<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Erupsi_obat</id>
	<title>Erupsi obat - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Erupsi_obat"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Erupsi_obat&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T00:18:06Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Erupsi_obat&amp;diff=35895&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28004285; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Erupsi_obat&amp;diff=35895&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T13:39:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28004285; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Dalam [[kedokteran]], &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;erupsi obat&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah efek samping obat yang tidak diinginkan pada [[Kulit manusia|kulit]]. Sebagian besar reaksi kulit yang dipicu oleh obat bersifat ringan dan menghilang ketika obat yang mengganggu berhenti digunakan. Ini disebut erupsi obat &amp;quot;sederhana&amp;quot;. Namun, erupsi obat yang lebih serius mungkin berkaitan dengan luka pada organ seperti kerusakan hati atau ginjal, erupsi obat ini dikategorikan &amp;quot;kompleks&amp;quot;. Obat-obatan juga dapat menyebabkan perubahan [[Penyakit rambut|rambut]] dan [[Nail disease|kuku]], memengaruhi [[Membran mukosa|selaput lendir]], atau menyebabkan [[Gatal|gatal-gatal]] tanpa perubahan kulit yang tampak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penggunaan obat-obatan dan produk biofarmasi sintetis dalam pengobatan telah merevolusi kesehatan manusia, memperpanjang usia harapan hidup. Sebagai akibatnya, rata-rata manusia dewasa terpapar sejumlah besar obat selama periode perawatan yang lebih lama sepanjang hidup. Kenaikan penggunaan farmasi yang belum pernah terjadi ini telah menyebabkan peningkatan jumlah reaksi merugikan obat yang teramati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada dua kategori besar efek samping obat yang tidak diinginkan. Reaksi &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;tipe A&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah efek samping obat yang diketahui, sebagian besar dapat diprediksi, dan disebut sebagai &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;farmatoksikologis.&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; Sedangkan reaksi &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;tipe B&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;hipersensitivitas&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; sering dimediasi oleh imun dan muncul kembali dengan adanya paparan berulang dosis normal obat yang diberikan. Tidak seperti reaksi tipe A, mekanisme reaksi tipe B atau hipersensitivitas tidak sepenuhnya jelas. Namun, ada interaksi yang kompleks antara genetika yang diwarisi oleh pasien, farmakotoksikologi obat, dan respons imun yang pada akhirnya menimbulkan manifestasi erupsi obat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena manifestasi erupsi obat bersifat kompleks dan sangat individual, ada banyak subbidang kedokteran yang mempelajari fenomena ini. Misalnya, bidang [[Pharmacogenomics|farmakogenomik]] bertujuan untuk mencegah terjadinya reaksi merugikan obat yang parah dengan menganalisis risiko genetika yang diwarisi oleh seseorang. Ada contoh klinis [[alel]] genetik turunan yang diketahui memprediksi hipersensitivitas obat dan digunakan untuk pengujian diagnostik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Klasifikasi ==&lt;br /&gt;
Beberapa contoh erupsi obat yang paling parah dan mengancam nyawa yaitu [[eritema multiform]]e, [[Sindrom Stevens-Johnson|sindrom Stevens–Johnson]] (SJS), [[Toxic epidermal necrolysis|nekrolisis epidermal toksik]] (&amp;#039;&amp;#039;toxic epidermal necrolysis&amp;#039;&amp;#039; [TEN]), [[Hypersensitivity vasculitis|vaskulitis hipersensitivitas]], [[DRESS syndrome|sindrom hipersensitivitas induksi obat]] (&amp;#039;&amp;#039;drug induced hypersensitivity syndrome&amp;#039;&amp;#039; [DIHS]), [[eritroderma]] dan &amp;#039;&amp;#039;[[acute generalized exanthematous pustulosis]]&amp;#039;&amp;#039; (AGEP). Erupsi obat pada kulit yang parah dikategorikan sebagai reaksi hipersensitivitas dan termediasi imun. Ada empat jenis reaksi hipersensitivitas dan banyak obat dapat menyebabkan satu atau lebih reaksi hipersensitivitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Menurut penampilan ===&lt;br /&gt;
Jenis erupsi yang paling umum adalah [[Morbilliform|morbiliformis]] (menyerupai [[campak]]) atau [[Eritema infektiosum|ruam eritematosa]] (sekitar 90% kasus). Yang kurang umum, ia juga dapat berupa [[Urtikaria|urticarial]], [[Papulosquamous disorder|&amp;#039;&amp;#039;papulosquamous&amp;#039;&amp;#039;]], [[Pustular rash|pustular]], [[purpura]], [[Bullous|bulosa]] (dengan lepuh) atau [[Lichenoid eruption|&amp;#039;&amp;#039;lichenoid&amp;#039;&amp;#039;]]. [[Edema angioneurotik|Angioedema]] juga dapat disebabkan oleh obat (terutama, oleh [[Inhibitor ACE|&amp;#039;&amp;#039;angiotensin converting enzyme inhibitor&amp;#039;&amp;#039;]]).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Menurut mekanisme ===&lt;br /&gt;
Mekanisme yang mendasari dapat bersifat imunologis (seperti pada [[Drug allergy|alergi obat]]) atau nonimunologis (misalnya, pada [[Photodermatitis|fotodermatitis]] atau sebagai efek samping [[antikoagulan]]). [[Erupsi obat tetap]] adalah istilah untuk erupsi obat yang terjadi pada area kulit yang sama setiap kali seseorang terkena obat. Erupsi dapat sering terjadi untuk obat tertentu (misalnya [[Phenytoin|fenitoin]]), atau sangat jarang (misalnya [[sindrom Sweet]] yang mengikuti pemberian [[Colony-stimulating factor|faktor stimulan koloni]]).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Menurut obat ===&lt;br /&gt;
Penyebab dapat berupa [[Prescription drug|obat resep]] atau [[Obat bebas|bebas]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh obat yang umum menyebabkan erupsi obat adalah [[antibiotik]] dan [[Antimicrobial|antimikroba]] lain, [[Sulfonamida (obat)|obat sulfa]], [[Obat antiinflamasi nonsteroid|antiinflamasi nonsteroid]] (NSAID), sediaan [[Biopharmaceutical|biofarmasi]], agen [[kemoterapi]], [[Anticonvulsants|antikonvulsan]], dan [[psikotropika]]. Contoh umum termasuk fotodermatitis karena NSAID lokal (seperti [[Piroxicam|piroksikam]]) atau antibiotik (seperti [[Minocycline|minosiklin]]), erupsi obat tetap akibat [[parasetamol]] atau NSAID ([[Ibuprofen]]), dan ruam setelah pemberian [[ampisilin]] dalam kasus [[Demam kelenjar|mononukleosis]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Obat-obatan tertentu kurang cenderung menyebabkan erupsi obat (diperkirakan ≤3 per 1000 pasien yang terpapar). Mereka antara lain digoksin, aluminium hidroksida, multivitamin, parasetamol, bisakodil, aspirin, tiamin, prednison, atropin, kodein, hidroklorotiazid, morfin, insulin, warfarin, dan spironolakton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Uji skrining dan diagnosis ==&lt;br /&gt;
Erupsi obat didiagnosis terutama dari [[riwayat kesehatan]] dan [[Pemeriksaan fisik|pemeriksaan klinis]]. Namun, kasus ini dapat menyerupai berbagai kondisi lain sehingga menunda diagnosis (misalnya, [[Drug-induced lupus erythematosus|lupus eritematosus yang terinduksi obat]], atau ruam seperti [[jerawat]] yang disebabkan oleh [[erlotinib]]). [[Skin biopsy|Biopsi kulit]], [[Blood test|tes darah]], atau uji[[imunologi]] juga dapat digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reaksi obat memiliki waktu yang karakteristik. Waktu khas yang dibutuhkan hingga ruam muncul setelah pemaparan terhadap obat dapat membantu mengategorikan jenis reaksi. Misalnya, &amp;#039;&amp;#039;[[acute generalized exanthematous pustulosis]]&amp;#039;&amp;#039; biasanya terjadi dalam waktu 4 hari dari awal penggunaan pengobatan. [[Drug Reaction with Eosinophilia and Systemic Symptoms|Reaksi obat dengan eosinofilia dan gejala sistemik]] biasanya terjadi antara 15 dan 40 hari setelah paparan. [[Toxic epidermal necrolysis|TEN]] dan [[Sindrom Stevens-Johnson|SJS]] biasanya muncul 7-21 hari setelah paparan. Anafilaksis terjadi dalam beberapa menit. Erupsi ekantematous sederhana terjadi antara 4 dan 14 hari setelah paparan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TEN dan SJS adalah reaksi obat pada kulit dengan sifat parah pada kulit dan [[membran mukosa]]. Untuk secara akurat mendiagnosis kondisi ini, riwayat obat yang rinci adalah penting. Sering kali, beberapa obat dapat menjadi penyebab dan uji alergi dapat membantu. Obat sulfa terkenal menginduksi TEN atau SJS pada orang tertentu. Misalnya, pasien HIV memiliki peningkatan kejadian SJS atau TEN dibandingkan dengan populasi umum dan telah ditemukan mengekspresikan sedikit enzim pemetabolisme obat yang bertanggung jawab untuk detoksifikasi obat sulfa . Genetika memainkan peran penting dalam predisposisi populasi tertentu untuk TEN dan SJS. Maka, ada beberapa uji skrining genetika yang direkomendasikan oleh [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat|FDA]] untuk obat dan populasi etnis tertentu untuk mencegah erupsi obat. Contoh yang paling terkenal adalah hipersensitivitas karbamezepin (antikonvulsan yang digunakan untuk mengobati kejang) yang terkait dengan adanya alel genetik HLA-B*5801 di populasi Asia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DIHS adalah erupsi yang onsetnya tertunda, sering terjadi beberapa pekan sampai 3 bulan setelah inisiasi obat. Memburuknya gejala sistemik terjadi 3-4 hari setelah pemberhentian obat yang mengganggu. Ada alel dengan risiko genetik yang memprediksikan munculnya DIHS untuk obat dan populasi etnis tertentu. Yang paling penting adalah hipersensitivitas abakavir (antivirus yang digunakan dalam pengobatan HIV) yang dikaitkan dengan adanya alel HLA-B*5701 pada populasi bangsa Eropa dan Afrika di Amerika Serikat dan Australia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
AGEP sering disebabkan oleh antimikroba, antijamur, atau antimalaria. Diagnosis sering dilakukan dengan [[Patch test|uji &amp;#039;&amp;#039;patch&amp;#039;&amp;#039;]]. Pengujian ini harus dilakukan dalam waktu satu bulan setelah resolusi ruam dan hasil uji diinterpretasikan pada titik-titik waktu yang berbeda: 48 jam, 72 jam, dan bahkan kemudian pada 96 jam dan 120 jam dalam rangka meningkatkan sensitivitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Erupsi+obat&amp;amp;oldid=28004285 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28004285 (2025-10-16T06:20:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>