<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Antibiotik</id>
	<title>Antibiotik - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Antibiotik"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Antibiotik&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T17:25:32Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Antibiotik&amp;diff=35425&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29181309; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Antibiotik&amp;diff=35425&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T08:32:25Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29181309; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Antibiotik&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah golongan senyawa [[antimikroba]] yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses [[biokimia]] pada [[organisme]], khususnya dalam proses [[infeksi]] oleh [[bakteri]]. Penggunaan antibiotik khususnya berkaitan dengan pencegahan dan pengobatan penyakit infeksi, termasuk bahan [[antibakteri]] paling penting. Antibiotik bekerja dengan [[Bakterisida|mematikan]] atau [[Bakteriostatik|menghalangi pertumbuhan]] populasi bakteri. Sejumlah antibiotik juga memiliki aktivitas [[antiprotozoa]] tetapi antibiotik tidak efektif melawan [[virus]]. Dalam [[bioteknologi]] dan [[rekayasa genetika]], antibiotik juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap [[mutan]] atau [[transforman]]. Antibiotik bekerja seperti [[pestisida]] dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah [[bakteri molekul|molekul]] bakteri. Antibiotik berbeda dengan [[disinfektan]] dalam hal cara kerjanya, yaitu disinfektan membunuh [[kuman]] dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti pengobatan infeksi sebelumnya, yang menggunakan racun seperti &amp;#039;&amp;#039;[[strychnine]]&amp;#039;&amp;#039;, antibiotik dijuluki &amp;quot;peluru ajaib&amp;quot;: [[obat]] yang membidik penyakit tanpa melukai inangnya. Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat [[virus]], [[jamur]], atau nonbakteri lainnya, dan setiap antibiotik sangat beragam efektivitasnya dalam melawan berbagai jenis bakteri. Ada antibiotik yang membidik bakteri [[gram negatif]] atau [[gram positif]], ada pula yang spektrumnya lebih luas. Efektivitasnya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Antibiotik oral (diberikan lewat mulut) mudah digunakan dan antibiotik intravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih serius. Antibiotik kadang kala dapat digunakan setempat, seperti tetes mata dan salep.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penggunaan jamur dalam menangani infeksi pertama kali didokumentasikan oleh [[John Parkinson]] (1567-1650). Antibiotik mengubah bidang kedokteran secara besar-besaran pada abad ke-20. [[Alexander Fleming]] (1881-1955) menemukan [[penisilin]] pada 1928, penggunaannya secara meluas terbukti sangat bermanfaat pada masa peperangan. Namun, efektivitas dan terbukanya akses kepada antibiotik berujung pada [[Penyalahgunaan antibiotik|penggunaan secara berlebihan]] dan sebagian bakteri memperoleh [[Resistansi antibiotik|kekebalan]] terhadap antibiotik tersebut. [[Organisasi Kesehatan Dunia]] menggolongkan resistansi antimikroba sebagai &amp;quot;ancaman serius yang bukan lagi prakiraan di masa depan, hal ini sudah terjadi sekarang di setiap bagian penjuru dunia dan berpotensi memengaruhi siapa saja, dengan umur berapa pun, di negeri mana saja&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Penemuan antibiotik terjadi secara &amp;#039;tidak sengaja&amp;#039; ketika [[Alexander Fleming]], pada 1928, lupa membersihkan [[sediaan]] [[bakteri]] pada [[cawan petri]] dan meninggalkannya di rak cuci sepanjang akhir pekan. Pada hari [[Senin]], ketika cawan petri tersebut akan dibersihkan, ia melihat sebagian [[kapang]] telah tumbuh di media dan bagian di sekitar kapang &amp;#039;bersih&amp;#039; dari [[bakteri]] yang sebelumnya memenuhi media. Karena tertarik dengan kenyataan ini, ia melakukan penelitian lebih lanjut terhadap kapang tersebut, yang ternyata adalah &amp;#039;&amp;#039;[[Penicillium chrysogenum]]&amp;#039;&amp;#039; syn. &amp;#039;&amp;#039;[[P. notatum]]&amp;#039;&amp;#039; (suatu kapang berwarna biru muda mudah ditemukan pada [[roti]] yang dibiarkan lembap beberapa hari). Ia lalu mendapat hasil positif dalam pengujian pengaruh [[ekstrak]] kapang itu terhadap bakteri koleksinya. Dari ekstrak itu ia dikenal telah menemukan antibiotik alami pertama: [[penicillin G]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penemuan efek [[antibakteri]] dari &amp;#039;&amp;#039;[[Penicillium]]&amp;#039;&amp;#039; sebelumnya sudah diketahui oleh peneliti-peneliti dari [[Institut Pasteur]] di [[Prancis]] pada akhir abad ke-19, tetapi hasilnya tidak diakui oleh lembaganya sendiri dan tidak dipublikasikan.&amp;#039;&lt;br /&gt;
== Macam-macam antibiotik ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Catatan&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;: (Bs): Bakteriostatik&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penggunaan antibiotik ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Antibiotik umumnya bekerja sangat spesifik pada suatu proses pada bakteri, sehingga jika terjadi mutasi pada bakteri memungkinkan munculnya [[galur]] bakteri yang &amp;quot;kebal&amp;quot;. Itulah sebabnya, pemberian antibiotik biasanya diberikan dalam dosis yang menyebabkan bakteri segera mati dan dalam jangka waktu tertentu sesuai petunjuk dokter, agar mutasi tidak terjadi. Penggunaan antibiotik yang &amp;#039;tidak lengkap&amp;#039; dapat membuka peluang munculnya tipe bakteri yang &amp;#039;kebal&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, seseorang diarahkan untuk menghabiskan satu dosis lengkap antibiotik walaupun kondisi sudah tampak membaik meski baru menghabiskan setengah pengobatan. Bakteri tertentu pada orang tertentu kadang-kadang sulit disembuhkan, karena bakteri tersebut bisa jadi sudah mengalami resistensi terhadap beberapa antibiotik tertentu. Oleh karena itu, perlu dilakukan Kultur di Laboratorium Klinik terhadap berbagai sampel (misal air seni, darah, tinja, dahak, ingus dan lain-lain) untuk mengetahui jenis bakterinya dan juga antibiotik apa yang masih mempan terhadap bakteri tersebut. Pada [[infeksi saluran kemih]] kadang-kadang dijumpai lebih dari satu bakteri sekaligus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemakaian antibiotik di bidang [[pertanian]] sebagai antibakteri umumnya terbatas karena dianggap mahal, tetapi dalam [[bioteknologi]] pemakaiannya cukup luas untuk menyeleksi sel-sel yang mengandung gen baru. Praktik penggunaan antibiotik ini dikritik tajam oleh para aktivis lingkungan karena kekhawatiran akan munculnya [[hama]] yang tahan antibiotik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Resistensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Resistensi merupakan tidak terhambatnya pertumbuhan [[mikroorganisme]], dalam hal ini adalah bakteri yang berikan antibiotik secara sistemik pada [[dosis]] normal yang seharusnya. Sedangkan &amp;#039;&amp;#039;multiple  drugs resistance&amp;#039;&amp;#039; diartikan  sebagai resistensi  terhadap dua atau lebih obat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehingga, resistensi antibiotik merupakan kemampuan mikroorganisme untuk bertahan hidup terhadap efek antibiotik, di antaranya  dengan memperoleh gen resisten melalui mutasi atau perubahan/ pertukaran plasmid (transfer gen) antar spesies bakteri yang sama, contohnya &amp;#039;&amp;#039;methiciline-resistant Staphylococcus aureus&amp;#039;&amp;#039; (MRSA) atau &amp;#039;&amp;#039;vancomycin-resistant Staphylococcus  aureus&amp;#039;&amp;#039; (VRSA).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya resistensi bakteri, yaitu faktor primer adalah penggunaan agen antibiotik, munculnya strain bakteri yang resisten terhadap antibiotik, dan penyebaran strain tersebut ke bakteri lain. Selain itu, adanya faktor penjamu seperti lokasi infeksi, kemampuan antibiotik mencapai organ target infeksi sesuai dengan konsentrasi terapi, flora normal [[pasien]], dan [[ekologi]] lingkungan merupakan faktor-faktor yang perlu diperhatikan. Penggunaan antibiotik secara  berlebihan, memiliki andil besar dalam menyebabkan peningkatan resistensi terhadap antibiotik, terutama di rumah sakit. Faktor-faktor lain yang memengaruhi resistensi antibiotik di antaranya penggunaan antibiotik yang kurang tepat indikasi dan irasional.&lt;br /&gt;
==Catatan==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#  Table of Antibiotics dari SERVA Electrophoresis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antibiotik&amp;amp;oldid=29181309 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29181309 (2026-04-30T16:49:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>