<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Efek_kappa</id>
	<title>Efek kappa - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Efek_kappa"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Efek_kappa&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T19:05:19Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Efek_kappa&amp;diff=31974&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26986086; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Efek_kappa&amp;diff=31974&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-05T13:44:07Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26986086; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Efek kappa&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;pelebaran waktu persepsi&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah [[Persepsi waktu|ilusi persepsi temporal]] di mana persepsi kita terhadap waktu atau kecepatan peristiwa berubah tergantung pada durasi interval antara peristiwa-peristiwa tersebut. Dalam mengamati rangkaian rangsangan yang berurutan, subjek cenderung melebih-lebihkan waktu yang telah berlalu antara dua rangsangan yang berurutan ketika jarak antara rangsangan tersebut cukup jauh, dan meremehkan waktu yang telah berlalu ketika jaraknya cukup kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Dalam modalitas sensorik yang berbeda ==&lt;br /&gt;
Efek kappa dapat terjadi dengan [[Stimulus (psikologi)|rangsangan]] visual (misalnya kilatan cahaya), pendengaran (misalnya nada), atau sentuhan (misalnya ketukan pada kulit). Banyak penelitian tentang efek kappa telah dilakukan dengan menggunakan rangsangan visual. Misalnya, tiga sumber cahaya, X, Y, dan Z, disinari secara berurutan dalam kegelapan dengan interval waktu yang sama antara setiap kedipan. Jika sumber cahaya ditempatkan pada posisi berbeda, dengan X dan Y lebih berdekatan dibandingkan Y dan Z, interval waktu antara kilatan X dan Y dianggap lebih pendek dibandingkan interval waktu antara kilatan Y dan Z. Efek kappa juga telah ditunjukkan dengan rangsangan pendengaran yang bergerak dalam frekuensi. Namun, dalam beberapa [[paradigma]] eksperimental, efek kappa pendengaran belum teramati. Misalnya, Roy dkk. (2011) menemukan bahwa, berlawanan dengan prediksi efek kappa, &amp;quot;Meningkatkan jarak antara sumber suara yang menandai interval waktu menyebabkan penurunan durasi yang dirasakan&amp;quot;. Secara ringkas, efek kappa pertama kali digambarkan sebagai &amp;quot;Efek S&amp;quot; oleh Suto (1952). Goldreich (2007) menyebut efek kappa sebagai &amp;quot;pelebaran waktu persepsi&amp;quot; dalam [[analogi]] dengan [[Dilatasi waktu|pelebaran waktu]] fisik dalam [[teori relativitas]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Efek+kappa&amp;amp;oldid=26986086 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26986086 (2025-03-02T13:19:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>