<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Etnobotani</id>
	<title>Etnobotani - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Etnobotani"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Etnobotani&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T15:34:59Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Etnobotani&amp;diff=31518&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28908950; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Etnobotani&amp;diff=31518&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-05T08:42:07Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28908950; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Etnobotani&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (dari &amp;quot;[[etnologi]]&amp;quot; - kajian mengenai [[budaya]], dan &amp;quot;[[botani]]&amp;quot; - kajian mengenai [[tumbuhan]]) adalah suatu bidang ilmu yang mempelajari hubungan antara [[manusia]] dan [[tumbuhan]].&lt;br /&gt;
Penelitian etnobotani diawali oleh para ahli [[botani]] yang memfokuskan tentang persepsi [[ekonomi]] dari suatu tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat lokal. Ahli etnobotani bertugas mendokumentasikan dan menjelaskankan hubungan kompleks antara [[budaya]] dan penggunaan [[tumbuhan]] dengan fokus utama pada bagaimana tumbuhan digunakan, dikelola, dan dipersepsikan pada berbagai lingkungan [[masyarakat]], misalnya sebagai [[makanan]], [[obat]], praktik [[agama|keagamaan]], [[kosmetik]], [[pewarna]], [[tekstil]], [[pakaian]], [[konstruksi]], [[alat]], [[mata uang]], [[sastra]], [[ritual]], serta kehidupan sosial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini ilmu etnobotani mengarah kepada sasaran untuk mengembangkan sistem pengetahuan [[masyarakat]] lokal terhadap [[tanaman obat]] sehingga dapat menemukan senyawa [[kimia]] baru yang berguna dalam pembuatan obat-obatan modern untuk menyembuhkan penyakit-penyakit berbahaya seperti [[kanker]], [[AIDS]] dan jenis [[penyakit]] lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilmu etnobotani akan sangat efektif apabila diterapkan pada masyarakat [[lokal]]. Untuk itu perlu dilakukan penyuluhan terhadap masyarakat setempat. Para ahli etnobotani terlebih dahulu harus mengetahui nama-nama [[tumbuhan]] yang akan dipelajari, selain nama [[Bahasa Latin|latin]], mengetahui nama sebutan suatu [[tumbuhan]] di suatu daerah juga penting. Setelah itu para ahli dapat mempelajari pemafaatan tumbuhan tersebut dalam bidang ekonomi tanpa mengabaikan faktor [[ekologi]]snya. Setelah itu studi lanjutan dapat dilakukan dengan lebih spesifik dan terfokus dengan mengumpulkan sejumlah [[informasi]] lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Berikut adalah perkembangan sejarah etnobotani:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[1492]]: [[Colombus]] menemukan pemanfaatan [[tembakau]] (&amp;#039;&amp;#039;Nicotiana tabacum&amp;#039;&amp;#039;) di Cuba. Kolonisasi yang memiliki kepentingan ekonomi sekaligus eksplorasi keilmuan (1663-1870)&lt;br /&gt;
* [[1873]]-[[1980]]: muncul ilmu etnobotani&lt;br /&gt;
* [[1873]]: Power menulis buku tentang [[aboriginal botany]]&lt;br /&gt;
* [[1895]]: Harsberger menulis tentang &amp;#039;&amp;#039;ethnobotany&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
* [[1900]]: [[Davis Barrow]] muncul sebagai doktor etnobotani pertama ‘&amp;#039;&amp;#039;The Ethnobotany of the Coahuilla Indian of Southern California&amp;#039;&amp;#039;’&lt;br /&gt;
* [[1920]]: Publikasi tanaman obat di [[India]]&lt;br /&gt;
* [[1980]]: etnobotani dikenal oleh masyarakat [[akademis]] dan [[awam]]&lt;br /&gt;
* [[1981]]: [[Jurnal ilmiah|jurnal]] etnobotani. Pada dekade terakhir diterbitkan beberapa jurnal hasil penelitian etnobotani: &amp;#039;&amp;#039;Journal of Ethnobiology, Journal of Ethnopharmacology, Ethnobotany, Ethnoecology&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
* 1983: Perhimpunan Masyarakat Etnobotani yang diprakarsai oleh [[Perhimpunan Arkeologi Amerika]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Di Indonesia ===&lt;br /&gt;
Pada abad ke-18, [[Rumphius]] telah membuat [[Herbarium]] [[Amboinense]] yang kemudian mengarah ke ekonomi botani. Kemudian [[Hasskarl]] pada tahun [[1845]] telah mencatat penggunaan lebih dari 900 jenis tumbuhan [[Indonesia]]. Tahun 1982 dibangun [[museum]] etnobotani di [[Balai Penelitian Botani-Puslit Biologi]], [[LIPI]]. Selanjutnya setiap tiga tahun sekali diadakan [[seminar]] atau [[lokakarya]] etnobotani, sampai akhirnya pada tahun [[1998]] tercapailah Masyarakat Etnobotani Indonesia. Beberapa perguruan tinggi, seperti [[Institut Pertanian Bogor]] dan [[Universitas Indonesia]], kini membangun program pascasarjana mengenai etnobotani. Namun masalah yang timbul dewasa ini adalah kurangnya pendekatan partisipatif yang memungkinkan [[peneliti]] diterima di lingkungan masyarakat lokal untuk mengurangi hambatan kultural.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Di Negara Lain ===&lt;br /&gt;
Di [[Afrika]], pemerintah telah fokus pada pengetahuan tentang sistem [[pertanian]] tradisional masyarakat lokal untuk menunjang pembangunan pertanian bagi masyarakat pedesaan. Sementara [[Australia]] juga fokus mempelajari cara-cara [[tradisional]] dalam pengelolaan tumbuhan dengan memperhatikan aspek ekologis. Di Amerika, penelitian yang paling banyak dilakukan adalah penelitian mengenai etnobotani (sekitar 41%). Di [[Asia]], peneliti lebih memfokuskan untuk mendapatkan senyawa kimia baru untuk bahan obat-obatan.&lt;br /&gt;
Etnobotani juga mengalami perkembangan yang sangat pesat terutama di beberapa [[negara]] seperti [[Benua Amerika|Amerika]], [[India]], [[China]], [[Vietnam]] dan [[Malaysia]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Persiapan ==&lt;br /&gt;
Sebelum tumbuhan dimanfaatkan, perlu diketahui terlebih dahulu informasi kegunaan tumbuhan tersebut. Untuk mendapatkan informasi itu dapat dilakukan identifikasi dengan pembuatan [[herbarium]] dan membuat catatan lapangan. Setelah pemanfaatan dilakukan tahap [[konservasi]] yang bertujuan untuk menjaga kelestarian sumber daya alam yang telah digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Herbarium ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Herbarium adalah koleksi referensi suatu jenis tumbuhan yang dapat merepresentasikan [[morfologi]] tumbuhan yang meliputi [[batang]], [[daun]], [[bunga]], dan [[buah]]. Pembuatan herbarium dapat dilakukan dalam keadaan kering maupun basah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langkah pembuatan herbarium di lapangan diawali dengan pemberian label, kemudian dibungkus koran dan dimasukkan [[plastik]] kedap udara, lalu ditambahkan [[alkohol]] 70%. Setelah itu dilanjutkan dengan pembuatan herbarium di laboratorium yang diawali dengan penggantian [[koran]]. Setelah itu dioven pada suhu 60&amp;amp;nbsp;°C selama 2-7 hari, kemudian dimasukkan ke lemari pendingin -20&amp;amp;nbsp;°C selama 1-2 minggu. Setelah itu baru disusun dalam [[kertas]] herbarium yang berukuran sekitar 30X40cm, pemberian label, dan disimpan dalam Ruang Koleksi Herbarium. Langkah ini kemudian diakhiri dengan identifikasi, yaitu pencocokan koleksi di Herbarium Nasional/internasional dan dibandingkan dengan [[spesimen]] tipe atau publikasi pertama, kemudian membuat referensi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Konservasi ===&lt;br /&gt;
Konservasi adalah pengelolaan/pemeliharaan kualitas [[lingkungan]], sumberdaya dan keseimbangan antar komponen lingkungan di suatu kawasan dengan menerapkan prinsip keberlanjutan. Konservasi mencakup aspek perlindungan, penelitian dan pemanfaatan secara lestari dalam tingkat ekosistem, jenis dan genetik. Konservasi dapat dilakukan secara [[in situ]] maupun [[ex situ]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konservasi in situ dilakukan di dalam [[habitat]] aslinya, misalanya dengan pembuatan taman nasional dan hutan lindung. [[Suku talang mamak]] dan [[Suku anak dalam]] memiliki kearifan [[lokal]] dalam mengelola [[sumber daya alam]], mereka juga dapat dikatakan melaukan konservasi in situ. Sedangkan konservasi ex situ merupakan komplemen dari konservasi in situ. Konservasi ex situ dilakukan di luar habitat aslinya, misalnya dengan pembangunan [[kebun raya]], [[kebun]] [[botani]], atau taman hutan raya. Di Indonesia terdapat beberapa kebun raya, baik yang sudah beroperasi maupun yang sedang dibangun, antara lain:&lt;br /&gt;
# [[Kebun Raya Bogor]]&lt;br /&gt;
# [[Kebun Raya Cibodas]]&lt;br /&gt;
# Kebun Raya Purwodadi&lt;br /&gt;
# Kebun Raya ‘Eka Karya’ Bali&lt;br /&gt;
# Di [[Jawa]]: Kebun Raya Kuningan dan Kebun Raya [[Baturaden]]&lt;br /&gt;
# Di [[Sumatra]]: Kebun raya Liwa, Jambi, Pulau [[Pulau Samosir|Samosir]], dan [[Batam]]&lt;br /&gt;
# Di [[Kalimantan]]: Kebun Raya Sambas, Sanggau, [[Balikpapan]], dan Katingan&lt;br /&gt;
# Di [[Sulawesi]]: Kebun Raya Enrekang, Puca, dan Tomohon&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Aplikasi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aplikasi etnobotani memiliki dua aspek penting, yaitu:&lt;br /&gt;
* Botani [[Ekonomi]], yaitu [[aplikasi]] etnobotani untuk membantu mengembangkan perekonomoan suatu daerah dalam berbagai bidang, seperti bidang pertanian, [[seni]], dan farmasi. Pada bidang [[pertanian]] dilakukan identifikasi manfaat jenis tumbuhan tertentu dan konservasi secara tradisional. Di bidang seni dan kerajinan dilakukan pengembangan sumber pendapatan dengan membuat suatu kerjinan tertentu menggunakan tumbuhan yang terdapat di lingkungan sekitar. Sedangkan pada bidang [[farmasi]] dilakukan [[identifikasi]] [[fitokimia]] berdasarkan pengetahuan tradisional.&lt;br /&gt;
* [[Ekologi]], yang meliputi pengelolaan dan pemanfaatan tumbuhan yang dilakukan secara lestari dan tidak merusak alam, serta praktik konservasi guna mempertahankan keanekaragaman hayati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Skala komersial ===&lt;br /&gt;
Pada skala komersial, informasi etnobotani dapat dimanfaatkan untuk [[industri]], [[pestisida]] hayati, [[obat]], [[pangan]], dan pembuatan [[minuman]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Kopi]], [[teh]], [[aren]], dan [[lontar]] adalah contoh tanaman yang dapat dimanfaatkan dalam bidang industri, sedangkan Pohon [[mimba]] (&amp;#039;&amp;#039;Azadirachta indica&amp;#039;&amp;#039;) dapat dimanfaatkan sebagai pestisida hayati. Untuk obat dapat digunakan beberapa tumbuhan seperti [[nanas]], [[lidah buaya]], [[petai]], [[pepaya]], [[kunyit]], dan [[asam jawa]]. Untuk pangan dapat memanfaatkan tumbuhan seperti [[gandum]], [[kentang]], [[padi]], [[jagung]], [[ubi jalar]], [[singkong]], dan [[sagu]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Etnobotani&amp;amp;oldid=28908950 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28908950 (2026-01-30T03:55:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>