<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Anoreksia_%28gejala%29</id>
	<title>Anoreksia (gejala) - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Anoreksia_%28gejala%29"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Anoreksia_(gejala)&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T13:45:59Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Anoreksia_(gejala)&amp;diff=35796&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29022617; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Anoreksia_(gejala)&amp;diff=35796&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T13:28:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29022617; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Anoreksia&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah istilah medis untuk &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;hilangnya [[nafsu makan]]&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;. Meskipun istilah ini di luar literatur ilmiah sering digunakan secara bergantian dengan [[anoreksia nervosa]], ada banyak kemungkinan penyebab hilangnya nafsu makan beberapa di antaranya mungkin tidak berbahaya, sementara yang lain menunjukkan kondisi klinis yang serius atau menimbulkan risiko yang signifikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anoreksia dalam penggunaan ini adalah [[tanda dan gejala|gejala]], bukan [[diagnosis]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gejala ini juga terjadi pada hewan seperti kucing, anjing, sapi, kambing, dan domba. Pada hewan, anoreksia dapat disebut sebagai &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;tidak nafsu makan&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;. Seperti pada manusia, kehilangan nafsu makan dapat disebabkan oleh berbagai penyakit dan kondisi, serta faktor lingkungan dan psikologis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Etimologi==&lt;br /&gt;
Istilah ini berasal dari [[bahasa Yunani Kuno]]: ανορεξία (ἀν-, artinya &amp;quot;tanpa&amp;quot; + όρεξις, dieja &amp;#039;&amp;#039;órexis&amp;#039;&amp;#039;, artinya &amp;quot;nafsu makan&amp;quot;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Manifestasi umum==&lt;br /&gt;
Anoreksia secara sederhana bermanifestasi sebagai penurunan atau hilangnya nafsu makan. Hal ini dapat muncul sebagai tidak merasa lapar atau tidak memiliki keinginan untuk makan. Terkadang orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka kekurangan nafsu makan sampai mereka mulai kehilangan berat badan karena makan lebih sedikit. Dalam kasus lain, hal itu bisa lebih terlihat, seperti ketika seseorang merasa mual hanya dengan memikirkan makan. Segala bentuk penurunan nafsu makan yang menyebabkan perubahan pada tubuh (seperti penurunan berat badan atau kehilangan massa otot) dan tidak dilakukan secara sengaja sebagai bagian dari diet adalah signifikan secara klinis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Fisiologi anoreksia==&lt;br /&gt;
Stimulasi dan penekanan nafsu makan adalah proses kompleks yang melibatkan banyak bagian otak dan tubuh yang berbeda melalui penggunaan berbagai hormon dan sinyal. Nafsu makan diperkirakan distimulasi oleh interaksi antara sinyal perifer ke otak (rasa, bau, penglihatan, hormon usus) serta keseimbangan [[neurotransmiter]] dan neuropeptida di [[hipotalamus]]. Contoh sinyal atau hormon ini termasuk neuropeptida Y, [[leptin]], [[grelin]], [[insulin]], [[serotonin]], dan oreksin (juga disebut hipokretin). Apa pun yang menyebabkan ketidakseimbangan sinyal atau hormon ini dapat menyebabkan gejala anoreksia. Meskipun diketahui bahwa sinyal dan hormon ini membantu mengontrol nafsu makan, mekanisme rumit mengenai peningkatan atau penurunan nafsu makan patologis masih terus diteliti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penyebab umum==&lt;br /&gt;
*[[Mulas]]&lt;br /&gt;
*[[Sindrom radiasi akut]]&lt;br /&gt;
*[[gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas|ADHD]]&lt;br /&gt;
*[[Penyakit Addison]]&lt;br /&gt;
*[[Alkoholisme]]&lt;br /&gt;
*[[Sindrom putus alkohol|Putus alkohol]]&lt;br /&gt;
*[[Anemia]]&lt;br /&gt;
*[[Anoreksia nervosa]]&lt;br /&gt;
*[[Kegelisahan|Kecemasan]]&lt;br /&gt;
*[[Apendisitis]]&lt;br /&gt;
*[[Babesiosis]]&lt;br /&gt;
*[[Sindrom putus benzodiazepin|Putus benzodiazepin]]&lt;br /&gt;
*[[Gangguan bipolar]]&lt;br /&gt;
*[[Bronkitis]]&lt;br /&gt;
*[[Kanker]]&lt;br /&gt;
*[[Sindrom hiperemesis kanabinoid]]&lt;br /&gt;
*[[Sakau]] [[ganja]]&lt;br /&gt;
*[[Penyakit seliak]]&lt;br /&gt;
*[[Gagal ginjal kronis]]&lt;br /&gt;
*[[Nyeri kronis]]&lt;br /&gt;
*[[Pilek]]&lt;br /&gt;
*[[Sembelit]]&lt;br /&gt;
*[[Penyakit paru obstruktif kronis|PPOK]]&lt;br /&gt;
*[[COVID-19]]&lt;br /&gt;
*[[Penyakit Crohn]]&lt;br /&gt;
*[[Fibrosis sistik]]&lt;br /&gt;
*[[Dehidrasi]]&lt;br /&gt;
*[[Demensia]]&lt;br /&gt;
*[[Depresi (psikologi)|Depresi]]&lt;br /&gt;
*[[Diabetes melitus]]&lt;br /&gt;
*[[penyakit virus Ebola|Ebola]]&lt;br /&gt;
*[[Perlemakan hati]]&lt;br /&gt;
*[[Demam]]&lt;br /&gt;
*[[Keracunan makanan]]&lt;br /&gt;
*[[Gastroparesis]]&lt;br /&gt;
*[[Gagal jantung]]&lt;br /&gt;
*[[Hepatitis]]&lt;br /&gt;
*[[AIDS|HIV/AIDS]]&lt;br /&gt;
*[[Hiperkalsemia]]&lt;br /&gt;
*[[Hiperglikemia]]&lt;br /&gt;
*[[Hipervitaminosis D]]&lt;br /&gt;
*[[Hipotiroidisme]] atau bisa juga [[hipertiroidisme]]&lt;br /&gt;
*[[Infeksi]]&lt;br /&gt;
*[[Influenza]]&lt;br /&gt;
*[[Sindrom iritasi usus]]&lt;br /&gt;
*[[Ketoasidosis]]&lt;br /&gt;
*[[Gagal ginjal]]&lt;br /&gt;
*[[Tekanan darah rendah]]&lt;br /&gt;
*[[Makroglosia]]&lt;br /&gt;
*[[Mania]]&lt;br /&gt;
*[[Gangguan metabolisme]], khususnya [[Gangguan siklus urea]]&lt;br /&gt;
*[[Sindrom MELAS]]&lt;br /&gt;
*[[Mual]]&lt;br /&gt;
*[[Masa tua]]&lt;br /&gt;
*[[Gangguan penggunaan opioid]]&lt;br /&gt;
*[[Pankreatitis]]&lt;br /&gt;
*[[Anemia pernisiosa]] ([[defisiensi vitamin B12|kekurangan vitamin B&amp;lt;sub&amp;gt;12&amp;lt;/sub&amp;gt;]])&lt;br /&gt;
*[[Pneumonia]]&lt;br /&gt;
*[[Psikosis]]&lt;br /&gt;
*[[Salmonelosis]]&lt;br /&gt;
*[[Skizofrenia]]&lt;br /&gt;
*[[Efek samping]] [[obat]]-obatan&lt;br /&gt;
*[[Gangguan penggunaan stimulan]]&lt;br /&gt;
*[[Gastroenteritis]]&lt;br /&gt;
*[[Stres]]&lt;br /&gt;
*[[Perilaku sakit]]&lt;br /&gt;
*[[Sindrom arteri mesenterika superior]]&lt;br /&gt;
*[[Sindrom sekresi hormon antidiuretik yang tidak tepat]]&lt;br /&gt;
*[[Merokok tembakau]]&lt;br /&gt;
*[[Tuberkulosis]]&lt;br /&gt;
*[[Talasemia]]&lt;br /&gt;
*[[Kolitis ulseratif]]&lt;br /&gt;
*[[Uremia]]&lt;br /&gt;
*[[defisiensi asam folat|Kekurangan asam folat]]&lt;br /&gt;
*[[Kekurangan seng]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Obat-obatan===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*[[Stimulan]], seperti [[efedrin]], [[amfetamin]], [[metamfetamin]], [[MDMA]], [[katinona]], [[metilfenidat]], [[kokain]], dll.&lt;br /&gt;
*[[Hormon]] yang diproduksi oleh kelenjar adrenal dan digunakan sebagai obat seperti [[adrenalin]].&lt;br /&gt;
*[[Narkotika]], seperti [[heroin]], [[morfin]], [[kodein]], [[hidrokodon]], [[oksikodon]], dll.&lt;br /&gt;
*[[Antidepresan]] dapat menyebabkan anoreksia sebagai efek samping, terutama [[penghambat penyerapan kembali serotonin selektif]] (SSRI) seperti [[fluoksetin]].&lt;br /&gt;
* [[Eksenatida]], suatu obat [[diabetes melitus tipe 2]], menyebabkan mual ringan dan kehilangan nafsu makan.&lt;br /&gt;
* Menghentikan secara tiba-tiba obat-obatan yang meningkatkan nafsu makan, seperti [[ganja]] dan [[kortikosteroid]].&lt;br /&gt;
* Zat kimia yang termasuk dalam kelompok [[fenetilamina]]. (Individu dengan anoreksia nervosa mungkin mencarinya untuk menekan nafsu makan.)&lt;br /&gt;
*[[Topiramat]] dapat menyebabkan anoreksia sebagai efek samping.&lt;br /&gt;
* Obat lain mungkin digunakan untuk sengaja menyebabkan anoreksia guna membantu pasien berpuasa sebelum pem[[bedah]]an sebelum [[anestesi umum]]. Penting untuk menghindari makanan sebelum pembedahan untuk mengurangi risiko aspirasi paru, yang dapat berakibat fatal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Lainnya===&lt;br /&gt;
* Selama masa pemulihan pascabedah untuk [[tonsilektomi]] atau [[adenoidektomi]], pasien dewasa umumnya mengalami kurang nafsu makan hingga tenggorokan mereka sembuh secara signifikan (biasanya 10–14 hari).&lt;br /&gt;
* [[Alergi]]&lt;br /&gt;
* [[Penyakit ketinggian]]&lt;br /&gt;
* [[Mabuk udara]]&lt;br /&gt;
* [[Patah hati]] yang signifikan yang disebabkan oleh suatu peristiwa (bukan [[gangguan jiwa]]) dapat menyebabkan seseorang kehilangan minat terhadap makanan untuk sementara waktu.&lt;br /&gt;
* Beberapa program Dua Belas Langkah, termasuk &amp;#039;&amp;#039;Overeaters Anonymous&amp;#039;&amp;#039;, menangani masalah psikologis yang diyakini anggotanya menyebabkan berbagai bentuk [[kekurangan relatif|deprivasi]].&lt;br /&gt;
* [[Stres psikologis]]&lt;br /&gt;
* [[Sakit gigi]]&lt;br /&gt;
* Mengalami pikiran atau percakapan yang mengerikan, tidak menyenangkan, atau menjijikkan&lt;br /&gt;
* Berada di dekat hal-hal yang menjijikkan seperti sampah, organisme mati, atau bau busuk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Komplikasi==&lt;br /&gt;
Komplikasi anoreksia dapat terjadi akibat asupan makanan yang buruk. Asupan makanan yang buruk dapat menyebabkan [[dehidrasi]], [[ketidakseimbangan elektrolit]], [[anemia]], dan [[malagizi|kekurangan nutrisi]]. Ketidakseimbangan ini akan memburuk jika semakin lama menghindari makan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Kematian jantung mendadak===&lt;br /&gt;
Anoreksia adalah kondisi yang relatif umum yang dapat menyebabkan pasien mengalami ketidakseimbangan elektrolit yang berbahaya, yang menyebabkan [[sindrom QT panjang]] yang didapat dan dapat mengakibatkan [[henti jantung|kematian jantung]] mendadak. Hal ini dapat berkembang dalam jangka waktu yang lama, dan risikonya semakin meningkat ketika pemberian makan dilanjutkan setelah periode pantang makan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Sindrom pemberian makan kembali===&lt;br /&gt;
Perhatian harus diberikan ketika pasien mulai makan setelah kelaparan yang berkepanjangan untuk menghindari komplikasi sindrom pemberian makan kembali yang berpotensi fatal. Tanda-tanda awal sindrom pemberian makan kembali minimal, tetapi dapat dengan cepat berkembang menjadi kematian. Oleh karena itu, pemberian makan kembali atau asupan oral biasanya dimulai secara perlahan dan membutuhkan pengawasan ketat di bawah pengawasan tenaga kesehatan terlatih.  Hal ini biasanya dilakukan di rumah sakit atau pusat rehabilitasi gizi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penanganan==&lt;br /&gt;
Anoreksia dapat diobati dengan bantuan obat [[stimulan nafsu makan|oreksigenik]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Referensi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Anoreksia+%28gejala%29&amp;amp;oldid=29022617 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29022617 (2026-03-09T23:18:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>