<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Bekam</id>
	<title>Bekam - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Bekam"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Bekam&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T19:54:42Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Bekam&amp;diff=35358&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28870964; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Bekam&amp;diff=35358&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T08:24:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28870964; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Bekam&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; ([[Bahasa Arab]]: حجامة ) merupakan salah satu terapi alternatif yang di mana cangkir dipanaskan dan ditempel pada permukaan kulit agar terjadi penyedotan pada kulit.  Praktik tersebut biasanya dilakukan di [[Asia]] selain juga di Eropa Timur, [[Timur Tengah]] dan [[Amerika Latin]]. Terapi bekam dinyatakan sebagai [[ilmu semu]]. Tidak ada bukti konklusif yang mendukung klaim manfaat kesehatan dari bekam,  dan kritik telah mencirikan prakteknya sebagai jenis [[perdukunan]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bekam adalah adalah penyedotan lokal darah dari sayatan kulit kecil. Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan [[darah]] statis (kental) yang mengandung [[toksin]] dari dalam tubuh [[manusia]]. Berbekam dengan cara melakukan pemvakuman di [[kulit]] dan pengeluaran darah darinya. Pengertian ini mencakup dua mekanisme pokok dari bekam, yaitu proses pemvakuman kulit kemudian dilanjutkan dengan pengeluaran darah dari kulit yang telah divakum sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski banyaknya manfaat yang diklaim dari bekam, terdapat kekurangan bukti yang mendemonstrasikan adanya manfaat kesehatan. Bekam umumnya tidak berbahaya bagi sebagian besar orang. Namun, terdapat beberapa ancaman, terkhususnya dari [[bekam basah]] dan [[bekam api]]. [[Lebam]] dan pewarnaan kulit menjadi salah satu efek buruk bekam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Transliterasi ==&lt;br /&gt;
Dalam bahasa [[Jawa]] disebut &amp;quot;cantuk&amp;quot; atau &amp;quot;kop&amp;quot;. Di [[Sumbawa]] dan sekitarnya disebut &amp;quot;tangkik&amp;quot; atau &amp;quot;batangkik&amp;quot;. Dalam bahasa [[Inggris]] disebut &amp;#039;&amp;#039;blood cupping&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;blood letting&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;cupping therapy&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;blood cupping therapy&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;cupping therapeutic&amp;#039;&amp;#039;. Dalam bahasa [[Mandarin]] disebut &amp;quot;&amp;#039;&amp;#039;pa hou kuan&amp;quot;&amp;#039;&amp;#039;. Di Asia tenggara ([[Malaysia]] dan [[Indonesia]]) dikenal dengan sebutan &amp;quot;bekam&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bekam sudah dikenal sejak zaman dahulu, yaitu kerajaan [[Sumeria]], kemudian terus berkembang sampai [[Babilonia]], [[Mesir kuno]], [[Saba]], dan [[Persia]]. Pada zaman Nabi [[Muhammad]], dia menggunakan tanduk [[kerbau]] atau [[sapi]], tulang [[unta]], gading [[gajah]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada zaman [[Republik Rakyat Tiongkok|China]] kuno mereka menyebut &amp;quot;hijamah&amp;quot; sebagai “perawatan tanduk” karena tanduk menggantikan [[kaca]]. Pada kurun abad ke-18 (abad ke-13 [[Kalender Hijriyah|Hijriyah]]), orang-orang di [[Eropa]] menggunakan [[lintah]] sebagai alat untuk &amp;#039;&amp;#039;hijamah&amp;#039;&amp;#039;. Pada satu masa, 40 juta lintah diimpor ke negara [[Prancis]] untuk tujuan itu. Lintah-lintah itu dilaparkan tanpa diberi makan. Jadi bila ditempelkan pada tubuh [[manusia]] yang sakit, dia akan terus menghisap [[darah]] tadi dengan efektif. Setelah kenyang, lintah tersebut tidak berupaya lagi untuk bergerak, lantas jatuh dan mengakhiri penghisapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang herbalis Ge Hong (281-341 M) dalam bukunya &amp;#039;&amp;#039;A Handbook of Prescriptions for Emergencies&amp;#039;&amp;#039; menggunakan tanduk hewan untuk membekam/mengeluarkan [[bisul]] yang disebut teknik “jiaofa”, sedangkan pada masa [[Dinasti Tang]], bekam dipakai untuk mengobati [[Tuberkulosis|TBC]] [[paru-paru]]. Pada kurun abad ke-18 (abad ke-13 [[Kalender Hijriyah|Hijriyah]]), orang-orang di Eropa menggunakan lintah (&amp;#039;&amp;#039;al ‘alaq&amp;#039;&amp;#039;) sebagai alat untuk bekam dan dikenal dengan istilah &amp;#039;&amp;#039;leech therapy&amp;#039;&amp;#039;, praktik seperti ini masih dilakukan sampai dengan sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini pengobatan ini dimodifikasi dengan sempurna dan mudah pemakaiannya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah dengan menggunakan suatu alat yang praktis dan efektif. Disebutkan oleh Curtis N, J (2005), dalam artikel &amp;#039;&amp;#039;Management of Urinary tract Infections: historical perspective and current strategies: Part 1-before antibiotics. Journal of Urology&amp;#039;&amp;#039;. 173(1):21-26, January 2005. Bahwa catatan kedokteran tertua [[Ebers Papyrus]] yang ditulis sekitar tahun 1550 [[Masehi|SM]] di [[Mesir kuno]] menyebutkan masalah bekam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Hippocrates]] (460-377 SM), [[Celsus]] (53 SM-7 M), [[Aulus Cornelius Galen]] (200-300 M) mempopulerkan cara pembuangan secara langsung dari pembuluh darah untuk pengobatan di zamannya. Dalam melakukan teknik pengobatan tersebut, jumlah darah yang keluar cukup banyak, sehingga tidak jarang pasien [[pingsan]]. Cara ini juga sering digunakan oleh orang [[Romawi]], [[Yunani]], [[Byzantium]] dan [[Italia]] oleh para [[rahib]] yang meyakini akan keberhasilan dan khasiatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Perkembangan di Indonesia ===&lt;br /&gt;
Tidak ada catatan resmi mengenai kapan metode ini masuk ke [[Indonesia]], diduga kuat pengobatan ini masuk seiring dengan masuknya para pedagang [[Gujarat]] dan [[Arab]] yang menyebarkan agama [[Islam]]. Seringkali diasosikan bahwasanya bekam merupakan teknik pengobatan Islami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metode ini dulu banyak dipraktikkan oleh para [[kyai]] (ulama agama islam) dan [[santri]] (murid) yang mempelajarinya dari &amp;quot;[[kitab kuning]]” dengan teknik yang sangat sederhana yakni menggunakan [[api]] dari kain/kapas/kertas yang dibakar untuk kemudian ditutup secepatnya dengan gelas (botol). Saat itu banyak dimanfaatkan untuk mengobati keluhan sakit/pegal-pegal di [[Tubuh|badan]], dan sakit kepala atau yang dikenal dengan istilah “masuk angin”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tren pengobatan ini kembali berkembang pesat di [[Indonesia]] sejak tahun 90-an terutama dibawa oleh para mahasiswa dan pekerja Indonesia yang pernah belajar di [[Malaysia]], [[India]], dan [[Timur Tengah]]. Kini, pengobatan ini dimodifikasi dengan sempurna dan mudah pemakaiannya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah dengan menggunakan suatu alat yang higienis, praktis, dan efektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini mulai dilakukan pendekatan-pendekatan akademis untuk menjelaskan mekanisme kerja bekam, bukan hanya dari sudut pandang spiritual ([[Al-Qur&amp;#039;an|Al qur&amp;#039;an]] dan [[Hadis|Al Hadist]]) dan budaya (kebiasaan bangsa [[Timur Tengah]] dan [[Republik Rakyat Tiongkok|China]]) tetapi juga menjelaskan dari sudut pandang medis ([[Kedokteran|kedokteran konvensional]]). Disamping itu telah ada beberapa tokoh dari kalangan akademisi, [[Psikolog|psikolog klinis]] dan praktisi kesehatan yang semakin mempelopori perkembangan bekam di Indonesia seperti [[Zaidul Akbar]] (JSR Jurus Sehat Rasulullah), Ustad Kathur Suhardi (Bekam Steril Assabil), Ali Ridho (Bekam Sinergi), Wada A. Umar (Sembuh Dengan Satu Titik), Al Amin Ibnu (NHT Natural Health Therapy), Agus Rahmadi (Kitab Pedoman Pengobatan Nabi), dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Evaluasi ilmiah ==&lt;br /&gt;
[[Masyarakat Kanker Amerika]] menyatakan bahwa &amp;quot;bukti-bukti ilmiah yang tersedia tidak mendukung klaim bahwa bekam memiliki manfaat kesehatan&amp;quot;, serta menyatakan bahwa terapi ini memiliki ancaman kecil luka bakar. Sebuah tinjauan literatur pada 2011 menyimpulkan bahwa &amp;quot;keefektifan bekam kini tidak didokumentasikan dengan baik bagi kebanyakan kondisi&amp;quot;, dan bahwa tinjauan sistematis yang menunjukkan keampuhan penanganan rasa sakit &amp;quot;sebagian besar didasari oleh studi primer berkualitas buruk&amp;quot;. Hal ini terdukung lebih lanjut oleh sebuah tinjauan pada 2014 yang mendemonstrasikan bahwa bukti-bukti sebelumnya yang mendukung bekam berasal dari &amp;quot;desain yang tidak masuk akal dan kualitas riset yang buruk&amp;quot;. Terdapat kekurangan bukti yang mendukung praktek bekam untuk [[jerawat]]. Selain itu, bekam umumnya juga dilaksanakan dengan terapi [[akupunktur]], sehingga tidak dapat secara ekslusif disimpukan sebagai penyebab manfaat positif dari prakteknya. Banyak tinjauan menyarankan bahwa terdapat bukti ilmiah yang tidak cukup untuk mendukung penggunaan bekam dalam menangkal penyakit-penyakit relevan dan kronis. Bekam telah dicirikan sebagai jenis [[perdukunan]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bekam dalam Islam ==&lt;br /&gt;
=== Keutamaan dan manfaat bekam ===&lt;br /&gt;
Menurut keyakinan umat [[Muslim]], bekam adalah salah satu pengobatan yang paling ideal bagi mereka, dan terbaik bagi umat Nabi [[Muhammad]], kemudian di dalam berbekam, terkandung kesembuhan, dan terdapat kebaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sudut pandang Islam, metode bekam sangat dianjurkan dan para [[ulama]] menganggapnya sebagai [[sunnah]]. Berbekam pula diyakini oleh umat [[Muslim]] dapat meringankan [[otot]] yang kaku dan mempertajam pandangan [[mata]] orang yang di bekam. Berbekam itu diyakini pula menjadi penetral ketegangan [[emosi]] seseorang, kemudian perintah berbekam sendiri menurut kisah dari [[Abdullah bin Mas&amp;#039;ud]] adalah anjuran dari para [[malaikat]] ketika [[Muhammad]] sedang &amp;#039;&amp;#039;[[Isra Mikraj|Mi&amp;#039;raj]]&amp;#039;&amp;#039; ke [[Sidrat al-Muntaha]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Waktu ideal berbekam ===&lt;br /&gt;
Waktu yang paling ideal untuk melakukan bekam adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
* Siklus jam: rentang ± 3 jam sesudah [[makan]],&lt;br /&gt;
* Siklus harian: antara jam 8.00–10.00 atau jam 13.00–15.00,&lt;br /&gt;
* Siklus mingguan: Senin, Selasa dan Kamis,&lt;br /&gt;
* Siklus bulanan: tanggal 17, 19, 21 dari bulan Qamariyah,&lt;br /&gt;
* Siklus tahunan: bulan [[Syakban|Sya’ban]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian ada pula pendapat yang menyatakan bahwa berbekam bisa dilakukan kapan saja, ketika [[darah]] sudah tidak normal, kebiasaan ini dilakukan oleh Imam [[Ahmad bin Hambal]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Termuat di dalam [[atsar]] bahwa berbekam yang dilaksanakan pada waktu perut kosong, rentang waktu kurang lebih 3 jam sesudah [[makan]], merupakan pengobatan, pada waktu perut kenyang merupakan penyakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengarang [[Al-Qanun]], [[Ibnu Sina]] berkata: &amp;quot;Dianjurkan untuk tidak berbekam pada awal bulan, karena darah belum bergerak dan bergejolak. Juga tidak di akhir bulan karena darah telah berkurang. Melainkan pada pertengahan bulan di mana darah benar-benar telah bergejolak dan banyak karena banyaknya sinar rembulan&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Upah bekam ===&lt;br /&gt;
Banyak di antara ulama yang memperbolehkan hijamah sebagai sebuah profesi. Namun demikian, ada juga yang berpendapat bahwa hijamah adalah sebuah pekerjaan yang hina karena harus akrab dengan sesuatu yang menjijikkan (yaitu darah) sebagaimana tukang sapu. Dengan pertimbangan ini, berprofesi sebagai tukang hijamah dimakruhkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat juga ==&lt;br /&gt;
* [[Limbah bekam]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
  24.[https://www.peygamberyolu.com/hacamat// hacamat]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bekam&amp;amp;oldid=28870964 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28870964 (2026-01-19T14:09:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>