<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Bronkitis</id>
	<title>Bronkitis - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Bronkitis"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Bronkitis&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T15:25:15Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Bronkitis&amp;diff=35356&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29459179; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Bronkitis&amp;diff=35356&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T08:24:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29459179; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Bronkitis&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah peradangan pada [[Bronkus|bronki]] (saluran udara besar dan sedang) di dalam [[paru-paru]] yang menyebabkan [[batuk]]. Bronkitis biasanya bermula dari infeksi pada hidung, telinga, tenggorokan, atau sinus. Infeksi tersebut kemudian menjalar turun menuju bronki. Gejala yang timbul meliputi [[sputum|batuk berdahak]], [[mengi]], [[sesak napas]], dan [[nyeri dada]]. Bronkitis dapat bersifat [[Akut (kedokteran)|akut]] maupun [[Kondisi kronis|kronis]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Bronkitis akut]] umumnya ditandai dengan batuk yang berlangsung sekitar tiga minggu, dan juga dikenal sebagai demam dada. Lebih dari 90% kasus disebabkan oleh [[Penyakit virus|infeksi virus]]. Virus-virus ini dapat menyebar melalui udara saat penderita batuk atau melalui kontak langsung. Sejumlah kecil kasus disebabkan oleh [[Bakteri patogen|infeksi bakteri]] seperti &amp;#039;&amp;#039;[[Mycoplasma pneumoniae]]&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;[[Bordetella pertussis]]&amp;#039;&amp;#039;. Faktor risiko meliputi paparan [[asap tembakau]], debu, dan [[pencemaran udara]] lainnya. Pengobatan bronkitis akut biasanya melibatkan istirahat, pemberian [[parasetamol]] (asetaminofen), dan [[obat antiinflamasi nonsteroid]] (OAINS) untuk meredakan demam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[#Bronkitis kronis|Bronkitis kronis]] didefinisikan sebagai [[batuk produktif]]—batuk yang menghasilkan [[sputum]]—yang berlangsung selama tiga bulan atau lebih dalam setahun selama setidaknya dua tahun berturut-turut. Banyak penderita bronkitis kronis juga menderita [[penyakit paru obstruktif kronis]] (PPOK). [[Merokok tembakau]] adalah penyebab paling umum, dengan sejumlah faktor lain seperti [[pencemaran udara]] dan [[genetika]] yang memainkan peran lebih kecil. Perawatan meliputi [[berhenti merokok]], [[vaksinasi]], [[Rehabilitasi paru|rehabilitasi]], serta sering kali penggunaan [[bronkodilator]] inhalasi dan [[Kortikosteroid|steroid]]. Beberapa penderita mungkin memerlukan [[terapi oksigen|terapi oksigen jangka panjang]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bronkitis akut merupakan salah satu penyakit yang cukup umum terjadi. Sekitar 5% orang dewasa dan 6% anak-anak mengalami setidaknya satu episode per tahun. Bronkitis akut adalah jenis bronkitis yang paling sering ditemukan. Sebaliknya, di Amerika Serikat pada tahun 2018, sebanyak 9,3&amp;amp;nbsp;juta orang didiagnosis menderita bronkitis kronis yang lebih jarang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Bronkitis akut==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bronkitis akut, yang juga dikenal sebagai demam dada, adalah [[peradangan]] jangka pendek pada [[bronkus|bronki]] di dalam [[paru-paru]]. Gejala yang paling umum adalah [[batuk]] yang dapat disertai maupun tidak disertai produksi sputum. Gejala lainnya dapat meliputi [[sputum|batuk berdahak]], [[mengi]], [[sesak napas]], [[demam]], dan rasa tidak nyaman di dada. Jika timbul demam, biasanya bersifat ringan. Infeksi ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga sepuluh hari. Batuk dapat menetap selama beberapa minggu setelahnya, dengan durasi total gejala biasanya sekitar tiga minggu. Gejala dapat bertahan hingga enam minggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyebab===&lt;br /&gt;
Pada lebih dari 90% kasus, penyebabnya adalah [[infeksi virus]]. Virus-virus ini dapat menyebar melalui [[Transmisi (kedokteran)|udara saat penderita batuk atau melalui kontak langsung]]. Faktor risiko meliputi paparan [[asap tembakau]], [[debu]], dan [[pencemaran udara|polutan udara]] lainnya. Sejumlah kecil kasus disebabkan oleh [[bakteri]] seperti &amp;#039;&amp;#039;[[Mycoplasma pneumoniae]]&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;[[Bordetella pertussis]]&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Diagnosis===&lt;br /&gt;
Diagnosis biasanya didasarkan pada tanda dan gejala yang dialami seseorang. Warna sputum tidak mengindikasikan apakah infeksi tersebut bersifat viral atau bakterial. Menentukan organisme penyebab yang mendasarinya biasanya tidak diperlukan. Penyebab lain dengan gejala serupa meliputi [[asma]], [[pneumonia]], [[bronkiolitis]], [[bronkiektasis]], dan [[PPOK]]. [[Sinar-X dada|Rontgen dada]] mungkin berguna untuk mendeteksi pneumonia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanda umum lainnya dari bronkitis adalah batuk yang berlangsung selama sepuluh hari hingga tiga minggu. Jika batuk berlangsung lebih dari sebulan, kondisi ini mungkin berkembang menjadi bronkitis kronis. Selain itu, demam juga bisa muncul. Bronkitis akut biasanya disebabkan oleh infeksi virus. Biasanya, infeksi ini berupa [[rhinovirus]], [[adenovirus]], [[parainfluenza]], atau [[influenza]]. Tidak ada pengujian khusus yang biasanya diperlukan untuk mendiagnosis bronkitis akut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Pengobatan ===&lt;br /&gt;
Salah satu bentuk pencegahan adalah menghindari kebiasaan merokok dan iritan paru lainnya. Sering [[mencuci tangan]] juga dapat memberikan perlindungan. Pengobatan bronkitis akut biasanya meliputi istirahat, pemberian [[parasetamol]] (asetaminofen), dan [[OAINS]] untuk membantu meredakan demam. Penggunaan [[obat batuk]] tidak memiliki banyak dukungan bukti ilmiah, dan tidak disarankan untuk anak-anak di bawah usia enam tahun. Terdapat bukti tentatif bahwa [[salbutamol]] mungkin berguna dalam mengobati [[mengi]]; namun, obat ini dapat menyebabkan kegelisahan dan [[tremor]]. [[Antibiotik]] umumnya tidak boleh digunakan. Pengecualian berlaku jika bronkitis akut disebabkan oleh [[pertusis]]. Bukti tentatif mendukung penggunaan [[madu]] dan [[pelargonium]] untuk membantu meringankan gejala. Istirahat yang cukup dan minum banyak cairan juga sering disarankan. Efek [[Herbologi Tiongkok|tanaman obat Tiongkok]] belum jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Epidemiologi===&lt;br /&gt;
Bronkitis akut merupakan salah satu penyakit yang paling sering terjadi serta jenis bronkitis yang paling umum dijumpai. Sekitar 5% orang dewasa terjangkit penyakit ini, dan sekitar 6% anak-anak mengalami setidaknya satu episode setiap tahunnya. Penyakit ini lebih sering terjadi pada musim dingin. Lebih dari 10 juta orang di Amerika Serikat mengunjungi penyedia layanan kesehatan setiap tahunnya akibat kondisi ini, dengan sekitar 70% di antaranya menerima antibiotik yang sebagian besar sebenarnya tidak diperlukan. Terdapat berbagai upaya untuk mengurangi penggunaan antibiotik pada kasus bronkitis akut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Bronkitis kronis==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bronkitis kronis adalah [[Penyakit pernapasan|penyakit saluran pernapasan bawah]], yang didefinisikan dengan adanya [[Batuk#Klasifikasi|batuk produktif]] yang berlangsung selama tiga bulan atau lebih dalam setahun selama setidaknya dua tahun berturut-turut. Batuk ini terkadang disebut sebagai &amp;#039;&amp;#039;batuk perokok&amp;#039;&amp;#039; karena sering kali diakibatkan oleh kebiasaan merokok. Ketika bronkitis kronis terjadi bersamaan dengan penurunan aliran udara, kondisi ini dikenal sebagai [[penyakit paru obstruktif kronis]] (PPOK). Banyak penderita bronkitis kronis juga mengidap PPOK; akan tetapi, sebagian besar penderita PPOK tidak menderita bronkitis kronis. Estimasi jumlah penderita PPOK yang juga mengalami bronkitis kronis berkisar antara 7–40%. Estimasi jumlah perokok dengan bronkitis kronis yang juga mengidap PPOK adalah 60%.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istilah &amp;quot;bronkitis kronis&amp;quot; digunakan dalam definisi PPOK sebelumnya, namun kini tidak lagi disertakan dalam definisi tersebut. Istilah ini masih digunakan secara klinis. Meskipun bronkitis kronis dan [[emfisema]] sering dikaitkan dengan PPOK, keduanya tidak diperlukan untuk menegakkan diagnosis. Sebuah konsensus di Tiongkok memberikan komentar mengenai tipe gejala PPOK yang mencakup bronkitis kronis dengan eksaserbasi yang sering.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bronkitis kronis ditandai dengan [[hipersekresi mukus]] dan [[musin]]. Kelebihan lendir ini diproduksi oleh peningkatan jumlah [[sel goblet]], dan pembesaran [[kelenjar submukosa]] sebagai respons terhadap iritasi jangka panjang. Kelenjar mukosa di submukosa mensekresikan lebih banyak lendir dibandingkan sel goblet. Musin mengentalkan lendir, dan konsentrasinya ditemukan tinggi pada kasus bronkitis kronis, serta berkorelasi dengan tingkat keparahan penyakit. Kelebihan lendir dapat mempersempit [[saluran napas]], sehingga membatasi aliran udara dan mempercepat penurunan fungsi paru-paru, serta berujung pada PPOK. Kelebihan lendir ini bermanifestasi sebagai batuk produktif kronis, sementara tingkat keparahan dan volume sputumnya dapat berfluktuasi selama periode eksaserbasi akut. Pada PPOK, mereka yang memiliki fenotipe bronkitis kronis disertai kelebihan lendir kronis, mengalami kualitas hidup yang lebih buruk dibandingkan mereka yang tidak mengalaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peningkatan sekresi ini pada awalnya dibersihkan melalui batuk. Batuk sering kali memburuk segera setelah bangun tidur, dan sputum yang dihasilkan mungkin berwarna kuning atau hijau serta dapat bercampur dengan bercak darah. Pada tahap awal, batuk dapat menjaga pembersihan lendir. Namun, dengan sekresi berlebih yang terus-menerus, pembersihan lendir menjadi terganggu, dan ketika saluran napas tersumbat, batuk menjadi tidak efektif. [[Pembersihan mukosiliar]] yang efektif bergantung pada hidrasi saluran napas, getaran silia, dan laju sekresi musin. Setiap faktor ini terganggu pada bronkitis kronis. Bronkitis kronis dapat menyebabkan jumlah [[Eksaserbasi akut PPOK|eksaserbasi]] yang lebih tinggi dan penurunan fungsi paru yang lebih cepat. [[Klasifikasi Statistik Internasional tentang Penyakit dan Masalah Kesehatan Terkait#ICD-11|ICD-11]] mencantumkan bronkitis kronis dengan emfisema (bronkitis emfisematosa) sebagai &amp;quot;PPOK spesifik tertentu&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyebab===&lt;br /&gt;
Sebagian besar kasus bronkitis kronis disebabkan oleh [[merokok tembakau]]. Bronkitis kronis pada orang dewasa muda yang merokok dikaitkan dengan peluang yang lebih besar untuk berkembang menjadi PPOK. Terdapat hubungan antara merokok [[ganja]] dan bronkitis kronis. Selain itu, inhalasi kronis terhadap [[pencemaran udara]], uap yang mengiritasi, atau debu dari paparan berbahaya dalam pekerjaan seperti pertambangan batu bara, penanganan biji-bijian, manufaktur tekstil, peternakan, dan pengecoran logam juga dapat menjadi faktor risiko berkembangnya bronkitis kronis. Bronkitis yang disebabkan oleh cara ini sering disebut sebagai &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;bronkitis industri&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, atau [[penyakit paru akibat kerja|bronkitis akibat kerja]]. Meski jarang, faktor genetik juga turut berperan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kualitas udara juga dapat memengaruhi sistem pernapasan, di mana tingkat [[nitrogen dioksida]] dan [[belerang dioksida]] yang lebih tinggi berkontribusi terhadap gejala bronkial. Belerang dioksida dapat menyebabkan peradangan yang dapat memperparah bronkitis kronis dan meningkatkan kerentanan terhadap infeksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pencemaran udara di tempat kerja merupakan penyebab dari beberapa [[penyakit tidak menular]] (PTM) termasuk bronkitis kronis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Pengobatan===&lt;br /&gt;
Penurunan fungsi paru pada bronkitis kronis dapat diperlambat dengan [[berhenti merokok]]. Bronkitis kronis dapat diobati dengan sejumlah [[pengobatan|obat-obatan]] dan terkadang [[terapi oksigen]]. [[Rehabilitasi paru]] juga dapat digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembedaan telah dibuat antara [[Eksaserbasi akut penyakit paru obstruktif kronis|eksaserbasi]] (perburukan mendadak) bronkitis kronis, dan bronkitis kronis yang stabil. Bronkitis kronis stabil dapat didefinisikan sebagai definisi normal bronkitis kronis, ditambah dengan tidak adanya eksaserbasi akut dalam empat minggu sebelumnya. Sebuah tinjauan Cochrane menemukan bahwa [[agen mukolitik|mukolitik]] pada bronkitis kronis dapat sedikit menurunkan kemungkinan terjadinya eksaserbasi. Mukolitik [[guaifenesin]] adalah pengobatan yang aman dan efektif untuk bronkitis kronis stabil. Obat ini memiliki keunggulan karena tersedia dalam bentuk tablet lepas lambat yang bertahan selama dua belas jam. [[Erdostein]] adalah mukolitik yang direkomendasikan oleh NICE. GOLD juga mendukung penggunaan beberapa mukolitik yang justru tidak disarankan ketika kortikosteroid inhalasi sedang digunakan, dan secara khusus menyebut erdostein memiliki efek yang baik terlepas dari penggunaan kortikosteroid. Erdostein juga memiliki sifat antioksidan. Erdostein terbukti secara signifikan mengurangi risiko eksaserbasi, serta memperpendek durasi penyakit dan masa rawat inap di rumah sakit. Pada mereka yang memiliki [[Penyakit paru obstruktif kronis#Subtipe|fenotipe bronkitis kronis PPOK]], [[penghambat fosfodiesterase-4]] [[roflumilast]] dapat mengurangi eksaserbasi yang signifikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Epidemiologi ===&lt;br /&gt;
Bronkitis kronis memengaruhi sekitar 3,4–22% populasi umum. Individu berusia di atas 45 tahun, perokok, mereka yang tinggal atau bekerja di daerah dengan polusi udara tinggi, dan siapa pun yang menderita asma memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami bronkitis kronis. Rentang angka yang luas ini disebabkan oleh perbedaan definisi bronkitis kronis yang dapat didiagnosis berdasarkan tanda dan gejala atau diagnosis klinis gangguan tersebut. Bronkitis kronis cenderung lebih sering menyerang pria dibandingkan wanita. Meskipun faktor risiko utama bronkitis kronis adalah merokok, masih terdapat kemungkinan sebesar 4–22% bagi bukan perokok untuk terkena penyakit ini. Hal ini mengindikasikan adanya faktor risiko lain seperti menghirup bahan bakar, debu, asap, dan faktor genetik. Di Amerika Serikat, pada tahun 2016, 8,6 juta orang didiagnosis menderita bronkitis kronis, dengan 518 kematian yang dilaporkan. Tingkat kematian akibat bronkitis kronis per 100.000 populasi adalah 0,2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Kondisi bronkitis telah dikenal selama berabad-abad dalam berbagai budaya yang berbeda, termasuk Yunani Kuno, Tiongkok, dan India, di mana adanya dahak berlebih dan batuk dicatat sebagai tanda pengenal kondisi yang sama. Pengobatan awal untuk bronkitis kronis antara lain meliputi bawang putih, kayu manis, dan [[Ipecacuanha|ipecac]]. Perawatan modern kemudian dikembangkan pada paruh kedua abad ke-20.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dokter asal Inggris, [[Charles Badham (dokter)|Charles Badham]], adalah orang pertama yang mendeskripsikan kondisi ini dan menamai bentuk akutnya sebagai &amp;#039;&amp;#039;bronkitis akut&amp;#039;&amp;#039; dalam bukunya &amp;#039;&amp;#039;Observations on the inflammatory affections of the mucous membrane of the bronchiæ&amp;#039;&amp;#039; (Pengamatan tentang radang selaput lendir bronki), yang diterbitkan pada tahun 1808. Dalam buku ini, Badham membedakan tiga bentuk bronkitis, termasuk akut dan kronis. Edisi kedua buku yang telah diperluas diterbitkan pada tahun 1814 dengan judul &amp;#039;&amp;#039;An essay on bronchitis&amp;#039;&amp;#039; (Sebuah esai tentang bronkitis). Badham menggunakan istilah &amp;#039;&amp;#039;[[katar|catarrh]]&amp;#039;&amp;#039; untuk merujuk pada gejala utama batuk kronis dan [[hipersekresi mukus]] pada bronkitis kronis, serta mendeskripsikan bronkitis kronis sebagai gangguan yang melumpuhkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1901, sebuah artikel diterbitkan mengenai pengobatan bronkitis kronis pada lansia. Gejala yang dideskripsikan tetap tidak berubah. Penyebabnya diperkirakan dipicu oleh kelembapan, cuaca dingin, dan kondisi berkabut, sementara pengobatan ditujukan pada berbagai campuran obat batuk, stimulan pernapasan, dan tonik. Dicatat pula bahwa ada faktor lain di luar cuaca yang diperkirakan turut berperan. Eksaserbasi kondisi ini juga dideskripsikan pada masa tersebut. Dokter lain, [[Harry Campbell (dokter)|Harry Campbell]], dirujuk setelah menulis di &amp;#039;&amp;#039;British Medical Journal&amp;#039;&amp;#039; seminggu sebelumnya. Campbell menyarankan bahwa penyebab bronkitis kronis adalah zat-zat beracun, dan merekomendasikan udara murni, makanan sederhana, serta olahraga untuk mengeluarkan racun tersebut dari dalam tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah program penelitian bersama dilakukan di Chicago dan London dari tahun 1951 hingga 1953, di mana gambaran klinis dari seribu kasus bronkitis kronis dirinci. Temuan tersebut dipublikasikan di jurnal Lancet pada tahun 1953. Dinyatakan bahwa sejak diperkenalkan oleh Badham, bronkitis kronis telah menjadi diagnosis yang semakin populer. Studi tersebut meneliti berbagai hubungan seperti cuaca, kondisi di rumah dan di tempat kerja, usia onset, penyakit masa kanak-kanak, kebiasaan merokok, serta sesak napas. Disimpulkan bahwa bronkitis kronis hampir selalu mengarah pada emfisema, terutama jika bronkitis tersebut telah berlangsung lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1957, dicatat bahwa pada saat itu terdapat banyak investigasi yang dilakukan terhadap bronkitis kronis dan emfisema secara umum, serta di kalangan pekerja industri yang terpapar debu. Kutipan-kutipan diterbitkan bertanggal dari tahun 1864, di mana Charles Parsons telah mencatat konsekuensi perkembangan emfisema dari bronkitis. Hal ini dipandang tidak selalu berlaku. Temuannya berkaitan dengan studinya tentang bronkitis kronis di antara pekerja tembikar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pertemuan CIBA (sekarang [[Novartis]]) pada tahun 1959, dan pertemuan [[American Thoracic Society]] pada tahun 1962, mendefinisikan bronkitis kronis sebagai komponen dari PPOK, dengan istilah-istilah yang tidak berubah hingga kini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bronkitis eosinofilik ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Bronkitis eosinofilik]] adalah batuk kering kronis yang didefinisikan oleh adanya peningkatan jumlah sejenis [[sel darah putih]] yang dikenal sebagai [[eosinofil]]. Kondisi ini menunjukkan hasil normal pada pemeriksaan sinar-X dan tidak memiliki keterbatasan aliran udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Bronkitis bakteri berkepanjangan==&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Bronkitis bakteri berkepanjangan&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (&amp;#039;&amp;#039;Protracted bacterial bronchitis&amp;#039;&amp;#039;/PBB) pada anak-anak, didefinisikan sebagai batuk produktif kronis dengan hasil [[kumbah bronkoalveolar]] positif yang sembuh dengan pemberian [[antibiotik]]. Bronkitis bakteri berkepanjangan biasanya disebabkan oleh &amp;#039;&amp;#039;[[Streptococcus pneumoniae]]&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;[[Haemophilus influenzae]]&amp;#039;&amp;#039; non-tipe (non-typable), atau &amp;#039;&amp;#039;[[Moraxella catarrhalis]]&amp;#039;&amp;#039;. Bronkitis bakteri berkepanjangan (berlangsung lebih dari 4 minggu) pada anak-anak dapat dibantu dengan antibiotik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Bronkitis plastis==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Bronkitis plastis]] adalah kondisi langka di mana sekresi yang menebal menyumbat bronki. Sumbatan tersebut bersifat kenyal atau terasa seperti plastik (itulah asal namanya). Sumbatan berwarna terang ini mengikuti bentuk percabangan bronki yang diisinya, dan dikenal sebagai &amp;#039;&amp;#039;cast bronkial&amp;#039;&amp;#039; (cetakan bronkial). Ketika cast ini dibatukkan keluar, teksturnya lebih padat dibandingkan [[dahak]] biasa atau sumbatan lendir pendek dan lunak yang terlihat pada beberapa penderita asma. Namun, beberapa penderita asma memiliki sumbatan yang lebih besar, lebih padat, dan lebih kompleks. Sumbatan ini berbeda dari cast yang terlihat pada penderita bronkitis plastis yang terkait dengan [[penyakit jantung bawaan]] atau kelainan pembuluh limfatik, terutama karena adanya [[eosinofil]] dan [[kristal Charcot–Leyden]] pada cast yang terkait asma, namun tidak pada kondisi lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cast menghalangi aliran udara, dan dapat mengakibatkan inflasi berlebih (overinflasi) pada paru-paru di sisi yang berlawanan. Bronkitis plastis biasanya terjadi pada anak-anak. Beberapa kasus dapat diakibatkan oleh kelainan pada [[pembuluh limfatik]]. Kasus lanjut mungkin menunjukkan kemiripan pencitraan dengan [[bronkiektasis]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bronkitis plastis eosinofilik===&lt;br /&gt;
Bronkitis plastis eosinofilik merupakan subtipe dari bronkitis plastis yang lebih sering ditemukan pada anak-anak. Gejala yang muncul dapat berupa batuk dan mengi, serta pencitraan medis mungkin memperlihatkan paru-paru yang kolaps sepenuhnya. Tergantung pada ukuran cast dan lokasinya, kondisi ini dapat muncul dengan gejala ringan, atau terbukti fatal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Bronkitis Aspergillus==&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Bronkitis Aspergillus&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah jenis [[aspergilosis]], sebuah [[infeksi jamur]] yang disebabkan oleh &amp;#039;&amp;#039;[[Aspergillus]]&amp;#039;&amp;#039;, sejenis [[kapang]] umum yang menyerang bronki. Berbeda dengan jenis aspergilosis paru lainnya, penyakit ini dapat menyerang individu yang tidak mengalami [[imunokompromais]]. Pada individu yang [[imunokompeten]], bronkitis Aspergillus dapat bermanifestasi sebagai infeksi pernapasan persisten atau gejala yang tidak merespons antibiotik, namun dapat membaik dengan pemberian [[antijamur]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Referensi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Pranala luar==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[NIH]] entry on [https://www.nhlbi.nih.gov/health/bronchitis Bronchitis]&lt;br /&gt;
* [[MedlinePlus]] entries on [https://medlineplus.gov/acutebronchitis.html Acute bronchitis] and [https://medlineplus.gov/chronicbronchitis.html Chronic bronchitis]&lt;br /&gt;
* [[Mayo Clinic]] [https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bronchitis/symptoms-causes/syc-20355566?p=1 factsheet on bronchitis]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bronkitis&amp;amp;oldid=29459179 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29459179 (2026-07-14T20:27:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>