<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Ekosistem</id>
	<title>Ekosistem - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Ekosistem"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Ekosistem&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T14:21:18Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Ekosistem&amp;diff=31416&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29058015; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Ekosistem&amp;diff=31416&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-05T08:30:32Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29058015; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Ekosistem&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah suatu sistem [[ekologi]] yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara [[makhluk hidup]] dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit [[biosistem]] yang melibatkan interaksi timbal balik antara [[organisme]] dan lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju pada suatu struktur [[biotik]] tertentu dan terjadi suatu [[siklus materi]] antara organisme dan [[anorganisme]]. Matahari sebagai sumber dari semua energi yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga memengaruhi lingkungan fisik untuk keperluan hidup. Pengertian ini didasarkan pada [[Hipotesis Gaia]], yaitu: &amp;quot;organisme, khususnya [[mikroorganisme]], bersama-sama dengan lingkungan fisik menghasilkan suatu sistem kontrol yang menjaga keadaan di bumi cocok untuk kehidupan&amp;quot;. Hal ini mengarah pada kenyataan bahwa kandungan kimia [[atmosfer]] dan [[bumi]] sangat terkendali dan sangat berbeda dengan [[planet]] lain dalam [[tata surya]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehadiran, kelimpahan dan penyebaran suatu spesies dalam ekosistem ditentukan oleh tingkat ketersediaan sumber daya serta kondisi faktor kimiawi dan fisis yang harus berada dalam kisaran yang dapat ditoleransi oleh spesies tersebut, inilah yang disebut dengan hukum toleransi.&lt;br /&gt;
Misal: Panda memiliki toleransi yang luas terhadap suhu, tetapi memiliki toleransi yang sempit terhadap makanannya, yaitu bambu. Dengan demikian, panda dapat hidup diekosistem dengan kondisi apa pun asalkan dalam ekosistem tersebut terdapat bambu sebagai sumber makanannya. Berbeda dengan makhluk hidup yang lain, [[manusia]] dapat memperlebar kisaran toleransinya karena kemampuannya untuk berpikir, mengembangkan [[teknologi]] dan memanipulasi [[alam]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Komponen pembentuk ==&lt;br /&gt;
Ekosistem terbentuk dari unsur lingkungan hidup yang memiliki dua peran yaitu adalah [[autotrof]]ik dan [[heterotrof]]ik. Autotrofik merupakan peran unsur lingkungan hidup sebagai penyedia makanan secara mandiri dengan bantuan energi matahari. Sedangkan heterotrofik merupakan peran unsur lingkungan hidup sebagai pemeroleh manfaat dari keberadaan makanan. Makanan yang dihasilkan dapat berupa bahan [[Senyawa organik|organik]] maupun bahan [[Senyawa anorganik|anorganik]]. Unsur lingkungan hidup yang menjadi pembentuk ekosistem yaitu abiotik, biotik, produsen, konsumen, dan [[Pengurai|dekomposer]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Abiotik ===&lt;br /&gt;
Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen [[fisik]] dan [[kimia]] yang merupakan [[medium]] atau [[substrat]] tempat berlangsungnya [[kehidupan]], atau [[lingkungan]] tempat hidup. Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam ruang dan waktunya. Komponen abiotik dapat berupa bahan organik, senyawa anorganik, dan faktor yang memengaruhi distribusi organisme, yaitu:&lt;br /&gt;
# [[Suhu]]. Proses biologi dipengaruhi suhu. [[Mamalia]] dan [[unggas]] membutuhkan energi untuk meregulasi temperatur dalam tubuhnya.&lt;br /&gt;
# [[Air]]. Ketersediaan air memengaruhi distribusi organisme. Organisme di gurun beradaptasi terhadap ketersediaan air di gurun.&lt;br /&gt;
# [[Garam]]. Konsentrasi garam memengaruhi kesetimbangan air dalam organisme melalui [[osmosis]]. Beberapa organisme [[terestrial]] beradaptasi dengan lingkungan dengan kandungan garam tinggi.&lt;br /&gt;
# [[Cahaya matahari]]. Intensitas dan kualitas cahaya memengaruhi proses [[fotosintesis]]. Air dapat menyerap cahaya sehingga pada lingkungan air, fotosintesis terjadi di sekitar permukaan yang terjangkau cahaya matahari. Di [[gurun]], intensitas cahaya yang besar membuat peningkatan suhu sehingga [[hewan]] dan [[tumbuhan]] tertekan.&lt;br /&gt;
# [[Tanah]] dan [[batu]]. Beberapa karakteristik tanah yang meliputi struktur fisik, pH, dan komposisi mineral membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada kandungan sumber makanannya di tanah.&lt;br /&gt;
# [[Iklim]]. Iklim adalah kondisi [[cuaca]] dalam jangka waktu lama dalam suatu area. Iklim makro meliputi iklim [[global]], [[regional]] dan [[lokal]]. Iklim mikro meliputi iklim dalam suatu daerah yang dihuni [[komunitas]] tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Biotik ===&lt;br /&gt;
Biotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut sesuatu yang hidup (organisme). Komponen biotik adalah suatu komponen yang menyusun suatu ekosistem selain komponen abiotik (tidak bernyawa). Berdasarkan peran dan fungsinya, makhluk hidup dibedakan menjadi dua macam, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Heterotrof / Konsumen ====&lt;br /&gt;
Komponen heterotrof terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan-bahan [[Senyawa organik|organik]] yang disediakan oleh [[organisme]] lain sebagai makanannya . Komponen heterotrof disebut juga konsumen makro ([[fagotrof]]) karena makanan yang dimakan berukuran lebih kecil. Yang tergolong heterotrof adalah [[manusia]], [[hewan]], [[jamur]], dan [[mikrob]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Pengurai / dekomposer ====&lt;br /&gt;
Pengurai atau dekomposer adalah organisme yang menguraikan bahan [[Senyawa organik|organik]] yang berasal dari organisme mati. Pengurai disebut juga konsumen makro ([[sapotrof]]) karena makanan yang dimakan berukuran lebih besar. Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh [[produsen]]. Yang tergolong pengurai adalah [[bakteri]] dan [[jamur]]. Ada pula pengurai yang disebut [[detritivor]], yaitu hewan pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organik, contohnya adalah [[kutu kayu]]. Tipe dekomposisi ada tiga, yaitu:&lt;br /&gt;
# [[aerobik]]: oksigen adalah penerima elektron / [[oksidan]]&lt;br /&gt;
# [[anaerobik]]: oksigen tidak terlibat. Bahan organik sebagai penerima elektron /oksidan&lt;br /&gt;
# [[fermentasi]]: anaerobik namun bahan organik yang teroksidasi juga sebagai penerima [[elektron]]. komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan ekosistem yang teratur. Misalnya, pada suatu ekosistem [[akuarium]], ekosistem ini terdiri dari [[ikan]] sebagai komponen heterotrof, tumbuhan air sebagai komponen autotrof, [[plankton]] yang terapung di air sebagai komponen pengurai, sedangkan yang termasuk komponen [[abiotik]] adalah [[air]], [[pasir]], [[batu]], [[mineral]] dan [[oksigen]] yang terlarut dalam air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ketergantungan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketergantungan pada ekosistem dapat terjadi antar komponen biotik atau antara komponen biotik dan abiotik. Ketergantungan antara komponen biotik dan abiotik terjadi melalui [[daur biogeokimia]] yang berfungsi untuk mencegah suatu bentuk materi menumpuk pada suatu tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Antar komponen biotik ===&lt;br /&gt;
Ketergantungan antar komponen biotik dapat terjadi melalui:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;[[Rantai makanan]]&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, yaitu perpindahan materi dan energi melalui proses makan dan dimakan dengan urutan tertentu. Tiap tingkat dari rantai makanan disebut [[tingkat trofi]] atau taraf trofi. Karena organisme pertama yang mampu menghasilkan zat makanan adalah tumbuhan maka tingkat trofi pertama selalu diduduki tumbuhan hijau sebagai produsen. Tingkat selanjutnya adalah tingkat trofi kedua, terdiri atas hewan pemakan tumbuhan yang biasa disebut [[konsumen]] primer. Hewan pemakan konsumen primer merupakan tingkat trofi ketiga, terdiri atas hewan-hewan [[karnivora]]. Setiap pertukaran energi dari satu tingkat trofi ke tingkat trofi lainnya, sebagian energi akan hilang.&lt;br /&gt;
# &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;[[Jaring-jaring makanan]]&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, yaitu rantai-rantai makanan yang saling berhubungan satu sama lain sedemikian rupa sehingga membentuk seperi jaring-jaring. Jaring-jaring makanan terjadi karena setiap jenis makhluk hidup tidak hanya memakan satu jenis makhluk hidup lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Antar komponen biotik dan abiotik ===&lt;br /&gt;
Ketergantungan antara komponen biotik dan abiotik dapat terjadi melalui siklus materi, seperti:&lt;br /&gt;
# siklus [[karbon]]&lt;br /&gt;
# siklus air&lt;br /&gt;
# siklus [[nitrogen]]&lt;br /&gt;
# siklus [[sulfur]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siklus ini berfungsi untuk mencegah suatu bentuk materi menumpuk pada suatu tempat. Ulah manusia telah membuat suatu sistem yang awalnya siklik menjadi nonsiklik, manusia cenderung mengganggu keseimbangan lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis ==&lt;br /&gt;
Secara umum ada tiga tipe ekosistem, yaitu [[ekosistem perairan]], ekosistem darat, dan ekosistem buatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ekosistem perairan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekosistem air tawar ===&lt;br /&gt;
Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh [[iklim]] dan [[cuaca]]. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis [[ganggang]], sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekosistem air laut ===&lt;br /&gt;
Habitat laut (oseanik) ditandai oleh [[salinitas]] (kadar garam) yang tinggi dengan ion CI&amp;lt;sup&amp;gt;-&amp;lt;/sup&amp;gt; mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25&amp;amp;nbsp;°C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi, sehingga terdapat batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah yang disebut daerah [[termoklin]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekosistem estuari ===&lt;br /&gt;
Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur [[intertidal]] yang luas atau [[rawa]] garam. Ekosistem estuari memiliki produktivitas yang tinggi dan kaya akan nutrisi. Komunitas tumbuhan yang hidup di [[estuari]] antara lain rumput rawa garam, [[ganggang]], dan [[fitoplankton]]. Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing, [[kerang]], [[kepiting]], dan [[ikan]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekosistem pantai ===&lt;br /&gt;
Dinamakan demikian karena yang paling banyak tumbuh di gundukan [[pasir]] adalah tumbuhan &amp;#039;&amp;#039;Ipomoea pes caprae&amp;#039;&amp;#039; yang tahan terhadap hempasan gelombang dan [[angin]]. Tumbuhan yang hidup di ekosistem ini menjalar dan berdaun tebal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekosistem sungai ===&lt;br /&gt;
[[Sungai]] adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit [[sedimen]] dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis [[lintang]]. Ekosistem sungai dihuni oleh hewan seperti ikan kucing, [[gurame]], [[kura-kura]], ular, [[buaya]], dan [[lumba-lumba]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekosistem terumbu karang ===&lt;br /&gt;
Ekosistem ini terdiri dari coral yang berada dekat pantai. Efisiensi ekosistem ini sangat tinggi. Hewan-hewan yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lain. Berbagai invertebrata, mikro organisme, dan ikan, hidup di antara [[karang]] dan ganggang. [[Herbivora]] seperti siput, landak laut, ikan, menjadi mangsa bagi [[gurita]], [[bintang laut]], dan ikan karnivora. Kehadiran terumbu karang di dekat pantai membuat pantai memiliki pasir putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekosistem laut dalam ===&lt;br /&gt;
Kedalamannya lebih dari 6.000 m. Biasanya terdapat lele laut dan ikan laut yang dapat mengeluarkan cahaya. Sebagai produsen terdapat bakteri yang bersimbiosis dengan karang tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekosistem lamun ===&lt;br /&gt;
Lamun atau &amp;#039;&amp;#039;seagrass&amp;#039;&amp;#039; adalah satu‑satunya kelompok tumbuh-tumbuhan berbunga yang hidup di lingkungan laut. Tumbuh‑tumbuhan ini hidup di habitat perairan pantai yang dangkal. Seperti halnya rumput di darat, mereka mempunyai [[tunas]] berdaun yang tegak dan tangkai‑tangkai yang merayap yang efektif untuk berbiak. Berbeda dengan tumbuh‑tumbuhan laut lainnya (alga dan rumput laut), lamun berbunga, berbuah dan menghasilkan biji. Mereka juga mempunyai akar dan sistem internal untuk mengangkut gas dan zat‑zat hara. Sebagai sumber daya [[hayati]], lamun banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ekosistem darat ==&lt;br /&gt;
Penentuan zona dalam ekosistem terestrial ditentukan oleh temperatur dan curah hujan. Ekosistem terestrial dapat dikontrol oleh iklim dan gangguan. Iklim sangat penting untuk menentukan mengapa suatu ekosistem terestrial berada pada suatu tempat tertentu. Pola ekosistem dapat berubah akibat gangguan seperti [[petir]], kebakaran, atau aktivitas manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekosistem sawah ===&lt;br /&gt;
Sawah merupakan jenis ekosistem terestrial yang di dalamnya terjadi interaksi antar komponen ekosistemnya. Tanaman padi di mana oleh hewan-hewannya antara lain [[belalang]], [[burung]], [[tikus]], [[bekicot]], dan [[wereng]].&lt;br /&gt;
=== Hutan hujan tropis ===&lt;br /&gt;
Hutan hujan tropis terdapat di daerah tropis dan subtropis. Ciri-cirinya adalah curah hujan 200–225&amp;amp;nbsp;cm per tahun. Spesies pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung letak [[geografi]]s&amp;lt;nowiki/&amp;gt;nya. Tinggi pohon utama antara 20–40 m, cabang-cabang pohon tinggi dan berdaun lebat hingga membentuk [[tudung]] ([[kanopi]]). Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro, yaitu iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme. Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari, variasi suhu dan [[kelembapan]] tinggi, suhu sepanjang hari sekitar 25&amp;amp;nbsp;°C. Dalam hutan hujan tropis sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana ([[rotan]]) dan [[anggrek]] sebagai [[epifit]]. Hewannya antara lain, [[kera]], [[burung]], [[badak]], [[babi hutan]], [[harimau]], dan [[burung hantu]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Sabana ===&lt;br /&gt;
Sabana dari daerah tropis terdapat di [[wilayah]] dengan curah hujan 40 – 60 inci per tahun, tetapi temperatur dan kelembapan masih tergantung musim. Sabana yang terluas di dunia terdapat di Afrika; tetapi di Australia juga terdapat sabana yang luas. Hewan yang hidup di sabana antara lain [[serangga]] dan [[mamalia]] seperti [[zebra]], [[singa]], dan [[hyena]].&lt;br /&gt;
=== Padang rumput ===&lt;br /&gt;
Padang rumput terdapat di daerah yang terbentang dari daerah [[tropis]] ke [[subtropis]]. Ciri-ciri padang rumput adalah curah hujan kurang lebih 25–30&amp;amp;nbsp;cm per tahun, hujan turun tidak teratur, porositas (peresapan air) tinggi, dan [[drainase]] (aliran air) cepat. Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan. Hewannya antara lain: bison, [[zebra]], [[singa]], anjing liar, [[serigala]], [[gajah]], [[jerapah]], kangguru, [[serangga]], [[tikus]] dan [[ular]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Gurun ===&lt;br /&gt;
Gurun terdapat di daerah tropis yang berbatasan dengan [[padang rumput]].&lt;br /&gt;
Ciri-ciri ekosistem gurun adalah [[gersang]] dan [[curah hujan]] rendah (25&amp;amp;nbsp;cm/tahun). Perbedaan suhu antara [[siang]] dan [[malam]] sangat besar. Tumbuhan semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil. Selain itu, di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya [[kaktus]], atau tak berdaun dan memiliki [[akar]] panjang serta mempunyai [[jaringan]] untuk menyimpan air. Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, semut, [[ular]], [[kadal]], [[katak]], [[kalajengking]], dan beberapa hewan [[nokturnal]] lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Hutan gugur ===&lt;br /&gt;
Hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang yang memiliki empat musim, ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun. Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewan yang terdapat di hutam gugur antara lain rusa, [[beruang]], rubah, [[bajing]], [[burung pelatuk]], dan rakun (sebangsa luak).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Taiga ===&lt;br /&gt;
Taiga terdapat di belahan bumi sebelah [[utara]] dan di pegunungan daerah tropis, ciri-cirinya adalah suhu di [[musim dingin]] rendah. Biasanya taiga merupakan [[hutan]] yang tersusun atas satu [[spesies]] seperti [[konifer]], [[pinus]], dan sejenisnya. [[Semak]] dan tumbuhan basah sedikit sekali, sedangkan hewannya antara lain moose, [[beruang]] hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke [[selatan]] pada [[musim gugur]].&lt;br /&gt;
=== Tundra ===&lt;br /&gt;
Tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran [[kutub utara]] dan terdapat di [[puncak]]-puncak gunung tinggi. Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan adalah [[sphagnum]], [[Lumut kerak|liken]], tumbuhan biji semusim, tumbuhan [[perdu]], dan [[rumput]] [[alang-alang]]. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang [[dingin]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Karst ===&lt;br /&gt;
Karst berawal dari nama kawasan batu gamping di wilayah [[Yugoslavia]]. Kawasan karst di [[Indonesia]] rata-rata mempunyai ciri-ciri yang hampir sama yaitu, tanahnya kurang subur untuk [[pertanian]], sensitif terhadap [[erosi]], mudah longsor, bersifat rentan dengan pori-pori [[aerasi]] yang rendah, gaya [[permeabilitas]] yang lamban dan didominasi oleh pori-pori mikro. Ekosistem karst mengalami keunikan tersendiri, dengan keragaman aspek biotis yang tidak dijumpai di ekosistem lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ekosistem buatan ==&lt;br /&gt;
Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Ekosistem buatan mendapatkan subsidi energi dari luar, tanaman atau hewan peliharaan didominasi pengaruh manusia, dan memiliki keanekaragaman rendah.&lt;br /&gt;
Contoh ekosistem buatan adalah:&lt;br /&gt;
* [[bendungan]]&lt;br /&gt;
* hutan tanaman [[produksi]] seperti [[jati]] dan [[pinus]]&lt;br /&gt;
* [[agroekosistem]] berupa sawah tadah hujan&lt;br /&gt;
* [[sawah]] irigasi&lt;br /&gt;
* perkebunan [[Kelapa sawit|sawit]]&lt;br /&gt;
* ekosistem pemukiman seperti [[kota]] dan [[desa]]&lt;br /&gt;
* ekosistem ruang angkasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekosistem kota memiliki metabolisme tinggi sehingga butuh energi yang banyak. Kebutuhan materi juga tinggi dan tergantung dari luar, serta memiliki pengeluaran yang eksesif seperti polusi dan panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekosistem ruang angkasa bukan merupakan suatu sistem tertutup yang dapat memenuhi sendiri kebutuhannya tanpa tergantung input dari luar. Semua ekosistem dan kehidupan selalu bergantung pada bumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Dampak kerusakan ekosistem ==&lt;br /&gt;
Ekosistem bersifat timbal balik, artinya jika ekosistem rusak maka akan memengaruhi keseimbangan ekosistem. Ketidakseimbangan ekosistem akan menciptakan lingkungan yang tidak sehat. Hal ini terjadi karena adanya peristiwa memakan dan dimakan. Misalnya, bila terjadi kerusakan ekosistem hutan maka akan berdampak terhadap keberlangsungan hidup makhluk hidup di dalamnya yang disebabkan oleh pengaruh berkurangnya bahan makanan ([[produsen]]) dan dapat menyakibatkan kepunahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Upaya Melestarikan Ekosistem ==&lt;br /&gt;
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan lingkungan hidup yaitu dengan menanam pohon atau penghijauan kembali terhadap tanah yang gundul, mengurangi emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon, melarang pemakaian bahan peledak untuk mencari ikan, dan tidak melakukan perburuan liar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
* [[Ekologi]]&lt;br /&gt;
* [[Relung (ekologi)]]&lt;br /&gt;
* [[Aliran energi]]&lt;br /&gt;
* [[Piramida ekologi]]&lt;br /&gt;
* [[Daur Biogeokimia]]&lt;br /&gt;
* [[Biomassa (ekologi)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Daftar pustaka ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ekosistem&amp;amp;oldid=29058015 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29058015 (2026-03-21T22:26:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>