<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Antibodi</id>
	<title>Antibodi - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Antibodi"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Antibodi&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T15:12:12Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Antibodi&amp;diff=31425&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28473118; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Antibodi&amp;diff=31425&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-05T08:32:12Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28473118; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Antibodi&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (disingkat &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Ab&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;), juga dikenal sebagai &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;imunoglobulin&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (disingkat &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Ig&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;), adalah [[protein]] berukuran besar berbentuk huruf Y yang digunakan oleh [[sistem imun]] untuk mengidentifikasi dan menetralkan benda asing seperti [[bakteri]] dan [[virus]] [[patogen]]. Antibodi mengenali molekul unik milik patogen, yang disebut [[antigen]]. Setiap ujung &amp;quot;Y&amp;quot; dari antibodi berisi [[paratop]] (dianalogikan dengan gembok) yang spesifik untuk satu [[epitop]] tertentu (dianalogikan dengan kunci) pada antigen, yang memungkinkan kedua struktur ini berikatan secara presisi. Dengan menggunakan mekanisme pengikatan ini, antibodi dapat menandai [[mikroorganisme]] atau sel yang terinfeksi untuk diserang oleh komponen sistem imun lainnya atau dapat menetralkannya secara langsung (misalnya dengan memblokir bagian dari virus yang penting untuk invasi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk memungkinkan sistem imun mengenali jutaan antigen yang berbeda, situs pengikatan antigen di kedua ujung antibodi juga memiliki variasi yang sama banyaknya. Sementara itu, bagian antibodi sisanya relatif konstan. Antibodi punya beberapa varian yang menentukan &amp;#039;&amp;#039;kelas&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;isotipe antibodi&amp;#039;&amp;#039;, yaitu [[Antibodi A|IgA]], [[Antibodi D|IgD]], [[Antibodi E|IgE]], [[Antibodi G|IgG]], atau [[Antibodi M|IgM]]. Di batang tubuh antibodi yang relatif konstan, terdapat situs yang terlibat dalam interaksi dengan komponen sistem imun lainnya. Oleh karena itu, pembagian kelas tersebut menentukan fungsi yang dipicu oleh antibodi setelah mengikat antigen, selain perbedaan karakteristik struktural. Perbedaan kelas antibodi juga memengaruhi perbedaan tempat mereka dilepaskan di dalam tubuh dan pada tahapan respons imun apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama dengan [[Sel T|sel B]] dan [[sel T]], antibodi merupakan bagian terpenting dari [[sistem imun adaptif]]. Mereka hadir dalam dua bentuk: melekat pada sel B atau dalam bentuk terlarut dalam [[cairan ekstraseluler]] seperti [[plasma darah]]. Awalnya, antibodi menempel ke permukaan sel B – mereka disebut sebagai [[Reseptor sel B.|reseptor sel B]] (BCR). Setelah antigen berikatan dengan BCR, sel B teraktivasi untuk berkembang biak dan berdiferensiasi menjadi [[sel plasma]] (yang mensekresikan antibodi-yang-dapat-larut dengan paratop yang sama) atau menjadi [[sel B memori]] (yang bertahan di dalam tubuh untuk mengaktifkan kekebalan jangka panjang terhadap antigen). Antibodi yang larut dilepaskan ke dalam [[darah]] dan [[cairan ekstraseluler]], serta banyak [[sekresi]]. Karena cairan juga disebut sebagai [[Humoralisme|humor]], imunitas yang dimediasi oleh antibodi kadang-kadang dikenal sebagai, atau dianggap sebagai bagian dari, [[imunitas humoral]]. Unit berbentuk Y dapat berdiri sendiri sebagai [[monomer]] atau terangkai dalam kompleks molekul yang terdiri dari dua hingga lima unit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Antibodi merupakan [[glikoprotein]] yang termasuk dalam [[superfamili imunoglobulin]]. Istilah antibodi dan imunoglobulin sering digunakan secara bergantian, meskipun istilah &amp;#039;antibodi&amp;#039; kadang-kadang digunakan untuk bentuk yang disekresikan dan larut, dengan kata lain, tidak termasuk reseptor sel B.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Antibodi berperan pada imunitas tubuh sebagai pencegah patogen yang masuk atau merusak sel dengan cara mengikatnya, merangsang penghancuran patogen dengan melapisinya oleh [[makrofag]] dan sel lain; dan memicu kerusakan patogen dengan menstimulasi respon imun lain seperti jalur [[Sistem komplemen|komplemen]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Struktur ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Antibodi merupakan protein yang berat (~150&amp;amp;nbsp;k[[Dalton (satuan)|Da]]) dengan ukuran sekitar 10 [[Nanometer|nm]]. Molekul ini tersusun dalam tiga daerah globular yang secara kasar membentuk huruf Y.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada manusia dan kebanyakan [[Binatang menyusui|mamalia]], sebuah unit antibodi terdiri dari empat [[Peptida|rantai polipeptida]], yaitu dua &amp;#039;&amp;#039;rantai berat&amp;#039;&amp;#039; yang identik dan dua &amp;#039;&amp;#039;rantai ringan&amp;#039;&amp;#039; yang identik; mereka dihubungkan oleh [[Disulfida|ikatan disulfida]]. Setiap rantai merupakan serangkaian [[Domain protein|domain]]: urutan yang agak mirip yang masing-masing terdiri atas sekitar 110 [[asam amino]]. Domain ini biasanya direpresentasikan dalam skema yang disederhanakan sebagai persegi panjang. Rantai ringan terdiri dari satu domain variabel V&amp;lt;sub&amp;gt;L&amp;lt;/sub&amp;gt; dan satu domain konstan C&amp;lt;sub&amp;gt;L&amp;lt;/sub&amp;gt;, sedangkan rantai berat berisi satu domain variabel V&amp;lt;sub&amp;gt;H&amp;lt;/sub&amp;gt; dan tiga sampai empat domain konstan C&amp;lt;sub&amp;gt;H&amp;lt;/sub&amp;gt;1, C&amp;lt;sub&amp;gt;H&amp;lt;/sub&amp;gt;2, dan seterusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara struktural, antibodi juga dibagi menjadi dua fragmen pengikat antigen (Fab), yang masing-masing mengandung satu domain V&amp;lt;sub&amp;gt;L&amp;lt;/sub&amp;gt;, V&amp;lt;sub&amp;gt;H&amp;lt;/sub&amp;gt;, C&amp;lt;sub&amp;gt;L&amp;lt;/sub&amp;gt;, dan C&amp;lt;sub&amp;gt;H&amp;lt;/sub&amp;gt;1, serta fragmen yang dapat mengkristal (Fc), yang membentuk bagian batang huruf Y. Di antara mereka terdapat daerah engsel rantai berat yang fleksibilitasnya memungkinkan antibodi untuk mengikat pasangan epitop pada berbagai jarak, untuk membentuk kompleks molekul ([[Dimmer protein|dimer]], trimer, dll.), serta untuk mengikat molekul efektor dengan lebih mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kelas ==&lt;br /&gt;
Antibodi memiliki berbagai variasi yang dikenal sebagai &amp;#039;&amp;#039;[[Isotipe (imunologi)|isotipe]]&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;kelas&amp;#039;&amp;#039;. Pada mamalia [[Eutheria|berplasenta]], terdapat lima kelas antibodi yang dikenal sebagai IgA, IgD, IgE, IgG, dan IgM, yang selanjutnya dibagi lagi menjadi subkelas seperti IgA1, IgA2. Awalan &amp;quot;Ig&amp;quot; adalah singkatan dari &amp;#039;&amp;#039;imunoglobulin&amp;#039;&amp;#039;, sedangkan akhirannya menunjukkan jenis rantai berat yang dikandung antibodi: jenis rantai berat α (alfa), γ (gamma), δ (delta), ε (epsilon), dan μ (mu) yang merupakan dasar penamaan bagi IgA, IgG, IgD, IgE, dan IgM. Ciri khas setiap kelas ditentukan oleh bagian dari rantai berat di dalam engsel dan wilayah Fc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiap-tiap kelas memiliki perbedaan dalam sifat biologis, lokasi fungsional, dan kemampuan untuk menangani antigen, seperti yang digambarkan dalam tabel. Misalnya, antibodi [[Antibodi E|IgE]] bertanggung jawab atas respons [[alergi]] yang mencakup pelepasan [[histamin]] dari [[Mastosit|sel mast]], yang berkontribusi pada [[asma]]. Wilayah variabel antibodi berikatan dengan antigen penyebab alergi, misalnya partikel [[tungau debu rumah]], sedangkan wilayah Fc-nya (dalam rantai berat ε) berikatan dengan [[FcεRI|reseptor Fc ε]] pada sel mast, yang memicu [[degranulasi]]nya (pelepasan molekul yang disimpan dalam granulanya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Isotipe antibodi dari sel [[limfosit]] B berubah selama perkembangan dan aktivasi sel tersebut. Sel B belum matang, yang tidak pernah terpapar antigen, hanya mengekspresikan isotipe IgM dalam bentuk terikat di permukaan sel. Dalam bentuk yang siap merespons ini, limfosit B dikenal sebagai &amp;quot;[[Sel B. naif|limfosit B naif]]&amp;quot;. Limfosit B naif mengekspresikan IgM dan IgD di permukaannya. Koekspresi dari kedua isotipe imunoglobulin ini membuat sel B siap untuk merespons antigen. Aktivasi sel B mengikuti keterlibatan molekul antibodi (yang terikat-sel) dengan antigen, yang menyebabkan sel membelah dan [[Diferensiasi sel|berdiferensiasi]] menjadi sel penghasil antibodi yang disebut [[sel plasma]]. Dalam bentuk teraktivasi ini, sel B mulai memproduksi antibodi dalam bentuk [[Sekresi|tersekresikan]] alih-alih dalam bentuk terikat [[Membran sel|membran]]. Beberapa [[Pembelahan sel|sel anak]] dari sel B yang teraktivasi mengalami [[peralihan isotipe]], suatu mekanisme yang menyebabkan produksi antibodi berubah dari IgM atau IgD menjadi isotipe antibodi lain, IgE, IgA, atau IgG, yang memiliki peran tertentu dalam sistem imun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerapan medis ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Diagnosis penyakit&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhir abad ke-19, para ilmuwan yang menyelidiki penyakit menular mengembangkan teknik diagnostik baru beserta cara terapinya. Alat baru muncul dari pemahaman yang berkembang tentang sistem kekebalan dan peran antitoksin (antibodi) yang diproduksi tubuh sebagai respons terhadap organisme atau racun (antigen) yang menyerang. Para ilmuwan merancang tes untuk mendeteksi adanya antibodi dalam darah dan menggunakan antigen untuk memicu respons [[Imunitas (medis)|imun]]. Tes ini memberikan informasi mengenai riwayat penyakit pasien, termasuk infeksi yang sedang dialami serta paparan penyakit sebelumnya. Pengujian dapat mengungkap infeksi sebelum gejala luar muncul dan membantu mengidentifikasi pembawa penyakit atau individu tanpa gejala tetapi ia terpapar suatu penyakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Terapi penyakit&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Behring dan Kitasato menemukan terapi antibodi pasif yang dapat melindungi dari racun bakteri. Pada awal 1890-an dan 1930-an terapi serum digunakan secara luas untuk mengobati berbagai penyakit menular. Namun, popularitas terapi serum antibodi terjadi pada waktu yang hampir bersamaan dengan [[antibiotik]] pertama dikembangkan, dan antibiotik menjadi lebih banyak tersedia, sehingga penggunaan terapi serum menurun. Pada akhir 1940-an sebagian besar telah ditinggalkan. [[Preparat sementara|Preparat]] [[Imunoglobulin E|imunoglobulin]] tersedia untuk mengobati beberapa infeksi, seperti [[hepatitis B]], [[rabies]] dan [[virus varicella-zoster]], hanya satu [[antibodi monoklonal]] (yakni [[palivizumab]]) yang telah dilisensikan untuk mencegah penyakit menular.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Antibodi mampu memediasi berbagai efek biologis yang berbeda termasuk tidak bergantung pada komponen lain dari sistem kekebalan tubuh, seperti menetralkan racun dan virus, mengaktifkan komplemen, serta efek yang melibatkan komponen lain dari sistem kekebalan tubuh, seperti [[sitotoksisitas]] dan [[opsonisasi]] seluler yang bergantung pada antibodi. Selain itu, efek antibodi dapat sinergis dengan efek terapi antimikroba konvensional, dan waktu untuk mengembangkan sediaan antibodi terapeutik akan jauh lebih singkat daripada waktu pengembangan vaksin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Antibodi  dapat dengan mudah dimodifikasi untuk menargetkan sel inang. Salah satu strateginya adalah radioimunoterapi, di mana radionuklida dilekatkan pada molekul antibodi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Terapi prenatal&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktor Rhesus (Rh) yang juga disebut sebagai antigen Rh D merupakan antigen yang terdapat pada sel darah merah. Individu dengan Rh-positif (Rh +) memiliki antigen ini pada sel darah merahnya dan individu yang Rh-negatif (Rh–) tidak. Selama persalinan normal, trauma persalinan atau komplikasi selama kehamilan, darah dari janin dapat masuk ke dalam sistem tubuh ibu. Dalam kasus ibu dan anak yang memiliki ketidakcocokan Rh, pencampuran darah konsekuensial dapat membuat ibu Rh-sensitif terhadap antigen Rh pada sel darah anak Rh +, menempatkan sisa kehamilan, dan setiap kehamilan berikutnya bisa berisiko terhadap penyakit hemolitik pada bayi yang baru lahir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengobatan pranatal dengan diberikan  Antibodi anti-RhD bertujuan untuk mencegah sensitisasi yang mungkin terjadi ketika ibu dengan Rh-negatif memiliki janin dengan Rh-positif. Pengobatan ibu dengan antibodi Anti-RhD sebelum dan sesaat setelah trauma  persalinan menghancurkan antigen Rh dalam sistem ibu dari janin. Pengobatan Rho (D) Immune Globulin mencegah sensitisasi yang dapat menyebabkan penyakit Rh, tetapi tidak mencegah atau mengobati penyakit yang mendasari itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
* [http://www.path.cam.ac.uk/~mrc7/mikeimages.html Mike&amp;#039;s Immunoglobulin Structure/Function Page]  at [[University of Cambridge]]&lt;br /&gt;
* [http://www.rcsb.org/pdb/static.do?p=education_discussion/molecule_of_the_month/pdb21_1.html Antibodies as the PDB molecule of the month]  Discussion of the structure of antibodies at [[Protein Data Bank]]&lt;br /&gt;
* [https://www.pastquestion.com.ng/category/post-utme-past-questions/ Download Post UTME Past Questions and Answers pdf]&lt;br /&gt;
* [http://pathmicro.med.sc.edu/mayer/IgStruct2000.htm Microbiology and Immunology On-line Textbook]&lt;br /&gt;
* [http://users.path.ox.ac.uk/~scobbold/tig/new1/mabth.html A hundred years of antibody therapy]&lt;br /&gt;
* [http://www.cellsalive.com/antibody.htm How Lymphocytes Produce Antibody] from Cells Alive!&lt;br /&gt;
* [http://www.ii.bham.ac.uk/clinicalimmunology/CISimagelibrary/ Antibody applications] image library, [[University of Birmingham]]&lt;br /&gt;
* [http://www.antibodypatterns.com/ Images produced using antibodies]  at antibodypatterns.com&lt;br /&gt;
* [http://www.biocompare.com/jump/2045/Antibodies.html Antibody database, search by reactivity, host species, applications and conjugate] at biocompare.com&lt;br /&gt;
* [https://www.downloadpastquestion.com.ng/Immunized-Human-Antibody-Library.html Antibody Libraries] at creative-biolabs.com&lt;br /&gt;
* [https://www.genetex.com/Research/Overview/cancer http://www.genetex.com/Web/ResearchArea/ResearchArea.aspx?Path=/Cancer&amp;amp;reAreaCode=01]&amp;lt;nowiki&amp;gt;/ Cancer antibodies]&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antibodi&amp;amp;oldid=28473118 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28473118 (2025-11-14T03:40:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>