<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Asam_mikofenolat</id>
	<title>Asam mikofenolat - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Asam_mikofenolat"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Asam_mikofenolat&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T01:46:35Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Asam_mikofenolat&amp;diff=25211&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Asam_mikofenolat&amp;diff=25211&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-29T04:15:21Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Asam_mikofenolat&amp;amp;diff=25211&amp;amp;oldid=24814&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Asam_mikofenolat&amp;diff=24814&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29302647; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Asam_mikofenolat&amp;diff=24814&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-29T03:48:21Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29302647; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Asam mikofenolat&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah obat [[imunosupresan]] yang digunakan untuk mencegah [[penolakan transplantasi|penolakan setelah transplantasi]] organ dan untuk mengobati [[penyakit autoimun|kondisi autoimun]] seperti [[penyakit Crohn]] dan [[lupus eritematosus sistemik]]. Secara khusus, obat ini digunakan setelah [[transplantasi organ|transplantasi]] ginjal, jantung, dan hati. Obat ini dapat diberikan melalui mulut atau melalui suntikan ke pembuluh darah. Obat ini tersedia sebagai &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;natrium mikofenolat&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;mikofenolat mofetil&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Efek samping yang umum termasuk [[mual]], [[infeksi]], dan [[diare]]. Efek samping serius lainnya termasuk peningkatan risiko [[kanker]], [[leukoensefalopati multifokal progresif]], [[anemia]], dan [[pendarahan gastrointestinal]]. Penggunaan selama [[kehamilan]] dapat membahayakan bayi. Obat ini bekerja dengan cara memblokir inosina monofosfat dehidrogenase (IMPDH), yang dibutuhkan oleh [[limfosit]] untuk membuat guanosin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asam mikofenolat awalnya ditemukan oleh ilmuwan Italia Bartolomeo Gosio pada tahun 1893. Obat ini ditemukan kembali pada tahun 1945 dan 1968. Obat ini disetujui untuk penggunaan medis di Amerika Serikat pada tahun 1995 setelah ditemukannya sifat imunosupresifnya pada tahun 1990-an. Obat ini tersedia sebagai [[obat generik]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sejarah==&lt;br /&gt;
Asam mikofenolat ditemukan oleh ilmuwan medis Italia Bartolomeo Gosio. Gosio mengumpulkan jamur dari jagung busuk dan menamainya &amp;#039;&amp;#039;Penicillium glaucum&amp;#039;&amp;#039;. Pada tahun 1893 ia menemukan bahwa jamur tersebut memiliki aktivitas [[antibiotik|antibakteri]]. Pada tahun 1896 ia mengisolasi kristal senyawa tersebut, yang berhasil ia tunjukkan sebagai senyawa antibakteri aktif terhadap [[Bacillus anthracis|bakteri antraks]]. Ini adalah antibiotik pertama yang diisolasi dalam bentuk murni dan kristal. Namun penemuan itu terlupakan. Senyawa tersebut ditemukan kembali oleh dua ilmuwan Amerika Serikat, C.L. Alsberg dan O.M. Black, pada tahun 1912, dan diberi nama asam mikofenolat. Senyawa tersebut akhirnya ditunjukkan memiliki aktivitas [[obat antivirus|antivirus]], [[antijamur]], antibakteri, antikanker, dan antipsoriasis. Meskipun tidak dikomersialkan sebagai [[antibiotik]] karena efek sampingnya, senyawa yang dimodifikasi (turunan [[ester (kimia)|ester]]) merupakan obat [[imunosupresan]] yang disetujui dalam transplantasi ginjal, jantung, dan hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cellcept dikembangkan oleh seorang ahli genetika Afrika Selatan Anthony Allison dan istrinya Elsie M. Eugui. Pada tahun 1970-an saat bekerja di Medical Research Council, Allison menyelidiki penyebab biokimia dari defisiensi imun pada anak-anak. Ia menemukan jalur metabolisme yang melibatkan enzim, inosin monofosfat dehidrogenase, yang bertanggung jawab atas respons imun yang tidak diinginkan pada penyakit autoimun, serta untuk penolakan imun dalam transplantasi organ. Dia memiliki ide bahwa jika molekul yang dapat memblokir enzim ditemukan, maka itu akan menjadi obat imunosupresif yang dapat digunakan untuk [[penyakit autoimun]] dan [[transplantasi organ]]. Pada tahun 1981, dia memutuskan untuk mencoba penemuan obat dan mendekati beberapa perusahaan farmasi, yang menolaknya satu per satu karena dia tidak memiliki pengetahuan dasar tentang penelitian obat. Namun, Syntex menyukai rencananya dan memintanya untuk bergabung dengan perusahaan bersama istrinya. Dia menjadi wakil presiden untuk penelitian tersebut. Dalam salah satu percobaan mereka, keluarga Allison menggunakan senyawa antibakteri yakni mikofenolat mofetil, yang ditinggalkan dalam penggunaan klinis karena efek sampingnya. Mereka menemukan bahwa senyawa tersebut memiliki aktivitas imunosupresif. Mereka mensintesis varian kimia untuk meningkatkan aktivitas dan mengurangi efek samping. Mereka kemudian menunjukkan bahwa itu berguna dalam transplantasi organ pada tikus percobaan.  Setelah [[uji klinis]] berhasil, senyawa ini disetujui untuk digunakan dalam [[transplantasi ginjal]] oleh [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat]] pada tanggal 3 Mei 1995, Senyawa ini disetujui untuk digunakan di Uni Eropa pada bulan Februari 1996.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kegunaan medis==&lt;br /&gt;
===Transplantasi organ===&lt;br /&gt;
Mikofenolat digunakan untuk pencegahan [[penolakan transplantasi]] organ. Mikofenolat mofetil diindikasikan untuk pencegahan penolakan [[transplantasi organ]] pada orang dewasa dan penolakan [[transplantasi ginjal]] pada anak-anak di atas 2 tahun; sedangkan natrium mikofenolat diindikasikan untuk pencegahan penolakan transplantasi ginjal pada orang dewasa. Natrium mikofenolat juga telah digunakan untuk pencegahan penolakan transplantasi hati, [[transplantasi Jantung|jantung]], atau [[transplantasi paru|paru-paru]] pada anak-anak yang berusia lebih dari dua tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyakit autoimun===&lt;br /&gt;
Mikofenolat semakin banyak digunakan sebagai pengobatan pengganti [[steroid]] pada [[penyakit autoimun]] dan gangguan yang dimediasi imun serupa termasuk [[penyakit Behçet]], pemfigus vulgaris, nefropati imunoglobulin A, [[vaskulitis]] pembuluh darah kecil, dan psoriasis. Obat ini juga digunakan untuk fibrosis retroperitoneal bersama dengan sejumlah obat lain. Secara khusus, obat ini juga telah digunakan untuk psoriasis yang tidak dapat diobati dengan metode lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peningkatan penggunaan obat ini dalam mengobati nefritis lupus telah menunjukkan respons lengkap yang lebih sering dan komplikasi yang lebih jarang dibandingkan dengan terapi bolus [[siklofosfamid]], yaitu suatu regimen yang berisiko menyebabkan supresi sumsum tulang, infertilitas, dan keganasan. Penelitian lebih lanjut yang membahas terapi pemeliharaan menunjukkan bahwa mikofenolat lebih unggul daripada siklofosfamid dalam hal respons dan efek samping. Walsh mengusulkan bahwa mikofenolat harus dipertimbangkan sebagai terapi induksi lini pertama untuk pengobatan nefritis lupus pada orang tanpa disfungsi ginjal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Perbandingan dengan agen lain===&lt;br /&gt;
Dibandingkan dengan [[azatioprin]], obat ini memiliki insiden [[diare]] yang lebih tinggi, dan tidak ada perbedaan risiko efek samping lainnya pada pasien transplantasi. Asam mikofenolat 15 kali lebih mahal daripada azatioprin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Efek samping==&lt;br /&gt;
Reaksi obat yang merugikan yang umum (≥ 1% orang) meliputi [[diare]], [[mual]], [[muntah]], [[nyeri sendi]]; [[infeksi]], [[leukopenia]], atau [[anemia]] mencerminkan sifat imunosupresif dan mielosupresif obat ini. Natrium mikofenolat juga umumnya dikaitkan dengan [[kelelahan]], [[sakit kepala]], batuk dan/atau masalah pernapasan. Pemberian mikofenolat mofetil secara intravena (IV) juga umumnya dikaitkan dengan [[tromboflebitis]] dan [[trombosis]]. Efek samping yang jarang terjadi (0,1–1% orang) meliputi [[esofagitis]], [[maag|gastritis]], [[perdarahan]] saluran cerna, dan/atau infeksi &amp;#039;&amp;#039;[[Cytomegalovirus]]&amp;#039;&amp;#039; (CMV) invasif. Lebih jarang, [[fibrosis paru]] atau berbagai neoplasia terjadi: melanoma, [[limfoma]], keganasan lain yang memiliki kejadian 1 dari 20 hingga 1 dari 200, tergantung pada jenisnya, dengan [[neoplasma|neoplasia]] di kulit menjadi lokasi yang paling umum. Beberapa kasus aplasia sel darah merah murni (PRCA) juga telah dilaporkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat]] (FDA) mengeluarkan peringatan bahwa orang berisiko lebih tinggi terkena [[infeksi oportunistik]] seperti aktivasi infeksi virus laten termasuk [[herpes zoster]], infeksi [[herpes simpleks]], herpes lainnya, sitomegalovirus, dan nefropati terkait virus BK. Ini adalah infeksi [[virus JC|virus]] yang dikenal sebagai [[leukoensefalopati multifokal progresif]]; infeksi ini menyerang otak dan biasanya berakibat fatal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Kehamilan===&lt;br /&gt;
Asam mikofenolat dikaitkan dengan [[keguguran]] dan malformasi kongenital jika digunakan selama [[kehamilan]], dan harus dihindari sebisa mungkin oleh wanita yang mencoba untuk hamil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Tes darah===&lt;br /&gt;
Di antara efek yang paling umum dari obat ini adalah [[hiperkolesterolemia|peningkatan kadar kolesterol darah]]. Perubahan lain dalam kimia darah seperti [[hipomagnesemia]], [[hipokalsemia]], [[hiperkalemia]], dan peningkatan [[nitrogen urea darah]] (BUN) dapat terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Mekanisme kerja==&lt;br /&gt;
Purin (termasuk nukleosida guanosina dan adenosina) dapat disintesis secara &amp;#039;&amp;#039;de novo&amp;#039;&amp;#039; menggunakan ribosa 5-fosfat atau dapat diselamatkan dari [[nukleotida]] bebas. Asam mikofenolat adalah penghambat inosin-5′-monofosfat dehidrogenase (IMPDH) yang poten, reversibel, dan non-kompetitif, enzim yang penting untuk sintesis de novo guanosin-5&amp;#039;-monofosfat (GMP) dari inosin-5&amp;#039;-monofosfat (IMP). Penghambatan IMPDH khususnya memengaruhi limfosit karena mereka hampir secara eksklusif bergantung pada sintesis purin &amp;#039;&amp;#039;de novo&amp;#039;&amp;#039;. Sebaliknya, banyak jenis sel lain menggunakan kedua jalur tersebut, dan beberapa sel seperti neuron yang berdiferensiasi secara terminal bergantung sepenuhnya pada penyelamatan nukleotida purin. Dengan demikian, penggunaan asam mikofenolat menyebabkan penghambatan [[replikasi DNA]] yang relatif selektif pada [[sel T]] dan [[sel B]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Farmakologi==&lt;br /&gt;
Mikofenolat dapat berasal dari jamur &amp;#039;&amp;#039;[[Penicillium stoloniferum]], [[Penicillium brevicompactum]]&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;[[Penicillium echinulatum]]&amp;#039;&amp;#039;. Mikofenolat mofetil di[[metabolisme]] di hati menjadi asam mikofenolat yang aktif. Obat ini secara reversibel menghambat inosin monofosfat dehidrogenase, enzim yang mengendalikan laju sintesis guanin monofosfat dalam jalur [[sintesis de novo|&amp;#039;&amp;#039;de novo&amp;#039;&amp;#039;]] sintesis [[purina]] yang digunakan dalam proliferasi [[limfosit]] B dan T. Sel-sel lain memulihkan purin melalui jalur penyelamatan terpisah dan dengan demikian dapat terhindar dari efek tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mikofenolat kuat, dan dalam banyak konteks, dapat digunakan sebagai pengganti [[azatioprin]] antiproliferatif yang lebih tua.  Biasanya digunakan sebagai bagian dari regimen tiga senyawa imunosupresan, juga termasuk penghambat kalsineurin ([[siklosporin]] atau [[takrolimus]]) dan [[glukokortikoid]] (misalnya [[deksametason]] atau [[prednison]]).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kimia==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mikofenolat mofetil adalah [[ester (kimia)|ester]] [[gugus etil|etil]] morfolino dari asam mikofenolat; ester tersebut menutupi [[asam alkanoat|gugus karboksil]]. Mikofenolat mofetil dilaporkan memiliki nilai [[Konstanta disosiasi asam|pKa]] sebesar 5,6 untuk gugus morfolino dan 8,5 untuk gugus fenolik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Nama==&lt;br /&gt;
Awalnya diperkenalkan sebagai [[bakal obat]] mikofenolat mofetil (MMF) untuk meningkatkan [[bioavailabilitas]] oral. [[Garam (kimia)|Garam]] [[natrium]] mikofenolat juga telah diperkenalkan. Natrium mikofenolat berlapis enterik (EC-MPS) adalah formulasi MPA alternatif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MMF dan EC-MPS tampaknya memiliki manfaat dan keamanan yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penelitian==&lt;br /&gt;
Mikofenolat mofetil mulai digunakan dalam penanganan gangguan autoimun seperti purpura trombositopenik idiopatik (ITP), [[lupus eritematosus sistemik]] (SLE), [[skleroderma]] (sklerosis sistemik atau SSc), dan pemfigus vulgaris (PV) dengan keberhasilan pada beberapa pasien.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kombinasi mikofenolat dengan [[ribavirin]] ditemukan dapat menghentikan infeksi dan [[replikasi virus]] [[demam berdarah dengue|dengue]] secara &amp;#039;&amp;#039;[[in vitro]]&amp;#039;&amp;#039;. Obat ini juga menunjukkan aktivitas antivirus yang menjanjikan terhadap [[Koronavirus terkait sindrom pernapasan Timur Tengah|MERS]], terutama bila dikombinasikan dengan [[interferon]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Data awal menunjukkan bahwa mikofenolat mofetil mungkin bermanfaat bagi penderita [[sklerosis multipel]]. Namun, bukti yang ada tidak cukup untuk menentukan efeknya sebagai terapi tambahan untuk interferon beta-1a pada penderita RRMS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Referensi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+mikofenolat&amp;amp;oldid=29302647 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29302647 (2026-06-01T09:15:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>