<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Anwari_Dilmy</id>
	<title>Anwari Dilmy - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Anwari_Dilmy"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Anwari_Dilmy&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T01:38:00Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Anwari_Dilmy&amp;diff=35282&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28893778; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Anwari_Dilmy&amp;diff=35282&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T03:59:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28893778; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Prof. Ir. Anwari Dilmy&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; () adalah akademisi Indonesia yang pernah menjabat sebagai Rektor [[Universitas Lambung Mangkurat]] pada periode 1971–1979.  Dia juga pernah menjabat sebagai kepala [[Herbarium Bogoriense]] pada tahun 1955 sekaligus menjadi Rektor Akademi Biologi di [[Kota Bogor|Bogor]] pada periode 1956-1957.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kehidupan awal ==&lt;br /&gt;
Anwari Dilmy lahir di [[Marabahan, Barito Kuala|Marabahan]], [[Kalimantan Selatan]] pada 11 Agustus 1915. Ibunya, Sa&amp;#039;idah, merupakan keturunan dari [[Muhammad Arsyad al-Banjari|Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari]] yang merupakan [[ulama]] besar dari [[Kalimantan Selatan]]. Adapun silsilah ibunya yaitu Sa&amp;#039;idah binti Hafsah binti [[Abdussamad|Qadhi H. Abdush Shamad]] bin Khalifah H. Jamaluddin bin  Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia bersekolah di [[MULO]] di [[Kota Banjarmasin|Banjarmasin]], dia tinggal di rumah Ir. Schophuis yang merupakan Penasehat Pertanian dan belajar bahasa Belanda dan ide-ide dari negara Barat. Setelah lulus dari MULO, atas bantuan Ir. Schophuis, dia melanjutkan studinya di Sekolah Kejuruan Pertanian (&amp;#039;&amp;#039;Middelbare Land-bouwschool&amp;#039;&amp;#039; atau MLS) di Bogor. Saat di Bogor, dia diasuh oleh Dr. Nijholt di rumahnya, yang saat itu menjabat menjadi Kepala Laboratorium Kimia di Bogor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Karier ==&lt;br /&gt;
Pada tahun 1937 dia bekerja di Departemen Kehutanan sebagai relawan di Gombong Resort di [[Jawa Tengah]]. Namun, dia dipindahtugaskan ke [[Sampit (kota)|Sampit]] dan [[Kabupaten Kapuas|Kapuas]] karena sikap nasionalisnya.  Pada akhir [[Pendudukan Jepang di Hindia-Belanda|pendudukan Jepang]], dia bekerja di Kantor Gubernur Kalimantan di [[Kota Yogyakarta|Yogyakarta.]]Menjelang akhir Perang Kemerdekaan,  dia kembali bersekolah di Bogor dan melanjutkan pendidikan di Akademi Kehutanan dan menyelesaikan studinya pada tahun 1952. Kemudian, dia dicalonkan menjadi Konservator Hutan di [[Kota Tarakan|Tarakan]] Pada tahun 1954, dia kembali ke Pulau Jawa dan menjadi Kepala Cabang Botani Hutan di Lembaga Penelitian Kehutanan di Bogor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kariernya di Herbarium Bogoriense dimulaii pada bulan Februari 1955, dimana [[Kusnoto Setyodiwirjo|Kusnoto Setyodiwiryo]], orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Kebun Raya, memiliki andil dalam memperkerjakannya sebagai kepala Herbarium Bogoriense yang sebelumnya merupakan orang ekspatriat. Hal ini dikarenakan dia merupakan satu-satunya ahli botani Belanda yang tersisa di Bogor. Meskipun saat itu dia bukan seorang ahli [[taksonomi]] yang berkualifikasi, dia berperan dalam menjaga koleksi-koleksi yang dimiliki oleh Herbarium Bogoriense berkat bantuan dari [[Yayasan Sains Nasional|Yayasan Sains Nasional Amerika Serikat]], seperti mengimpor &amp;#039;&amp;#039;mounting paper&amp;#039;&amp;#039; (sejenis kertas untuk menempel sampel tanaman)&amp;#039;&amp;#039;,&amp;#039;&amp;#039; sublimat korosif, dan barang-barang lainnya untuk pemeliharaan herbarium. Selain itu, berkat bantuan [[Sarwono Prawirohardjo]], yang saat itu menjadi Ketua Dewan Ilmu Pengetahuan Indonesia (kemudian [[Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia|LIPI]], kini dileburkan ke [[Badan Riset dan Inovasi Nasional|BRIN]]), dia berhasil membangun gedung herbarium yang lebih baru dan modern. Selama menjadi kepala di lembaga tersebut, ia secara resmi menghadiri Kongres Sains Pasifik  di [[Tokyo]], [[Hawaii]], dan [[Bangkok]]. Selain itu, dia juga menghadir Simposium tentang Vegetasi Tropis Lembap yang disponsori Unesco di [[Ciawi]], [[Goroka]] dan [[Kuching]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia, bersama Kusnoto Setyodiwiryo, membangun Sekolah Tinggi Biologi di [[Kebun Raya Cibodas|Cibodas]] dan Ciawi untuk mengisi kekosongan ahli biologi di Indonesia pada kisaran tahun 1956-1957. Di sana, dia ditugaskan sementara sebagai direktur dan sebagai dosen di bidang taksonomi tumbuhan dan geografi tumbuhan. Pada 1962, seorang kolegiat ditugaskan untuk melaksanakan tugas Direktur Kebun Raya indonesia dan dia adalah salah satunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1970 ia pindah kembali ke Banjarmasin untuk menjadi Rektor Universitas Lambung Mangkurat. dan memperoleh Guru Besar Luar Biasa pada tahun 1972. Selama menjadi rektor, dia sangat aktif dalam memperluas hubungan Universitas dengan banyak Institut di luar negeri, sehingga menjadikan kampus tersebut sebagai fokus untuk pengembangan Kalimantan Selatan. Dia juga menjadi dosen  di Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Ilmu Kedokteran Hewan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama beberapa tahun, dia menjadi anggota Komite Tetap Botani di &amp;#039;&amp;#039;Pacific Science Association&amp;#039;&amp;#039;, Anggota Komite Nasional Sumber Daya Alam, dan Ketua Komite Publikasi Kehutanan. Dia juga menulis sekitar 25 makalah tentang botani, salah satunya adalah &amp;quot;&amp;#039;&amp;#039;Pioner Plants Found One Year After the 1963 Eruption of Agung at Bali&amp;#039;&amp;#039;&amp;quot; yang menjelaskan tentang tumbuhnya sebagian kecil tumbuhan perintis di lereng utara [[Gunung Agung]] pasca [[Letusan Gunung Agung 1963|letusan pada tahun 1963]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Keluarga ==&lt;br /&gt;
Dia memiliki seorang istri yang bernama Raden Roro Soemirah. Dari pernikahan tersebut, mereka dikarunia 5 orang anak, yaitu Irma Rukmini (meninggal saat masih balita), Irma Irawati Dilmy, Irmansyah Rachman Dilmy, Dr. Irawan Muchidin Dilmy, dan Dr. Irham A. Dilmy.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irma Irawati Dilmy menikah dengan Husni Hasan Basri dan memiliki beberapa anak, yaitu Rully Safari Basri yang memiliki istri bernama Elvira, Ria Sari Basri, dan Rucky Safari Basri yang memiliki istri bernama Debbie. Kemudian, Irmansyah Rachman Dilmy menikah dengan Haryati binti Hardiwinangun dan memiliki beberapa anak, yaitu Myra Lasmi Dilmy yang memiliki suami bernama Dinh Minh dan Tachmy Anwari Dilmy, M.Sc. yang memiliki istri bernama Lisa. Lalu, Dr. Irawan Muchidin Dilmy menikah dengan Lily Faridah binti Noor Ifansjah dan memiliki beberapa anak, yaitu M. Ifanto Setiawan Dilmy, MBA yang memiliki istri bernama Vyra, M. Aditya Nugraha Dilmy, M.M. yang memiliki istri bernama Sara Mutiara, dan Nabila Dessyana Dilmy, S.S. yang memiliki suami bernama Raka Winanga. Adapun Dr. Irham A. Dilmy menikah dengan Judy Fitrianie binti Sjar&amp;#039;ie Musaffa dan memiliki beberapa anak, yaitu Dr. M. Adya F. Dilmy, SpOG yang memiiki istri yang bernama Dr. Dessy Widya Fajri, Adisa Famila Dilmy, S.H. yang memiliki suami bernama Doddy Irfandi, dan drg. Adila Falisa Dilmy yang memiliki suami bernama M. Fadli Tamin, M.Sc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kematian ==&lt;br /&gt;
Dia meninggal dunia di [[Kota Banjarbaru|Banjarbaru]] pada 25 April 1979 akibat menderita penyakit [[diabetes]]. Dia dimakamkan di Pemakaman Umum CTN Pulau Beruang KM. 29 Banjarbaru, satu komplek dengan makam [[Dirk Andries Williem van der Pijl|D.A.W. van der Pijl]] yang merupakan tokoh pendiri kota Banjarbaru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Anwari+Dilmy&amp;amp;oldid=28893778 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28893778 (2026-01-26T06:19:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>