<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Bayi_tabung</id>
	<title>Bayi tabung - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Bayi_tabung"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Bayi_tabung&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T14:04:32Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Bayi_tabung&amp;diff=37241&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Bayi_tabung&amp;diff=37241&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-09T06:32:52Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula&lt;/p&gt;
&lt;table style=&quot;background-color: #fff; color: #202122;&quot; data-mw-interface=&quot;&quot;&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-marker&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-content&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-marker&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-content&quot; /&gt;
				&lt;tr class=&quot;diff-title&quot; lang=&quot;id&quot;&gt;
				&lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background-color: #fff; color: #202122; text-align: center;&quot;&gt;← Revisi sebelumnya&lt;/td&gt;
				&lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background-color: #fff; color: #202122; text-align: center;&quot;&gt;Revisi per 9 September 2026 06.32&lt;/td&gt;
				&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot; id=&quot;mw-diff-left-l152&quot;&gt;Baris 152:&lt;/td&gt;
&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot;&gt;Baris 152:&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Apabila IVF melibatkan pembuahan satu sel telur saja, atau setidaknya hanya sejumlah yang akan diimplantasikan, maka hal ini dianggap bukan suatu isu. Bagaimanapun, hal ini mungkin mengakibatkan peningkatan biaya secara drastis karena hanya satu atau sedikit sel telur yang diupayakan pada satu waktu. Akibatnya, pasangan tersebut perlu memutuskan apa yang harus dilakukan dengan embrio-embrio tambahan yang dihasilkan. Tergantung pada pandangan mereka tentang aspek kemanusiaan sang embrio atau apakah mereka kelak menginginkan anak lagi, pasangan tersebut memiliki beberapa pilihan dalam memperlakukan embrio-embrio ekstranya. Pasangan memiliki pilihan untuk membekukan mereka, menyumbangkan mereka kepada pasangan infertil lainnya, melelehkan mereka, atau menyumbangkan mereka untuk penelitian medis.&amp;lt;ref&amp;gt;[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bayi+tabung&amp;amp;oldid=28672853 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]&amp;lt;/ref&amp;gt; Pembekuan sel telur membutuhkan biaya dan teknik yang cukup sulit. Menyumbangkan mereka tidak menjamin kalau sel telur tersebut akan bertahan hidup. Bahkan, sel telur yang sudah dibekukan bisa memiliki harapan hidup yang lebih rendah.&amp;lt;ref&amp;gt;[https://www.ciputraivf.com/artikel/egg-freezing-kunci-kesuburan-untuk-masa-depan/ Mengenal Egg Freezing (Pemebekuan Sel Telur) bagi Kesuburan]. &amp;#039;&amp;#039;Ciputra IVF&amp;#039;&amp;#039;.&amp;lt;/ref&amp;gt; Dalam ranah penelitian medis, pasangan belum tentu diberitahu untuk apa embrio-embrio tersebut digunakan, dan sebagai hasilnya, beberapa dapat saja digunakan dalam penelitian [[sel punca embrionik]], suatu bidang yang juga dipandang memiliki isu-isu etika.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Apabila IVF melibatkan pembuahan satu sel telur saja, atau setidaknya hanya sejumlah yang akan diimplantasikan, maka hal ini dianggap bukan suatu isu. Bagaimanapun, hal ini mungkin mengakibatkan peningkatan biaya secara drastis karena hanya satu atau sedikit sel telur yang diupayakan pada satu waktu. Akibatnya, pasangan tersebut perlu memutuskan apa yang harus dilakukan dengan embrio-embrio tambahan yang dihasilkan. Tergantung pada pandangan mereka tentang aspek kemanusiaan sang embrio atau apakah mereka kelak menginginkan anak lagi, pasangan tersebut memiliki beberapa pilihan dalam memperlakukan embrio-embrio ekstranya. Pasangan memiliki pilihan untuk membekukan mereka, menyumbangkan mereka kepada pasangan infertil lainnya, melelehkan mereka, atau menyumbangkan mereka untuk penelitian medis.&amp;lt;ref&amp;gt;[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bayi+tabung&amp;amp;oldid=28672853 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]&amp;lt;/ref&amp;gt; Pembekuan sel telur membutuhkan biaya dan teknik yang cukup sulit. Menyumbangkan mereka tidak menjamin kalau sel telur tersebut akan bertahan hidup. Bahkan, sel telur yang sudah dibekukan bisa memiliki harapan hidup yang lebih rendah.&amp;lt;ref&amp;gt;[https://www.ciputraivf.com/artikel/egg-freezing-kunci-kesuburan-untuk-masa-depan/ Mengenal Egg Freezing (Pemebekuan Sel Telur) bagi Kesuburan]. &amp;#039;&amp;#039;Ciputra IVF&amp;#039;&amp;#039;.&amp;lt;/ref&amp;gt; Dalam ranah penelitian medis, pasangan belum tentu diberitahu untuk apa embrio-embrio tersebut digunakan, dan sebagai hasilnya, beberapa dapat saja digunakan dalam penelitian [[sel punca embrionik]], suatu bidang yang juga dipandang memiliki isu-isu etika.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;del style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;=== Tanggapan keagamaan ===&lt;/del&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-added&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;del style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;[[Gereja Katolik]] menentang semua jenis [[teknologi reproduksi berbantuan]] dan [[Pandangan Kristen tentang kontrasepsi|kontrasepsi buatan]], menegaskan bahwa Gereja memisahkan tujuan prokreatif hubungan seksual dalam [[Sakramen (Katolik)#Pernikahan|perkawinan]] dengan tujuan penyatuan pasangan dalam perkawinan. Gereja Katolik mengizinkan penggunaan sejumlah kecil teknologi reproduksi dan metode kontrasepsi seperti [[keluarga berencana alami]], yang mencakup pencatatan waktu [[ovulasi]]. Gereja memperbolehkan bentuk-bentuk lain teknologi reproduksi yang memungkinkan pembuahan terjadi melalui [[persetubuhan]] normatif, misalnya pelumas fertilitas. [[Paus Benediktus XVI]] secara terbuka menekankan kembali penentangan Gereja Katolik terhadap fertilisasi &#039;&#039;in vitro&#039;&#039; atau &quot;bayi tabung&quot;, memandangnya menggantikan cinta antara pasangan suami-istri.&amp;lt;ref&amp;gt;[http://www.medicalnewstoday.com/articles/38686.php Pope Benedict XVI Declares Embryos Developed For In Vitro Fertilization Have Right To Life]. &#039;&#039;Medical news today&#039;&#039;.&amp;lt;/ref&amp;gt; [[Katekismus Gereja Katolik]] menyatakan kalau [[Hukum kodrat#Yurisprudensi hukum kodrat Katolik|hukum kodrat]] mengajarkan bahwa reproduksi memiliki suatu &quot;hubungan yang tak terpisahkan&quot; dengan hubungan seksual di antara kedua pribadi pasangan menikah.&amp;lt;ref&amp;gt;Pope Paul VI. [http://www.vatican.va/holy_father/paul_vi/encyclicals/documents/hf_p-vi_enc_25071968_humanae-vitae_en.html Humanae Vitae: Encyclical of Pope Paul VI on the Regulation of Birth, sec 12]. Vatican. 25 July 1968.&amp;lt;/ref&amp;gt; Selain itu, Gereja menentang IVF karena dapat menyebabkan pembuangan embrio-embrio, mengeliminasi [[hak untuk hidup|hak hidup]] mereka; dalam Katolisisme, embrio dipandang sebagai seorang individu dengan [[jiwa]] yang harus diperlakukan layaknya seorang pribadi manusia.&amp;lt;ref&amp;gt;[http://news.medill.northwestern.edu/chicago/news.aspx?id=136743 Reconciling religion and infertility] By Alina Dain. July 30, 2009&amp;lt;/ref&amp;gt; Gereja Katolik berpendapat bahwa infertilitas bukanlah suatu kemalangan secara objektif, dan mendukung adopsi sebagai pilihan bagi pasangan-pasangan yang masih ingin memiliki anak.&amp;lt;ref&amp;gt;[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bayi+tabung&amp;amp;oldid=28672853 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/del&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-added&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;del style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;/del&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-added&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;del style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;Dikatakan bahwa [[umat Hindu]] menerima IVF sebagai anugerah bagi mereka yang tidak dapat memiliki anak dan menyebut dokter-dokter terkait IVF melakukan &#039;&#039;[[Punya (Hinduisme)|punya]]&#039;&#039; karena terdapat beberapa karakter yang mengaku dilahirkan tanpa hubungan seksual, terutama [[Karna]] dan kelima [[Pandawa]].&amp;lt;ref&amp;gt;[http://www.mallstuffs.com/Blogs/BlogDetails.aspx?BlogId=333&amp;amp;BlogType=Spiritual&amp;amp;Topic=Science%20in%20hinduism-Test%20tube%20babies Science in hinduism-Test tube babies]. Oct 20, 2013.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/del&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-added&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Mengenai tanggapan atas IVF dari [[Islam]], kesimpulan dari fatwa Gad El-Hak Ali Gad El-Hak mengenai teknologi reproduksi berbantuan meliputi:&amp;lt;ref&amp;gt;MC Inhorn. [http://vlex.com/vid/fatwas-ivf-gamete-sunni-shia-islam-418643 Making Muslim babies: IVF and gamete donation in Sunni versus Shi&amp;#039;a Islam]. &amp;#039;&amp;#039;Cult Med Psychiatry&amp;#039;&amp;#039;. December 2006. Vol. 30 (4). hlm. 427–50. doi:10.1007/s11013-006-9027-x.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Mengenai tanggapan atas IVF dari [[Islam]], kesimpulan dari fatwa Gad El-Hak Ali Gad El-Hak mengenai teknologi reproduksi berbantuan meliputi:&amp;lt;ref&amp;gt;MC Inhorn. [http://vlex.com/vid/fatwas-ivf-gamete-sunni-shia-islam-418643 Making Muslim babies: IVF and gamete donation in Sunni versus Shi&amp;#039;a Islam]. &amp;#039;&amp;#039;Cult Med Psychiatry&amp;#039;&amp;#039;. December 2006. Vol. 30 (4). hlm. 427–50. doi:10.1007/s11013-006-9027-x.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot; id=&quot;mw-diff-left-l161&quot;&gt;Baris 161:&lt;/td&gt;
&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot;&gt;Baris 157:&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* Karena pernikahan adalah suatu kontrak antara sang istri dan suami selama kurun waktu pernikahan mereka, seharusnya tidak ada pihak ketiga yang mengganggu fungsi-fungsi perkawinan dalam hubungan seksual dan penghasilan keturunan. Hal ini berarti bahwa donor pihak ketiga tidak dapat diterima, apakah ia menyediakan sel sperma, sel telur, embrio, atau rahim. Penggunaan pihak ketiga sama artinya dengan &amp;#039;&amp;#039;zina&amp;#039;&amp;#039;, atau [[perselingkuhan]].&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* Karena pernikahan adalah suatu kontrak antara sang istri dan suami selama kurun waktu pernikahan mereka, seharusnya tidak ada pihak ketiga yang mengganggu fungsi-fungsi perkawinan dalam hubungan seksual dan penghasilan keturunan. Hal ini berarti bahwa donor pihak ketiga tidak dapat diterima, apakah ia menyediakan sel sperma, sel telur, embrio, atau rahim. Penggunaan pihak ketiga sama artinya dengan &amp;#039;&amp;#039;zina&amp;#039;&amp;#039;, atau [[perselingkuhan]].&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;del style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;Dalam komunitas [[Yahudi Ortodoks]], konsep ini diperdebatkan karena hanya ada sedikit preseden pada sumber-sumber tekstual hukum tradisional Yahudi. Mengenai [[Yudaisme dan seksualitas|hukum seksualitas]], yang menjadi keberatan misalnya [[Pandangan agama tentang masturbasi|masturbasi]] (yang dapat dipandang sebagai &quot;penyia-nyiaan benih&quot;&amp;lt;ref&amp;gt;[http://news.medill.northwestern.edu/chicago/news.aspx?id=136743 Reconciling religion and infertility] By Alina Dain. July 30, 2009&amp;lt;/ref&amp;gt;), hukum-hukum terkait aktivitas seksual dan menstruasi ([[niddah]]) serta hukum khusus mengenai persetubuhan. Satu masalah tambahan yang penting adalah penetapan garis keturunan dan keayahan. Bagi seorang bayi yang dikandung secara alami, identitas ayahnya ditentukan melalui suatu presumsi legitimasi hukum ([[khazakah]]): &#039;&#039;rov bi&#039;ot achar ha&#039;baal&#039;&#039; - hubungan seksual seorang wanita diasumsikan dengan suaminya. Mengenai seorang anak IVF, asumsi ini tidak ada dan karenanya Rabi [[Eliezer Waldenberg]] (antara lain) mensyaratkan adanya seorang pengawas dari luar untuk secara positif mengidentikasi sang ayah.&amp;lt;ref&amp;gt;Tzitz Eliezer 9 p. 247&amp;lt;/ref&amp;gt; [[Yudaisme Reformasi]] umumnya menyetujui fertilisasi &#039;&#039;in vitro&#039;&#039;.&amp;lt;ref&amp;gt;[http://news.medill.northwestern.edu/chicago/news.aspx?id=136743 Reconciling religion and infertility] By Alina Dain. July 30, 2009&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/del&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-added&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;=== Masyarakat dan budaya ===&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;=== Masyarakat dan budaya ===&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot; id=&quot;mw-diff-left-l179&quot;&gt;Baris 179:&lt;/td&gt;
&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot;&gt;Baris 174:&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Negara-negara Muslim [[Sunni]] umumnya memperbolehkan IVF di antara pasangan-pasangan yang telah menikah selama dilakukan dengan sel sperma dan sel-sel telur mereka masing-masing, tetapi tidak dengan sel-sel telur donor dari pasangan lain. Namun [[Iran]], yang adalah negara Muslim [[Syi&amp;#039;ah]], memiliki suatu skema yang lebih kompleks. Iran melarang donasi sel sperma tetapi mengizinkan donasi sel-sel telur yang telah dibuahi maupun belum dibuahi. Sel-sel telur yang telah dibuahi merupakan donasi dari suatu pasangan menikah kepada pasangan menikah lainnya, sedangkan sel-sel telur yang belum dibuahi merupakan sumbangan dalam konteks [[nikah mutah]] atau pernikahan sementara kepada sang ayah.&amp;lt;ref&amp;gt;Inhorn, Marcia C. [http://berghahnbooksonline.com/journals/ame/pdfs/2006/1-1/AM010104.pdf Islam, IVF and Everyday Life in the Middle East]. &amp;#039;&amp;#039;AIME: Anthropology of the Middle East&amp;#039;&amp;#039;. Vol. 1 (1). hlm. 37–45.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Negara-negara Muslim [[Sunni]] umumnya memperbolehkan IVF di antara pasangan-pasangan yang telah menikah selama dilakukan dengan sel sperma dan sel-sel telur mereka masing-masing, tetapi tidak dengan sel-sel telur donor dari pasangan lain. Namun [[Iran]], yang adalah negara Muslim [[Syi&amp;#039;ah]], memiliki suatu skema yang lebih kompleks. Iran melarang donasi sel sperma tetapi mengizinkan donasi sel-sel telur yang telah dibuahi maupun belum dibuahi. Sel-sel telur yang telah dibuahi merupakan donasi dari suatu pasangan menikah kepada pasangan menikah lainnya, sedangkan sel-sel telur yang belum dibuahi merupakan sumbangan dalam konteks [[nikah mutah]] atau pernikahan sementara kepada sang ayah.&amp;lt;ref&amp;gt;Inhorn, Marcia C. [http://berghahnbooksonline.com/journals/ame/pdfs/2006/1-1/AM010104.pdf Islam, IVF and Everyday Life in the Middle East]. &amp;#039;&amp;#039;AIME: Anthropology of the Middle East&amp;#039;&amp;#039;. Vol. 1 (1). hlm. 37–45.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;del style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;[[Kosta Rika]] melarang sepenuhnya teknologi IVF, Mahkamah Agung negara ini menyatakannya tidak konstitusional karena IVF &quot;melanggar kehidupan&quot;.&amp;lt;ref&amp;gt;[http://www.ivfcostworldwide.com/2009/02/ivf-prohibition-in-costa-rica_21.html IVF Prohibition In Costa Rica]. Ivfcostworldwide.com.&amp;lt;/ref&amp;gt; Kosta Rika dikatakan sebagai satu-satunya negara di belahan bumi barat yang sepenuhnya melarang IVF. Suatu proyek undang-undang yang dengan setengah hati dikirim oleh pemerintahan Presiden [[Laura Chinchilla]] telah ditolak oleh parlemen. Presiden Chinchilla belum pernah secara terbuka menyatakan posisinya mengenai isu IVF. Namun, mengingat pengaruh besar [[Gereja Katolik]] dalam pemerintahannya, setiap perubahan dalam [[status quo]] tampaknya sangat tidak mungkin terjadi.&amp;lt;ref&amp;gt;Murillo, Álvaro (12 July 2011) [http://www.elpais.com/articulo/sociedad/Costa/Rica/catolica/atasca/fertilizacion/in/vitro/elpepuintlat/20110712elpepusoc_12/Tes La Costa Rica católica se atasca con la fertilización in vitro] . &#039;&#039;El Pais&#039;&#039;.&amp;lt;/ref&amp;gt;&amp;lt;ref&amp;gt;[http://insidecostarica.com/dailynews/2011/february/24/costarica11022402.htm CIDH Extends Deadline For Approval Of Law For In-Vitro Fertilization In Costa Rica] . insidecostarica.com. 24 February 2011.&amp;lt;/ref&amp;gt; Kendati kerasnya tentangan keagamaan dan peranan pemerintah Kosta Rika, larangan atas IVF dibatalkan oleh Mahkamah Hak Asasi Manusia Inter-Amerika dalam suatu keputusan pada tanggal 20 Desember 2012. Mahkamah tersebut mengatakan bahwa jaminan perlindungan Kosta Rika sejak dahulu bagi setiap embrio melanggar kebebasan reproduksi pasangan-pasangan infertil karena melarang mereka menggunakan IVF, yang sering kali melibatkan pembuangan embrio-embrio yang tidak ditanamkan dalam rahim pasien.&amp;lt;ref&amp;gt;[http://www.nytimes.com/2012/12/22/world/americas/costa-rican-ban-on-in-vitro-fertilization-is-struck-down.html?_r=0 Court strikes down Costa Rican ban on in-vitro fertilization] . &#039;&#039;Associated Press via New York Times&#039;&#039; (22 December 2012)&amp;lt;/ref&amp;gt; Pada tanggal 10 September 2015, Presiden Luis Guillermo Solís menandatangani sebuah dekret legalisasi fertilisasi in-vitro. Dekret tersebut dimasukkan dalam surat kabar resmi negara pada tanggal 11 September. Para penentang praktik ini sejak saat itu mengajukan gugatan hukum di hadapan Mahkamah Konstitusi Kosta Rika.&amp;lt;ref&amp;gt;[http://www.ipsnews.net/2015/09/costa-rica-finally-allows-in-vitro-fertilisation-after-15-year-ban Costa Rica Finally Allows In Vitro Fertilisation after 15-Year Ban]&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/del&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-added&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Semua pembatasan utama di Australia pada wanita lajang namun [[mandul|infertil]] untuk menggunakan IVF dicabut pada tahun 2002 setelah pengajuan banding terakhir ke Pengadilan Tinggi Australia ditolak dengan alasan prosedural dalam kasus Leesa Meldrum. Suatu pengadilan federal [[Victoria, Australia|Victoria]] telah memutuskan pada tahun 2000 bahwa larangan yang ada atas semua wanita lajang dan lesbian untuk menggunakan IVF merupakan diskriminasi gender.&amp;lt;ref&amp;gt;[http://wwrn.org/articles/11389/?&amp;amp;place=australia§ion=health-medical Australian court OKs fertility treatment for single women, lesbians] by Peter O&amp;#039;Connor (AP, 18 April 2002)&amp;lt;/ref&amp;gt; Pemerintah Victoria mengumumkan perubahan dalam hukum IVF pada tahun 2007 dengan menghilangkan pembatasan pada lesbian dan wanita lajang, sehingga menjadikan [[Australia Selatan]] satu-satunya negara bagian yang masih mempertahankan batasan tersebut.&amp;lt;ref&amp;gt;Hoare, Daniel (15 December 2007) [http://www.abc.net.au/news/stories/2007/12/15/2119738.htm Lesbian community welcomes Vic IVF changes] . abc.net.au&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Semua pembatasan utama di Australia pada wanita lajang namun [[mandul|infertil]] untuk menggunakan IVF dicabut pada tahun 2002 setelah pengajuan banding terakhir ke Pengadilan Tinggi Australia ditolak dengan alasan prosedural dalam kasus Leesa Meldrum. Suatu pengadilan federal [[Victoria, Australia|Victoria]] telah memutuskan pada tahun 2000 bahwa larangan yang ada atas semua wanita lajang dan lesbian untuk menggunakan IVF merupakan diskriminasi gender.&amp;lt;ref&amp;gt;[http://wwrn.org/articles/11389/?&amp;amp;place=australia§ion=health-medical Australian court OKs fertility treatment for single women, lesbians] by Peter O&amp;#039;Connor (AP, 18 April 2002)&amp;lt;/ref&amp;gt; Pemerintah Victoria mengumumkan perubahan dalam hukum IVF pada tahun 2007 dengan menghilangkan pembatasan pada lesbian dan wanita lajang, sehingga menjadikan [[Australia Selatan]] satu-satunya negara bagian yang masih mempertahankan batasan tersebut.&amp;lt;ref&amp;gt;Hoare, Daniel (15 December 2007) [http://www.abc.net.au/news/stories/2007/12/15/2119738.htm Lesbian community welcomes Vic IVF changes] . abc.net.au&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/table&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Bayi_tabung&amp;diff=14803&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Bayi_tabung&amp;diff=14803&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-26T14:15:51Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Bayi_tabung&amp;amp;diff=14803&amp;amp;oldid=14402&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Bayi_tabung&amp;diff=14402&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28672853; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Bayi_tabung&amp;diff=14402&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-26T13:44:43Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28672853; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Bayi_tabung&amp;amp;diff=14402&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>