<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Angka_kematian</id>
	<title>Angka kematian - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Angka_kematian"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Angka_kematian&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T20:33:51Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Angka_kematian&amp;diff=22763&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Angka_kematian&amp;diff=22763&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-28T15:00:57Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Angka_kematian&amp;amp;diff=22763&amp;amp;oldid=22363&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Angka_kematian&amp;diff=22363&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29170903; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Angka_kematian&amp;diff=22363&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-28T14:35:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29170903; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Angka kematian&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;tingkat kematian&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; ([[bahasa Inggris]]: &amp;#039;&amp;#039;mortality rate&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;mortality ratio&amp;#039;&amp;#039;) adalah ukuran [[kematian]] rata-rata dari [[penduduk]] dalam suatu [[daerah]] atau [[wilayah]] tertentu dalam kurun waktu tertentu. Secara sederhana, mortalitas merupakan jumlah kematian akibat [[penyakit]] tertentu maupun kematian alami. Mortalitas merupakan salah satu komponen penting dalam [[Demografi|kependudukan]]. [[Pertumbuhan penduduk]] ditentukan salah satunya oleh mortalitas. [[Objek]] mortalitas ialah semua [[manusia]] di segala jenis [[Umur manusia|umur]] di manapun dan kapanpun. Mortalitas merupakan [[informasi]] penting bagi pihak [[pemerintah]] dan [[swasta]] dalam bidang [[ekonomi]] dan [[kesehatan]]. [[Masalah|Permasalahan]] mortalitas melingkupi bidang ekonomi, sosial, [[adat]], maupun [[kesehatan lingkungan]]. Peningkatan [[kesejahteraan]] [[masyarakat]] oleh [[pemerintah pusat]] dan [[Pemerintahan daerah|pemerintah daerah]] dapat diketahui melalui indikator kematian. Perpaduan informasi berupa [[angka kematian ibu]], [[angka kematian bayi]], [[angka kematian anak]], serta [[prevalensi]] gizi buruk dan usia [[harapan hidup]], menjadi perwakilan dari tingkat [[kesejahteraan]] penduduk. Selain itu, besarnya mortalitas menentukan [[Pembangunan berkelanjutan|arah pembangunan]] sebuah [[negara]]. [[Penghitungan]] mortalitas terdiri atas beberapa jenis, seperti: angka kematian bayi, [[angka kematian kasar]], dan angka kematian menurut kelompok umur. Mortalitas berbeda dengan [[morbiditas]] yang merujuk pada jumlah [[individu]] yang memiliki penyakit selama [[periode]] waktu tertentu. Mortalitas secara rinci diartikan sebagai jumlah kematian spesifik pada suatu [[Populasi (statistika)|populasi]] dengan skala besar suatu populasi tiap dikali [[satuan]]. Mortalitas khusus mengekspresikan pada jumlah satuan kematian tiap 1000 individu tiap [[tahun]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Konsep ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kematian ===&lt;br /&gt;
Kematian dibuat sebagai [[konsep]] yang mandiri guna mendapatkan pengertian yang benar. Kemajuan ilmu [[kedokteran]] membuat keadaan mati dan [[Kehidupan|hidup]] sulit untuk dibedakan secara [[klinik]]. Karenanya, kematian dikonsepkan agar tidak terjadi perbedaan [[Tafsiran|penafsiran]] antara berbagai [[Manusia|orang]] tentang kondisi yang dapat dinyatakan sebagai mati. Kematian diartikan sebagai peristiwa hilangnya segala tanda-tanda kehidupan. Tanda-tanda tersebut hilang secara permanen. Kematian dapat terjadi sesaat setelah [[kelahiran]] hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konsep kematian di dalam mortalitas umumnya dibedakan menjadi kematian baru lahir, kematian [[janin]], kematian lepas baru lahir dan kematian [[bayi]]. Kematian baru lahir merupakan kematian yang terjadi pada [[bayi]]. Usia bayi belum mencapai satu bulan. Kematian janin atau lahir mati adalah kematian [[janin]] sebelum keluar secara utuh dari [[rahim]] ibunya saat proses melahirkan. Lama janin berada di dalam rahim tidak diperhitungkan. Kematian lepas baru lahir terjadi pada bayi. Usia bayi telah melebihi satu bulan tetapi belum mencapai usia satu tahun. Sedangkan kematian bayi ialah kematian pada bayi yang hampir mencapai usia satu tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Data mortalitas ===&lt;br /&gt;
Data mortalitas adalah [[data]] yang memberikan informasi mengenai penyebab kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekonomi mortalitas ===&lt;br /&gt;
Mortalitas merupakan salah satu subjek dari [[ekonomi kependudukan]]. Dalam [[ilmu ekonomi]], mortalitas dipandang secara khusus sebagai suatu [[aset]] positif dalam [[pembangunan]]. Namun, kajian ekonomi terhadap mortalitas tidak berkembang jika dibandingkan dengan [[Kesuburan|fertilitas]]. Pola mortalitas juga berubah dan berpengaruh terhadap kesejahteraan manusia, tetapi kematian dianggap bukan merupakan suatu pilihan. Ekonomi mortalitas lebih mengutamakan pilihan selain mati, yaitu [[sakit]] atau sehat. [[Analisis]] ekonomi mortalitas lebih berkembang ke arah [[ekonomi kesehatan]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ukuran ==&lt;br /&gt;
Ukuran kematian atau indikator mortalitas merupakan angka atau [[indeks]] yang digunakan sebagai landasan dalam menentukan tingkatan kematian pada suatu penduduk. Jenis ukuran kematian beragam, mulai dari [[rumus]]an yang sederhana hingga perhitungan yang rumit. Keadaan kematian penduduk umumnya tidak terwakili dengan ukuran kematian tunggal, sehingga biasanya digunakan beberapa ukuran kematian sekaligus. Tiap jenis ukuran kematian juga dapat mewakili keadaan yang berkaitan dengan mortalitas seperti fertilitas dan morbiditas pada periode waktu tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Angka kematian kasar ===&lt;br /&gt;
Angka kematian kasar adalah angka yang menunjukkan jumlah [[kematian]] yang terjadi tiap 1000 penduduk. Dalam kasus umum, kematian lebih sering terjadi di usia [[Masa tua|tua]] dibandingkan pada usia [[Masa muda|muda]]. Indikasi yang digunakan dalam angka kematian kasar sangat sederhana karena tidak memperhitungkan pengaruh umur penduduk. Angka kematian kasar digunakan pada suatu wilayah sebagai  ukuran tingkat kesejahteraan penduduk. Angka kematian berbanding terbalik dengan tingkat kesejahteraan penduduk. Semakin besar angka kematian kasar menandakan bahwa tingkat kesejahteraan penduduk semakin rendah. Angka kematian kasar dapat digolongkan menjadi 3 tingkat dengan standar angkanya masing-masing, yaitu tingkat rendah (9–13), tingkat sedang (13–18), dan tingkat tinggi (&amp;gt; 18).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angka kematian kasar meningkat seiring terjadinya [[bencana]], [[wabah]] penyakit, [[Perang|peperangan]], dan [[kecelakaan lalu-lintas]]. Selain itu, [[Nutrisi|gizi]] buruk dan rendahnya kualitas pelayanan pada [[fasilitas pelayanan kesehatan]] juga meningkatkan angka kematian kasar. Sebaliknya, angka kematian kasar menurun seiring peningkatan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan, ketersediaan [[makanan]] bergizi serta [[lingkungan]] yang bersih dan teratur. Kemajuan [[pendidikan]] dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan juga menjadikan angka kematian kasar menurun. Selain itu, larangan [[pembunuhan]] oleh [[agama]] turut menurunkan angka kematian kasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhitungan angka kematian kasar menggunakan rumus berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CDR = D/P × k, dengan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CDR = Angka kematian kasar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
D      = Jumlah kematian dalam 1 tahun,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
P      = Jumlah pendudukan pada [[Semester|pertengahan tahun]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
k       = Konstanta (1000)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Angka kematian menurut kelompok umur ===&lt;br /&gt;
Angka kematian menurut kelompok umur adalah jumlah kematian penduduk yang terjadi pada kelompok umur tertentu. Nama lainnya ialah angka kematian khusus. Ketelitian hasil perhitungan pada angka kematian menurut umur lebih tinggi dibandingkan dengan angka kematian kasar. Tiap angka mewakili kematian tiap 1000 penduduk pada suatu [[periode]] tertentu berdasarkan kelompok umur. Rumusnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ASDR = D&amp;lt;sub&amp;gt;i&amp;lt;/sub&amp;gt;/P&amp;lt;sub&amp;gt;i&amp;lt;/sub&amp;gt; × k, dengan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ASDR = Angka kematian menurut kelompok umur&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
D&amp;lt;sub&amp;gt;i&amp;lt;/sub&amp;gt;        = Jumlah kematian dalam 1 tahun menurut kelompok umur,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
P&amp;lt;sub&amp;gt;i&amp;lt;/sub&amp;gt;        = Jumlah pendudukan pada pertengahan tahun menurut kelompok umur&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
k         = [[Konstanta]] (1000)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Angka kematian menurut penyebabnya ===&lt;br /&gt;
Setiap kematian memiliki penyebab. Penanggulangan kematian dilakukan dengan mencatat penyebab kematian. Angka kematian menurut penyebabnya juga diperlukan untuk  pengambilan data [[statistik]]. Angka kematian menurut penyebabnya dinyatakan dengan jumlah kematian karenan sebab terntu tiap 100.000 penduduk. Rumusnya yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;math display=&amp;quot;inline&amp;quot;&amp;gt;{banyaknya \quad kematian \quad oleh \quad penyebab \quad tertentu \over banyaknya  \quad penduduk}&amp;lt;/math&amp;gt; × konstanta (100.000)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Angka kematian bayi ===&lt;br /&gt;
Angka kematian bayi adalah jumlah kematian bayi  dalam satu periode tertentu tiap 1000 kelahiran. Angka ini dapat dijadikan sebagai indikator tingkat kesehatan suatu wilayah. Informasi yang diperoleh dari angka kematian bayi bersifat sosial ekonomi dan [[demografi]]s, yaitu fasilitas medis dan taraf hidup penduduk. Dalam kenyataannya, sulit untuk melakukan perhitungan karena ketidaktersediaan data. Angka kematian bayi umumnya hanya dihitung dengan metode tidak langsung. Angka kematian bayi dapat digolongkan menjadi 4 tingkatan dengan nilainya masing-masing, yaitu tingkat rendah (&amp;lt; 35), tingkat sedang (35-75), tingka tinggi (75-125), dan tingkat sangat tinggi ( &amp;gt; 125). Rumus yang digunakan ialah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;math display=&amp;quot;inline&amp;quot;&amp;gt;{banyaknya \quad kematian \quad bayi \quad umur \quad kurang \quad dari \quad setahun\over banyaknya  \quad kelahiran}&amp;lt;/math&amp;gt; × konstanta (1.000)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Angka kematian baru lahir ====&lt;br /&gt;
Angka kematian baru lahir didasarkan pada jumlah kelahiran bayi berusia kurang dari satu bulan pada tahun tertentu. Angka kematian baru lahir hanya memperhitungkan kematian yang terjadi pada periode tertentu sebelum bayi berumur 1 bulan atau 28 [[hari]] tiap 1000 kelahiran. Rumusnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;math display=&amp;quot;inline&amp;quot;&amp;gt;{banyaknya \quad kematian \quad bayi \quad umur \quad kurang \quad dari \quad sebulan\over banyaknya  \quad kelahiran}&amp;lt;/math&amp;gt; × konstanta (1.000)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Angka kematian lepas baru lahir ====&lt;br /&gt;
Angka kematian lepas baru lahir memperhitungkan kematian yang terjadi pada [[periode]] tertentu setelah bayi berumur 1 bulan  hingga 1 tahun tiap 1000 kelahiran. Rumusnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;math display=&amp;quot;inline&amp;quot;&amp;gt;{banyaknya \quad kematian \quad bayi \quad umur \quad antara \quad sebulan \quad hingga \quad setahun\over banyaknya  \quad kelahiran}&amp;lt;/math&amp;gt; × konstanta (1.000)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Angka kematian balita ===&lt;br /&gt;
Angka kematian balita adalah jumlah anak yang meninggal pada usia [[balita]] dan dilahirkan pada tahun tertentu. Indikasi yang digunakan ialah kesehatan dan kelangsungan hidup anak. Angka kematian balita dinyatakan sebagai jumlah kematian tiap 1000 kelahiran hidup. Indikator ini berhubungan dengan kelangsungan hidup anak dan memberikan gambaran mengenai kondisi [[sosial ekonomi]] dan lingkungan [[tempat tinggal]] anak-anak beserta pemeliharaan kesehatannya. Data indikator ini dapat diperoleh secara umum dari hasil [[sensus]] penduduk. Kematian balita dapat terjadi akibat [[kelainan bawaan]] yang disertai gizi buruk yang tidak segera dipulihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angka kematian balita biasanya disamakan dengan angka kematian anak dengan rentang usia kelahiran antara 1 hingga 4 tahun. Perhitungan angka kematian anak dilakukan dalam pembagian antara jumlah kematian balita dalam periode setahun yang dibagi dengan 1.000 anak pada usia yang sama di [[Semester|pertengahan tahun]]. Dalam perhitungan angka kematian balita, angka kematian bayi tidak dihitung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Angka kematian ibu ===&lt;br /&gt;
Angka kematian ibu adalah jumlah [[wanita]] yang mengalami kematian akibat gangguan [[kehamilan]] atau gangguan penanganannya. Kasus [[kecelakaan]] lain tidak diperhitungkan dalam angka kematian ibu. Angka ini hanya dihitung selama masa kehamilan, [[Persalinan normal|persalinan]], dan masa [[nifas]]. Lama masa nifas adalah 42 hari. Perhitungan angka kematian ibu tidak memperhitungkan lama waktu kehamilan. Nilai satuannya ditetapkan tiap 100.000 kelahiran hidup tiap tahun. Pengukuran angka kematian ibu lebih sederhana dibandingkan angka fertilitas karena  seorang wanita dapat melahirkan lebih dari seorang bayi, tetapi hanya mampu meninggal sekali. Rumusnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;math display=&amp;quot;inline&amp;quot;&amp;gt;{banyaknya \quad kematian \quad waktu\quad melahirkan \over banyaknya  \quad kelahiran}&amp;lt;/math&amp;gt; × konstanta (100.000)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Organisasi Kesehatan Dunia]] menyatakan bahwa tingginya angka kematian ibu disebabkan oleh tiga faktor utama yaitu [[infeksi]], [[perdarahan]], dan penyulit persalinan. Sedangkan  perdarahan [[postpartum]], [[Demam puerperal|demam pueperal]], [[gugur kandungan]], [[eklampsia]], dan persalinan terhambat menjadi penyebab utama kematian ibu. Kematian ibu juga disebabkan oleh penyebab tidak langsung berupa penyakit dan bukan karena kehamilan dan persalinannya. Jenis penyakit ini umumnya ialah [[tuberkulosis]], [[anemia]], [[malaria]], [[kencing nanah]], [[HIV]] dan [[AIDS]]. Penyakit-penyakit ini memperberat kehamilan dan meningkatkan risiko terjadinya kesakitan dan kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Risiko [[kematian maternal]] yang tinggi juga dipengaruhi oleh faktor [[reproduksi]] ibu. Peningkatan kematian ibu juga berbanding lurus dengan jumlah [[Paritas (maternal)|paritas]] satu dan paritas di atas tiga serta umur ibu saat melahirkan. Risiko kematian maternal meningkat di usia muda yaitu &amp;lt; 20 tahun dan usia tua ≥ 35 tahun pada saat melahirkan. Sedangkan jarak antara  3-4 tahun pada tiap kehamilan dianggap cukup aman. Faktor kematian maternal ini kemudian diidentifikasi sebagai 4 Terlalu (4T) yaitu terlalu muda, terlalu tua, terlalu rapat jarak kehamilan dan terlalu banyak. Risiko kematian maternal juga dipengaruhi oleh faktor bukan medis yaitu kondisi sosial, [[budaya]], ekonomi, [[pendidikan]], kedudukan dan peran wanita, kondisi [[geografi]]s, dan [[transportasi]]. Faktor-faktor ini dikategorikan sebagai 3 Terlambat (3T). Angka kematian ibu dapat dikurangi dengan pemeriksaan kehamilan yang baik dan tersedianya fasilitas rujukan bagi kasus risiko tinggi. Selain faktor-faktor tersebut, mortalitas janin yang disengaja maupun tidak disengaja menjadi faktor penyebab lain dari gangguan kehamilan pada [[ibu]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Teori ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Teori transisi demografis ===&lt;br /&gt;
Teori [[transisi demografi]]s dikemukakan oleh [[Warren Thompson]] pada tahun 1929. Dasar pemikirannya berawal dari [[fenomena]] melambatnya pertumbuhan penduduk selama abad ke-20 setelah [[Perang Dunia I]] berakhir. Teori ini dikemukakan setelah Thompson melakukan serangkaian [[pengamatan]] yang menunjukkan adanya 4 tahap pertumbuhan penduduk. Tiap tahap didasarkan pada angka kematian dengan rumus berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Angka pertumbuhan [[0 (angka)|nol]] terjadi jika angka kematian tinggi sebanding dengan angka kelahiran yang tinggi.&lt;br /&gt;
# Angka perrtumbuhan positif  dan meningkat jika angka kematian menurun dan angka kelahiran tidak menurun.&lt;br /&gt;
# Angka pertumbuhan positif tetapi menurun jika angka kematian menurun dan angka kelahiran juga menurun.&lt;br /&gt;
# Angka pertumbuhan negatif dan menuju nol jika angka kematian dan angka kelahiran rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Teori transisi epidemiologi ===&lt;br /&gt;
Mortalitas merupakan salah satu komponen yang diperlukan dalam analisis teori [[transisi epidemiologis]] bersama dengan morbiditas dan pembangunan. Bahasan utama di dalam teori transisi epidemiologi terpusat pada perubahan-perubahan kompleks dalam [[masyarakat]] khususnya pada pola-pola kesehatan dan penyakit. Teori ini juga membahas faktor-faktor yang menentukannya dan akibat keadaan kependudukan terhadap dan sosial-ekonomi di masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teori transisi epidemiologi tersusun dari lima [[dalil]]. Dalil pertama menyatakan bahwa faktor yang mendasar [[dinamika sosial]] ialah kematian. Dalil kedua menyatakan bahwa perbuahan pola kematian dan penyakit terjadi selama transisi epidemiologi dalam jangka waktu yang lama. Pada awalnya, infeksi menjadi penyebab kesakitan dan kematian. Namun kemudian digantikan oleh [[penyakit degeneratif]] dan penyakit buatan manusia secara berangsur-angsur. Dalil ketiga menyatakan bahwa keompok penduduk muda lebih diuntungkan daripada kelompok [[orang tua]] dalam transisi epidemiologi. Keuntungan yang sama diperoleh oleh kelompok penduduk wanita bila dibandingkan kelompok penduduk [[laki-laki]]. Dalil keempat menyatakan adanya perbedaan sifat transisi epideomologi sebelum abad ke-20 [[Masehi]] dan selama abad 20 Masehi. Sebelum abad ke-20 M, pergantian pola kesehatan dan penyakit selalu berkaitan erat dengan membaiknya standar kehidupan dan keadaan gizi bila dibandingkan dengan kemajuan di bidang kedokteran. Kondisi ini umumnya dialami oleh negara-[[negara maju]]. Sebaliknya, kemajuan di bidang kedokteran, [[pelayanan kesehatan]], dan program pengendalian penyakit menjadi awal transisi epidemiologi pada negara-[[negara berkembang]] selama abad ke-20 M. Dalil kelima menyatakan bahwa transisi epidemiologi memiliki 4 variasi dalam hal pola, laju, faktor-faktor penentu dan akibat perubahan kependudukan. Variasi ini dibedakan menjadi model dan varian yang saling berkaitan satu sama lain. Variasi pertama adalah model klasik atau Barat yang kemudian membentuk variasi kedua yaitu varian yang dipercepat dari model klasik. Variasi ketiga adalah model tertunda yang kemudian menghasilkan variasi keempat yaitu varian transisi dari model tertunda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Faktor-Faktor ==&lt;br /&gt;
Secara umum, mortalitas dipengaruhi oleh dua jenis faktor, yaitu faktor langsung dan faktor tidak langsung. Faktor langsung merupakan faktor yang dimiliki atau disebabkan langsung oleh orang yang mengalami kematian. Faktor langsung bersifat alami. Macam faktor ini ialah umur, [[jenis kelamin]], penyakit, [[kekerasan]], [[kecelakaan]] dan [[bunuh diri]]. Sedangkan faktor tidak langsung merupakan faktor yang berasal dari luar diri seseorang yang mengalami kematian. Faktor tidak langsung terbagi beradasarkan kondisi [[psikologi]], kesehatan, dan [[lingkungan]]. Dalam lingkup psikologi, kematian disebabkan oleh [[stres]] fisik dan [[stres psikologis]], status [[pernikahan]] dan [[status sosial]]-ekonomi dan pendidikan. Dari lingkup kesehatan, kematian dipengaruhi oleh fasilitas kesehatan dan kemampuan mencegah penyakit. Sedangkan dari faktor llingkungan, kematian dipengaruhi oleh [[pekerjaan]], kondisi [[politik]], [[tempat tinggal]], [[bencana alam]] dan [[pencemaran]] lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Pendidikan ===&lt;br /&gt;
[[Pendidikan]] berpengaruh terhadap pola pikir ibu yang hamil dan akan melahirkan. Semakin tinggi tingkat pendidikan yang diperolehnya, maka kesadaran akan pentingnya kesehatan sebelum dan setelah melahirkan akan meningkat. Kesadaran ini kemudian mengurangi risiko kematian karena ia akan memeriksakan dirinya di rumah sakit dengan pelayanan dari ahli kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekonomi ===&lt;br /&gt;
Kondisi ekonomi yang tidak memadai menjadi salah satu penyebab kematian ibu dan anak sebelum, selama dan setelah persalinan. [[Keuangan]] yang tidak mencukupi membuat masyarakat memilih tidak memeriksakan kesehatannya di [[rumah sakit]], terutama ibu hamil hingga ibu yang telah melahirkan. Kondisi ini membuat banyak ibu yang meninggal karena memiliki penyakit yang tidak diketahui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Adat ===&lt;br /&gt;
Adat khusunya berpengaruh terhadap peningkatan angka kematian ibu selama proses persalinan. Kematian ini umumnya disebabkan adanya pendarahan yang tidak dapat diatasi. Sebagian besar masyarakat desa lebih memilih melahirkan di rumah dengan bantuan [[dukun]], dibandingkan ke rumah sakit untuk menerima bantuan persalinan dari [[bidan]]. Beberapa [[suku]] tertentu juga memiliki kebiasaan menempatkan ibu yang sedang nifas pada tempat-tempat khusus yang kurang [[Higiene|higienis]]. Beberapa masyarakat [[tradisi]]onal juga memberikan status sosial yang lebih rendah kepada wanita dibandingkan dengan laki-laki. Kondisi ini membuat wanita sering mengalami [[malnutrisi]] sehingga meningkatkan angka kematian bayi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Lingkungan ===&lt;br /&gt;
Tidak semua penyakit dan kematian dapat dihubungkan secara langsung maupun tidak langsung dengan lingkungan tempat tinggal dan tempat kelahiran anak-anak. Namun penyakit dan [[Difabel|kecatatan]] selalu disebabkan oleh agen-agen lingkungan. Secara tidak langsung, lingkungan memengaruhi mortalitas maupun morbiditas. Kematian janin dapat terjadi sebelum usia kehamilan 18 [[pekan]] akibat terpapar [[radiasi]]. Sedangkan peningkatan mortalitas bayi disebabkan oleh [[suhu]] tubuh yang lebih rendah dari batas normal akibat  radiasi, [[konveksi]], [[Konduksi panas|konduksi]] dan [[Penguapan|evaporasi]] lingkungan sekitarnya atau terjadinya [[hipotermia]] dan [[hipertermia]]. Selama masa bayi baru lahir (2 pekan pertama), bayi masih sangat lemah untuk menyesuaikan [[fisiologi]] dirinya secara radikal agar dapat bertahan hidup. Bayi baru lahir yang lemah akan gagal menyesuaikan diri dan mengalami kematian. Mortalitas bayi baru lahir dapat diturunkan melalui transportasi dengan [[program STABLE]] setelah proses [[resusitasi neonatus]]. Program ini telah dimulai sejak tahun 1996 M. Pada anak, risiko kematian dikurangi dengan melakukan pemberian [[imunisasi]] yang meningkatkan ketahanan terhadap penyakit-penyakit mematikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Model perubahan penduduk ==&lt;br /&gt;
Interaksi mortalitas dan fertilitas akan menghasilkan model-model [[Migrasi manusia|perpindahan penduduk]] jika dipadukan dengan pola perubahan penduduk. Model yang dapat dihasilkan sebanyak 12 model. Model-model ini berdapak pada bertambahnya jumlah penduduk (T), berkurangnya jumlah penduduk (K), atau stabilnya jumlah penduduk (S). Model-model tersebut sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Pertambahan jumlah penduduk ===&lt;br /&gt;
Mortalitas dapat menghasilkan penduduk dengan kondisi berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Mortalitas leblh tinggi dibandingkan [[Kesuburan|fertilitas]] dengan migrasi neto bernilai positif mengatasi selisih kekurangan fertilitas.&lt;br /&gt;
# Mortalitas lebih rendah dari fertilitas walaupun migrasi neto bernilai positif.&lt;br /&gt;
# Migrasi neto tidak terjadi.&lt;br /&gt;
# Migrasi neto negatif terjadi, tetapi tidak mampu mengimbangi kelebihan fertilitas.&lt;br /&gt;
# Mortalitas sama dengan fertilitas dengan migrasi neto positif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penurunan jumlah penduduk ===&lt;br /&gt;
Mortalitas dapat menyebabkan penurunan jumlah [[penduduk]] dengan kondisi berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Mortalitas lebih tinggi dubandingkan fertilitas dengan migrasi neto bernilai negatif.&lt;br /&gt;
# Migrasi neto tidak terjadi.&lt;br /&gt;
# Mortalitas yang lebih tinggi tidak mampu diatasi dengan migrasi neto bernilai positif.&lt;br /&gt;
# Moralitas leblh rendah dibandingkan fertilitas dengan migrasi neto negatif cukup besar.&lt;br /&gt;
# Mortalitas dan fertilitas sama dengan migrasi neto bernilai negatif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Jumlah penduduk tidak berubah ===&lt;br /&gt;
Mortalitas dapat menyebabkan jumlah penduduk tidak berubah dengan kondisi berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Mortalitas lebih tinggi dibandingkan [[Kesuburan|fertilitas]] dengan migrasi neto bernilai positif&lt;br /&gt;
# Mortalitas lebih rendah dari fertilitas dengan migrasi neto bernilai negatif&lt;br /&gt;
# Mortalitas sama dengan fertilitas dan migrasi neto tidak terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kegunaan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Menentukan laju pertumbuhan populasi ===&lt;br /&gt;
Pertumbuhan jumlah penduduk suatu [[Penduduk|populasi]] yang diakibatkan oleh migrasi hanya dapat dinilai positif jika diisi oleh kelahiran. Perhitungan kelahiran selalu dihubungkan dengan mortalitas yang juga terjadi secara bersamaan. Keseluruhan proses disebut laju pertumbuhan populasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Indikator kematian umum ===&lt;br /&gt;
Indikator kematian umum dapat ditampilkan dalam bentuk mortalitas rata-rata. Nilai rata-rata dapat memberikan informasi mengenai permasalahan secara luas, tetapi tidak menunjukkan keterhubungan antarmasalah. Mortalitas juga dapat digunakan untuk menentukan efek [[kesehatan]]. Pada penyakit perinatal, mortalitas dijadikan sebagai indikator umum. Jika analisis efek kesehatan dilakukan secara spesifik, mortalitas tidak digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Mengukur kesejahteraan penduduk ===&lt;br /&gt;
Ukuran kesejahteraan penduduk dapat diketahui melalui perhitungan pertumbuhan penduduk secara alamiah dengan konsep mortalitas. Perhitungan ini diperoleh melalui angka kematian kasar dan angka kelahiran kasar secara bersamaan. Kesejahteraan penduduk juga dapat diukur dengan angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi. Perhitungannya dilandaskan pada permasalahan kesehatan, fisiologi, permasalahan sosial, ekonomi, adat istiadat maupun masalah lingkungan. Mortalitas berguna untuk mengawasi kinerja pemerintah pusat maupun pemerintah lokal dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Angka kematian bayi yang meningkat menjadi penanda adanya gizi buruk dan [[penyakit menular]], khususnya pada anak-anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Menentukan kondisi ketenagakerjaan ===&lt;br /&gt;
Indikator mortalitas berupa angka kelahiran dan angka kematian akan memengaruhi kondisi kependudukan di suatu negara dalam kaitannya dengan [[migrasi]]. Angka kematian, angka kelahiran dan migrasi memengaruhi bidang [[Pekerjaan|ketenagakerjaan]] suatu negara secara umum maupun khusus. Penurunan tingkat kematian melalui program peningkatan status gizi akan meningkatkan partisipasi angkatan kerja dan meningkatkan hari kerja bagi penduduk yang berstatus bekerja. Pada saat yang bersamaan, penurunan tingkat kematian juga akan meningkatkan pertumbuhan penduduk yang berdampak negatif pada pertumbuhan [[produk domestik bruto]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Perencanaan pembangunan ===&lt;br /&gt;
Data kematian diperlukan dalam perencanaan pembangunan yang memerlukan perkiraan penduduk pada masa depan. Pembangunan ini berkaitan dengan pengadaan fasilitas [[perumahan]], fasilitas pendidikan dan pelayanan umum bagi masyarakat. Selain itu, data kematian juga penting bagi kegiatan [[evaluasi]] terhadap [[kebijakan publik]]. Perkiraan penduduk di suatu wilayah pada masa depan sangat mudah diketahui dengan mengamati kecenderungan mortalitas di [[Masa lalu|masa lampau]] dan masa sekarang dari wilayah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Analisis migrasi ===&lt;br /&gt;
Mortalitas dapat menyebabkan perpindahan penduduk secara migrasi. Pengaruh mortalitas umumnya hanya pada analisis migrasi di wilayah yang lebih kecil dari negara. Analisis hanya dilakukan pada mortalitas antar[[negara bagian]], antarwilayah, atau antar[[daerah]] yang berdekatan. Pada analisis khusus, mortalitas hanya diterapkan pada [[imigrasi]]. Mortalitas menjadi sangat penting pada analisis sistem kependudukan dunia atau sosiodemografis dengan wilayah yang sempit. Ini dikarenakan proses imigrasi dan [[emigrasi]] tidak berlangsung. Analisis sepenuhnya ditentukan oleh mortalitas dan fertilitas saja. Proses pengamatan di dalam analisisnya lebih memperhatikan proses [[biologi]]s dari kelahiran dan kematian. Kedua proses ini dapat dianalisis dengan pasti karena bersifat [[universal]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Audit mortalitas ===&lt;br /&gt;
Audit mortalitas merupakan catatan medis yang berhubungan dengan semua kondisi pasien sebelum kematian. Isi catatan ini adalah keadaan pasien saat memasuki rumah sakit, kepulangannya hingga kematiannya. Audit kematian merupakan arsip penting dalam kedokteran. Data yang ada di dalam memuat informasi tentang berat badan, umur, [[jenis kelamin]], tanggal masuk, tanggal pulang, atau tanggal dan penyebab kematian. Audit kematian berguna dalam evaluasi perawatan pada pasien selanjutnya. Formulir, keterangan waktu dan penyebab kematian pada tiap negara dapat berbeda-beda sesuai dengan peraturan yang berlaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Perubahan norma sosial dalam keluarga ===&lt;br /&gt;
Tingat mortalitas dan struktur sosial ekonomi yang ada di masyarakat akan menentukan [[norma sosial]] yang berlaku di dalam [[keluarga]]. Norma sosial ini kemudian menentukan tingkat fertilitas di dalam masyarakat beserta variabel yang memengaruhinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Statistik ==&lt;br /&gt;
Sepuluh negara dengan tingkat mortalitas terbesar adalah:&lt;br /&gt;
# [[Angola]] 	192.50&lt;br /&gt;
# [[Afganistan]] 	165.96&lt;br /&gt;
# [[Sierra Leone]] 	145.24&lt;br /&gt;
# [[Mozambik]] 	137.08&lt;br /&gt;
# [[Liberia]] 	295.00&lt;br /&gt;
# [[Niger]] 122.66&lt;br /&gt;
# [[Somalia]] 	118.52&lt;br /&gt;
# [[Mali]] 117.99&lt;br /&gt;
# [[Tajikistan]] 	112.10&lt;br /&gt;
# [[Guinea-Bissau]] 	108.72&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Daftar pustaka ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#&lt;br /&gt;
#&lt;br /&gt;
#&lt;br /&gt;
#&lt;br /&gt;
#&lt;br /&gt;
#&lt;br /&gt;
#&lt;br /&gt;
#&lt;br /&gt;
#&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
* [https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/rankorder/2066rank.html CIA World Factbook -- Rank Order - Death rate]&lt;br /&gt;
* [http://www.medterms.com/script/main/art.asp?articlekey=19649 Mortality - The Medical Dictionary by Medterms]&lt;br /&gt;
* [http://webapp.cdc.gov/sasweb/ncipc/leadcaus10.html &amp;quot;10 Leading Causes of Death, United States&amp;quot; from the Center for Disease Control]&lt;br /&gt;
* [http://www.pierre-marteau.com/editions/1693-mortality.html Edmond Halley, &amp;#039;&amp;#039;An Estimate of the Degrees of the Mortality of Mankind&amp;#039;&amp;#039; (1693).]&lt;br /&gt;
* [http://www.data360.org/graph_group.aspx?Graph_Group_Id=347 Data regarding death rates by age and cause in the United States (from Data360)]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Angka+kematian&amp;amp;oldid=29170903 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29170903 (2026-04-27T17:51:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>