<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Arteritis</id>
	<title>Arteritis - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Arteritis"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Arteritis&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T23:13:44Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Arteritis&amp;diff=35948&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28115235; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Arteritis&amp;diff=35948&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T13:46:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28115235; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Arteritis&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah peradangan pada dinding pembuluh [[Pembuluh nadi|arteri]], biasanya disebabkan oleh infeksi atau respon autoimun. Arteritis merupakan gangguan yang kompleks dan masih belum sepenuhnya dipahami. Arteritis dapat dibedakan dalam berbagai tipe yang berbeda berdasarkan sistem organ yang terlibat dengan penyakit. Komplikasi dari arteritis adalah trombosis, yang dapat berakibat fatal. Arteritis dan [[flebitis]] (peradangan [[vena]]) merupakan bentuk dari vaskulitis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Tanda dan gejala ==&lt;br /&gt;
Gejala yang biasa muncul pada arteritis antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Inflamasi]]&lt;br /&gt;
* Demam&lt;br /&gt;
* Peningkatan produksi sel darah merah (eritrosit)&lt;br /&gt;
* Pincang&lt;br /&gt;
* [[Denyut nadi]] melambat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Diagnosis ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gejala medis cenderung tidak khas dalam penegakkan diagnosis arteritis. Gejala serupa dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti sindrom Ehler-Danlos dan [[sindrom Marfan]] (keduanya gangguan jaringan ikat yang diwariskan), [[tuberkulosis]], [[sifilis]], spondiloartropati, sindrom Cogan, [[Tromboangitis obliterans|penyakit Buerger]], [[Penyakit Behçet|penyakit Behcet]], dan [[penyakit Kawasaki]]. Berbagai teknik pencitraan dapat digunakan untuk penegakkan diagnosis dan memantau perkembangan penyakit. Modalitas pencitraan yang dapat digunakan di antaranya angiografi, MRA (&amp;#039;&amp;#039;magnetic resonance angiography&amp;#039;&amp;#039;), dan [[Ultrasonografi medis|ultrasonografi]] (USG).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angiografi biasa digunakan untuk penegakkan diagnosis arteritis Takayasu, terutama pada penyakit stadium lanjut, ketika terjadi kekakuan arteri (&amp;#039;&amp;#039;arterial stenosis&amp;#039;&amp;#039;), penyumbatan (oklusi), aneurisma. Namun, angiografi relatif invasif dalam penggunaannya, karena pasien terpapar radiasi dosis besar, sehingga tidak direkomendasikan untuk pemeriksaan rutin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angiografi [[tomografi terkomputasi]] (&amp;#039;&amp;#039;Computed Tomography Angiography&amp;#039;&amp;#039;; CTA) dapat dipakai untuk menentukan ukuran aorta dan percabangannya, serta mengidentifikasi lesi dinding [[pembuluh darah]] pada stadium lanjut dari arteritis. CTA juga dapat menunjukkan aliran darah dalam pembuluh darah. Seperti angiografi, CTA memiliki risiko paparan radiasi yang tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angiografi resonansi magnetik (&amp;#039;&amp;#039;Magnetic resonance angiography&amp;#039;&amp;#039;; MRA) dapat digunakan untuk mendiagnosis arteritis Takayasu pada stadium awal, dapat memperlihatkan perubahan-perubahan yang terjadi seperti penebalan dinding pembuluh darah. Bahkan perubahan kecil dapat diukur, sehingga MRA menjadi alah yang menguntungkan untuk pemantauan progresi penyakit tanpa paparan radiasi seperti pada angiografi langsung atau CTA.Namun, MRA merupakan pemeriksaan yang mahal dan kurang jelas untuk menunjukkan kalsifikasi aorta dan percabangannya daripada pemeriksaan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ultrasonografi merupakan metode diagnosis yang ideal pada pasien arteritis stadium awal ketika peradangan pada dinding pembuluh darah sedang terjadi. USG juga dapat menunjukkan aliran darah dalam pembuluh darah. USG merupakan alat pemeriksaan awal yang populer digunakan dalam penegakkan diagnosis karena relatif cepat, murah, tidak invasif, dan tidak ada paparan radiasi. USG juga dapat digunakan jangka panjang untuk memantau progresi arteritis Takayasus. Tidak semua lesi vaskuler dapat terlihat dengan USG, dan keakuratannya bergantung pada pindaian dan kemampuan pembaca hasil pindaiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Tipe ===&lt;br /&gt;
Arteritis dapat terjadi secara primer atau sekunder dari penyakit lainnya. Tipe primer di antaranya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh arteritis sekunder adalah arteritis yang disebabkan oleh infeksi jamur patogen &amp;#039;&amp;#039;[[Candida albicans]]&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Giant cell arteritis ====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arteritis sel raksasa (&amp;#039;&amp;#039;Giant cell arteritis&amp;#039;&amp;#039;) terdiri dari dua tipe yang sulit untuk saling dibedakan. Di antaranya ada tipe arteritis temporal dan arteritis Takayasu. Kedua tipe tersebut ditemukan pada arteri berukuran sedang dan besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Arteritis Takayasu ====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arteritis tipe ini paling umum terjadi pada perempuan, dengan usia rata-rata 25 tahun. Arteritis Takayasu lebih umum pada perempuan keturunan [[Orang Asia|Asia]] usia subur. Namun, pada dekade terakhir, insidensinya meningkat di [[Afrika]], [[Eropa]], dan [[Amerika Utara]]. Arteritis Takayasu merupakan penyakit inflamasi yang biasanya merusak arteri besar seperti [[aorta]] dan percabangannya. Penelitian yang berfokus pada arteritis Takayasu di negara-negara barat cukup sedikit. Diperkirakan tiap tahunnya, angka kejadiannya sekitar 2,6 kasus per satu juta orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Arteritis temporal ====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arteritis temporal, tipe kedua dari arteritis sel raksasa, adalah penyakit berlangsung secara [[Kronik|kronis]] dan menginflamasi arteri sedang dan besar. Arteritis temporal memiliki insidensi yang tinggi pada keturunan [[Skandinavia]]. Namun, angka kejadiannya berbeda tiap ras dan daerahnya. Arteritis temporal lazim di [[Amerika Utara]]. Angka kejadiannya berkisar 0,017% pada individu berusia lebih dari 50 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gejala arteritis temporal diklasifikasikan sebagai khas dan tidak khas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gejala tidak khas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Sakit kepala&lt;br /&gt;
* Demam&lt;br /&gt;
* Berkeringat&lt;br /&gt;
* Anoreksia (hilang nafsu makan)&lt;br /&gt;
* Berat badan berkurang&lt;br /&gt;
* Malaise&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gejala khas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Kram rahang&lt;br /&gt;
* Pembengkakan, nyeri pembuluh darah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gejala khas biasanya timbul pada arteritis temporal stadium lanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Poliarteritis nodosa dengan mekanisme yang tidak diketahui dapat menyebabkan nyeri [[testis]]. Hal ini sering terkait dengan [[aneurisma]] dan [[Hepatitis B]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Tatalaksana ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Medikasi ===&lt;br /&gt;
Terapi lini pertama pada arteritis adalah obat glukokotikoid ([[steroid]]) oral, seperti [[Prednisolon|prednison]], pemakaian harian pada paeriode tiga bulan. Sesudah fase inisial, dosis atau frekuensi obat dapat diturunkan. Jika penyakit semakin memburuk dengan rencana pengobatan yang baru, obat [[sitotoksik]] dapat diberikan, sebagai tambahan bagi steorid. Umumnya agen sitotoksik yang digunakan seperti [[azatioprin]], [[metotreksat]], atau siklofosfamid. Dosis steroid dapat dikurangi jika respon pengobatan membaik. Pengobatan ini dapat diturunkan bertahap jika ada perbaikan, secara perlahan (sebagai adaptasi tubuh) sampai pengobatan benar-benar berhenti. Sebaliknya, jika pengobatan malah memburuk, pengobatan dapat ditingkatkan. Setelah enam bulan, jika frekuensi obat tidak dapat diturunkan, atau jika dalam 12 bulan pengobatan tidak dapat dihentikan sepenuhnya, maka pengobatan dinyatakan gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terapi pulsasi adalah metode alternatif dalam pemberian obat-obat di atas, dengan menggunakan dosis yang lebih tinggi dalam periode singkat, untuk mengurangi peradangan dalam arteri. [[Metilprednisolon]], steroid, sering dipakai untuk terapi pulsasi; siklofosfamid juga menjadi alternatif. Metode ini telah menunjukkan keberhasilannya pada beberapa pasien. Terapi pulsasi imunosupresan, seperti siklofosfamid, juga menunjukkan pemulihan gejala pada arteritis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Arteritis&amp;amp;oldid=28115235 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28115235 (2025-10-19T11:37:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>