<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Anus_manusia</id>
	<title>Anus manusia - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Anus_manusia"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Anus_manusia&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T00:33:00Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Anus_manusia&amp;diff=35638&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29553026; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Anus_manusia&amp;diff=35638&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T08:57:23Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29553026; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Pada [[manusia]], &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;anus&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (dari [[Bahasa Latin|Latin]] &amp;#039;&amp;#039;ānus&amp;#039;&amp;#039;, &amp;quot;cincin&amp;quot;, &amp;quot;lingkaran&amp;quot;) adalah bukaan eksternal dari [[rektum]] yang terletak di dalam [[celah intergluteal]]. Dua [[sfingter]] mengendalikan keluarnya [[Tinja manusia|feses]] dari tubuh saat proses [[defekasi]], yang merupakan fungsi utama anus. Otot-otot tersebut adalah [[sfingter anal internal]] dan [[sfingter anal eksternal]], yakni [[otot]] melingkar yang secara normal menjaga konstriksi pada orifisium tersebut dan berelaksasi sesuai tuntutan fungsi fisiologis normal. Sfingter bagian dalam bersifat involunter dan bagian luar bersifat volunter. Di sebelah superior anus terdapat [[perineum]], yang juga terletak di bawah [[vulva]] atau [[skrotum]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian dikarenakan paparannya terhadap feses, sejumlah kondisi medis dapat memengaruhi anus, seperti [[hemoroid]]. Anus merupakan lokasi yang berpotensi mengalami [[infeksi]] dan kondisi lainnya, termasuk [[kanker]] (lihat [[kanker anus]]).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui [[seks anal]], anus dapat memainkan peran dalam [[Seksualitas manusia|seksualitas]]. Sikap terhadap seks anal bervariasi, dan aktivitas ini ilegal di beberapa negara. Anus sering dianggap sebagai bagian tubuh yang [[tabu]], dan dikenal dengan banyak istilah [[slang]] yang umumnya kasar. Beberapa [[infeksi menular seksual]] termasuk [[HIV/AIDS]] dan [[kutil anus]] dapat menyebar melalui seks anal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Struktur ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anus merupakan segmen terminal dari [[saluran pencernaan]], yang bersambung secara langsung dari [[rektum]] dan melintasi [[dasar panggul]]. Bagian superior dan inferior anus dilingkupi oleh [[sfingter ani internal|sfingter internal]] dan [[sfingter ani eksternal|sfingter eksternal]], sepasang cincin otot yang berfungsi mengatur mekanisme defekasi.&lt;br /&gt;
Di sepanjang organnya, anus dikelilingi oleh lipatan-lipatan yang disebut [[katup anal]], yang memusat pada sebuah garis yang dikenal sebagai [[garis pektinat]]. Garis ini merepresentasikan titik transisi antara [[usus belakang]] dan [[ektoderm]] pada embrio. Di inferior titik ini, mukosa anus internal berganti menjadi kulit.  Garis pektinat juga menjadi batas pemisah antara anus internal dan eksternal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anus menerima vaskularisasi dari [[arteri rektal inferior]] dan inervasi dari [[saraf rektal inferior]], yang merupakan percabangan dari [[saraf pudendal]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Mikroanatomi ===&lt;br /&gt;
[[Epitelium]] kolumnar bertingkat semu pada saluran pencernaan bertransisi menjadi epitelium skuamosa bertingkat tepat di garis pektinat. Epitelium skuamosa bertingkat tersebut secara bertahap mengakumulasi [[kelenjar sebasea]] dan [[Kelenjar keringat apokrin|kelenjar apokrin]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Perkembangan ===&lt;br /&gt;
Selama masa [[pubertas]], seiring testosteron memicu pertumbuhan [[rambut androgenik]] pada tubuh, [[rambut kemaluan]] mulai tumbuh di sekitar anus. Meskipun pada awalnya jarang, rambut ini akan menjadi lebat menjelang akhir masa pubertas, atau bahkan lebih awal. Pada populasi genetik tertentu, rambut androgenik ini lebih jarang ditemukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Fungsi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Defekasi ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tekanan intrarektal meningkat seiring rektum terisi oleh feses, yang mendesak feses tersebut ke arah dinding [[kanal anal]]. Kontraksi otot abdomen dan dasar panggul dapat menciptakan tekanan intraabdomen, yang selanjutnya meningkatkan tekanan intrarektal. Sfingter ani internal (otot tak sadar) merespons tekanan ini dengan berelaksasi, sehingga memungkinkan feses memasuki kanal tersebut. Rektum memendek saat feses terdorong ke dalam kanal anal dan [[peristalsis|gelombang peristaltik]] mendorong feses keluar dari rektum. Relaksasi sfingter ani internal dan eksternal memungkinkan feses keluar dari anus, dan akhirnya, seiring otot [[levator ani]] menarik anus ke atas meliwati feses yang keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Signifikansi klinis ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Fisura anal]] adalah robekan pada lapisan luar (mukosa) anus. Kondisi ini sangat nyeri, dengan rasa sakit yang muncul setelah buang air besar; gejala lainnya dapat mencakup perdarahan ringan, keluarnya cairan, atau gatal. Umumnya, fisura disebabkan oleh cedera pada mukosa, atau karena buruknya suplai darah lokal yang menghambat penyembuhan yang tepat, disertai dengan spasme sfingter ani eksternal yang turut berkontribusi. Sfingter ani eksternal dapat direlaksasi dengan pengaplikasian krim [[gliseril trinitrat]], dan [[konstipasi]] ditangani dengan [[laksatif|obat pencahar]] serta peningkatan hidrasi. Beberapa fisura mungkin memerlukan injeksi [[toksin botulinum]]; kasus terburuk mungkin membutuhkan intervensi bedah, seperti &amp;quot;[[sfingterotomi anal]] internal lateral atau anoplasti advancement&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Wasir]] adalah pembuluh darah yang terlihat dari [[pleksus vena]] internal atau eksternal anus. Wasir dapat: menyebabkan perdarahan setelah buang air besar; terasa nyeri; menyebabkan gatal; atau mengalami  keluar dari anus. Wasir sering dikaitkan dengan mengejan akibat konstipasi, dan [[kehamilan]]. Biasanya, wasir ditangani dengan obat-obatan untuk [[pelunak tinja|melunakkan tinja]] dan mencegah mengejan saat konstipasi. Beberapa wasir memerlukan pembedahan untuk penanganannya, yang mungkin melibatkan [[Ligasi gelang karet|pemasangan gelang karet di sekitar wasir]] agar suplai darahnya terhenti; atau eksisi bedah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lainnya&lt;br /&gt;
* [[Fistula anal|Fistula]]&lt;br /&gt;
* [[Cacat lahir]], termasuk [[Anus imperforata|imperforasi]], [[stenosis]], [[Kista tailgut]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Infeksi===&lt;br /&gt;
[[Abses anal]] biasanya diakibatkan oleh infeksi pada kelenjar normal anus, atau terkadang karena [[penyakit Crohn]]. Abses ini biasanya terjadi di sisi sfingter, dan di antara sfingter internal dan eksternal, baik di permukaan maupun lebih dalam. Abses dapat membesar, meluas ke arah rektum, dan mengakibatkan hubungan abnormal yang disebut [[fistula anorektal]]. Kondisi ini biasanya ditangani dengan drainase bedah dan antibiotik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tambahan&lt;br /&gt;
* [[Infeksi menular seksual]]&lt;br /&gt;
* [[Kutil anus]], disebut juga kondiloma anal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Kanker===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Kanker anus]], juga disebut &amp;quot;karsinoma anal&amp;quot;, dan [[neoplasia intraepitelial anal]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Gatal, inkontinensia, dan konstipasi===&lt;br /&gt;
Rasa gatal, yang disebut [[pruritus ani]], dapat menjangkiti area anus. Hal ini paling sering disebabkan oleh paparan jangka panjang anus terhadap feses, dengan alasan yang meliputi penyakit pada anus seperti wasir, fistula, dan fisura; higiene yang buruk atau diare kronis; infeksi lokal seperti [[cacing pita]] dan [[kandidiasis]]; atau kondisi kulit seperti [[psoriasis]] dan [[dermatitis kontak]]. Jika penyebab spesifik teridentifikasi, penyebab tersebut dapat diobati untuk meredakan rasa gatal. Jika tidak, penanganan meliputi menjaga area tetap bersih dan kering, menghentikan penggunaan krim dan salep topikal, serta kemungkinan penggunaan laksatif pembentuk massa tinja untuk mengurangi risiko kontaminasi feses.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerusakan atau cedera pada sfingter anal ([[anus patulosa]] pada kasus yang lebih parah) sebagai akibat dari kerusakan selama pembedahan, seperti pada regio [[Perineum|perineal]], atau akibat dari [[seks anal]]; dapat menyebabkan [[flatus|buang angin]] dan/atau [[inkontinensia fekal]], konstipasi kronis, dan [[megakolon]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Masyarakat dan budaya ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Seksualitas ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anus memiliki konsentrasi [[Saraf|ujung saraf]] yang relatif tinggi dan dapat menjadi sebuah [[zona erogen]], yang dapat membuat sanggama anal terasa nikmat jika dilakukan dengan benar. Saraf pudendal yang bercabang untuk mempersarafi sfingter ani eksternal juga bercabang menuju [[saraf dorsal klitoris]] dan [[saraf dorsal penis]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain ujung saraf, kenikmatan dari sanggama anal dapat didukung oleh kedekatan jarak antara anus dengan [[prostat]] pada pria, serta [[vagina]], [[Krura klitoris|kaki]] [[klitoris]], dan area anal pada wanita. Hal ini disebabkan oleh stimulasi tidak langsung pada prostat dan vagina atau kaki klitoris. Bagi pasangan pria yang melakukan penetrasi, kekencangan anus dapat menjadi sumber kenikmatan melalui tekanan taktil pada penis. Kenikmatan dari anus juga dapat dicapai melalui [[masturbasi anal]], [[Jari (tindakan seksual)#Anus|jari anal]], [[facesitting|menduduki wajah]], [[anilingus]], serta tindakan penetratif dan [[Seks non-penetratif|non-penetratif]] lainnya. Peregangan anal atau [[fisting]] terasa nikmat bagi sebagian orang, namun menimbulkan ancaman kerusakan yang lebih serius akibat peregangan jaringan anal dan rektal yang disengaja; cederanya meliputi laserasi sfingter ani serta perforasi rektum dan [[kolon sigmoid]] (rektosigmoid), yang dapat berujung pada kematian. Pelumas dan [[kondom]] secara luas dianggap sebagai kebutuhan saat melakukan seks anal, begitu pula dengan penetrasi yang perlahan dan berhati-hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sanggama anal terkadang disebut sebagai [[sodomi]] atau semburit, dan dianggap [[tabu]] dalam sejumlah sistem hukum. Hal ini pernah, dan di beberapa [[yurisdiksi]] masih, merupakan kejahatan yang membawa hukuman berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Higiene ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guna mencegah timbulnya penyakit pada anus serta untuk menunjang higiene secara umum, manusia lazimnya membersihkan bagian eksterior anus pasca-buang air besar. Pembilasan menggunakan air dari [[bidet]] atau pengusapan dengan [[tisu toilet]] sering digunakan untuk tujuan ini, meskipun praktik pembersihan anal sangat bervariasi antarbudaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kosmetika ===&lt;br /&gt;
Pencukuran, pemangkasan, penggunaan [[Penghilangan rambut|depilatori]] (penghilangan rambut), atau [[waxing Brasil]] dapat membersihkan rambut dari [[perineum]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Pemutihan anal]] merupakan prosedur pencerahan warna anus dan perineum. [[Penjemuran perineum]] adalah proses ketika anus mengalami [[penggelapan kulit|penggelapan]] melalui paparan sinar matahari secara sengaja, yang mengakibatkan area tersebut menjadi lebih gelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Tindik anal]] yang sejati jarang dilakukan karena dapat mengganggu fungsi fisiologis anus dan memicu infeksi. Tindik permukaan pada perineum lebih mudah perawatannya dan jauh lebih umum dijumpai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa orang memilih untuk memiliki [[tato]] pada anus mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Slang ===&lt;br /&gt;
Anus memiliki banyak istilah slang (bahasa gaul), di antaranya &amp;#039;&amp;#039;[[asshole]]&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;butthole&amp;#039;&amp;#039; (serta padanannya dalam bahasa Inggris Britania, &amp;#039;&amp;#039;arsehole&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;bumhole&amp;#039;&amp;#039;), &amp;#039;&amp;#039;cornhole&amp;#039;&amp;#039;, dan &amp;#039;&amp;#039;bunghole&amp;#039;&amp;#039;. Dalam bahasa Indonesia juga dikenal beberapa istilah seperti &amp;#039;&amp;#039;dubur&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;burit&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;lubang pantat&amp;#039;&amp;#039;, dan [[eufimisme]] seperti &amp;#039;&amp;#039;pelepasan&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Gambar tambahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Pemutihan anal]]&lt;br /&gt;
* [[Tahap anal]] (tahap psikoseksual Freud)&lt;br /&gt;
* [[Saraf anokoksigeal]]&lt;br /&gt;
* [[Gangguan anorektal]]&lt;br /&gt;
* [[Bokong]]&lt;br /&gt;
* [[Kloaka]]&lt;br /&gt;
* [[Koksidinia]]&lt;br /&gt;
* [[Koksiks]]&lt;br /&gt;
* [[Flatulensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Anus+manusia&amp;amp;oldid=29553026 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29553026 (2026-08-10T09:24:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>