dehidrasi alkohol. Contohnya dapat dilihat pada reaksi di bawah ini. Perhatikan bahwa jika memungkinkan, H adalah &amp;#039;&amp;#039;anti&amp;#039;&amp;#039; terhadap gugus pergi, meskipun hal ini mengarah ke isomer Z yang kurang stabil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alkena dapat disintesis dari alkohol melalui [[Reaksi dehidrasi|dehidrasi]]. Air dihilangkan melalui mekanisme E1. Sebagai contoh, dehidrasi [[etanol]] menghasilkan etena:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Etanol|Etanol]] + [[Asam sulfat|Asam sulfat]] → [[Etena|H&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;C=CH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;]] +  +&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alkohol dapat juga diubah menjadi suatu gugus pergi yang lebih baik (misal, [[xantat]]), sehingga memungkinkan eliminasi &amp;#039;&amp;#039;syn&amp;#039;&amp;#039; yang lebih ringan seperti [[eliminasi Chugaev]] dan [[eliminasi Grieco]]. Reaksi terkait meliputi eliminasi oleh haloeter β ([[sintesis olefin Boord]]) dan ester ([[pirolisis ester]]).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alkena dapat dibuat secara tak langsung dari alkil [[amina]]. Amina atau amonia bukanlah gugus pergi yang sesuai, jadi pertama-tama amina [[alkilasi|dialkilasi]] (seperti dalam [[eliminasi Hofmann]]) atau dioksidasi menjadi [[amina oksida]] ([[reaksi Cope]]) untuk memungkinkan eliminasi berjalan lancar. Reaksi Cope adalah suatu eliminasi &amp;#039;&amp;#039;syn&amp;#039;&amp;#039; yang berlangsung pada suhu di bawah 150&amp;amp;nbsp;°C. Sebagai contoh:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eliminasi Hofmann adalah reaksi yang tidak umum, biasanya produk utamanya adalah alkena non-[[Aturan Saytseff|Saytseff]] yang kurang tersubstitusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alkena dapat dihasilkan dari α-halo[[sulfon]] dalam [[reaksi Ramberg-Bäcklund]], melalui zat antara sulfon cincin tiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Sintesis dari senyawa karbonil ===&lt;br /&gt;
Metode penting lainnya untuk sintesis akena melibatkan pembentukan ikatan rangkap baru karbon–karbon melalui reaksi kopling suatu senyawa karbonil (seperti [[aldehida]] atau [[keton]]) dengan [[karbanion]] ekivalennya. Reaksi semacam ini kadang-kadang disebut &amp;#039;&amp;#039;olefinasi&amp;#039;&amp;#039;. Metode yang paling terkenal adalah [[reaksi Wittig]], meskipun ada pula metode lain yang diketahui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reaksi Wittig melibatkan reaksi suatu aldehida atau keton dengan [[Reaksi Wittig#Pereaksi Wittig|pereaksi Wittig]] (atau fosforan) dari jenis Ph&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;P=CHR untuk menghasilkan alkena dan [[Trifenilfosfin oksida|Ph&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;P=O]]. Pereaksi Wittig mudah disiapkan dari [[trifenilfosfin]] dan alkil halida. Reaksi bersifat umum dan banyak gugus fungsi yang dapat ditoleransi, bahkan ester sekalipun, seperti dalam contoh berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Olefinasi Peterson]] adalah reaksi yang terkait dengan reaksi Wittig. Ini menggunakan pereaksi berbasis silikon untuk menggantikan foforan, tetapi memungkinkan untuk memilih produk &amp;#039;&amp;#039;E&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;Z&amp;#039;&amp;#039;. Jika diinginkan produk &amp;#039;&amp;#039;E&amp;#039;&amp;#039;, alfternatif lain adalah menggunakan [[olefinasi Julia]], yang menggunakan karbanion yang dibentuk dari [[fenil]] [[sulfon]]. [[Olefinasi Takai]] yang mendasarkan reaksinya pada senyawa antara organokrom juga menghasilkan produk &amp;#039;&amp;#039;E&amp;#039;&amp;#039;. Sebuah senyawa titanium, [[pereaksi Tebbe]], berguna untuk sintesis senyawa metilena; dalam hal ini, ester dan amida juga bereaksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepasang senyawa karbonil dapat pula dilakukan kopling (dengan reduksi) untuk menghasilkan alkena. Alkena simetris dapat dibuat dari aldehida atau keton tunggal dengan dirinya sendiri, menggunakan logam reduktor [[titanium]] ([[reaksi McMurry]]). Jika dilakukan kopling terhadap dua keton yang berbeda, digunakan metode tidak langsung dan lebih kompleks seperti [[reaksi Barton–Kellogg]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keton tunggal dapat juga diubah menjadi alkena yang sesuai melalui tosilhidrazon, menggunakan [[natrium metoksida]] ([[reaksi Bamford–Stevens]] atau alkillitium ([[reaksi Shapiro]]).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Disintesis dari alkena: metatesis olefin dan hidrovinilasi ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alkena dapat dibuat melalui pertukaran dengan alkena lainnya, dalam suatu reaksi yang dikenal sebagai [[metatesis olefin]]. Sering kali, hilangnya gas etana digunakan untuk mendorong reaksi mengarah pada produk tertentu. Dalam beberapa kasus, diperoleh suatu campuran isomer geomtris, tetapi reaksi menoleransi banyak gugus fungsi. Metode ini efektif terutama untuk pembuatan alkena siklik, seperti dalam sintesis [[muskona]] () berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidrovinilasi yang dikatalisis logam transisi adalah proses sintesis alkena yang juga penting. Proses ini dimulai dari alkena itu sendiri. Secara umum, ini melibatkan adisi hidrogen pada gugus vinil (atau gugus alkenil) di sekitar ikatan rangkap. Reaksi hidrovinilasi pertama kali dilaporkan oleh Alderson, Jenner, dan Lindsey menggunakan garam rhodium dan ruthenium. Katalis logam lain yang umum digunakan saat ini antara lain besi, kobalt, nikel, dan paladium. Penambahan dapat dilakukan secara stereoselektif atau regioselektif. Pemilihan pusat logam, ligan, substrat dan konterion sering kali memainkan peran penting. Studi terkini menunjukkan bahwa penggunaan karbena N-heterosiklik dengan Ni dapat digunakan untuk preparasi selektif alkena dwisubstitusi-1,1.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Disintesis dari alkuna ===&lt;br /&gt;
Reduksi [[alkuna]] adalah metode yang berguna untuk sintesis [[stereoselektivitas|stereoselektif]] alkena dwisubstitusi. Jika diinginkan &amp;#039;&amp;#039;cis&amp;#039;&amp;#039;-alkena, [[hidrogenasi]] dengan [[katalis Lindlar]] (suatu katalis heterogen yang berisi deposit paladium pada kalsium karbonat dan diberi perlakuan dengan berbagai bentuk timbal) adalah metode yang umum digunakan, meskipun dapat pula dilakukan dengan hidroborasi yang diikuti hidrolisis sebagai metode alternatif. Reduksi alkuna oleh logam [[natrium]] dalam [[amonia]] cair menghasilkan &amp;#039;&amp;#039;trans&amp;#039;&amp;#039;-alkena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk pembuatan alkena multisubstitusi, [[karbometalasi]] alkuna dapat meningkatkan ragam derivat alkena yang dihasilkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penataan ulang dan reaksi terkait ===&lt;br /&gt;
Alkena dapat disintesis dari alkena lainnya melalui [[reaksi penataan ulang]]. Selain [[metatesis olefin]] (seperti dijelaskan [[#Metatesis olefin|di atas]]), sejumlah besar [[reaksi perisiklik]] dapat digunakan seperti [[reaksi ena]] dan [[penataan ulang Cope]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada [[reaksi Diels-Alder]], derivat [[sikloheksana]] dibuat dari diena dan sebuah alkena yang reaktif atau kekurangan elektron.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Tata nama ==&lt;br /&gt;
Meskipun tata nama tidak diikuti secara luas, menurut IUPAC, alkena adalah hidrokarbon asiklik dengan satu ikatan rangkap antara pusat karbon. Olefin terdiri dari kumpulan alkil siklik dan asiklik yang lebih besar seperti diena dan poliena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Tata nama IUPAC ===&lt;br /&gt;
Untuk mengikuti tata nama IUPAC, maka seluruh alkena memiliki nama yang diakhiri &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;-ena&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;. Pada dasarnya, nama alkena diambil dari nama [[alkana]] dengan menggantikan akhiran &amp;#039;&amp;#039;-ana&amp;#039;&amp;#039; dengan &amp;#039;&amp;#039;-ena&amp;#039;&amp;#039;. C&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;H&amp;lt;sub&amp;gt;6&amp;lt;/sub&amp;gt; adalah alkana bernama [[etana]] sehingga C&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;H&amp;lt;sub&amp;gt;4&amp;lt;/sub&amp;gt; diberi nama [[etena]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada alkena yang memiliki [[isomer]] dengan perbedaan letak ikatan, digunakan penomoran dimulai dari ujung yang terdekat dengan ikatan tersebut sehingga atom karbon pada ikatan rangkap bernomor sekecil mungkin untuk membedakan [[isomer]]nya. Contohnya adalah 1-heksena dan 2-heksena. Penamaan cabang sama dengan [[Alkana#Tata nama|alkana]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada alkena yang lebih tinggi, di mana terdapat [[isomer]] yang letaknya berbeda dengan letak ikatan rangkap, maka sistem penomoran berikut ini dipakai:&lt;br /&gt;
# Beri nomor rantai karbon terpanjang yang memiliki ikatan rangkap, dimulai dari ujung yang terdekat dengan ikatan rangkap, sehingga atom karbon pada ikatan rangkap tersebut mempunyai nomor sekecil mungkin.&lt;br /&gt;
# Tentukan lokasi ikatan rangkap berdasarkan lokasi karbon pertamanya.&lt;br /&gt;
# Nama alkena bercabang atau alkena tersubstitusi sama seperti aturan pada [[alkana]].&lt;br /&gt;
# Beri nomor atom karbon, tentukan lokasi dan nama gugus substituen, tentukan lokasi ikatan rangkap, dan beri nama rantai utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Notasi &amp;#039;&amp;#039;cis&amp;#039;&amp;#039;–&amp;#039;&amp;#039;trans&amp;#039;&amp;#039; ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Khusus alkena dwisubstitusi di mana dua atom karbon masing-masing mempunyai satu substituen, maka notasi [[Isomerisme cis-trans|&amp;#039;&amp;#039;cis&amp;#039;&amp;#039;–&amp;#039;&amp;#039;trans&amp;#039;&amp;#039;]] dapat digunakan. Jika kedua substituen terletak pada sisi ikatan rangkap yang sama, maka disebut sebagai (&amp;#039;&amp;#039;cis&amp;#039;&amp;#039;-). Jika substituen terletak berseberangan, maka disebut sebagai (&amp;#039;&amp;#039;trans&amp;#039;&amp;#039;-).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Notasi &amp;#039;&amp;#039;E&amp;#039;&amp;#039;-&amp;#039;&amp;#039;Z&amp;#039;&amp;#039; ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika suatu alkena memiliki lebih dari satu substituen (terutama 3 atau 4 substituen), geometri ikatan rangkap dinyatakan menggunakan label &amp;#039;&amp;#039;E&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;Z&amp;#039;&amp;#039;. Label ini berasal dari bahasa German &amp;#039;&amp;#039;entgegen&amp;#039;&amp;#039;, yang berarti &amp;quot;berlawanan&amp;quot;, dan &amp;#039;&amp;#039;zusammen&amp;#039;&amp;#039;, yang berarti &amp;quot;bersama-sama&amp;quot;. Alkena dengan gugus prioritas lebih tinggi (seperti dijelaskan dalam [[Aturan prioritas Cahn-Ingold-Prelog|aturan CIP]]) pada sisi yang sama diberi notasi &amp;#039;&amp;#039;Z&amp;#039;&amp;#039;. Alkena dengan gugus prioritas lebih tinggi yang terletak berseberangan diberi notasi &amp;#039;&amp;#039;E&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Gugus yang mengandung ikatan rangkap C=C ===&lt;br /&gt;
IUPAC memberi dua nama untuk gugus hidrokarbon yang mengandung ikatan rangkap karbon–karbon, gugus [[vinil]] dan gugus [[alil]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Alkana]]&lt;br /&gt;
* [[Alkuna]]&lt;br /&gt;
* [[Alfa-olefin]]&lt;br /&gt;
* [[Sikloalkana]]&lt;br /&gt;
* [[Hidrokarbon aromatik|Arena]]&lt;br /&gt;
* [[Diena]]&lt;br /&gt;
* [[Dendralena]]&lt;br /&gt;
* [[Radialena]]&lt;br /&gt;
* [[Anulena]]&lt;br /&gt;
* [[Poliena]]&lt;br /&gt;
* [[Nitroalkena]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bacaan lebih lanjut ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Hans Beyer, Wolfgang Walter: &amp;#039;&amp;#039;Lehrbuch der organischen Chemie&amp;#039;&amp;#039;. Hirzel Verlag, Stuttgart 2004, ISBN 3-7776-1221-9.&lt;br /&gt;
* Reinhard Brückner: &amp;#039;&amp;#039;Reaktionsmechanismen. Organische Reaktionen, Stereochemie, moderne Synthesemethoden&amp;#039;&amp;#039;. Spektrum Akademischer Verlag, Heidelberg 2004, ISBN 3-8274-1579-9.&lt;br /&gt;
* Ulfert Onken, Arno Behr: &amp;#039;&amp;#039;Chemische Prozeßkunde&amp;#039;&amp;#039; (Lehrbuch der technischen Chemie; 3). Georg Thieme Verlag, Stuttgart 1996, ISBN 3-13-687601-6.&lt;br /&gt;
* K. Peter C. Vollhardt, Niel E. Schore: &amp;#039;&amp;#039;Organische Chemie&amp;#039;&amp;#039;. Wiley-VCH, Weinheim 2005, ISBN 3-527-31380-X.&lt;br /&gt;
* Klaus Weissermel, Hans-Jürgen Arpe: &amp;#039;&amp;#039;Industrielle organische Chemie. Bedeutende Vor- und Zwischenprodukte&amp;#039;&amp;#039;. Wiley-VCH, Weinheim 1998, ISBN 3-527-28856-2.&lt;br /&gt;
* [http://www.acdlabs.com/iupac/nomenclature/79/r79_53.htm &amp;#039;&amp;#039;Rule A-3. Unsaturated Compounds and Univalent Radicals&amp;#039;&amp;#039;] IUPAC Blue Book.&lt;br /&gt;
* [http://www.acdlabs.com/iupac/nomenclature/79/r79_78.htm &amp;#039;&amp;#039;Rule A-4. Bivalent and Multivalent Radicals&amp;#039;&amp;#039;] IUPAC Blue Book.&lt;br /&gt;
* [http://www.acdlabs.com/iupac/nomenclature/79/r79_60.htm &amp;#039;&amp;#039;Rules A-11.3, A-11.4, A-11.5 Unsaturated monocyclic hydrocarbons and substituents&amp;#039;&amp;#039;] IUPAC Blue Book.&lt;br /&gt;
* [http://www.acdlabs.com/iupac/nomenclature/79/r79_73.htm &amp;#039;&amp;#039;Rule A-23. Hydrogenated Compounds of Fused Polycyclic Hydrocarbons&amp;#039;&amp;#039;] IUPAC Blue Book.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alkena&amp;amp;oldid=29437678 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29437678 (2026-07-10T00:46:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>