<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Biopestisida</id>
	<title>Biopestisida - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Biopestisida"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Biopestisida&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T04:31:29Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Biopestisida&amp;diff=30152&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28742162; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Biopestisida&amp;diff=30152&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-04T17:22:00Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28742162; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Biopestisida&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;racun hama hayati&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; ialah [[agen biologi]] atau produk-produk alam yang digunakan untuk mengendalikan [[hama]] pada tanaman, yaitu sebagai antimikroba, antioksidan, antivirus, dan antijamur. Biopestisida dibuat menggunakan bahan alami (organik). Biopestisida bekerja dengan menghambat pertumbuhan organisme patogen dan menghambat proses replika virus pada tanaman. Alternatif penggunaan biopestisida mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan lingkungan, dan bahaya kesehatan tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Penggunaan [[pestisida|racun hama]] kimia atau bahan kimia lain banyak dikurangi berkaitan dengan efek negatif yang dapat berakibat fatal terhadap manusia dan juga lingkungan ditimbulkan akibat penggunaannya. Biopestisida diperkenalkan sebagai alternatif cara baru menangani hama yang lebih ekologis, murah, serta dapat diterima oleh para petani, yang tidak memiliki dampak negatif seperti racun hama kimia. Dalam pembuatan racun hama pengganti racun hama kimia, ilmu bioteknologi banyak berperan untuk membuat pestisida dari tanaman, pestisida dari mikroba, biokontrol, penggunaan [[feromon]] dan atraktan dalam pengendalian hama, tanaman terproteksi/&amp;#039;&amp;#039;plant-incorporated protectants&amp;#039;&amp;#039; (PIPs) atau &amp;#039;&amp;#039;GMO crops&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Macam-macam biopestisida ==&lt;br /&gt;
=== Pestisida dari tanaman ===&lt;br /&gt;
Pestisida dari tanaman adalah pestisida yang berasal dari sari tumbuhan. Pestisida jenis ini hanya terbatas dalam membunuh beberapa jenis hama, seperti [[belalang]], [[kutu daun]], dan [[ulat]]. Selain itu, terdapat batasan penggunaan dari pestisida ini karena efek yang lambat dari penggunaan pestisida ini. Sehingga banyak petani yang mencampurkannya dengan racun hama kimia dan bila ini terjadi, tujuan kita untuk mengurangi racun hama kimia tidak terjadi dan dampak negatif dari racun hama kimia tetap akan ada. Selain itu, penggunan sari tumbuhan sebagai racun hama banyak dilakukan tetapi di lain pihak masih terdapat kekurangan pengembangan tumbuhan tersebut sebagai komersial produknya dan sering kali &amp;#039;&amp;#039;extract&amp;#039;&amp;#039; (sari) dari tumbuhan kurang stabil sedangkan dibutuhkan yang stabil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Pestisida dari Mikroba ===&lt;br /&gt;
Mikroba yang biasa digunakan sebagai pestisida adalah [[cendawan|kulat]], [[bakteri]], [[virus]], dan [[protozoa]] yang mampu membunuh penyakit spesifik yang disebabkan oleh mikroba, nematoda, dan hama serangga. Selain itu, mampu meningkatkan pertumbuhan dari tanaman sehingga dapat dikatakan bahwa penggunaan dari pestisida ini potensial untuk mendapatkan pertanian yang ramah lingkungan. Entomopatogenik virus, bakteria, kulat, dan protozoa banyak digunakan untuk melawan hama lepidoptera. Contohnya:&lt;br /&gt;
:*Virus [[patogen]] seperti NPV dan GV dapat mengendalikan dari &amp;#039;&amp;#039;[[Spilosoma]]&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;[[Amsacta]]&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;[[Spodoptera]]&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;[[Helicoverpa armigera|Helicoverpa]]&amp;#039;&amp;#039;, dll.&lt;br /&gt;
:* [[Bakteri]] seperti &amp;#039;&amp;#039;[[Bacillus thuringiensis]]&amp;#039;&amp;#039;, terkenal dalam mengendali &amp;#039;&amp;#039;[[Plutella]]&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;[[Helicoverpa armigera|Helicoverpa]]&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
:* [[Jamur|Kulat]] seperti &amp;#039;&amp;#039;[[Trichoderma]]&amp;#039;&amp;#039; sebagai agen kendali dari penyakit yang disebabkan oleh beberapa kulat dan bakteri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Agen Biokontrol ==&lt;br /&gt;
Salah satu cara biokontrol adalah dengan memberikan musuh alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Penggunaan Feromon dan Atraktan dalam Pengendalian Hama&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
Feromon dalam pengendalian hama adalah dengan mengganggu dari perkawinan serangga dengan cara memperlakukan tanaman dengan feromon yang tepat dan hal ini akan menyebabkan serangga jantan tak dapat memanggil serangga betina sehingga perkawinan akan ditekan. Prinsip utamanya adalah menjaga agar feromon yang ada tetap dalam konsentrasi tinggi dan waktu kawain dari serangga juga perlu diketahui agar hasil lebih maksimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*	&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Tanaman Terproteksi&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
Materi genetik yang berkaitan dengan produksi dari zat pestisida dimasukkan ke dalam genom dari tanaman target yang dapat menghancurkan hama tanaman. Sebagai contoh adalah gen yang memproduksi protein &amp;#039;&amp;#039;[[Bacillus thuringiensis]]&amp;#039;&amp;#039; (BT), pestisida yang diperkenalkan di kapas yang akan membuat tanaman tersebut tahan terhadap serangan hama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Keuntungan penggunaan ==&lt;br /&gt;
Keuntungan menggunakan biopestisida di antaranya, menjaga kesehatan tanah dan mempertahankan hidupnya dengan meningkatkan bahan organik tanah, spesies tertentu yang digunakan aman baik sebagai musuh alami dan organisme non target, biopestisida tidak terlalu beracun seperti racun hama kimia sehingga aman untuk lingkungan, pestisida mikrob mengandalkan senyawa biokimia potensial yang disintesis oleh mikrob, hanya dibutuhkan dalam jumlah terbatas, dan mudah membusuk sehingga dapat mengurangi pencemaran&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Batasan ==&lt;br /&gt;
Biopestisida memiliki beberapa batasan di antaranya, dampak manfaatnya tidak terlihat langsung, tidak ada standar yang dianjurkan, kurang tahan lama, distribusi yang lambat dari penelitian terbaru, masalah harga/permintaan/pasokan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pendekatan masa depan ==&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Pestisida dari tanaman&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
Terdapat kebutuhan dalam mengembangkan teknologi baru dalam mengurangi penggunaan bahan kimia. Pendekatan bioteknologi dapat dilakukan dengan menggunakan data-data yang tersedia.&lt;br /&gt;
*	&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Biopestisida&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
Penggunaan organisme tertentu harus diidentifikasi, teknologi produksi dan formulasi yang cocok dikembangkan dan dikomersialkan. Penggunaan &amp;#039;&amp;#039;[[Pseudomonas fluorescens|P. fluorescens]]&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;P. lilacinus&amp;#039;&amp;#039; dalam mengendali [[Nematoda|nematode]] harus ditingkatkan karena lebih aman dan tidak tersedianya [[nematisida]] di negara-negara. Diperlukan penelitian juga mengenai pengendalian nematoda serta teknologinya.&lt;br /&gt;
*	&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Agen biokontrol&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
Augmentasi dari agen [[biokontrol]] seperti &amp;#039;&amp;#039;[[Trichoderma]]&amp;#039;&amp;#039; adalah teknologi yang telah teruji dan tanggapan petani juga meningkat. Laboratorium biokontrol harus bisa mendorong untuk lebih memperkenalkan manfaatnya dan menjamin pasokannya. Meskipun spesies musuh alami dari hama beras telah dikenal dalam program biokontrol, masih diperlukan pendekatan praktis terhadap petani.&lt;br /&gt;
*	&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Feromon&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
Penggunaan feromon sebagai agen biokontrol perlu dikembangkan lagi dengan mempertimbangkan zona iklim dan masa kawin. Data mengenai [[feromon]] dapat berguna untuk waktu dari reproduksi dan pelepasan telur parasit.&lt;br /&gt;
*	&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Tanaman terproteksi&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
Laboratorium bioteknologi telah mengembangkan tanaman &amp;#039;&amp;#039;[[Genetically Modified Organism]]&amp;#039;&amp;#039; (GMO) untuk mengatasi hama tetapi masih kurang diterima dan didukung secara legal. Oleh karenanya diperlukan penelitian lebih saksama baik terhadap lingkungan, masalah keanekaan hayati, dll. Pertanian skala kecil yang dilakukan dalam jangka waktu lama dapat dilakukan untuk meyakinkan &amp;#039;&amp;#039;[[biosafety]]&amp;#039;&amp;#039; dari tanaman GMO tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Biopestisida&amp;amp;oldid=28742162 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28742162 (2025-12-26T10:05:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>