<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Anus</id>
	<title>Anus - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Anus"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Anus&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T10:45:24Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Anus&amp;diff=36534&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29457463; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Anus&amp;diff=36534&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T22:19:29Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29457463; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Pada [[mamalia]], [[invertebrata]], dan sebagian besar [[ikan]], &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;anus&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (dari [[bahasa Latin|Latin]], &amp;#039;cincin&amp;#039; atau &amp;#039;lingkaran&amp;#039;) adalah [[lubang tubuh]] eksternal pada ujung &amp;#039;&amp;#039;keluar&amp;#039;&amp;#039; [[saluran pencernaan]] ([[usus]]), yaitu ujung yang berlawanan dengan [[mulut]]. Fungsinya adalah untuk memfasilitasi [[defekasi|pengeluaran]] limbah yang tersisa setelah [[pencernaan]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Isi usus yang melewati anus meliputi [[flatus]] yang berbentuk gas dan [[tinja]] semi-padat, yang (bergantung pada jenis hewannya) mencakup: materi yang tidak dapat dicerna seperti [[tulang]], [[pelet (ornitologi)|pelet]] [[rambut]], [[biji]] [[endozookori|endozookorus]], dan [[gastrolit|batu pencernaan]]; sisa materi [[makanan]] setelah [[nutrisi]] yang dapat dicerna diserap, misalnya [[selulosa]] atau [[lignin]]; materi tertelan yang akan menjadi racun jika tetap berada di saluran pencernaan; [[metabolit]] yang [[ekskresi|diekskresikan]] seperti [[empedu]] yang mengandung [[bilirubin]]; serta [[epitel]] [[mukosa]] yang mati atau kelebihan [[bakteri usus]] dan [[endosimbion]] lainnya. Jalannya tinja melalui anus biasanya dikendalikan oleh [[otot]] [[sfingter]], dan kegagalan dalam menahan keluarnya kotoran yang tidak diinginkan mengakibatkan [[inkontinensia tinja]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Amfibi]], [[reptil]], dan [[burung]] menggunakan lubang serupa (yang dikenal sebagai [[kloaka]]) untuk mengeluarkan limbah cair dan padat, untuk [[kopulasi (zoologi)|kopulasi]], dan [[bertelur]]. Mamalia [[monotremata]] juga memiliki kloaka, yang dianggap sebagai ciri yang diwarisi dari [[amniota]] purba. [[Marsupialia]] memiliki satu lubang untuk mengeluarkan zat padat dan cair serta, pada betina, [[vagina]] terpisah untuk reproduksi. Mamalia [[plasental]] betina memiliki lubang yang sepenuhnya terpisah untuk [[defekasi]], [[buang air kecil]], dan reproduksi; pejantan memiliki satu lubang untuk defekasi dan [[lubang uretra eksternal (pria)|lubang lainnya untuk buang air kecil sekaligus reproduksi]], meskipun saluran yang menuju ke lubang tersebut hampir sepenuhnya terpisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkembangan anus merupakan tahap penting dalam evolusi hewan multiseluler. Hal ini tampaknya terjadi setidaknya dua kali, mengikuti jalur yang berbeda pada [[protostoma]] dan [[deuterostoma]]. Hal ini menyertai atau memfasilitasi perkembangan evolusioner penting lainnya: [[bilateria|rencana tubuh bilaterian]], [[selom]], dan [[metamerisme (biologi)|metamerisme]], di mana tubuh dibangun dari &amp;quot;modul&amp;quot; berulang yang nantinya dapat terspesialisasi, seperti kepala pada sebagian besar [[artropoda]], yang terdiri dari segmen-segmen khusus yang menyatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada [[Ctenophora|ubur-ubur sisir]], terdapat spesies dengan satu dan terkadang dua anus permanen, sementara spesies seperti [[Mnemiopsis|ubur-ubur sisir kutil]] menumbuhkan anus yang kemudian menghilang ketika tidak lagi dibutuhkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Perkembangan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hewan yang setidaknya sekompleks [[cacing tanah]], [[embrio]] membentuk lekukan di satu sisi, yaitu [[blastoporus]], yang mendalam menjadi [[arkenteron]], fase pertama dalam pertumbuhan [[Saluran pencernaan (zoologi)|saluran pencernaan]]. Pada deuterostoma, lekukan asli menjadi anus sementara saluran pencernaan akhirnya menembus untuk membuat lubang lain yang membentuk mulut. Protostoma dinamakan demikian karena awalnya diperkirakan bahwa dalam embrio mereka, lekukan tersebut membentuk mulut terlebih dahulu (&amp;#039;&amp;#039;[[wikt:proto-|proto–]]&amp;#039;&amp;#039; yang berarti &amp;quot;pertama&amp;quot;) dan anus terbentuk kemudian di lubang yang dibuat oleh ujung saluran pencernaan lainnya. Penelitian dari tahun 2001 menunjukkan bahwa tepi lekukan menutup di bagian tengah pada protostoma, menyisakan lubang di ujung-ujungnya yang menjadi mulut dan anus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Anus&amp;amp;oldid=29457463 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29457463 (2026-07-14T10:44:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>