<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Bumi_Bola_Salju</id>
	<title>Bumi Bola Salju - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Bumi_Bola_Salju"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Bumi_Bola_Salju&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T07:39:50Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Bumi_Bola_Salju&amp;diff=31712&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29691419; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Bumi_Bola_Salju&amp;diff=31712&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-05T13:17:18Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29691419; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Hipotesis &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Bumi Bola Salju&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; merupakan [[hipotesis]] yang memperkirakan bahwa permukaan [[Bumi]] pernah beku sepenuhnya sekitar 650 juta tahun yang lalu. Pendukung hipotesis ini menyatakan bahwa penjelasan yang ditawarkan hipotesis Bumi Bola Salju mampu menjawab pertanyaan mengenai keberadaan endapan sedimen yang sifatnya glasial di lintang purba, sementara penentang hipotesis ini menolak simpulan yang ditarik dari bukti tersebut dan mempertanyakan kemungkinan terjadinya peristiwa ini. Ada beberapa pertanyaan yang belum dijawab, seperti apakah Bumi sepenuhnya terlapisi oleh salju, atau hanya sebagian dan ada bagian kecil yang tetap cair (atau cair musiman).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
[[Douglas Mawson]] (1882–1958), seorang geolog asal [[Australia]] dan penjelajah [[Antartika]], meluangkan banyak waktu kariernya mempelajari [[stratigrafi]] [[Neoproterozoik]] Australia Selatan ketika ia mengidentifikasi sedimen glasial atau es yang tebal dan ektensif, sehingga pada akhir kariernya berspekulasi kemungkinan adanya glasiasi global.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ide Mawson mengenai glasiasi global dianggap merupakan asumsi keliru bahwa posisi geografi Australia, dan benua lain di mana deposit glasial ketinggian rendah (&amp;#039;&amp;#039;low-latitude glacial deposit&amp;#039;&amp;#039;) ditemukan, terus konstan sepanjang waktu. Dengan munculnya hipotesis pergeseran kontinental, dan kemudian teori lempek tektonik, tampaknya dapat dijelaskan bahwa sedimen glasiogenik itu terbentuk ketika benua berada pada ketinggian lebih tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1964, ide glasiasi skala global ini muncul lagi ketika [[W. Brian Harland]] menerbitkan makalah tentang data [[palaeomagnetik]] menunjukkan bahwa pengungkitan (&amp;#039;&amp;#039;till&amp;#039;&amp;#039;) glasias di [[Svalbard]] dan [[Greenland]] didepositkan pada latitude tropis. Dari data palaeomagnetik ini dan bukti sedimentologi bahwa sedimen glasial memutus kelanjutan lapisan batu-batuan yang biasanya dikaitkan dengan latitude tropis dan temperat, ia berargumen adanya suatu [[zaman es]] yang sangat ekstrem sehingga menghasilkan deposisi batu glasial lain pada daerah tropis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1960-an, [[Mikhail Budyko]], seorang ahli klimatologi asal Rusia, mengembangkan model iklim keseimbangan energi sederhana untuk meneliti efek tutupan es pada iklim global. Dengan model ini Budyko menemukan bahwa jika lapisan es menjalar cukup jauh dari daerah kutub, maka ada lingkaran reaksi balik di mana peningkatan reflektif ([[albedo]]) es akan membawa pendinginan lebih lanjut dan pembentukan semakin banyak es, sehingga seluruh bumi tertutup es dan mencapai keseimbangan dalam suatu ekuilibrium baru yang stabil dalam keadaan ditutup oleh es. Model Budyko menunjukkan bahwa ice-albedo &amp;#039;&amp;#039;stability&amp;#039;&amp;#039; ini dapat terjadi, tetapi ia menyimpulkan hal ini tidak mungkin pernah terjadi karena modelnya tidak memberikan jalan keluar skenario itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istilah &amp;quot;Bumi bola salju&amp;quot; (&amp;quot;snowball Earth&amp;quot;) diberikan oleh [[Joseph Kirschvink]], seorang profesor [[geobiologi]] pada [[California Institute of Technology]], dalam makalah pendek yang diterbitkan tahun 1992 dalam volume panjang mengenai biologi dalam [[eon]] [[Proterozoic]]. Kontribusi utama dalam karya ini adalah: (1) pengenalan adanya [[formasi besi berpita]] (&amp;#039;&amp;#039;banded iron formation&amp;#039;&amp;#039;) yang konsisten dengan episode glasial semacam itu dan (2) perkenalan mekanisme untuk lepas dari bumi yang tertutup es, akumulasi  dari keluarnya gas vulkanik yang menyebabkan efek &amp;#039;&amp;#039;ultra-greenhouse&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penemuan [[Franklyn Van Houten]] akan pola geologi konsisten di mana ketinggian danau naik dan turun sekarang dikenal sebagai &amp;quot;Van Houten cycle.&amp;quot; Studinya mengenai deposit [[fosfor]] dan [[formasi besi berpita]] dalam sedimen membuatnya pendukung awal hipotesis &amp;quot;snowball Earth&amp;quot; dengan postulasi bahwa permukaan planet beku lebih dari 650 juta tahun lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketertarikan akan &amp;quot;bumi bola salju&amp;quot; meningkat pesat setelah [[Paul F. Hoffman]], profesor geologi pada [[Harvard University]], dan rekan-rekan pengarang menerapkan ide Kirschvink pada kelanjutan sedimen Neoproterozoic di [[Namibia]], menjabarkan hipotesis ini dengan memasukkan pengamatan seperti terbentuknya [[cap carbonate]], dan menerbitkan hasil mereka pada jurnal &amp;#039;&amp;#039;Science&amp;#039;&amp;#039; pada tahun 1998.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, aspek-aspek hipotesis ini masih diperdebatkan, terutama di dalam lingkungan International Geoscience Programme (IGCP) Project 512: Neoproterozoic Ice Ages.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada bulan Maret 2010, jurnal &amp;#039;&amp;#039;[[Science (journal)|Science]]&amp;#039;&amp;#039; menerbitkan artikel berjudul &amp;quot;Calibrating the [[Kriogenium|Cryogenian]]&amp;quot; yang menyimpulkan bahwa &amp;quot;Maka es terdampar di bawah permukaan laut pada paleolatitude sangat rendah, yang meyiratkan bahwa glasiasi Sturtian berjangkauan global&amp;quot;. Suatu penjelasan populer kesimpulan ini diterbitkan dalam [[Science Daily]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bukti ==&lt;br /&gt;
Hipotesis bumi bola salju asalnya dilontarkan untuk menjelaskan keberadaan nyata glasier pada latitude tropis. Model yang ada menunjukkan bahwa suatu kali glasier itu menyebar sampai 30° jaraknya dari khatulistiwa, suatu [[umpan balik es-albedo]] akan menghasilkan es yang dengan cepat merambah ke arah kathulistiwa (model yang berikutnya menunjukkan bahwa es itu bahkan mendekat sampai 25° atau kurang dari kathulistiwa tanpa memulai glasiasi total). Jadi, kehadiran deposit glasial dekat dengan wilayah tropis tampaknya menunjuk kepada penutupan es global.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Palaeomagnetisme ===&lt;br /&gt;
Mengingat plat tektonik bergerak setiap saat, penentuan posisinya pada suatu waktu dalam sejarah tidaklah mudah. Selain pertimbangan bagaimana daratan dapat cocok merapat, latitude deposit batu-batuan dapat dibatasi oleh palaeomagnetisme. Ketika batuan sedimentari terbentuk, mineral bermagnet di dalamnya cenderung menyesuaikan diri dengan [[Medan magnet Bumi|medan magnet bumi]]. Melalui pengukuran cermat [[palaeomagnetisme]], dimungkinkan untuk memperkirakan garis lintang (tetapi garis bujur tidak) di mana matriks batuan itu didepositkan. Pengukuran paleomagnet mengindikasikan bahwa sejumlah sedimen glasial pada catatan batuan era [[Neoproterozoikum]] didepositkan di dalam jangkauan 10 derajat dari kathulistiwa, meskipun keakurasian rekonstruksi ini masih dipertanyakan.&lt;br /&gt;
Lokasi palaeomagnet sedimen glasial ini (misalnya [[dropstone]]) menunjukkan bahwa glasier menyebar sampai permukaan laut pada latitude tropis. Tidak jelas apakah dapat disiratkan adanya glasiasi global, atau keberadaan wilayah glasial yang terlokalisasi atau terkurung daratan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada satu deposit, Elatina di Australia, yang jelas didepositkan pada latitude rendah; tarikhnya sungguh terbataas, dan signalnya benar-benar asli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Deposit glasial lintang rendah ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batuan sedimentari yang didepositkan oleh glasier mempunyai ciri khas sehingga dapat diidentifikasi. Jauh sebelum munculnya hipotesis &amp;#039;&amp;#039;snowball Earth&amp;#039;&amp;#039; banyak sedimen [[Neoproterozoikum]] telah ditafsirkan mempunyai suatu asal mula glasial, termasuk beberapa yang berada pada latitude tropis pada waktu deposisinya. Namun, perlu diingat bahwa banyak ciri sedimentari yang secara tradisional dikaitkan dengan glasier dapat pula dibentuk dengan cara lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Rasio isotop karbon ===&lt;br /&gt;
Ada dua isotop karbon stabil di air laut: [[karbon-12]] (&amp;lt;sup&amp;gt;12&amp;lt;/sup&amp;gt;C) dan [[karbon-13]] (&amp;lt;sup&amp;gt;13&amp;lt;/sup&amp;gt;C) yang jarang ada, keseluruhan membentuk 1.109 persen [[atom]] [[karbon]]. Proses biokimia, di antaranya [[fotosintesis]], cenderung memilih melibatkan isotop &amp;lt;sup&amp;gt;12&amp;lt;/sup&amp;gt;C yang lebih ringan. Jadi pelaku fotosintesis di lautan, baik [[protista]] dan [[algae]], cenderung kekurangan &amp;lt;sup&amp;gt;13&amp;lt;/sup&amp;gt;C, relatif terhadap yang banyak ditemukan di sumber vulkanik primer untuk karbon di bumi. Maka, suatu lautan dengan kehidupan fotosintesis akan mengandung rasio &amp;lt;sup&amp;gt;13&amp;lt;/sup&amp;gt;C/&amp;lt;sup&amp;gt;12&amp;lt;/sup&amp;gt;C yang lebih kecil dalam bekas-bekas organik, terutama dibandingkan dengan air laut. Komponen organik sedimen membatu (&amp;#039;&amp;#039;lithified sediment&amp;#039;&amp;#039;) akan selamanya sedikit, tetapi terukur, kekurangan &amp;lt;sup&amp;gt;13&amp;lt;/sup&amp;gt;C.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama peristiwa bumi bola salju, ditemukan ekskursi cepat dan sangat negatif pada rasio &amp;lt;sup&amp;gt;13&amp;lt;/sup&amp;gt;C to &amp;lt;sup&amp;gt;12&amp;lt;/sup&amp;gt;C. Ini konsisten dengan kebekuan dalam yang membunuh semua atau hampir semua kehidupan fotosintesis – meskipun mekanisme lain, misalnya [[Clathrate compound|pelepasan &amp;#039;&amp;#039;clathrate&amp;#039;&amp;#039;]], dapat pula menyebabkan gangguan semacam itu. Analisis cermat mengenai waktu lonjakan &amp;lt;sup&amp;gt;13&amp;lt;/sup&amp;gt;C pada deposit di seluruh dunia menunjukkan adanya empat, mungkin lima, peristiwa glasial pada akhir zaman Neoproterozoic.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Formasi besi berpita ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Formasi besi berpita (&amp;#039;&amp;#039;Banded iron formations&amp;#039;&amp;#039;; BIF) adalah batuan sedimentari yang terdiri dari lembaran [[besi oksida]] dan [[chert]] yang kekurangan zat besi. Dengan adanya oksigen, [[besi]] secara alamiah mengalami perkaratan dan menjadi tidak larut dalam air. Formasi besi berpita umumnya sangat tua dan deposisi yang sering dikaitkan dengan oksidasi atmosfer bumi pada era [[Paleoproterozoikum]], ketika besi yang larut di dalam lautan berkontak dengan oksigen yang dihasilkan dari fotosintesis dan mengendap sebagai besi oksida.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Balutan-balutan ini dihasilkan pada [[Tipping point (climatology)|tipping point]] antara [[anoksik]] dan lautan yang beroksigen. Karena atmosfer saat ini kaya akan oksigen (hampir 21 persen volume) dan berkontak dengan lautan, tidak mungkin untuk mengakumulasi cukup besi oksida untuk dideposisi dalam formasi berpita. Satu-satunya pembentukan ekstensif besi yang didepositkan setelah era Paleoproterozoic (setelah 1,8 miliar tahun lalu) dikatikan dengan deposit glasial [[Kriogenium]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mendepositkan batuan kaya zat besi semacam itu harus ada keadaan anoxia di lautan, sehingga besi yang larut (sebagai [[besi oksida]]) dapat terakumulasi sebelum berkontak dengan oksidan yang akan mengendapkannya sebagai [[ferric]] oxide. Supaya lautan menjadi anoxik maka harus terjadi pembatasan pertukaran gas dengan atmosfer yang mengandung oksigen. Pendukung hipotesis ini berargumen bahwa kemunculan kembali BIF pada batuan sedimentari adalah hasil dari terbatasnya kadar oksigen di dalam laut yang tertutup oleh es di laut, sementara para penentang berpendapat bahwa jarangnya deposit BIF mengindikasikan pembentukan di laut yang ada di daratan.&lt;br /&gt;
==Lini masa==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bumi+Bola+Salju&amp;amp;oldid=29691419 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29691419 (2026-09-03T01:54:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>