<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Dermatitis_seboroik</id>
	<title>Dermatitis seboroik - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Dermatitis_seboroik"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Dermatitis_seboroik&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T20:35:41Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Dermatitis_seboroik&amp;diff=35815&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27557514; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Dermatitis_seboroik&amp;diff=35815&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T13:29:30Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27557514; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Dermatitis seboroik&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, juga umum disebut sebagai &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;psoriasis seboroik&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;eksem seboroik&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah [[kondisi kulit|gangguan kulit]] dengan peradangan yang menyebabkan kulit bersisik, berketombe, dan berwarna kemerahan, terutama pada kulit kepala. Dermatitis seboroik pada kulit kepala tergolong penyakit yang umum dan bisa diderita oleh siapa saja pada semua usia, tetapi paling sering dialami oleh bayi dan orang dewasa usia 30-60 tahun. Pada bayi, kondisi ini disebut &amp;#039;&amp;#039;[[cradle cap]]&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain kulit kapala, area kulit yang juga banyak mengandung [[kelenjar minyak]], seperti wajah, punggung, dahi, ketiak, pangkal paha, serta dada bagian atas juga bisa terkena gangguan kulit ini. Dermatitis seboroik juga bisa dialami oleh bagian tubuh lain yang memproduksi minyak berlebih, seperti sisi hidung, alis, dan [[kelopak mata]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyebab dermatitis seboroik masih belum dapat diketahui dengan pasti hingga saat ini. Namun, penyakit ini diduga berkaitan dengan jamur dari &amp;#039;&amp;#039;[[Malassezia]]&amp;#039;&amp;#039; seperti &amp;#039;&amp;#039;[[Malassezia furfur]]&amp;#039;&amp;#039; yang tumbuh akibat minyak yang berlebihan di permukaan kulit dan peradangan yang terkait dengan [[psoriasis]]. Pada orang dengan kondisi tertentu, misalnya memiliki gangguan [[sistem kekebalan tubuh]], mengidap [[HIV]]/[[AIDS]], pengidap [[penyakit Parkinson]], serta mengalami tingkat [[ketegangan psikologis|stres]] yang tinggi, risiko terkena dermatitis seboroik menjadi lebih besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Perspektif sejarah ==&lt;br /&gt;
Dermatitis seboroik pertama kali dideskripsikan oleh [[Paul Gerson Unna|P. G. Unna]] pada tahun 1887 dan hubungan dengan [[khamir]] &amp;#039;&amp;#039;[[Malassezia]]&amp;#039;&amp;#039; diterima hingga pertengahan abad ke-20, ketika peningkatan pergantian sel [[epidermis]] teramati secara bertahap mendorong para peneliti untuk mendeskripsikan kondisi ini sebagai intrinsik pada kulit. Pada tahun 1894, Unna dan [[Raymond Sabouraud|Sabouraud]] berhipotesis bahwa khamir (&amp;#039;&amp;#039;Malessezia&amp;#039;&amp;#039;), bakteri, atau keduanya bertanggung jawab sebagai penyebab dermatitis seboroik, karena keduanya berbiak dalam jumlah besar dari para pasien ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sebuah studi tentang respons dermatitis seboroik terhadap [[ketokonazol]] yang dilakukan [[Sam Shuster]] dengan rekan-rekannya pada tahun 1984, serta-merta mengonfirmasi perkiraannya bahwa ketombe dan dermatitis seboroik saling berkaitan dan keduanya bisa dikendalikan oleh obat &amp;#039;&amp;#039;antipityrosporal&amp;#039;&amp;#039;, yang menjadi langkah singkat untuk menunjukkan efek penyembuhan dari ketokonazol topikal, dan kemudian beralih pada pengembangan sampo ketokonazol tahun 1986-1987.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Tanda dan gejala ==&lt;br /&gt;
Tanda dan gejala dermatitis seboroik bervariasi sesuai usia, dan bisa berbeda pada orang dewasa dan bayi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Pada orang dewasa dan remaja ===&lt;br /&gt;
Pada orang dewasa dan remaja, gejala dermatitis seboroik bisa berupa:&lt;br /&gt;
* Bercak bersisik pada kulit&lt;br /&gt;
* Kulit di bawah bercak ini berwarna kemerahan&lt;br /&gt;
* Meskipun bersisik, bercak sering terlihat berminyak atau lembap&lt;br /&gt;
* Sisik dapat mengelupas dan cenderung kekuningan menjadi putih&lt;br /&gt;
* Kulit bisa terasa gatal (terutama pada kulit kepala dan saluran telinga) dan terbakar&lt;br /&gt;
* Kerak di kulit kepala bisa mengalami infeksi dan mengeluarkan cairan bening&lt;br /&gt;
* Akan keluar cairan bening dari telinga jika eksem menyebar ke telinga&lt;br /&gt;
* Terjadi perubahan warna kulit meski telah sembuh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercak dapat muncul di tempat kulit yang berminyak, seperti pada kulit kepala, telinga (sekitar dan di saluran telinga), alis (kulit di bawahnya), bagian tengah wajah, kelopak mata, dada bagian atas, punggung bagian atas, ketiak, dan alat kelamin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Pada bayi ===&lt;br /&gt;
Ketika bayi mengalami dermatitis seboroik, cenderung muncul di kulit kepala dan dikenal sebagai &amp;#039;&amp;#039;[[cradle cap]]&amp;#039;&amp;#039;. Tanda dan gejala &amp;#039;&amp;#039;cradle cap&amp;#039;&amp;#039; meliputi:&lt;br /&gt;
* Sisik kuning, berminyak di kulit kepala&lt;br /&gt;
* Lapisan sisik tebal dapat menutupi seluruh kulit kepala&lt;br /&gt;
* Kerak sering berwarna kuning hingga kecokelatan&lt;br /&gt;
* Seiring waktu, sisik menjadi terkelupas dan mudah digosok sampai hilang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada bayi, dermatitis seboroik juga dapat muncul di wajah, biasanya pada kelopak mata bayi, di sekitar hidung, atau telinga. Dermatitis seboroik juga bisa muncul di area yang mengenakan popok sebagai [[Dermatitis popok iritan|ruam popok]]. Pada sebagian bayi, dermatitis seboroik bisa menutupi sebagian besar area tubuhnya. Sebagian besar bayi tampaknya tidak terganggu oleh dermatitis seboroik. &amp;#039;&amp;#039;Cradle cap&amp;#039;&amp;#039; kadang-kadang menimbulkan gatal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penyebab ==&lt;br /&gt;
Penyebab dermatitis seboroik yang pasti masih belum diketahui, tetapi masalah kulit ini diduga berkaitan dengan jamur &amp;#039;&amp;#039;[[Malassezia]]&amp;#039;&amp;#039; dan peradangan yang disebabkan [[psoriasis]]. Jamur &amp;#039;&amp;#039;[[Malassezia]]&amp;#039;&amp;#039; yang biasanya ditemukan dalam minyak yang ada di permukaan kulit diduga merupakan salah satu penyebab dermatitis seboroik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain karena produksi minyak dan tumbuhnya jamur &amp;#039;&amp;#039;[[Malassezia]]&amp;#039;&amp;#039;, munculnya dermatitis seboroik juga diduga akibat respon abnormal dari [[sistem kekebalan tubuh]]. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena dermatitis seboroik, antara lain:&lt;br /&gt;
* Memiliki daya tubuh yang lemah, misalnya orang yang baru menjalani [[transplantasi organ]], penderita [[HIV]]/[[AIDS]], atau penderita kanker&lt;br /&gt;
* Sedang dalam tahap pemulihan dari penyakit yang berbahaya, misalnya orang yang baru mengalami [[serangan jantung]]&lt;br /&gt;
* Menderita [[Gangguan jiwa|gangguan mental]] atau saraf, seperti [[penyakit Parkinson]], [[depresi]], dan penyakit [[epilepsi]]&lt;br /&gt;
* Menggunakan obat-obatan tertentu, seperti [[interferon]], [[litium (obat)|litium]], atau [[psoralen]]&lt;br /&gt;
* Terpapar cuaca yang ekstrem, misalnya cuaca yang dingin dan kering&lt;br /&gt;
* Bayi berusia 3 bulan atau lebih dan orang dewasa dengan rentang usia antara 30 sampai 60 tahun&lt;br /&gt;
* Memiliki [[jerawat]] parah, [[rosasea]], atau psoriasis&lt;br /&gt;
* Peminum alkohol berat&lt;br /&gt;
* Mengalami gangguan makan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebiasaan menggaruk kulit wajah, [[ketegangan psikologis|stres]], dan faktor genetik turut memicu terjadinya gangguan kulit ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pengobatan ==&lt;br /&gt;
=== Pada orang dewasa ===&lt;br /&gt;
Pengobatan dermatitis seboroik pada orang dewasa tidak berfungsi untuk menyembuhkan dermatitis seboroik sepenuhnya, tetapi lebih ditujukan untuk mengendalikan gejalanya dengan menghilangkan kulit bersisik, meredakan peradangan dan pembengkakan, sekaligus menghilangkan ketombe dan meredakan rasa gatalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengobatan dermatitis seboroik pada orang dewasa dengan obat yang diresepkan dan dianjurkan dokter bisa berupa:&lt;br /&gt;
* Krim antijamur untuk mengatasi gejala dermatitis seboroik yang masih ringan, seperti infeksi jamur &amp;#039;&amp;#039;Malassezia&amp;#039;&amp;#039; yang muncul pada kulit berminyak. Jenis obat antijamur yang digunakan biasanya mengandung [[ketokonazol]] dan [[siklopiroks]]. Obat ini tidak memiliki efek samping yang serius. Untuk gejala seperti ruam kemerahan, kulit kering bersisik, dan rasa gatal juga bisa diredakan dengan mengoleskan krim antijamur secara rutin, setelah mandi atau membersihkan bagian kulit yang terdampak.&lt;br /&gt;
* Sampo antiketombe atau sampo antijamur yang mengandung kandungan obat seperti [[ketokonazol]], [[kortikosteroid]], [[selenium sulfida]], [[zink pirition]], [[asam salisilat]], [[tar batu bara]] atau belangkin, agen [[keratolitis]], seperti [[asam lipohidroksi]]. Penggunaan sampo ini bisa membantu menghilangkan sisik-sisik putih yang menempel di kulit kepala.&lt;br /&gt;
* Salep kortikosteroid untuk kasus dermatitis seboroik yang lebih parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Pada bayi ===&lt;br /&gt;
Gejala dermatitis seboroik pada kulit kepala bayi pada usia di bawah 3 bulan, yang disebut &amp;#039;&amp;#039;cradle cap&amp;#039;&amp;#039; biasanya dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau beberapa bulan. Penggunaan sampo lembut khusus bayi, terutama yang tidak mengandung pewangi, sudah cukup untuk menjaga kebersihan kulit kepalanya. Namun jika eksem dermatitis seboroik pada kulit kepala bayi masih ada atau makin memburuk, salep atau krim antijamur dengan resep dokter, seperti [[klotrimazol]], [[ekonazol]], atau [[mikonazol]] bisa digunakan untuk mengatasi kondisi tersebut. Dokter mungkin juga menganjurkan untuk membersihkan kepala bayi dengan sampo khusus yang mengandung obat ketokonazol, selenium sulfida, tar batu bara, atau zink pirition. Dengan anjuran dokter, obat oles berupa salep steroid potensi rendah bisa digunakan untuk bayi yang mengalami gejala dermatitis seboroik cukup parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
* [[Keratosis seboroik]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [https://www.aad.org/public/diseases/scaly-skin/seborrheic-dermatitis American Academy of Dermatology: Seborrheic dermatitis]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dermatitis+seboroik&amp;amp;oldid=27557514 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27557514 (2025-07-16T07:34:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>