<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Amonit</id>
	<title>Amonit - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Amonit"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Amonit&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T16:57:56Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Amonit&amp;diff=31462&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29685087; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Amonit&amp;diff=31462&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-05T08:36:19Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29685087; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Amonit&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah kelompok [[sefalopoda]] bercangkang melingkar (biasanya) yang kini telah punah, dan membentuk subkelas &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Ammonoidea&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;. Mereka memiliki kekerabatan yang lebih dekat dengan [[gurita]], [[cumi-cumi]], dan [[sotong]] (yang termasuk dalam klad [[Coleoidea]]) dibandingkan dengan [[nautilus]] (famili Nautilidae). Amonoid paling awal muncul pada kala [[Emsian]] dari [[Devon Awal]] (sekitar 410,62 juta tahun yang lalu), sedangkan spesies terakhirnya lenyap pada atau segera setelah peristiwa [[kepunahan Kapur–Paleogen]] (66 juta tahun yang lalu). Mereka kerap disebut &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;amonit&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, istilah yang paling sering digunakan untuk anggota ordo [[Ammonitida]], satu-satunya kelompok amonoid yang bertahan dari zaman [[Jura]] hingga kepunahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepanjang sejarah evolusinya, amonoid menunjukkan keragaman yang luar biasa, dengan lebih dari 10.000 spesies yang telah dideskripsikan. Amonoid merupakan [[fosil indeks]] yang sangat baik, dan sering digunakan untuk menghubungkan lapisan batuan tempat suatu spesies atau genus ditemukan dengan periode waktu tertentu dalam [[skala waktu geologi]]. Cangkang [[fosil]]nya umumnya berbentuk [[planispiral]], meskipun beberapa bentuk yang berpilin secara spiral maupun tidak berpilin (dikenal sebagai [[heteromorf]]) juga ditemukan, terutama pada kala [[Kapur]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama &amp;quot;amonit&amp;quot;, dari mana nama ilmiahnya diturunkan, terinspirasi oleh bentuk spiral cangkang fosilnya yang menyerupai [[domba jantan]] dengan tanduk yang melingkar rapat. [[Plinius Tua]] ( 79 M di dekat Pompeii) menyebut fosil hewan ini sebagai  (&amp;quot;[[tanduk Amun]]&amp;quot;), karena dewa Mesir kuno [[Amun]] lazim digambarkan mengenakan tanduk domba jantan. Nama genus amonit sering kali berakhiran -&amp;#039;&amp;#039;ceras&amp;#039;&amp;#039;, yang berasal dari bahasa Yunani Kuno  () yang berarti &amp;quot;tanduk&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sejarah evolusi==&lt;br /&gt;
Amonoid secara luas dianggap berevolusi dari “nautiloid” bercangkang lurus ([[orthocone]]) dalam kelompok [[Bactritida]] pada awal [[Devon]] ([[Emsian]]), dengan fosil-fosil transisional yang menunjukkan perubahan bertahap dari cangkang lurus, menjadi melengkung (sirtokonik), lalu melingkar longgar (gyroconik), hingga akhirnya membentuk spiral yang rapat. Peristiwa [[Kellwasser event|Kellwasser]] di akhir kala [[Frasnien]] menyebabkan penurunan besar dalam keanekaragaman amonoid, hanya menyisakan beberapa garis keturunan dari [[Tornoceratina]] (subkelompok dari [[Goniatites bohemicus|Goniatites]]) yang selamat dan menjadi nenek moyang bagi seluruh amonoid setelahnya. Amonoid kembali beragam selama kala [[Famennien]] berikutnya, yang juga menandai pergeseran penting posisi [[sifunkel]] dari bagian bawah (ventral) ke bagian atas (dorsal).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Amonit hampir punah total akibat [[Peristiwa Hangenberg]] di akhir Devon, dengan hanya segelintir garis keturunan yang bertahan. Salah satu garis keturunan goniatit yang bertahan inilah yang kemudian menjadi nenek moyang seluruh amonoid pasca [[Karbon Awal]]. Amonoid kembali mengalami diversifikasi pada awal Karbon, tetapi sepanjang periode ini mereka mengalami pasang surut dalam hal keanekaragaman. Menjelang akhir Karbon, keragaman amonoid terkonsentrasi di beberapa wilayah geografis tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada zaman [[Perm]], peristiwa [[kepunahan massal Kapitanian]] sangat mengurangi keanekaragaman [[Goniatitida]] dan [[Prolecanitida]], sementara [[Ceratitida]], yang berevolusi pada Perm Tengah kemungkinan dari keluarga [[Daraelitidae]], relatif tidak terpengaruh dan justru berkembang pesat pada Perm Akhir, menjadi kelompok dominan yang diwakili oleh dua famili utama: [[Araxoceratidae|araksoseratid]] dan [[Xenodiscidae|ksenodiskid]]. Namun, [[kepunahan massal akhir Perm]] kembali memangkas amonoid hingga nyaris punah; hanya dua garis utama ceratit yang bertahan, dengan ksenodiskid menjadi lebih berhasil dan menurunkan semua amonoid berikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Amonit kembali terpukul hebat oleh [[peristiwa kepunahan Trias–Jura]], dengan hanya beberapa genus dari famili [[Psiloceratidae]] dalam subordo [[Phylloceratina]] yang bertahan dan menjadi leluhur seluruh amonit Jura dan Kapur. Amonit kemudian berkembang pesat pada Jura Awal, dengan berbagai ordo seperti Psiloceratina, Ammonitina, Lytoceratina, Haploceratina, Perisphinctina, dan Ancyloceratina muncul pada masa ini. Bentuk amonit heteromorf (amonit dengan lilitan terbuka atau tak spiral) dari ordo [[Ancyloceratina]] menjadi umum pada kala [[Kapur]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikitnya 57 spesies amonit, yang tersebar luas dan tergolong dalam enam superfamili, masih hidup selama 500.000 tahun terakhir zaman Kapur, menunjukkan bahwa mereka tetap sangat beragam hingga akhir keberadaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh amonit punah pada atau segera setelah [[peristiwa kepunahan Kapur–Paleogen]] yang disebabkan oleh [[tumbukan Chicxulub]]. Diduga bahwa [[peningkatan keasaman air laut|pengasaman laut]] akibat tumbukan tersebut memainkan peran penting dalam kepunahan mereka, karena larva amonit kemungkinan berukuran sangat kecil dan hidup sebagai [[plankton]], sehingga sangat rentan terhadap perubahan kimia laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaliknya, [[nautiloid]] seperti [[nautilus]] modern diyakini memiliki strategi reproduksi dengan meletakkan telur dalam jumlah kecil namun berkali-kali sepanjang hidupnya, di dasar laut yang terlindung dari dampak langsung tumbukan [[bolid]], sehingga memungkinkan mereka bertahan hidup. Banyak spesies amonit juga merupakan pemakan tersuspensi (&amp;#039;&amp;#039;filter feeder&amp;#039;&amp;#039;), sehingga mungkin sangat rentan terhadap perubahan iklim dan pergantian fauna laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa laporan bahkan menunjukkan bahwa sejumlah kecil spesies amonit mungkin [[Amonit paleosen|bertahan]] hingga tahap awal kala [[Paleosen]] (tahap [[Danien]]), sebelum akhirnya benar-benar punah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Amonit&amp;amp;oldid=29685087 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29685087 (2026-09-01T14:44:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>