<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Apoptosis</id>
	<title>Apoptosis - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Apoptosis"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Apoptosis&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T19:15:58Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Apoptosis&amp;diff=31543&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29602120; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Apoptosis&amp;diff=31543&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-05T08:44:25Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29602120; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Apoptosis&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (dari [[bahasa Yunani]] &amp;#039;&amp;#039;apo&amp;#039;&amp;#039; = &amp;quot;dari&amp;quot; dan &amp;#039;&amp;#039;ptosis&amp;#039;&amp;#039; = &amp;quot;jatuh&amp;quot;) adalah mekanisme [[biologi]] yang merupakan salah satu jenis kematian sel terprogram. Apoptosis digunakan oleh [[organisme]] multisel untuk membuang sel yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh. Apoptosis berbeda dengan [[nekrosis]] dan [[piroptosis]]. Apoptosis pada umumnya berlangsung seumur hidup dan bersifat menguntungkan bagi tubuh, sedangkan [[nekrosis]] adalah kematian sel yang disebabkan oleh kerusakan sel secara akut; dan proptosis adalah kematian sel terprogram yang terjadi pada infeksi [[patogen]] intraseluler dan menimbulkan inflamasi. Contoh nyata dari keuntungan apoptosis adalah pemisahan jari pada embrio. Apoptosis yang dialami oleh sel-sel yang terletak di antara jari menyebabkan masing-masing jari menjadi terpisah satu sama lain. Bila sel kehilangan kemampuan melakukan apoptosis maka sel tersebut dapat membelah secara tak terbatas dan akhirnya menjadi kanker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apoptosis memiliki ciri [[morfologi]]s yang khas seperti [[membran plasma]] yang melepuh, sel yang mengerut, [[kondensasi]] [[kromatin]] dan [[fragmentasi]] [[DNA]], dan dimulai dengan [[enzim]] [[kaspase]] dari kelompok [[sisteina protease]] membentuk kompleks aktivasi protease multi sub-unit yang disebut [[apoptosom]]. Apoptosom disintesis di dalam [[sitoplasma]] setelah terjadi peningkatan [[permeabilitas]] membran [[mitokondria]] sisi luar dan pelepasan [[sitokrom c]] ke dalam [[sitoplasma]], setelah terjadi interaksi antara [[membran ganda]] [[sardiolipin]] mitokondria dengan [[fosfolipid]] [[anionik]] yang memicu aktivitas [[peroksidase]]. Apoptosom merupakan kompleks protein yang terdiri dari [[sitokrom c]], [[Apaf-1]], dan [[prokaspase-9]]. Selain sitokrom c, mitokondria juga melepaskan protein apoptotik lain seperti &amp;#039;&amp;#039;apoptosis Inducing Factor&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;endonuclease G&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;Omi,&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;Smac/Diablo&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Peran fisiologis ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Perkembangan ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada organisme dewasa, jumlah sel dalam suatu organ atau jaringan umumnya dipertahankan dalam kisaran tertentu. Beberapa jenis sel, seperti sel darah dan sel kulit, terus diperbarui melalui pembelahan diri sel-[[sel progenitor]]nya. Namun, pembentukan sel baru tersebut harus diimbangi dengan kematian sel-sel yang sudah tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada manusia dewasa, diperkirakan 10 miliar sel mati setiap harinya melalui proses apoptosis. Keseimbangan ini, yang disebut [[homeostasis]], tercapai ketika laju pembelahan sel ([[mitosis]]) seimbang dengan laju kematian sel. JIka keseimbangan tersebut terganggu, dapat terjadi gangguan kesehatan. Apabila pembelahan sel berlangsung lebih cepat daripada kematian sel, sel dapat menumpuk dan membentuk [[tumor]]. Sebaliknya, jika kematian sel lebih cepat daripada pembelahan sel, jaringan dapat mengalami kekurangan sel dan menimbulkan penyakit. Kedua kondisi tersebut dapat berdampak serius dan bahkan berakibat fatal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Regulasi sistem imun ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Sel B]] dan [[sel T]] adalah pelaku utama pertahanan tubuh terhadap zat asing yang dapat menginfeksi tubuh, maupun terhadap sel-sel dari tubuh sendiri yang mengalami perubahan menjadi ganas. Dalam melakukan tugasnya, sel B dan T harus memiliki kemampuan untuk membedakan antara &amp;quot;milik sendiri&amp;quot; (&amp;#039;&amp;#039;self&amp;#039;&amp;#039;) dari &amp;quot;milik asing&amp;quot; (&amp;#039;&amp;#039;non-self&amp;#039;&amp;#039;), dan antara [[antigen]] &amp;quot;sehat&amp;quot; dan &amp;quot;tidak sehat&amp;quot;. &amp;quot;Sel T pembunuh&amp;quot; (&amp;#039;&amp;#039;killer T cells&amp;#039;&amp;#039;) menjadi aktif saat terpapar potongan-potongan protein yang tidak sempurna (misalnya karena mutasi), atau terpapar antigen asing karena adanya infeksi virus. Setelah sel T menjadi aktif, sel-sel tersebut bermigrasi keluar dari [[nodus limfa]] untuk menemukan dan mengenali sel-sel yang tidak sempurna atau terinfeksi, dan merangsang sel-sel tersebut melakukan kematian sel terprogram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Proses apoptosis ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Secara morfologi ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sel yang mengalami apoptosis menunjukkan morfologi unik yang dapat dilihat menggunakan [[mikroskop]]:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Sel terlihat membulat. Hal itu terjadi karena struktur protein yang menyusun &amp;#039;&amp;#039;cytoskeleton&amp;#039;&amp;#039; mengalami pemotongan oleh peptidase yang dikenal sebagai [[caspase]]. Caspase diaktivasi oleh mekanisme sel itu sendiri.&lt;br /&gt;
# [[Kromatin]] mengalami degradasi awal dan kondensasi.&lt;br /&gt;
# Kromatin mengalami kondensasi lebih lanjut dan membentuk potongan-potongan padat pada membran inti.&lt;br /&gt;
# Membran inti terbelah-belah dan DNA yang berada didalamnya terpotong-potong.&lt;br /&gt;
# Lapisan dalam dari [[membran sel]], yaitu lapisan [[lipid]] [[fosfatidilserina]] akan mencuat keluar dan dikenali oleh [[fagosit]], dan kemudian sel mengalami [[fagositosis]], atau&lt;br /&gt;
# Sel pecah menjadi beberapa bagian yang disebut badan apoptosis, yang kemudian di[[fagositosis]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Uji laboratorium untuk apoptosis ==&lt;br /&gt;
Penilaian apoptosis dapat dilakukan melalui berbagai uji sebagai berikut: uji TUNEL, uji caspase, uji Annexin, dan DNA laddering. Pada uji TUNEL (terminal transferase mediated dUTP-biotin nick end labelling) mendasarkan pada keadaan [[inti sel]] yang terfragmentasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Apoptosis&amp;amp;oldid=29602120 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29602120 (2026-08-19T23:19:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>