<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Bandar_Udara_Supadio</id>
	<title>Bandar Udara Supadio - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Bandar_Udara_Supadio"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Bandar_Udara_Supadio&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T09:11:54Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Bandar_Udara_Supadio&amp;diff=31302&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29610752; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Bandar_Udara_Supadio&amp;diff=31302&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-05T08:16:11Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29610752; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Bandar Udara Internasional Supadio&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; , sebelumnya &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Bandar Udara Sungai Durian&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, adalah sebuah bandar udara internasional yang terletak di [[Kabupaten Kubu Raya]], [[Kalimantan Barat]], Indonesia. Jaraknya dari Kota Pontianak adalah 17&amp;amp;nbsp;km sebelah selatan. Bandara ini dikelola oleh PT Angkasa Pura II. Luas Bandar Udara Internasional Supadio adalah 528 hektar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama bandara ini diambil dari Letnan Kolonel Supadio, seorang perwira [[TNI AU]] yang bertugas di Pangkowilud II [[Banjarmasin]], yang membawahi Pangkalan Udara Sungai Durian (nama bandara sebelumnya). Letnan Kolonel Supadio tewas dalam [[kecelakaan pesawat]] dengan Kolonel (PNB) [[Nurtanio Pringgoadisuryo]] di Bandung pada tahun 1966. Area bandara dan landasan pacu juga digunakan bersama dengan Pangkalan Udara Supadio Tipe B pangkalan udara [[TNI-AU]] (Angkatan Udara Indonesia). Itu berfungsi sebagai basis Skuadron Udara 1 Angkatan Udara Indonesia, yang terdiri dari armada 18 [[Hawk 109/209]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Seperti kebanyakan bandar udara di Indonesia, bandar udara ini awalnya hanya merupakan laparangan terbang militer. Namun pada perkembanganya dibuka bandara udara sipil. Bandar udara ini awalnya dibangun pada awal tahun 1940-an sebagai Lapangan Terbang Sungai Durian. Pada tahun 1980-an, bandar udara ini dinamai kembali sebagai Bandar Udara Supadio. Pada 1970-an, penerbangan internasional pertama ke [[Kuching]] di [[Sarawak]] dimulai, dioperasikan oleh [[Merpati Nusantara Airlines]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada 1980-an, penerbangan ke Singapura dimulai, dioperasikan oleh [[Garuda Indonesia]]. Pada akhir Oktober 1989, [[Malaysia Airlines]] juga memulai penerbangan ke [[Kota Pontianak|Pontianak]] dari [[Kuching]]. Semua penerbangan internasional ini dihentikan pada tahun 1998 karena Krisis Keuangan Asia tetapi rute ke Kuching dilanjutkan kembali pada pertengahan 1999, dioperasikan oleh 3 maskapai berbeda secara berurutan yaitu Batavia Air, Kalstar dan Xpress Air yang menghentikan layanan setelah Wings Air beroperasi. Bersama dengan AirAsia, kedua maskapai tersebut mengoperasikan 14 penerbangan mingguan antara Pontianak dan Kuching.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Antara awal hingga pertengahan 2010-an, ada juga penerbangan  ke [[Singapura]] (dioperasikan oleh Batavia Air) dan [[Johor Bahru]] (oleh Xpress Air). Penerbangan ke Kuala Lumpur juga dimulai pada akhir Maret 2015, dioperasikan oleh AirAsia. Pada tanggal [[28]] [[Desember]] [[2017]] terminal baru bandara Supadio diresmikan oleh [[Presiden]] [[Republik Indonesia]] [[Joko Widodo]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bangunan Tower ATC dan Terminal ==&lt;br /&gt;
Sebuah gedung terminal baru dengan landasan pacu yang lebar dan diperpanjang dibangun. Terminal baru ini mengadopsi konsep eco-airport dan green building serta mampu melayani 3 juta penumpang setiap tahunnya. Pada 2020, landasan pacu diperpanjang menjadi 2.600 meter. Sebelumnya pada tahun 2010–2011, landasan pacu telah diperlebar dari 30 meter menjadi 45 meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terminal baru dibangun dalam dua tahap. Tahap I melibatkan pembangunan terminal sementara dengan luas 13.000 m2 (140.000 kaki persegi) dan dapat menampung lebih dari 1,5 juta orang selama setahun. Tahap 1 selesai pada Juni 2015.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fase 2 meliputi pembongkaran gedung terminal yang ada dan pembangunan gedung terminal baru sebagai perpanjangan dari gedung fase I. Secara total, terminal Bandara Supadio yang baru memiliki luas 32.000 m2 (340.000 kaki persegi) dan dapat menampung 4 juta penumpang setiap tahun. yang baru di Bandara Internasional Supadio&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pengembangan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bandar Udara Internasional Supadio sudah memiliki bangunan terminal baru dengan luas 32.000 m² berkapasitas 4 juta penumpang per tahun, yang mulai beroperasi sejak tahun 2017. Gedung terminal baru juga dilengkapi dengan 4 (empat) buah garbarata demi kenyamanan penumpang yang naik-turun pesawat, tetapi pada tahun 2019 ditambah 3 (tiga) unit garbarata, sehingga pada tahun 2020 Bandar Udara Internasional Supadio memiliki total 7 (tujuh) fasilitas garbarata. Pada tahun 2019 juga dilaksanakan pelapisan ulang (&amp;#039;&amp;#039;overlay&amp;#039;&amp;#039;) landasan pacu sepanjang 2.250 meter yang disertai dengan perpanjangan landasan pacu sepanjang 350 meter, sehingga pada tahun 2020 panjang landasan pacu menjadi 2.600 meter. Sebelumnya, pada 2010-2011 landasan pacu juga telah diperlebar dari 30 meter menjadi 45 meter dan juga nanti runway bandar udara Supadio akan diperpanjang lagi menjadi 3.000×60 Meter yang dapat menampung pesawat [[Airbus A330]] dan [[Boeing 777]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Maskapai Penerbangan dan Tujuan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Insiden Kecelakaan ==&lt;br /&gt;
*Pada Tanggal 2 November 2010,Sebuah Pesawat [[Lion Air]] [[Boeing 737-400]] PK-LIQ JT-712 Rute [[Jakarta]]-[[Pontianak]] tergelincir di ujung runway 33 Bandara Supadio,Seluruh penumpang selamat,tetapi beberapa Cedera dilaporkan&lt;br /&gt;
*Pada Tanggal 1 Juni 2012,sebuah pesawat [[Sriwijaya Air]] [[Boeing 737-400]] SJ 188 PK-CKN Rute [[Jakarta]]-[[Pontianak]] Tergelincir di bandar udara Supadio,pesawat mendarat dalam keadaan Hujan Sangat Deras sehingga menyebabkan pesawat tak terhentikan dan akhirnya tergelincir,Seluruh penumpang selamat,tetapi pesawat rusak berat dan harus diperbaiki&lt;br /&gt;
*Pada Tanggal 16 Februari 2019,Sebuah Pesawat [[Lion Air]] [[Boeing 737-800]] PK-LPS JT-714 Rute [[Jakarta]]-[[Pontianak]] Tergelincir keluar runway di ujung runway 33, Seluruh penumpang selamat dan tidak ada cedera,penyebab dari kejadian ini adalah [[pilot]] seharusnya melakukan holding untuk menunggu [[cuaca]] di bandara supadio mulai reda dan tidak hujan deras lagi,penyebab lainnya adalah banyaknya genangan di [[Runway]] dikarenakan pada saat itu [[Drainase]] bandara supadio belum memenuhi [[standar]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Komandan==&lt;br /&gt;
* Kolonel Pnb [[Drajat Rahardjo|Drajat Rahardjo, S.Ip.]] (1997-2000)⭐⭐&lt;br /&gt;
* Kolonel Pnb [[Imam Sufaat]] (2000-2002)⭐⭐⭐⭐&lt;br /&gt;
* Kolonel Pnb [[Abdul Muis (militer)|Abdul Muis]]  (-2008)⭐⭐&lt;br /&gt;
* Kolonel Pnb [[Yadi Indrayadi Sutanandika|Yadi Indrayadi Sutanandika, M.S.S.]] (2008-2010)⭐⭐&lt;br /&gt;
* Kolonel Pnb [[Imran Baidirus|Imran Baidirus, S.E.]] (2010-2011)⭐⭐⭐&lt;br /&gt;
* Kolonel Pnb [[Kustono|Kustono, S.Sos.]] (2011-2012)⭐⭐&lt;br /&gt;
*  Kolonel Pnb [[Novyan Samyoga|Ir. Novyan Samyoga, M.M.]] (2012-2014)⭐⭐⭐&lt;br /&gt;
-----&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Validasi dan Peruban Type A&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
-----&lt;br /&gt;
* Marsma TNI [[Tedi Rizalihadi|Ir. Tedi Rizalihadi, S.M.M.]] (2014-2015)⭐⭐⭐&lt;br /&gt;
* Marsma TNI [[Tatang Harlyansyah|Tatang Harlyansyah, S.E., M.M.]] (2015-2016)⭐⭐⭐&lt;br /&gt;
* Marsma TNI [[Minggit Tribowo|Minggit Tribowo, S.Ip.]] (2016-2019)⭐⭐&lt;br /&gt;
* Marsma TNI [[Palito Sitorus|Palito Sitorus, S.Ip., M.M.]] (2019-2020)⭐⭐&lt;br /&gt;
* Marsma TNI [[Deni Hasoloan Simanjuntak]] (2020-2022)⭐⭐&lt;br /&gt;
* Marsma TNI [[Prasetiya Halim|Prasetiya Halim, S.H.]] (2022-2023)⭐&lt;br /&gt;
* Marsma TNI [[Reka Budiarsa]] (2023-Sekarang)⭐&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
* [[Daftar bandar udara di Indonesia]]&lt;br /&gt;
* [[Daftar bandar udara tersibuk di Indonesia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
* http://www.angkasapura2.co.id/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bandar+Udara+Supadio&amp;amp;oldid=29610752 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29610752 (2026-08-21T12:40:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>