<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Banjir</id>
	<title>Banjir - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Banjir"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Banjir&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T14:56:24Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Banjir&amp;diff=19329&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Banjir&amp;diff=19329&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-27T17:56:49Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Banjir&amp;amp;diff=19329&amp;amp;oldid=18929&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Banjir&amp;diff=18929&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28945397; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Banjir&amp;diff=18929&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-27T17:16:12Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28945397; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Banjir&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; () adalah peristiwa [[bencana alam]] yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Pengarahan banjir Uni Eropa mengartikan banjir sebagai perendaman sementara oleh air pada daratan yang biasanya tidak terendam air. Dalam arti &amp;quot;air mengalir&amp;quot;, kata ini juga dapat berarti masuknya [[pasang laut]].&lt;br /&gt;
Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau melimpah dari bendungan sehingga air keluar dari sungai itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ukuran danau atau badan air terus berubah-ubah sesuai perubahan curah hujan dan pencairan salju musiman, namun banjir yang terjadi tidak besar kecuali jika air mencapai daerah yang dimanfaatkan manusia seperti desa, kota, dan permukiman lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di kelokan sungai. Banjir sering mengakibatkan kerusakan rumah dan pertokoan yang dibangun di dataran banjir sungai alami. Meski kerusakan akibat banjir dapat dihindari dengan pindah menjauh dari sungai dan badan air yang lain, orang-orang menetap dan bekerja dekat air untuk mencari nafkah dan memanfaatkan biaya murah serta perjalanan dan perdagangan yang lancar dekat perairan. Manusia terus menetap di wilayah rawan banjir adalah bukti bahwa nilai menetap dekat air lebih besar daripada biaya kerusakan akibat banjir periodik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mitos banjir besar adalah kisah [[mitologi]] banjir besar yang dikirimkan oleh [[ketuhanan|Tuhan]] untuk menghancurkan suatu [[peradaban]] sebagai [[Tuhan|pembalasan Tuhan]] dan sering muncul dalam mitologi berbagai [[budaya|kebudayaan]] di dunia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis dan penyebab utama ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Sungai ===&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Lama&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;: Endapan dari hujan atau pencairan salju cepat melebihi kapasitas saluran sungai. Diakibatkan hujan deras [[monsun]], hurikan dan depresi tropis, angin luar dan hujan panas yang memengaruhi salju. Rintangan drainase tidak terduga seperti [[tanah longsor]], [[es]], atau [[puing-puing]] dapat mengakibatkan banjir perlahan di sebelah hulu rintangan.&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Cepat&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;: Termasuk [[banjir bandang]] akibat curah hujan konvektif ([[badai petir]] besar) atau pelepasan mendadak endapan hulu yang terbentuk di belakang [[bendungan]], [[tanah longsor]], atau [[gletser]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Muara ===&lt;br /&gt;
* Biasanya diakibatkan oleh penggabungan pasang laut yang diakibatkan angin badai. [[Banjir badai]] akibat [[siklon tropis]] atau [[siklon ekstratropis]] masuk dalam kategori ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Pantai ===&lt;br /&gt;
* Diakibatkan badai laut besar atau bencana lain seperti [[tsunami]] atau hurikan. [[Banjir badai]] akibat [[siklon tropis]] atau [[siklon ekstratropis]] masuk dalam kategori ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Malapetaka ===&lt;br /&gt;
* Diakibatkan oleh peristiwa mendadak seperti jebolnya [[bendungan]] atau bencana lain seperti [[gempa bumi]] dan letusan gunung berapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Manusia ===&lt;br /&gt;
* Kerusakan tak disengaja oleh pekerja terowongan atau pipa.&lt;br /&gt;
* Pengelolaan tata ruang yang salah. Hal ini menyebabkan air tidak mudah terserap atau lambat mengalirnya, sehingga debit air cepat meningkat atau lebih banyak yang tertahan daripada yang tersalurkan ataupun yang terserap.&lt;br /&gt;
* Sampah yang dibuang di sungai secara sembarangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Lumpur ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Banjir lumpur]] terjadi melalui penumpukan endapan di tanah pertanian. Sedimen kemudian terpisah dari endapan dan terangkut sebagai materi tetap atau penumpukan dasar sungai. Endapan lumpur mudah diketahui ketika mulai mencapai daerah berpenghuni. Banjir lumpur adalah proses lembah bukit, dan tidak sama dengan aliran lumpur yang diakibatkan pergerakan massal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Lainnya ===&lt;br /&gt;
* Banjir dapat terjadi ketika air meluap di permukaan kedap air (misalnya akibat hujan) dan tidak dapat terserap dengan cepat (orientasi lemah atau penguapan rendah).&lt;br /&gt;
* [[Rangkaian badai]] yang bergerak ke daerah yang sama.&lt;br /&gt;
* [[Berang-berang]] pembangun [[bendungan]] dapat membanjiri wilayah perkotaan dan pedesaan rendah, umumnya mengakibatkan kerusakan besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Dampak ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Dampak primer ===&lt;br /&gt;
* Kerusakan fisik berbagai jenis struktur, termasuk jembatan, mobil, bangunan, sistem [[selokan bawah tanah]], [[jalan raya]], dan [[kanal]].&lt;br /&gt;
* Pengungsian&lt;br /&gt;
Banyak warga harus mengungsi karena rumah mereka tidak dapat dihuni akibat banjir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Dampak sekunder ===&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;Persediaan air&amp;#039;&amp;#039; – [[polusi air|Kontaminasi air]]. [[Air minum]] bersih mulai langka&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;Penyakit&amp;#039;&amp;#039; - Kondisi tidak higienis. Penyebaran [[penyakit bawaan air]].&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;Pertanian dan persediaan makanan&amp;#039;&amp;#039; - Kelangkaan hasil tani disebabkan oleh kegagalan panen. Namun, dataran rendah dekat sungai bergantung kepada endapan sungai akibat banjir demi menambah mineral tanah setempat.&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;Pepohonan&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; - Spesies yang tidak sanggup akan mati karena tidak bisa bernapas.&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;Transportasi&amp;#039;&amp;#039; - Jalur transportasi hancur, sulit mengirimkan bantuan darurat kepada orang-orang yang membutuhkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Dampak tersier/jangka panjang ===&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;Ekonomi&amp;#039;&amp;#039; - Kesulitan ekonomi karena penurunan jumlah wisatawan, biaya pembangunan kembali, kelangkaan makanan yang mendorong kenaikan harga, dll.&lt;br /&gt;
Pada kenyataannya, banjir akan membuat perekonomian lumpuh dan kondisi lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pengendalian ==&lt;br /&gt;
:&lt;br /&gt;
Di berbagai negara di seluruh dunia, sungai yang rawan banjir dikendalikan dengan hati-hati. Pertahanan seperti [[levee|bendungan]], [[bunding|bund]], [[waduk]], dan [[weir]] digunakan untuk mencegah sungai meluap, peralatan darurat seperti karung pasir atau tabung apung portabel digunakan. Banjir pantai telah dikendalikan di Eropa dan Amerika melalui [[pengelolaan pantai|pertahanan pantai]], seperti [[tembok laut]], [[pengembalian pantai]], dan [[pulau penghalang]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Eropa ===&lt;br /&gt;
Mengingat penderitaan dan kehancuran yang diakibatkan [[Banjir Besar Paris 1910]], pemerintah Prancis membangun serangkaian waduk bernama Les Grands Lacs de Seine (atau Danau-Danau Besar) yang membantu mengurangi tekanan dari Sungai [[Seine]] ketika terjadi banjir, khususnya banjir rutin pada musim dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[London]] terlindungi dari banjir laut oleh [[Thames Barrier]], sebuah perintang mekanis besar melintasi [[Sungai Thames]] yang dinaikkan ketika permukaan air laut mencapai ketinggian tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Venesia]] memiliki perintang sejenis, namun kota ini sudah tidak mampu menangani pasang laut yang sangat tinggi; sistem tanggul baru sedang dibangun. Pertahanan banjir London dan Venesia dapat dianggap tidak berguna jika permukaan laut terus naik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungai [[Adige]] di Italia Utara memiliki kanal bawah tanah yang memungkinkan sebagian alirannya dialihkan ke [[Danau Garda]] (di daerah aliran sungai [[sungai Po|Po]]) untuk mengurangi risiko banjir muara. Kanal bawah tanah ini digunakan dua kali, pada 1966 dan 2000.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Pengendalian banjir di Belanda|Pertahanan banjir]] terbesar dan tercanggih di dunia dapat ditemukan di [[Belanda]] yang disebut [[Delta Works]] dengan bendungan [[Oosterschelde]] yang menjadi pencapaian terbesar dalam pembangunan sistem pengendalian banjir ini. Sistem ini dibangun sebagai tanggapan terhadap [[banjir Laut Utara 1953]] di bagian barat daya Belanda. Belanda telah membangun salah satu bendungan terbesar di dunia di utara negara ini, yaitu [[Afsluitdijk]] (ditutup tahun 1932).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Bendungan Saint Petersburg|Komplek Fasilitas Pencegahan Banjir Saint Petersburg]] di [[Rusia]] selesai dibangun tahun 2008 untuk melindungi [[Saint Petersburg]] dari [[banjir badai]]. Komplek ini juga memiliki fungsi lalu lintas, yaitu melengkapi [[jalan lingkar]] yang mengelilingi kota ini. Sebelas bendungan membentang sepanjang 25,4 kilometer dan berdiri delapan meter di atas permukaan laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di [[Austria]], banjir selama 150 tahun dikendalikan melalui berbagai tindakan sesuai [[regulasi Danube Wina]], termasuk pengerukan sungai utama [[Danube]] pada 1870–75 dan pembentukan [[Danube Baru]] pada 1972–1988.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengelolaan risiko banjir di Irlandia Utara dilakukan oleh [[Rivers Agency]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Amerika Utara ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sistem pertahanan banjir dapat ditemukan di provinsi [[Manitoba]], Kanada. [[Sungai Merah Utara|Sungai Red]] mengalir ke utara dari Amerika Serikat, melintasi kota [[Winnipeg]] (sungai ini kemudian bertemu dengan [[Sungai Assinibone]]) menuju [[Danau Winnipeg]]. Sebagaimana semua sungai yang mengalir ke utara di zona sedang belahan Bumi utara, pencairan salju di bagian selatan dapat mengakibatkan permukaan sungai naik sebelum bagian utara mencair sepenuhnya. Ini dapat menyebabkan banjir bandang, seperti yang terjadi di Winnipeg selama [[Banjir Sungai Red 1950|musim semi 1950]]. Untuk melindungi kota ini dari banjir masa depan, pemerintah Manitoba melakukan pembangunan sistem pengalihan sungai, tanggul, dan jalur banjir massal (termasuk [[Red River Floodway]] dan [[Portage Diversion]]). Sistem ini melindungi Winnipeg dari [[Banjir Sungai Red 1997|banjir 1997]] yang merendam banyak permukiman di hulu Winnipeg, termasuk [[Grand Forks, North Dakota]] dan [[Ste. Agathe, Manitoba]]. Sistem ini juga melindungi Winnipeg dari [[Banjir Sungai Red 2009|banjir 2009]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di AS, 35% [[Wilayah Metropolitan New Orleans]] yang berada di bawah permukaan laut dilindungi oleh bendungan dan [[pintu banjir]] sepanjang ratusan mil. Sistem ini gagal sepenuhnya di beberapa bagian ketika [[Badai Katrina]] menerjang kota dan bagian timur wilayah metropolitan. Akibatnya sekitar 50% wilayah metropolitan terendam, mulai dari beberapa sentimeter hingga 8,2 meter (beberapa inci hingga 27 kaki) di permukiman pesisir. Dalam upaya pencegahan banjir, pemerintah federal Amerika Serikat menawarkan pembelian properti rawan banjir di Amerika Serikat untuk mencegah bencana terulang setelah banjir 1993 di seluruh Midwest. Beberapa permukiman menerima tawaran ini dan pemerintah federal bekerja sama dengan pemerintah negara bagian membeli 25.000 properti yang diubah menjadi [[lahan basah]]. Lahan basah ini berperan sebagai penyerap air ketika badai terjadi dan pada 1995, banjir terjadi dan pemerintah tidak perlu mengerahkan sumber daya di daerah-daerah tersebut.:)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Asia ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di India, Bangladesh dan Cina (tepatnya di kawasan Kanal Besar Cina), daerah [[pengalihan]] banjir adalah kawasan pedesaan yang sengaja ditenggelamkan ketika keadaan darurat untuk melindungi wilayah perkotaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak pihak mengatakan bahwa kehilangan vegetasi ([[deforestasi]]) akan mendorong peningkatan risiko. Dengan hutan alami yang mencegah banjir, durasi banjir akan berkurang. Mengurangi tingkat penebangan hutan akan mengurangi pula insiden dan tingkat keparahan banjir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Afrika ===&lt;br /&gt;
Di [[Mesir]], [[Bendungan Aswan]] (1902) dan [[Bendungan Tinggi Aswan]] (1976) telah mengendalikan berbagai banjir di sepanjang Sungai [[Nil]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Keselamatan pembersihan ===&lt;br /&gt;
Aktivitas pembersihan setelah banjir biasanya mengancam pekerja dan relawan yang terlibat. Bahaya-bahaya mengancam tersebut yaitu air berpolusi yang tercampur dengan [[selokan bawah tanah]], [[kejutan listrik|bahaya listrik]], terpapar [[karbon monoksida]], bahaya [[otot tengkorak]], [[hipertermia]] atau [[hipotermia]], bahaya [[kendaraan bermotor]], [[kebakaran]], [[tenggelam]], dan terpapar [[bahan berbahaya]]. Karena daerah banjir tidak stabil, pekerja pembersih bisa saja menemukan puing-puing tajam, bahan biologis dalam air banjir, kabel listrik, darah atau cairan tubuh lain, dan sisa-sisa hewan dan manusia. Dalam merencanakan dan merespon bencana banjir, manajer harus menyediakan [[helm keras]], [[kacamata]], sarung tangan kerja, [[jaket keselamatan]], dan sepatu bot kedap air berlapis besi kepada para pekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Keuntungan ==&lt;br /&gt;
Ada berbagai dampak negatif banjir terhadap permukiman manusia dan aktivitas ekonomi. Namun, banjir (khususnya banjir rutin/kecil) juga dapat membawa banyak keuntungan, seperti mengisi kembali air tanah, menyuburkan serta memberikan nutrisi kepada tanah. Air banjir menyediakan air yang cukup di kawasan kering dan semi-kering yang curah hujannya tidak menentu sepanjang tahun. Air banjir tawar memainkan peran penting dalam menyeimbangkan ekosistem di koridor sungai dan merupakan faktor utama dalam penyeimbangan keragaman makhluk hidup di dataran banjir. Banjir menambahkan banyak sekali nutrisi untuk danau dan sungai yang semakin memajukan industri perikanan pada tahun-tahun mendatang, selain itu juga karena kecocokan dataran banjir untuk pengembangbiakan ikan (sedikit predasi dan banyak nutrisi). Ikan seperti [[ikan cuaca]] memanfaatkan banjir untuk berenang mencari habitat baru. Selain itu, burung juga mendapatkan manfaat dari produksi pangan yang meledak setelah banjir surut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banjir rutin biasa terjadi di permukiman-permukiman kuno sepanjang Sungai [[Tigris-Eufrat]], [[Nil]], [[Indus]], [[Gangga]], dan [[Sungai Kuning]]. Kelangsungan sumber energi air terbarukan sangat tinggi di daerah rawan banjir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pemodelan komputer ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski pemodelan banjir merupakan praktik yang baru diterapkan, upaya untuk memahami dan mengelola mekanisme kerja di dataran banjir telah dilakukan selama enam milenium. Pengembangan terkini dalam pemodelan banjir melalui komputer telah membantu para insinyur menghentikan uji coba pendekatan &amp;quot;tahan atau biarkan&amp;quot; dan kecenderungannya memperkenalkan struktur tahan banjir. Berbagai model banjir melalui komputer telah dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir, yaitu model 1D (permukaan banjir yang diukur di saluran) dan model 2D (kedalaman banjir yang diukur sepanjang dataran banjir). HEC-RAS, model Hydraulic Engineering Centre, saat ini merupakan pemodelan banjir yang paling terkenal karena gratis. Model lain seperti TUFLOW menggabungkan komponen 1D dan 2D untuk mendapatkan informasi kedalaman banjir di dataran banjir. Sejauh ini, pemodelan lebih difokuskan pada pemetaan banjir pasang dan banjir sungai, tetapi karena banjir 2007 di Britania Raya pemodelan lebih diutamakan pada dampak yang muncul akibat banjir air permukaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Banjir paling mematikan di Indonesia ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa banjir yang pernah terjadi di Indonesia, menimbulkan kerusakan dan korban jiwa yang sangat masif. Banjir bandang di Flores tahun 1973, merupakan peristiwa banjir paling mematikan di Indonesia, akibat dampak dari [[Siklon Flores 1973]], menewaskan setidaknya 1.653 jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Catatan&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;: Setidaknya 20+ korban jiwa dalam daftar ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Daftar daerah aliran sungai di Indonesia]]&lt;br /&gt;
* [[Pengendalian banjir]]&lt;br /&gt;
* [[Banjir bandang]]&lt;br /&gt;
* [[Wilayah sungai]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bacaan lanjutan ==&lt;br /&gt;
* O&amp;#039;Connor, Jim E. and John E. Costa. (2004). &amp;#039;&amp;#039;The World&amp;#039;s Largest Floods, Past and Present: Their Causes and Magnitudes&amp;#039;&amp;#039; [Circular 1254]. Washington, D.C.: U.S. Department of the Interior, U.S. Geological Survei.&lt;br /&gt;
* Thompson, M.T. (1964). &amp;#039;&amp;#039;Historical Floods in New England &amp;#039;&amp;#039; [Geological Survei Water-Supply Paper 1779-M]. Washington, D.C.: United States Government Printing Office.&lt;br /&gt;
* Powell, W. Gabe. 2009. Identifying Land Use/Land Cover (LULC) Using National Agriculture Imagery Program (NAIP) Data as a Hydrologic Model Input for Local Flood Plain Management. Applied Research Project. [http://ecommons.txstate.edu/arp/296/ Texas State University – San Marcos.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [http://www.cdc.gov/healthywater/emergency/flood/index.html U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Healthy Water – Flood Water Exposure] Health risks, cleanup of flood waters, and links to flood resources&lt;br /&gt;
* [http://www.apfm.info/ Associated Programme on Flood Management]  from [[World Meteorological Organization]]&lt;br /&gt;
* [http://www.floodrisk.net Decision tree to choose an uncertainty method for hydrological and hydraulic modelling] , Choosing an uncertainty analysis for flood modeling.&lt;br /&gt;
* [http://www.deltaworks.org DeltaWorks.Org] Flood protecting dams and barriers project in the Netherlands&lt;br /&gt;
* [http://natgeoadventure.tv/Post.aspx?Id=24521 Video: Monsoon flooding, in Phnom Penh, Cambodia]&lt;br /&gt;
* [http://www.floodrisk.org.uk/ Flood Risk Management Research Consortium]&lt;br /&gt;
* [http://www.floodwarn.co.uk/ Flooding Risk and warning for Emergency Rescue Services]&lt;br /&gt;
* [http://www.ifi-home.info/ International Flood Initiative]&lt;br /&gt;
* [http://floodmaster.de International teaching module &amp;quot;Integrated Flood Risk Management of Extreme Events&amp;quot; (Floodmaster)]&lt;br /&gt;
* [http://www.planetark.com/dailynewsstory.cfm/newsid/44023/story.htm Predictions Off for Global Warming Flood Risk – Study].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Banjir&amp;amp;oldid=28945397 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28945397 (2026-02-09T08:38:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>