<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Demodikosis</id>
	<title>Demodikosis - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Demodikosis"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Demodikosis&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T14:03:25Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Demodikosis&amp;diff=35932&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27939299; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Demodikosis&amp;diff=35932&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T13:44:04Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27939299; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Demodikosis&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah penyakit [[kudis]] yang disebabkan oleh [[tungau]] dalam genus &amp;#039;&amp;#039;[[Demodex]]&amp;#039;&amp;#039;. Demodikosis dapat diderita oleh hewan dan manusia sebagai akibat dari overpopulasi &amp;#039;&amp;#039;Demodex&amp;#039;&amp;#039; sehingga [[sistem imun]] inang tak dapat mengendalikan populasi tungau tersebut. &amp;#039;&amp;#039;Demodex&amp;#039;&amp;#039; merupakan tungau yang bersifat spesifik terhadap inangnya. Oleh karena itu, demodikosis tidak dapat ditularkan lintas spesies dan tidak memiliki potensi [[zoonosis]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Tanda dan gejala ==&lt;br /&gt;
=== Manusia ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demodikosis pada manusia biasanya disebabkan oleh &amp;#039;&amp;#039;[[Demodex folliculorum]]&amp;#039;&amp;#039; dan mungkin penyakit ini memiliki penampilan seperti [[rosasea]]. Gejala demodikosis yang biasa ditemukan di antaranya rambut rontok, gatal, dan peradangan. Demodikosis paling sering terjadi dalam bentuk folikulitis (radang [[folikel rambut]] kulit). Tergantung pada lokasinya, penyakit ini dapat menyebabkan pustula kecil (jerawat) di dasar batang rambut pada kulit yang meradang dan mengalami [[kongesti]]. Demodikosis juga dapat mengakibatkan gatal, bengkak, dan kemerahan pada tepi [[kelopak mata]]. Sisik bisa berkembang di dasar bulu mata, dan biasanya, keluhan penderitanya adalah mata yang lelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Anjing ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[https://www.pethealthspecialist.com/2023/02/apa-itu-demodekosis.html Demodikosis] anjing dapat dibagi menjadi demodikosis lokal dan demodikosis umum (seluruh tubuh). Kasus demodikosis ringan pada anjing biasanya tidak mengakibatkan banyak gatal, tetapi dapat menimbulkan terbentuknya pustula, dan menjadikan kulit kemerahan, bersisik, kasar, hangat saat disentuh, kerontokan rambut, atau kombinasi semuanya. Tanda-tanda ini paling sering muncul pertama kali di bagian wajah, di sekitar mata atau di sudut mulut, dan di kaki depan dan cakar. Kondisi ini mungkin salah didiagnosis sebagai &amp;quot;&amp;#039;&amp;#039;hot spot&amp;#039;&amp;#039;&amp;quot; atau penyakit kulit lainnya. Dalam bentuk yang lebih parah, rambut rontok dapat terjadi di seluruh tubuh dan mungkin disertai dengan pengerasan kulit, nyeri, pembesaran kelenjar getah bening, dan infeksi kulit bagian dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya, seekor anjing terinfeksi saat menyusui dari ibu mereka. Penularan dari induk ke anak anjing merupakan hal yang normal (itulah sebabnya tungau merupakan penghuni normal kulit anjing), tetapi beberapa individu sensitif terhadap tungau karena defisiensi imun seluler, penyakit lain yang mendasarinya, stres, atau malnutrisi, yang dapat menyebabkan perkembangan demodikosis secara klinis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa [[ras anjing]] memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kasus demodikosis ringan pada saat mereka berusia muda, di antaranya [[Afghan Hound]], [[American Staffordshire Terrier]], [[Boston terrier|Boston Terrier]], [[Boxer (anjing)|Boxer]], [[Chihuahua (anjing)|Chihuahua]], [[chow chow|Chow Chow]], [[shar pei|Shar-Pei]], [[Collie]], [[Dalmatian (anjing)|Dalmatian]], [[Dobermann|Doberman Pinscher]], [[Bulldog]], [[French bulldog|French Bulldog]], [[English bull terrier|English Bull Terrier]], [[miniature bull terrier|Miniature Bull Terrier]], [[German Shepherd]], [[great dane|Great Dane]], [[Old English sheepdog|Old English Sheepdog]], [[American Pit Bull Terrier]], [[West Highland white terrier|West Highland White Terrier]], [[rat terrier|Rat Terrier]], [[Yorkshire terrier|Yorkshire Terrier]], [[Dachshund]], dan [[Pug]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kucing ===&lt;br /&gt;
Ada dua jenis demodikosis pada [https://www.pethealthspecialist.com/2023/02/macam-macam-ras-kucing_0571938608.html kucing]. &amp;#039;&amp;#039;[[Demodex cati]]&amp;#039;&amp;#039; menyebabkan kudis folikel, yang kelihatannya mirip dengan demodikosis pada anjing, meskipun jauh lebih jarang. Sementara itu, &amp;#039;&amp;#039;[[Demodex gatoi]]&amp;#039;&amp;#039; menyebabkan bentuk kudis yang letaknya lebih di permukaan kulit, membuat kulit gatal, dan menular di antara kucing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Diagnosis ==&lt;br /&gt;
[https://www.pethealthspecialist.com/2023/03/prosedur-pemeriksaan-skin-scraping.html Kerokan kulit] dalam yang dilakukan dengan benar biasanya memungkinkan dokter hewan untuk mengidentifikasi tungau secara mikroskopis  Pada awalnya, karena tungau dianggap merupakan penghuni normal kulit anjing, keberadaan tungau bukan berarti bahwa anjing tersebut menderita demodikosis. Meskipun demikian, penelitian selanjutnya menemukan bahwa tungau &amp;#039;&amp;#039;Demodex&amp;#039;&amp;#039; jarang ditemukan pada anjing yang secara klinis normal, yang berarti bahwa kehadiran sejumlah tungau dalam spesimen kerokan kulit sangat mungkin memiliki efek kesehatan yang signifikan. Pada ras seperti West Highland White Terrier, iritasi kulit yang relatif ringan yang biasanya dianggap [[alergi]], harus diambil spesmen kerokan kulitnya karena kecenderungan anjing ini untuk menderita demodikosis. Kerokan kulit juga dapat diambil untuk mengevaluasi proses pengobatan penyakit ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadar mineral berupa [[seng]] dan [[tembaga]] dalam [[plasma darah]] terlihat menurun pada anjing yang menderita demodikosis. Hal ini mungkin terjadi karena peradangan yang terlibat dalam respons imun akibat demodikosis, yang dapat menyebabkan [[stres oksidatif]] sehingga anjing yang menderita demodikosis menunjukkan tingkat produktivitas [[antioksidan]] yang lebih tinggi. [[Katalase]] yang terlibat dalam lintasan antioksidan membutuhkan seng dan tembaga. Anjing dengan demodikosis menunjukkan penurunan kadar tembaga dan seng dalam plasma karena meningkatnya permintaan akan aktivitas antioksidan. Oleh karena itu, hal ini dapat dianggap sebagai penanda potensial untuk demodikosis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terapi ==&lt;br /&gt;
=== Anjing ===&lt;br /&gt;
[https://www.pethealthspecialist.com/2023/02/apa-itu-demodekosis.html Kudis demodikosis] lokal dianggap sebagai penyakit anak anjing yang sering terjadi, dengan sekitar 90% kasus sembuh sendiri tanpa pengobatan. Kasus-kasus kecil yang terlokalisasi perlu dibiarkan untuk sembuh sendiri untuk mencegah tersembunyinya bentuk demodikosis umum yang lebih parah. Jika pengobatan dianggap perlu, salep insektisida berbasis [[rotenon]], sering diresepkan, tetapi zat ini dapat mengiritasi kulit. Demodikosis dengan infeksi sekunder diobati dengan antibiotik dan sampo obat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kasus demodikosis umum yang lebih parah, [[Amitraz]] merupakan antiparasit yang dilisensikan untuk digunakan di banyak negara untuk mengobati demodikosis anjing. Obat ini diaplikasikan setiap pekan atau setiap dua pekan selama beberapa pekan, sampai tidak ada tungau yang dapat dideteksi oleh kerokan kulit. Demodikosis pada anjing juga dapat diatasi dengan [[avermektin]] yang diberikan melalui mulut setiap hari, meskipun hanya sedikit negara yang melisensikan obat ini. [[Ivermektin]] merupakan jenis avermektin yang paling sering digunakan, meskipun ras anjing keturunan penggembalaan seperti collie sering kali tidak menolerir obat ini karena adanya kelainan pada [[sawar darah otak]] mereka, meskipun tidak semua dari mereka memiliki kelainan ini. Obat avermektin lain yang dapat digunakan termasuk [[doramektin]] dan [[milbemisin]]. Penggunaan ivermectin per oral tidak boleh digunaan bersamaan dengan obat yang berkerja sebagai inhibisi glikoprotein seperti itraconazole dan ketokonazole [https://www.pethealthspecialist.com/2023/02/apa-itu-demodekosis.html]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa peneulian menunjukkan bahwa isoksazolin [[afoksolaner]] dan [[fluralaner]] yang diberikan secara oral efektif mengobati anjing dengan demodikosis umum.. Karena kemungkinan defisiensi imun menjadi sifat yang diturunkan, banyak dokter hewan menilai bahwa semua anak anjing dengan demodekosis umum harus dimandulkan atau dikebiri dan tidak bereproduksi. Anjing betina dengan demodikosis umum harus dimandulkan karena stres akibat [[siklus estrus]] akan sering membawa gelombang baru demodikosis dengan tanda-tanda klinis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kucing ===&lt;br /&gt;
Kucing dengan &amp;#039;&amp;#039;Demodex gatoi&amp;#039;&amp;#039; harus dirawat dengan pembilasan menggunakan kapur belerang setiap pekan atau dua pekan. &amp;#039;&amp;#039;Demodex cati&amp;#039;&amp;#039; diperlakukan mirip dengan demodikosis anjing. Dengan bimbingan dokter hewan, demodikosis lokal juga dapat diobati dengan agen keratolitik dan antibakteri topikal, diikuti dengan pencelupan belerang kapur atau aplikasi rotenon secara lokal. Ivermektin juga dapat digunakan. Demodikosis umum pada kucing lebih sulit diobati, meskipun telah tersedia sampo yang dapat membantu membersihkan kulit mati, membunuh tungau, dan mengobati infeksi bakteri. Dalam banyak kasus, pengobatannya diperpanjang menjadi beberapa aplikasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Demodikosis&amp;amp;oldid=27939299 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27939299 (2025-10-08T07:55:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>