<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Disinfektan</id>
	<title>Disinfektan - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Disinfektan"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Disinfektan&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T13:38:08Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Disinfektan&amp;diff=31602&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28891748; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Disinfektan&amp;diff=31602&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-05T08:51:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28891748; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Disinfektan&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya [[infeksi]] atau pencemaran oleh [[jasad renik]] atau [[obat]] untuk membasmi [[kuman|kuman penyakit]]. Pengertian lain dari disinfektan adalah senyawa kimia yang bersifat toksik dan memiliki kemampuan membunuh [[mikroorganisme]] yang terpapar secara langsung oleh disinfektan. Disinfektan tidak memiliki daya penetrasi sehingga tidak mampu membunuh mikroorganisme yang terdapat di dalam celah atau cemaran mineral. Selain itu disinfektan tidak dapat membunuh [[spora bakteri]] sehingga dibutuhkan metode lain seperti [[sterilisasi]] dengan [[autoklaf]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Efektivitas ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Efektivitas disinfektan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya lama paparan, [[suhu]], konsentrasi disinfektan, [[pH]], dan ada tidaknya bahan pengganggu. pH merupakan faktor penting dalam menentukan efektivitas disinfektan, misalnya saja senyawa klorin akan kehilangan aktivitas disinfeksinya pada pH lingkungan lebih dari 10. Contoh senyawa pengganggu yang dapat menurunkan efektivitas disinfektan adalah senyawa organik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis-Jenis ==&lt;br /&gt;
=== &amp;#039;&amp;#039;Klorin&amp;#039;&amp;#039; ===&lt;br /&gt;
Senyawa [[klorin]] yang paling aktif adalah [[asam hipoklorit]]. Mekanisme kerjanya adalah menghambat [[oksidasi]] [[glukosa]] dalam [[sel]] mikroorganisme dengan cara menghambat [[enzim|enzim-enzim]] yang terlibat dalam [[metabolisme]] [[karbohidrat]] . Kelebihan dari disinfektan ini adalah mudah digunakan dan jenis mikroorganisme yang dapat dibunuh dengan senyawa ini juga cukup luas, meliputi [[bakteri gram positif]] dan [[bakteri gram negatif]]. Kelemahan dari disinfektan berbahan dasar klorin adalah dapat menyebabkan [[korosi]] pada pH rendah (suasana asam), meskipun sebenarnya pH rendah diperlukan untuk mencapai efektivitas optimum disinfektan ini. Klorin juga cepat terinaktivasi jika terpapar senyawa organik tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Iodin ===&lt;br /&gt;
[[Iodin]] merupakan disinfektan yang efektif untuk proses desinfeksi air dalam skala kecil. Dua tetes iodine 2% dalam larutan [[etanol]] cukup untuk mendesinfeksi 1 liter air jernih. Salah satu senyawa iodine yang sering digunakan sebagai disinfektan adalah [[iodofor]]. Sifatnya stabil, memiliki waktu simpan yang cukup panjang, aktif mematikan hampir semua sel bakteri, tetapi tidak aktif mematikan spora, nonkorosif, dan mudah terdispersi. Kelemahan iodofor diantaranya aktivitasnya tergolong lambat pada pH 7 (netral) dan lebih mahal. Iodofor tidak dapat digunakan pada suhu lebih tinggi dari 49°C.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Alkohol ===&lt;br /&gt;
[[Alkohol]] disinfektan yang banyak dipakai untuk peralatan medis, contohnya [[termometer]] oral. Umumnya digunakan etil alkohol dan isopropil alkohol dengan konsentrasi 60-90%, tidak bersifat korosif terhadap logam, cepat menguap, dan tidak dapat merusak bahan yang terbuat dari karet atau plastik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Amonium Kuartener ===&lt;br /&gt;
[[Amonium kuartener]] merupakan garam [[ammonium]] dengan substitusi [[gugus alkil]] pada beberapa atau keseluruhan atom H dari ion NH4+nya. Umumnya yang digunakan adalah [[cetyl trimetil ammonium bromide]] (CTAB) atau lauril dimetil benzyl klorida. Amonium kuartener dapat digunakan untuk mematikan bakteri gram positif, tetapi kurang efektif terhadap bakteri gram negatif, kecuali bila ditambahkan dengan sekuenstran (pengikat ion logam). Senyawa ini mudah berpenetrasi, sehingga cocok diaplikasikan pada permukaan berpori, sifatnya stabil, tidak korosif, memiliki umur simpan panjang, mudah terdispersi, dan menghilangkan bau tidak sedap.&lt;br /&gt;
Kelemahan dari senyawa ini adalah aktivitas disinfeksi lambat, mahal, dan menghasilkan residu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Formaldehida ===&lt;br /&gt;
[[Formaldehida]] atau dikenal juga sebagai formalin, dengan konsentasi efektif sekitar 8%. Formaldehida merupakan disinfektan yang bersifat [[karsinogenik]] pada konsentrasi tinggi tetapi tidak korosif terhadap metal, dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan pernapasan. Senyawa ini memiliki daya inaktivasi mikrob dengan spektrum luas. Formaldehida juga dapat terinaktivasi oleh senyawa organik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kalium permanganat ===&lt;br /&gt;
[[Kalium permanganat]] merupakan zat oksidan kuat namun tidak tepat untuk disinfeksi air. Penggunaan senyawa ini dapat menimbulkan perubahan rasa, warna, dan bau pada air. Meskipun begitu, senyawa ini cukup efektif terhadap bakteri &amp;#039;&amp;#039;[[Vibrio cholerae]]&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Fenol ===&lt;br /&gt;
[[Fenol]] merupakan bahan antibakteri yang cukup kuat dalam konsentrasi 1-2% dalam air, umumnya dikenal dengan lisol dan kreolin. Fenol dapat diperoleh melalui distilasi produk minyak bumi tertentu. Fenol bersifat toksik, stabil, tahan lama, berbau tidak sedap, dan dapat menyebabkan iritasi, Mekanisme kerja senyawa ini adalah dengan penghancuran [[dinding sel]] dan presipitasi (pengendapan) protein sel dari mikroorganisme sehingga terjadi koagulasi dan kegagalan fungsi pada mikroorganisme tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
* [[Sterilisasi (mikrobiologi)]]&lt;br /&gt;
* [[Antiseptik]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
* [http://www.mansfield.ohio-state.edu/~sabedon/black12.htm Ohio State University lecture on Sterilization and Disinfection]&lt;br /&gt;
* [http://www.housekeepingchannel.com/showarticle.php?id=253 What Germs Are We Killing? Testing and Classifying Disinfectants]&lt;br /&gt;
* [http://www.bccdc.org/downloads/pdf/epid/reports/CDManual_DisinfectntSelectnGuidelines_sep2003_nov05-03.pdf Disinfectant Selection Guide]&lt;br /&gt;
* [http://www.newton.dep.anl.gov/askasci/chem03/chem03856.htm Disinfectant and Non-Chlorine Bleach] —Office of DOE Science Education&lt;br /&gt;
* [http://www.wien.gv.at/english/environment/protection/oekokauf/disinfectants/index.html The Viennese Database for Disinfectants (WIDES Database)]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Disinfektan&amp;amp;oldid=28891748 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28891748 (2026-01-25T15:40:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>