<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Berita_bohong_di_Indonesia</id>
	<title>Berita bohong di Indonesia - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Berita_bohong_di_Indonesia"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Berita_bohong_di_Indonesia&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T05:53:08Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Berita_bohong_di_Indonesia&amp;diff=6666&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Berita_bohong_di_Indonesia&amp;diff=6666&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-24T14:03:53Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;table style=&quot;background-color: #fff; color: #202122;&quot; data-mw-interface=&quot;&quot;&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-marker&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-content&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-marker&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-content&quot; /&gt;
				&lt;tr class=&quot;diff-title&quot; lang=&quot;id&quot;&gt;
				&lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background-color: #fff; color: #202122; text-align: center;&quot;&gt;← Revisi sebelumnya&lt;/td&gt;
				&lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background-color: #fff; color: #202122; text-align: center;&quot;&gt;Revisi per 24 Agustus 2026 14.03&lt;/td&gt;
				&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot; id=&quot;mw-diff-left-l1&quot;&gt;Baris 1:&lt;/td&gt;
&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot;&gt;Baris 1:&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Berita bohong di Indonesia&#039;&#039;&#039; adalah suatu [[manifestasi]] [[patologi sosial-digital]], di mana [[informasi bohong]] atau [[hoaks]] bertindak sebagai agen [[patogen]] yang menginfeksi dan menyebar secara virulen di [[ekosistem informasi]] [[Indonesia]], terutama melalui [[medium sosial-digital]] seperti Facebook, Instagram, dan X, dengan tujuan akhir untuk memicu respons [[maladaptif]] pada inang ([[masyarakat]]) dalam bentuk [[disinformasi]], [[agitasi psikologis]], atau [[eksploitasi finansial]]. Fenomena ini dipercepat oleh [[defisiensi literasi digital]] yang menyebabkan disfungsi dalam mekanisme kekebalan kognitif masyarakat, menghambat kemampuan mereka untuk melakukan validasi faktual sebelum transmisi data, sehingga memungkinkan agen patogen ini untuk menyebar secara eksponensial.[[Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia|Kementerian Komunikasi dan Digital]] (Komdigi) berfungsi sebagai pusat diagnostik yang secara [[epidemiologi]]s mengidentifikasi dan mengklasifikasikan strain hoaks yang terutama yang berkaitan dengan patologi ekonomi (penipuan), patologi sosial-politik (politik dan pemerintahan), dan patologi somatik (kesehatan) yang dimana untuk tujuan isolasi dan mitigasi melalui kanal aduan konten yang bertindak sebagai mekanisme respons imun primer. Dampak klinis dari infeksi hoaks ini sangat beragam, mulai dari [[disorientasi emosional]], [[distres psikologis]], hingga gangguan fungsional pada kohesi sosial dan [[stabilitas politik]]. Oleh karena itu, langkah-langkah terapi preventif harus diterapkan secara kolektif, mencakup anamnesis sumber informasi untuk memverifikasi validitas data, inspeksi domain situs sebagai indikator potensi malafungsi, pemindaian silang visual menggunakan algoritma pencitraan untuk mendeteksi distorsi, dan konsultasi dengan kanal verifikasi faktual untuk diagnosis final, sebelum tindakan pelaporan dilakukan untuk [[mengeliminasi sumber infeksi]] dari sistem.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Berita bohong di Indonesia&#039;&#039;&#039; adalah suatu [[manifestasi]] [[patologi sosial-digital]], di mana [[informasi bohong]] atau [[hoaks]] bertindak sebagai agen [[patogen]] yang menginfeksi dan menyebar secara virulen di [[ekosistem informasi]] [[Indonesia]], terutama melalui [[medium sosial-digital]] seperti Facebook, Instagram, dan X, dengan tujuan akhir untuk memicu respons [[maladaptif]] pada inang ([[masyarakat]]) dalam bentuk [[disinformasi]], [[agitasi psikologis]], atau [[eksploitasi finansial]].&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;[https://satpolpp.jatengprov.go.id/ppid/arsip/2899 Sosialisasi Anti Hoax – PPID Pelaksana Satpol PP Provinsi Jawa Tengah]. 2024-07-29.&amp;lt;/ref&amp;gt; &lt;/ins&gt;Fenomena ini dipercepat oleh [[defisiensi literasi digital]] yang menyebabkan disfungsi dalam mekanisme kekebalan kognitif masyarakat, menghambat kemampuan mereka untuk melakukan validasi faktual sebelum transmisi data, sehingga memungkinkan agen patogen ini untuk menyebar secara eksponensial.&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;[https://prokomsetda.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/pengertian-hoax-dan-ciri-cirinya-41 Pengertian Hoax dan Ciri-Cirinya Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan]. &#039;&#039;prokomsetda.bulelengkab.go.id&#039;&#039;.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/ins&gt;[[Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia|Kementerian Komunikasi dan Digital]] (Komdigi) berfungsi sebagai pusat diagnostik yang secara [[epidemiologi]]s mengidentifikasi dan mengklasifikasikan strain hoaks yang terutama yang berkaitan dengan patologi ekonomi (penipuan), patologi sosial-politik (politik dan pemerintahan), dan patologi somatik (kesehatan) yang dimana untuk tujuan isolasi dan mitigasi melalui kanal aduan konten yang bertindak sebagai mekanisme respons imun primer. Dampak klinis dari infeksi hoaks ini sangat beragam, mulai dari [[disorientasi emosional]], [[distres psikologis]], hingga gangguan fungsional pada kohesi sosial dan [[stabilitas politik]]. Oleh karena itu, langkah-langkah terapi preventif harus diterapkan secara kolektif, mencakup anamnesis sumber informasi untuk memverifikasi validitas data, inspeksi domain situs sebagai indikator potensi malafungsi, pemindaian silang visual menggunakan algoritma pencitraan untuk mendeteksi distorsi, dan konsultasi dengan kanal verifikasi faktual untuk diagnosis final, sebelum tindakan pelaporan dilakukan untuk [[mengeliminasi sumber infeksi]] dari sistem.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Pidana ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Pidana ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Di Indonesia, regulasi terhadap tindak pidana penyebaran berita bohong, atau hoaks, secara fundamental diatur dalam sebuah konstruksi [[yurisdiksi]] yang bersumber dari dua instrumen hukum utama, yakni [[Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik]] (UU ITE) dan [[Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia|Kitab Undang-Undang Hukum Pidana]] (KUHP). Analisis yuridis menunjukkan bahwa [[UU ITE]] berfungsi sebagai kerangka normatif primer, khususnya Pasal 28 ayat (1), yang secara eksplisit mengkriminalisasi setiap perbuatan &quot;dengan sengaja dan tanpa hak&quot; yang menyebarkan informasi bohong hingga mengakibatkan kerugian finansial bagi konsumen dalam ekosistem transaksi elektronik. Sanksi pidana yang diancamkan terhadap delik ini bersifat [[kumulatif]] dan alternatif, berupa pidana penjara maksimum enam tahun dan/atau denda sebesar satu miliar rupiah. Lebih lanjut, UU ITE memperluas cakupan pidana ini hingga mencakup penyebaran informasi yang memuat sentimen diskriminatif, khususnya terkait [[SARA]] (suku, agama, ras, dan antargolongan), sebagaimana diatur dalam Pasal 28 ayat (3), dengan sanksi pidana yang identik. Di sisi lain, [[KUHP]] turut menjadi landasan hukum melalui Pasal 390, yang menggarisbawahi unsur kesengajaan dalam penyebaran kabar bohong yang bertujuan memperoleh keuntungan pribadi atau pihak lain, dengan ancaman pidana penjara yang lebih ringan, yakni maksimal dua tahun delapan bulan. Namun, [[efektivitas penegakan hukum]] terhadap delik ini sering kali menghadapi [[tantangan signifikan]], terutama karena [[modus operandi pelaku]] yang kerap menggunakan [[identitas anonim]] atau [[Identitas palsu|palsu]], menyulitkan proses identifikasi subjek hukum dan membuktikan unsur-unsur pidana yang krusial, seperti [[motif kesengajaan]] dan tanpa hak.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Di Indonesia, regulasi terhadap tindak pidana penyebaran berita bohong, atau hoaks, secara fundamental diatur dalam sebuah konstruksi [[yurisdiksi]] yang bersumber dari dua instrumen hukum utama, yakni [[Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik]] (UU ITE) dan [[Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia|Kitab Undang-Undang Hukum Pidana]] (KUHP).&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;[https://fh.untar.ac.id/2025/03/14/penyebaran-berita-bohong-hoax-bisa-berakibat-hukuman-pidana/ Penyebaran Berita Bohong (Hoax) Bisa Berakibat Hukuman Pidana Fakultas Hukum, Kuliah Jurusan Hukum, Magister Kenotariatan, Jakarta, FH Untar, Universitas Tarumanagara].&amp;lt;/ref&amp;gt; &lt;/ins&gt;Analisis yuridis menunjukkan bahwa [[UU ITE]] berfungsi sebagai kerangka normatif primer, khususnya Pasal 28 ayat (1), yang secara eksplisit mengkriminalisasi setiap perbuatan &quot;dengan sengaja dan tanpa hak&quot; yang menyebarkan informasi bohong hingga mengakibatkan kerugian finansial bagi konsumen dalam ekosistem transaksi elektronik. Sanksi pidana yang diancamkan terhadap delik ini bersifat [[kumulatif]] dan alternatif, berupa pidana penjara maksimum enam tahun dan/atau denda sebesar satu miliar rupiah. Lebih lanjut, UU ITE memperluas cakupan pidana ini hingga mencakup penyebaran informasi yang memuat sentimen diskriminatif, khususnya terkait [[SARA]] (suku, agama, ras, dan antargolongan), sebagaimana diatur dalam Pasal 28 ayat (3), dengan sanksi pidana yang identik. Di sisi lain, [[KUHP]] turut menjadi landasan hukum melalui Pasal 390, yang menggarisbawahi unsur kesengajaan dalam penyebaran kabar bohong yang bertujuan memperoleh keuntungan pribadi atau pihak lain, dengan ancaman pidana penjara yang lebih ringan, yakni maksimal dua tahun delapan bulan. Namun, [[efektivitas penegakan hukum]] terhadap delik ini sering kali menghadapi [[tantangan signifikan]], terutama karena [[modus operandi pelaku]] yang kerap menggunakan [[identitas anonim]] atau [[Identitas palsu|palsu]], menyulitkan proses identifikasi subjek hukum dan membuktikan unsur-unsur pidana yang krusial, seperti [[motif kesengajaan]] dan tanpa hak.&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;[https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/88397/1/11210454000082_MUHAMMAD%20FARHAN%20SABILLAH.pdf Tindak pidana penyebaran data pribadi oleh aplikasi pinjaman online ilegal].&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Kasus ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Kasus ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* Hoaks tentang [[Bendungan Bilibili]] di Kabupaten Gowa Retak, faktanya bendungan Bili-Bili masih dalam keadaan aman dan terkendali setelah dilakukan pengecekan oleh pihak Polsek [[Manuju, Gowa|Mamuju, Gowa]].&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* Hoaks tentang [[Bendungan Bilibili]] di Kabupaten Gowa Retak, faktanya bendungan Bili-Bili masih dalam keadaan aman dan terkendali setelah dilakukan pengecekan oleh pihak Polsek [[Manuju, Gowa|Mamuju, Gowa]].&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;Nur Fajriani R. [https://makassar.tribunnews.com/2019/01/23/bendungan-bili-bili-retak-hoax-atau-betul-ini-penjelasan-pimpro-pembangunannya-tentang-daya-tahan Bendungan Bili-bili Retak Hoax atau Betul? Ini Penjelasan Pimpro Pembangunannya, Tentang Daya Tahan]. &#039;&#039;Tribunnews.com&#039;&#039;. 2019-01-23.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* Hoaks korban musibah, faktanya foto yang digunakan tersebut adalah foto kejadian [[Gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004|gempa dan tsunami Aceh 26 Desember 2004]] yang disebarluaskan kembali sebagai dokumentasi korban [[Gempa bumi dan tsunami Sulawesi 2018|gempa dan tsunami Palu 2018]].&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* Hoaks korban musibah, faktanya foto yang digunakan tersebut adalah foto kejadian [[Gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004|gempa dan tsunami Aceh 26 Desember 2004]] yang disebarluaskan kembali sebagai dokumentasi korban [[Gempa bumi dan tsunami Sulawesi 2018|gempa dan tsunami Palu 2018]].&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* Hoaks Wali kota Palu Meninggal, faktanya Wali kota Palu Hidayat tidak meninggal dan kini turut melakukan tanggap darurat gempa bumi di Palu, [[Sulawesi Tengah]].&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* Hoaks Wali kota Palu Meninggal, faktanya Wali kota Palu Hidayat tidak meninggal dan kini turut melakukan tanggap darurat gempa bumi di Palu, [[Sulawesi Tengah]].&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;Vanny El Rahman. [https://www.idntimes.com/news/indonesia/vanny-rahman/cek-fakta-kabar-wali-kota-palu-meninggal-akibat-gempa-hoax CEK FAKTA: Kabar Wali Kota Palu Meninggal Akibat Gempa Hoax!]. &#039;&#039;IDN Times&#039;&#039;. 2018-09-30.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* Hoaks gempa bumi susulan, faktanya tidak ada satu pun negara di dunia dan IPTEK yang mampu memprediksi gempa secara pasti, konfirmasi dari [[Sutopo Purwo Nugroho]] (Kepala Humas BNPB)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* Hoaks gempa bumi susulan, faktanya tidak ada satu pun negara di dunia dan IPTEK yang mampu memprediksi gempa secara pasti, konfirmasi dari [[Sutopo Purwo Nugroho]] (Kepala Humas BNPB)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* Hoaks Gerak cepat relawan FPI evakuasi korban gempa Palu 7.7, faktanya dalam gambar ini adalah relawan FPI membantu korban longsor di desa Tegal Panjang, Sukabumi.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* Hoaks Gerak cepat relawan FPI evakuasi korban gempa Palu 7.7, faktanya dalam gambar ini adalah relawan FPI membantu korban longsor di desa Tegal Panjang, Sukabumi.&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;Karel Salim. [https://komisiinformasi.go.id/?p=763 Kemenkominfo Identifikasi Informasi Hoaks Terkait Gempa Sulteng]. &#039;&#039;Komisi Informasi Pusat&#039;&#039;. 2018-10-03.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* Hoaks mayat yang minta gempa, faktanya gambar itu diambil dari kejadian di [[Sungai Siak]], Pekanbaru, Riau&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* Hoaks mayat yang minta gempa, faktanya gambar itu diambil dari kejadian di [[Sungai Siak]], Pekanbaru, Riau&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* Hoaks 2 Oktober terjadi gempa bumi lagi, faktanya tidak ada satu pun negara di dunia dan IPTEK yang mampu memprediksi gempa secara pasti, konfirmasi dari Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Humas BNPB)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* Hoaks 2 Oktober terjadi gempa bumi lagi, faktanya tidak ada satu pun negara di dunia dan IPTEK yang mampu memprediksi gempa secara pasti, konfirmasi dari Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Humas BNPB)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* Hoaks Emmeril Khan Mumtadz ditemukan di sebagian wilayah [[Donbas]] yang diduduki oleh [[Republik Rakyat Donetsk]], [[Rusia]], faktanya jenazah putra sulung [[Gubernur Jawa Barat]], [[Ridwan Kamil]] itu ditemukan tidak jauh dari titik awal kejadian di sekitar [[Sungai Aare]], [[Kanton Bern|Bern]], [[Swiss]] setelah sempat dinyatakan hilang selama dua minggu.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* Hoaks Emmeril Khan Mumtadz ditemukan di sebagian wilayah [[Donbas]] yang diduduki oleh [[Republik Rakyat Donetsk]], [[Rusia]], faktanya jenazah putra sulung [[Gubernur Jawa Barat]], [[Ridwan Kamil]] itu ditemukan tidak jauh dari titik awal kejadian di sekitar [[Sungai Aare]], [[Kanton Bern|Bern]], [[Swiss]] setelah sempat dinyatakan hilang selama dua minggu.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* Hoaks penerbangan gratis dari Makassar menuju Palu gratis bagi keluarga korban, faktanya [[Pesawat Hercules]] TNI AU menuju ke Palu diutamakan membawa bantuan [[logistik]], [[paramedis]], obat-obatan, makanan siap saji, dan alat berat. Pemberangkatan dari Palu prioritas untuk mengangkut pengungsi diutamakan lansia, wanita dan anak-anak, serta pasien ke Makassar.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* Hoaks penerbangan gratis dari Makassar menuju Palu gratis bagi keluarga korban, faktanya [[Pesawat Hercules]] TNI AU menuju ke Palu diutamakan membawa bantuan [[logistik]], [[paramedis]], obat-obatan, makanan siap saji, dan alat berat. Pemberangkatan dari Palu prioritas untuk mengangkut pengungsi diutamakan lansia, wanita dan anak-anak, serta pasien ke Makassar.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* [[Front Pembela Islam|FPI]] Bantu Korban Bencana Alam Di Palu Duluan, faktanya (1) Foto pertama: Bantuan FPI di Lombok, Agustus 2018. Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah. (2) Foto kedua: FPI membantu korban penggusuran Pasar Ikan di Batang.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;* [[Front Pembela Islam|FPI]] Bantu Korban Bencana Alam Di Palu Duluan, faktanya (1) Foto pertama: Bantuan FPI di Lombok, Agustus 2018. Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah. (2) Foto kedua: FPI membantu korban penggusuran Pasar Ikan di Batang.&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;[http://beritapersatuan.com/fpi-terus-bantu-korban-penggusuran-di-pasar-ikan-dan-luar-batang/ FPI Terus Bantu Korban Penggusuran Di Pasar Ikan Dan Luar Batang - Berita Persatuan]. &#039;&#039;beritapersatuan.com&#039;&#039;.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Referensi ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Referensi ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-added&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Sumber dan atribusi ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Sumber dan atribusi ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berita+bohong+di+Indonesia&amp;amp;oldid=29063278 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29063278 (2026-03-23T17:52:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berita+bohong+di+Indonesia&amp;amp;oldid=29063278 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29063278 (2026-03-23T17:52:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-deleted&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-deleted&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;

&lt;!-- diff cache key wiki_unissula_recovered:diff:1.41:old-6266:rev-6666:php=table --&gt;
&lt;/table&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Berita_bohong_di_Indonesia&amp;diff=6266&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29063278; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Berita_bohong_di_Indonesia&amp;diff=6266&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-24T13:31:24Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29063278; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Berita bohong di Indonesia&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah suatu [[manifestasi]] [[patologi sosial-digital]], di mana [[informasi bohong]] atau [[hoaks]] bertindak sebagai agen [[patogen]] yang menginfeksi dan menyebar secara virulen di [[ekosistem informasi]] [[Indonesia]], terutama melalui [[medium sosial-digital]] seperti Facebook, Instagram, dan X, dengan tujuan akhir untuk memicu respons [[maladaptif]] pada inang ([[masyarakat]]) dalam bentuk [[disinformasi]], [[agitasi psikologis]], atau [[eksploitasi finansial]]. Fenomena ini dipercepat oleh [[defisiensi literasi digital]] yang menyebabkan disfungsi dalam mekanisme kekebalan kognitif masyarakat, menghambat kemampuan mereka untuk melakukan validasi faktual sebelum transmisi data, sehingga memungkinkan agen patogen ini untuk menyebar secara eksponensial.[[Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia|Kementerian Komunikasi dan Digital]] (Komdigi) berfungsi sebagai pusat diagnostik yang secara [[epidemiologi]]s mengidentifikasi dan mengklasifikasikan strain hoaks yang terutama yang berkaitan dengan patologi ekonomi (penipuan), patologi sosial-politik (politik dan pemerintahan), dan patologi somatik (kesehatan) yang dimana untuk tujuan isolasi dan mitigasi melalui kanal aduan konten yang bertindak sebagai mekanisme respons imun primer. Dampak klinis dari infeksi hoaks ini sangat beragam, mulai dari [[disorientasi emosional]], [[distres psikologis]], hingga gangguan fungsional pada kohesi sosial dan [[stabilitas politik]]. Oleh karena itu, langkah-langkah terapi preventif harus diterapkan secara kolektif, mencakup anamnesis sumber informasi untuk memverifikasi validitas data, inspeksi domain situs sebagai indikator potensi malafungsi, pemindaian silang visual menggunakan algoritma pencitraan untuk mendeteksi distorsi, dan konsultasi dengan kanal verifikasi faktual untuk diagnosis final, sebelum tindakan pelaporan dilakukan untuk [[mengeliminasi sumber infeksi]] dari sistem.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pidana ==&lt;br /&gt;
Di Indonesia, regulasi terhadap tindak pidana penyebaran berita bohong, atau hoaks, secara fundamental diatur dalam sebuah konstruksi [[yurisdiksi]] yang bersumber dari dua instrumen hukum utama, yakni [[Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik]] (UU ITE) dan [[Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia|Kitab Undang-Undang Hukum Pidana]] (KUHP). Analisis yuridis menunjukkan bahwa [[UU ITE]] berfungsi sebagai kerangka normatif primer, khususnya Pasal 28 ayat (1), yang secara eksplisit mengkriminalisasi setiap perbuatan &amp;quot;dengan sengaja dan tanpa hak&amp;quot; yang menyebarkan informasi bohong hingga mengakibatkan kerugian finansial bagi konsumen dalam ekosistem transaksi elektronik. Sanksi pidana yang diancamkan terhadap delik ini bersifat [[kumulatif]] dan alternatif, berupa pidana penjara maksimum enam tahun dan/atau denda sebesar satu miliar rupiah. Lebih lanjut, UU ITE memperluas cakupan pidana ini hingga mencakup penyebaran informasi yang memuat sentimen diskriminatif, khususnya terkait [[SARA]] (suku, agama, ras, dan antargolongan), sebagaimana diatur dalam Pasal 28 ayat (3), dengan sanksi pidana yang identik. Di sisi lain, [[KUHP]] turut menjadi landasan hukum melalui Pasal 390, yang menggarisbawahi unsur kesengajaan dalam penyebaran kabar bohong yang bertujuan memperoleh keuntungan pribadi atau pihak lain, dengan ancaman pidana penjara yang lebih ringan, yakni maksimal dua tahun delapan bulan. Namun, [[efektivitas penegakan hukum]] terhadap delik ini sering kali menghadapi [[tantangan signifikan]], terutama karena [[modus operandi pelaku]] yang kerap menggunakan [[identitas anonim]] atau [[Identitas palsu|palsu]], menyulitkan proses identifikasi subjek hukum dan membuktikan unsur-unsur pidana yang krusial, seperti [[motif kesengajaan]] dan tanpa hak.&lt;br /&gt;
== Kasus ==&lt;br /&gt;
* Hoaks tentang [[Bendungan Bilibili]] di Kabupaten Gowa Retak, faktanya bendungan Bili-Bili masih dalam keadaan aman dan terkendali setelah dilakukan pengecekan oleh pihak Polsek [[Manuju, Gowa|Mamuju, Gowa]].&lt;br /&gt;
* Hoaks korban musibah, faktanya foto yang digunakan tersebut adalah foto kejadian [[Gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004|gempa dan tsunami Aceh 26 Desember 2004]] yang disebarluaskan kembali sebagai dokumentasi korban [[Gempa bumi dan tsunami Sulawesi 2018|gempa dan tsunami Palu 2018]].&lt;br /&gt;
* Hoaks Wali kota Palu Meninggal, faktanya Wali kota Palu Hidayat tidak meninggal dan kini turut melakukan tanggap darurat gempa bumi di Palu, [[Sulawesi Tengah]].&lt;br /&gt;
* Hoaks gempa bumi susulan, faktanya tidak ada satu pun negara di dunia dan IPTEK yang mampu memprediksi gempa secara pasti, konfirmasi dari [[Sutopo Purwo Nugroho]] (Kepala Humas BNPB)&lt;br /&gt;
* Hoaks Gerak cepat relawan FPI evakuasi korban gempa Palu 7.7, faktanya dalam gambar ini adalah relawan FPI membantu korban longsor di desa Tegal Panjang, Sukabumi.&lt;br /&gt;
* Hoaks mayat yang minta gempa, faktanya gambar itu diambil dari kejadian di [[Sungai Siak]], Pekanbaru, Riau&lt;br /&gt;
* Hoaks 2 Oktober terjadi gempa bumi lagi, faktanya tidak ada satu pun negara di dunia dan IPTEK yang mampu memprediksi gempa secara pasti, konfirmasi dari Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Humas BNPB)&lt;br /&gt;
* Hoaks Emmeril Khan Mumtadz ditemukan di sebagian wilayah [[Donbas]] yang diduduki oleh [[Republik Rakyat Donetsk]], [[Rusia]], faktanya jenazah putra sulung [[Gubernur Jawa Barat]], [[Ridwan Kamil]] itu ditemukan tidak jauh dari titik awal kejadian di sekitar [[Sungai Aare]], [[Kanton Bern|Bern]], [[Swiss]] setelah sempat dinyatakan hilang selama dua minggu.&lt;br /&gt;
* Hoaks penerbangan gratis dari Makassar menuju Palu gratis bagi keluarga korban, faktanya [[Pesawat Hercules]] TNI AU menuju ke Palu diutamakan membawa bantuan [[logistik]], [[paramedis]], obat-obatan, makanan siap saji, dan alat berat. Pemberangkatan dari Palu prioritas untuk mengangkut pengungsi diutamakan lansia, wanita dan anak-anak, serta pasien ke Makassar.&lt;br /&gt;
* [[Front Pembela Islam|FPI]] Bantu Korban Bencana Alam Di Palu Duluan, faktanya (1) Foto pertama: Bantuan FPI di Lombok, Agustus 2018. Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah. (2) Foto kedua: FPI membantu korban penggusuran Pasar Ikan di Batang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berita+bohong+di+Indonesia&amp;amp;oldid=29063278 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29063278 (2026-03-23T17:52:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>