<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Europium</id>
	<title>Europium - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Europium"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Europium&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T22:38:37Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Europium&amp;diff=16199&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Europium&amp;diff=16199&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-26T23:00:34Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Europium&amp;amp;diff=16199&amp;amp;oldid=15800&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Europium&amp;diff=15800&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29619942; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Europium&amp;diff=15800&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-26T22:22:21Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29619942; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Europium&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Eu&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; dan [[nomor atom]] 63. Europium merupakan [[logam]] berwarna putih keperakan dari [[lantanida|deret lantanida]] yang mudah bereaksi dengan udara sehingga membentuk lapisan oksida berwarna gelap. Europium adalah unsur yang paling reaktif secara kimia, paling ringan, dan paling lunak di antara unsur-unsur lantanida. Logam ini cukup lunak sehingga dapat dipotong dengan pisau. Europium ditemukan pada tahun 1896 dan untuk sementara diberi nama Σ; pada tahun 1901, unsur ini dinamai berdasarkan [[Eropa]]. Europium biasanya memiliki [[bilangan oksidasi]] +3, seperti anggota deret lantanida lainnya, tetapi senyawa dengan bilangan oksidasi +2 juga umum ditemukan. Semua senyawa europium dengan bilangan oksidasi +2 bersifat sedikit [[Redoks|reduktif]] karena cenderung teroksidasi menjadi keadaan +3 yang lebih stabil. Europium tidak memiliki peran biologis yang signifikan, tetapi relatif tidak beracun dibandingkan [[logam berat]] lainnya. Sebagian besar penggunaan europium memanfaatkan sifat [[fosforesensi]] dari senyawa-senyawanya. Europium merupakan salah satu [[logam tanah jarang|unsur tanah jarang]] yang paling langka di Bumi.&lt;br /&gt;
==Etimologi==&lt;br /&gt;
Penemunya, [[Eugène-Anatole Demarçay]], menamai unsur ini berdasarkan nama benua Eropa.&lt;br /&gt;
==Sifat fisik==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Europium adalah logam yang [[Keuletan (fisika)|ulet]], dengan tingkat kekerasan yang mirip dengan [[timbal]]. Europium mengkristal dalam struktur kisi [[Sistem kristal kubik|kubus berpusat-badan]]. Di antara unsur-unsur lantanida, europium bersama [[iterbium]], memiliki volume terbesar per mol logam. Pengukuran magnetik menunjukkan bahwa hal ini merupakan akibat dari kedua logam tersebut yang secara efektif bersifat divalen, sedangkan unsur-unsur lantanida lainnya merupakan logam trivalen.&lt;br /&gt;
==Sifat kimia==&lt;br /&gt;
Kimia europium secara umum merupakan [[Lantanida#Kimia dan senyawa|kimia khas unsur lantanida]], tetapi europium adalah lantanida yang paling reaktif. Europium dengan cepat mengalami [[redoks|oksidasi]] di udara, bahkan oksidasi pada seluruh bagian sampel berukuran sekitar satu sentimeter dapat terjadi dalam beberapa hari. Reaktivitasnya terhadap air sebanding dengan [[kalsium]], dengan reaksi:&lt;br /&gt;
:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena reaktivitasnya yang tinggi, sampel europium padat jarang memiliki tampilan mengilap seperti logam europium yang baru, bahkan ketika dilapisi dengan lapisan pelindung berupa minyak mineral. Europium dapat terbakar di udara pada suhu 150–180&amp;amp;nbsp;°C dan membentuk [[europium(III) oksida]]:&lt;br /&gt;
:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Europium mudah larut dalam [[asam sulfat]] encer dan menghasilkan larutan berwarna merah muda pucat yang mengandung ion :&lt;br /&gt;
:&lt;br /&gt;
===Eu(II) vs. Eu(III)===&lt;br /&gt;
Meskipun biasanya berada dalam bilangan oksidasi +3, europium dengan mudah membentuk senyawa dalam bilangan oksidasi +2. Sifat ini tidak umum pada sebagian besar lantanida, yang hampir selalu membentuk senyawa dengan bilangan oksidasi +3. Bilangan oksidasi +2 pada europium memiliki [[konfigurasi elektron]] 4&amp;#039;&amp;#039;f&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;sup&amp;gt;7&amp;lt;/sup&amp;gt;, karena kulit-&amp;#039;&amp;#039;f&amp;#039;&amp;#039; yang terisi setengah memberikan kestabilan yang lebih besar. Dalam hal ukuran dan [[bilangan koordinasi]], europium(II) memiliki kemiripan dengan [[barium]](II). [[Sulfat]] dari [[Barium sulfat|barium]] and [[Europium(II) sulfat|europium(II)]] juga sama-sama sangat sukar larut dalam air. Europium divalen merupakan agen pereduksi lemah dan dapat teroksidasi oleh udara menjadi senyawa Eu(III). Dalam kondisi anaerob, terutama pada lingkungan geotermal, bentuk divalen ini cukup stabil sehingga cenderung masuk ke dalam mineral kalsium dan unsur-unsur alkali tanah lainnya. Proses pertukaran ion ini menjadi dasar terjadinya &amp;quot;[[anomali europium]] negatif&amp;quot;, yaitu rendahnya kandungan europium dalam banyak mineral lantanida seperti [[monasit]] dibandingkan dengan kelimpahan yang diperkirakan berdasarkan komposisi [[kondrit]]. [[Bastnäsit]] cenderung menunjukkan anomali europium negatif yang lebih kecil dibandingkan monasit dan karena itu saat ini menjadi sumber utama europium. Pengembangan metode yang mudah untuk memisahkan europium divalen dari lantanida lainnya yang bersifat trivalen membuat europium dapat diperoleh meskipun terdapat dalam konsentrasi rendah, sebagaimana biasanya ditemukan di alam.&lt;br /&gt;
====Senyawa====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyawa europium cenderung berada dalam bilangan oksidasi trivalen (+3) pada sebagian besar kondisi. Umumnya, senyawa-senyawa ini memiliki Eu(III) yang berikatan dengan 6–9 [[ligan]] donor oksigen. Sulfat, nitrat, dan klorida Eu(III) larut dalam air atau pelarut organik polar. Kompleks europium yang bersifat lipofilik sering memiliki ligan yang mirip dengan [[asetilaseton]]at, seperti [[EuFOD]].&lt;br /&gt;
====Halida====&lt;br /&gt;
Logam europium bereaksi dengan semua unsur halogen:&lt;br /&gt;
:2 Eu + 3 X&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt; → 2 EuX&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt; (X = F, Cl, Br, I)&lt;br /&gt;
Reaksi ini menghasilkan [[europium(III) fluorida]] (EuF&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;) berwarna putih, [[europium(III) klorida]] (EuCl&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;) berwarna kuning, [[europium(III) bromida]] (EuBr&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;) berwarna abu-abu, dan [[europium(III) iodida]] (EuI&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;) yang tidak berwarna. Europium juga membentuk dihalida yang sesuai, yaitu [[europium(II) fluorida]] (EuF&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;) berwarna kuning kehijauan, [[europium(II) klorida]] (EuCl&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;) yang tidak berwarna (tetapi menunjukkan fluoresensi biru terang di bawah sinar UV), [[europium(II) bromida]] (EuBr&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;) yang tidak berwarna, dan [[europium(II) iodida]] (EuI&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;) berwarna hijau.&lt;br /&gt;
====Kalkogenida dan pniktida====&lt;br /&gt;
Europium membentuk senyawa stabil dengan semua unsur kalkogen, tetapi kalkogen yang lebih berat (S, Se, dan Te) cenderung menstabilkan bilangan oksidasi yang lebih rendah. Tiga jenis [[oksida]] europium yang diketahui adalah [[europium(II) oksida]] (EuO), europium(III) oksida (Eu&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;O&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;), dan oksida [[kompleks valensi campuran|valensi campuran]] Eu&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;O&amp;lt;sub&amp;gt;4&amp;lt;/sub&amp;gt;, yang mengandung Eu(II) dan Eu(III). Selain itu, kalkogenida utama europium adalah [[europium(II) sulfida]] (EuS), [[europium monoselenida|europium(II) selenida]] (EuSe), dan [[europium(II) telurida]] (EuTe): ketiganya merupakan padatan berwarna hitam. Europium(II) sulfida dibuat dengan mereaksikan oksida europium dengan [[belerang]] pada suhu yang cukup tinggi untuk menguraikan Eu&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;O&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;:&lt;br /&gt;
:Eu&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;O&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt; + 3 H&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;S → 2 EuS + 3 H&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;O + S&lt;br /&gt;
[[Nitrida]] utama europium adalah [[europium(III) nitrida]] (EuN).&lt;br /&gt;
==Isotop==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Europium yang terdapat secara alami terdiri dari dua [[isotop]], yaitu &amp;lt;sup&amp;gt;151&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu dan &amp;lt;sup&amp;gt;153&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu, yang terdapat dalam jumlah yang hampir sama. Isotop &amp;lt;sup&amp;gt;153&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu sedikit lebih melimpah, dengan [[Kelimpahan alami unsur|kelimpahan alami]] sekitar 52,2%. Meskipun &amp;lt;sup&amp;gt;153&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu stabil, &amp;lt;sup&amp;gt;151&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu ternyata tidak sepenuhnya stabil terhadap [[peluruhan alfa]], dengan [[waktu paruh]] sekitar  tahun. Hal ini menyebabkan sekitar satu peluruhan alfa setiap dua menit pada setiap kilogram europium alami. Selain [[radionuklida|radioisotop]] alami &amp;lt;sup&amp;gt;151&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu, telah diketahui 39 radioisotop europium buatan, mulai dari &amp;lt;sup&amp;gt;130&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu hingga &amp;lt;sup&amp;gt;170&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu. Isotop-isotop yang paling stabil di antaranya adalah &amp;lt;sup&amp;gt;150&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu dengan waktu paruh 36,9&amp;amp;nbsp;tahun, &amp;lt;sup&amp;gt;152&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu dengan waktu paruh 13,516&amp;amp;nbsp;tahun, &amp;lt;sup&amp;gt;154&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu dengan waktu paruh 8,592&amp;amp;nbsp;tahun, dan &amp;lt;sup&amp;gt;155&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu dengan waktu paruh 4,742&amp;amp;nbsp;tahun. Semua isotop lainnya memiliki waktu paruh kurang dari 100&amp;amp;nbsp;hari, dan sebagian besar memiliki waktu paruh kurang dari 3&amp;amp;nbsp;menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unsur ini juga memiliki 27 [[isomer nuklir|keadaan metastabil]]. Yang paling stabil di antaranya adalah &amp;lt;sup&amp;gt;150m&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu dengan waktu paruh 12,8&amp;amp;nbsp;jam, &amp;lt;sup&amp;gt;152m1&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu dengan waktu paruh 9,3116&amp;amp;nbsp;jam, dan &amp;lt;sup&amp;gt;152m5&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu dengan waktu paruh 96&amp;amp;nbsp;menit. [[Peluruhan radioaktif#Mode peluruhan|Mode peluruhan]] utama untuk isotop yang lebih ringan daripada &amp;lt;sup&amp;gt;153&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu adalah [[penangkapan elektron]] yang menghasilkan isotop-isotop [[Isotop samarium|samarium]]. Sementara itu, isotop yang lebih berat daripada &amp;lt;sup&amp;gt;153&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu terutama mengalami [[Peluruhan beta#Peluruhan β−|peluruhan beta minus]] yang menghasilkan isotop-isotop [[Isotop gadolinium|gadolinium]].&lt;br /&gt;
===Europium sebagai produk fisi nuklir===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Europium dapat dihasilkan melalui fisi nuklir. Isotop [[Europium-155|&amp;lt;sup&amp;gt;155&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu]] (waktu paruh 4,742&amp;amp;nbsp;tahun) memiliki hasil fisi sebesar 0,033% dari [[Uranium-235|&amp;lt;sup&amp;gt;235&amp;lt;/sup&amp;gt;U]] yang mengalami fisi akibat [[Suhu neutron#Termal|neutron termal]]. [[Hasil produk pembelahan atom|Hasil fisi]] isotop-isotop europium relatif rendah karena isotop tersebut berada di dekat batas atas rentang massa [[Produk pembelahan atom|produk fisi]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti halnya lantanida lainnya, banyak isotop europium memiliki [[penampang lintang neutron|penampang lintang]] penangkapan neutron yang tinggi, bahkan sering kali cukup tinggi sehingga dapat bertindak sebagai [[racun neutron]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;sup&amp;gt;151&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu merupakan produk peluruhan beta dari [[Samarium-151|&amp;lt;sup&amp;gt;151&amp;lt;/sup&amp;gt;Sm]]. Isotop &amp;lt;sup&amp;gt;151&amp;lt;/sup&amp;gt;Sm tidak termasuk dalam hasil fisi yang disebutkan di atas. Namun, karena &amp;lt;sup&amp;gt;151&amp;lt;/sup&amp;gt;Sm memiliki waktu paruh yang panjang dan waktu rata-rata yang singkat sebelum menangkap neutron, sebagian besar &amp;lt;sup&amp;gt;151&amp;lt;/sup&amp;gt;Sm akhirnya berubah menjadi &amp;lt;sup&amp;gt;152&amp;lt;/sup&amp;gt;Sm melalui penangkapan neutron.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;sup&amp;gt;152&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu (waktu paruh 13,517&amp;amp;nbsp;tahun) dan &amp;lt;sup&amp;gt;154&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu (waktu paruh 8,592&amp;amp;nbsp;tahun) tidak dapat terbentuk melalui peluruhan beta karena &amp;lt;sup&amp;gt;152&amp;lt;/sup&amp;gt;Sm dan &amp;lt;sup&amp;gt;154&amp;lt;/sup&amp;gt;Sm merupakan isotop yang tidak radioaktif. Namun,  &amp;lt;sup&amp;gt;154&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu merupakan satu-satunya [[nuklida]] &amp;quot;berperisai&amp;quot; berumur panjang, selain [[Sesium-134|&amp;lt;sup&amp;gt;134&amp;lt;/sup&amp;gt;Cs]], yang memiliki hasil fisi lebih dari 2,5&amp;amp;nbsp;[[Notasi bagian per#Bagian per juta|ppm]] fisi. Jumlah &amp;lt;sup&amp;gt;154&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu yang lebih besar dihasilkan melalui [[Pengaktifan neutron|aktivasi neutron]] terhadap sebagian besar &amp;lt;sup&amp;gt;153&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu yang bersifat nonradioaktif. Akan tetapi, berdasarkan nilai penampang lintangnya, sebagian besar &amp;lt;sup&amp;gt;154&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu ini kemudian mengalami penangkapan neutron lebih lanjut dan diubah menjadi &amp;lt;sup&amp;gt;155&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu dan &amp;lt;sup&amp;gt;156&amp;lt;/sup&amp;gt;Eu, yang pada akhirnya mengalami transformasi menjadi gadolinium.&lt;br /&gt;
==Keterjadian==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Europium tidak ditemukan di alam sebagai unsur bebas. Banyak mineral mengandung europium, dengan sumber terpenting antara lain bastnäsit, monasit, [[xenotim]], dan [[loparit-(Ce)]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkurang atau bertambahnya kandungan europium dalam mineral dibandingkan dengan unsur-unsur tanah jarang lainnya dikenal sebagai anomali europium. Europium sering digunakan dalam penelitian [[Unsur kelumit|unsur renik]] pada bidang [[geokimia]] dan [[petrologi]] untuk memahami proses pembentukan [[batuan beku]], yaitu batuan yang terbentuk dari pendinginan [[magma]] atau [[lava]]. Karakter anomali europium yang ditemukan dapat membantu merekonstruksi hubungan antara berbagai batuan dalam suatu kelompok batuan beku. [[Kelimpahan unsur di kerak Bumi|Kelimpahan median]] europium di kerak Bumi adalah sekitar 2&amp;amp;nbsp;ppm. Nilai kelimpahan unsur-unsur yang lebih jarang dapat bervariasi menurut lokasi hingga beberapa orde besaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Europium divalen (Eu&amp;lt;sup&amp;gt;2+&amp;lt;/sup&amp;gt;) dalam jumlah kecil berperan sebagai aktivator [[fluoresensi]] biru terang pada beberapa sampel mineral [[fluorit]] (CaF&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;). Reduksi dari Eu&amp;lt;sup&amp;gt;3+&amp;lt;/sup&amp;gt; menjadi Eu&amp;lt;sup&amp;gt;2+&amp;lt;/sup&amp;gt; dipicu oleh iradiasi dengan partikel berenergi tinggi. Contoh yang paling terkenal berasal dari daerah sekitar [[Weardale]] dan wilayah di sekitarnya di Inggris bagian utara. Fluorit yang ditemukan di daerah tersebut menjadi dasar penamaan fenomena fluoresensi pada tahun 1852, meskipun baru jauh kemudian diketahui bahwa europium merupakan penyebabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam [[astrofisika]], keberadaan europium dalam [[Spektroskopi|spektrum]] bintang dapat digunakan untuk [[Klasifikasi bintang|mengklasifikasikan bintang]] serta membantu menjelaskan bagaimana dan di mana sebuah bintang terbentuk. Sebagai contoh, para astronom menggunakan perbandingan kadar europium terhadap [[besi]] pada bintang [[LAMOST J112456.61+453531.3]] untuk mengusulkan bahwa proses [[Akresi (astrofisika)|akresi]] yang membentuk bintang tersebut terjadi pada tahap yang relatif akhir.&lt;br /&gt;
==Produksi==&lt;br /&gt;
Europium berasosiasi dengan unsur-unsur tanah jarang lainnya, sehingga penambangannya dilakukan bersama dengan unsur-unsur tersebut. Pemisahan unsur-unsur tanah jarang dilakukan pada tahap pengolahan berikutnya. Unsur-unsur tanah jarang ditemukan dalam jumlah yang dapat ditambang pada mineral bastnäsit, loparit-(Ce), xenotim, dan monasit. in mineable quantities. Bastnäsit merupakan kelompok mineral [[fluorokarbonat]] dengan rumus Ln(CO&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;)(F,OH). Monasit merupakan kelompok mineral ortofosfat dengan rumus  (Ln menunjukkan campuran semua unsur lantanida kecuali [[prometium]]). Loparit-(Ce) merupakan oksida, sedangkan xenotim merupakan ortofosfat (Y,Yb,Er,...)PO&amp;lt;sub&amp;gt;4&amp;lt;/sub&amp;gt;. Monasit juga mengandung [[torium]] dan [[itrium]], sehingga penanganannya menjadi lebih rumit karena torium dan produk peluruhannya bersifat radioaktif. Untuk mengekstraksi unsur dari bijih dan memisahkan masing-masing lantanida, telah dikembangkan berbagai metode. Pemilihan metode bergantung pada konsentrasi dan komposisi bijih, serta distribusi masing-masing lantanida dalam konsentrat yang dihasilkan. Pemanggangan bijih, kemudian dilanjutkan dengan pelindian menggunakan asam dan basa, digunakan terutama untuk menghasilkan konsentrat lantanida. Jika [[serium]] merupakan lantanida yang dominan, serium(III) diubah menjadi serium(IV) dan kemudian diendapkan. Pemisahan lebih lanjut melalui [[Ekstraksi cair–cair|ekstraksi pelarut]] atau [[kromatografi pertukaran ion]] menghasilkan fraksi yang diperkaya europium. Fraksi ini kemudian direduksi menggunakan [[seng]], seng/amalgam, elektrolisis, atau metode lainnya untuk mengubah europium(III) menjadi europium(II). Europium(II) bereaksi dengan cara yang mirip dengan [[logam alkali tanah]], sehingga dapat diendapkan sebagai karbonat atau diendapkan bersama barium sulfat. Logam europium dapat diperoleh melalui elektrolisis campuran EuCl&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt; dan [[Natrium klorida|NaCl]] (atau [[Kalsium klorida|CaCl&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;]]) cair dalam sel grafit. Grafit digunakan sebagai katoda sekaligus anoda sesuai konfigurasi elektrolisis yang digunakan. Produk lainnya adalah gas [[klorin]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa deposit besar menghasilkan atau pernah menghasilkan bagian yang signifikan dari produksi dunia. Deposit bijih besi [[Distrik Pertambangan Bayan Obo|Bayan Obo]] di [[Mongolia Dalam]] mengandung sejumlah besar bastnäsit dan monasit. Dengan perkiraan 36 juta ton oksida unsur tanah jarang, Bayan Obo merupakan deposit terbesar yang diketahui. Aktivitas pertambangan di Bayan Obo menjadikan Tiongkok sebagai pemasok unsur tanah jarang terbesar pada tahun 1990-an. Namun, hanya sekitar 0,2% kandungan unsur tanah jarang di deposit tersebut yang berupa europium. Sumber unsur tanah jarang terbesar kedua antara 1965 hingga penutupannya pada akhir 1990-an adalah [[Tambang Tanah Jarang Mountain Pass|tambang tanah jarang Mountain Pass]] di California. Bastnäsit yang ditambang di sana sangat kaya akan unsur tanah jarang ringan (La-Gd, Sc, and Y) dan hanya mengandung sekitar 0,1% europium. Sumber besar lainnya adalah loparit yang ditemukan di [[Semenanjung Kola]]. Mineral ini mengandung hingga 30% unsur tanah jarang, selain [[niobium]], [[tantalum]], dan [[titanium]], dan merupakan sumber terbesar unsur-unsur tersebut di Rusia.&lt;br /&gt;
==Sejarah==&lt;br /&gt;
Meskipun europium terdapat dalam sebagian besar mineral yang juga mengandung unsur-unsur tanah jarang lainnya, kesulitan dalam memisahkan unsur-unsur tersebut menyebabkan europium baru berhasil diisolasi pada akhir abad ke-19. Pada tahun 1885, [[William Crookes]] pertama kali mengamati beberapa garis spektrum yang tidak biasa dalam spektrum optik bijih samarium–itrium. Pada tahun 1892, [[Paul-Émile Lecoq de Boisbaudran|Paul-Émile L. de Boisbaudran]] memperoleh fraksi basa dari konsentrat samarium–gadolinium yang menunjukkan garis-garis spektrum yang tidak dapat dijelaskan oleh keberadaan samarium maupun [[gadolinium]]. [[Kimiawan]] [[Prancis]] Eugène-Anatole Demarçay kemudian melakukan penelitian secara lebih rinci terhadap garis-garis spektrum tersebut. Pada tahun 1896, dia menduga bahwa sampel unsur yang baru ditemukan, yaitu samarium, telah terkontaminasi oleh unsur yang belum diketahui. Demarçay berhasil mengisolasi unsur tersebut pada tahun 1901, kemudian menamakannya &amp;#039;&amp;#039;europium&amp;#039;&amp;#039;, yang namanya diambil dari Eropa. Pada tahun 1905, Crookes mengonfirmasi penemuan tersebut dan mengamati spektrum fosforesen dari unsur-unsur tanah jarang, termasuk spektrum yang kemudian diketahui berasal dari europium.&lt;br /&gt;
==Aplikasi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan dengan sebagian besar unsur lainnya, aplikasi komersial europium relatif sedikit dan cukup khusus. Hampir selalu, sifat fosforesensinya dimanfaatkan, baik dalam bilangan oksidasi +2 maupun +3.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Europium digunakan sebagai [[dopan]] pada beberapa jenis [[kaca]] dalam [[laser]] dan perangkat optoelektronik lainnya. Europium oksida (Eu&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;O&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;) banyak digunakan sebagai [[fosfor]] merah pada [[Tabung sinar katode|televisi]] dan [[Lampu pendar|lampu fluoresen]], serta sebagai pengaktif untuk fosfor berbasis itrium. Layar televisi berwarna mengandung sekitar 0,5–1&amp;amp;nbsp;g of europium oksida. Europium trivalen menghasilkan fosfor merah, sedangkan luminesensi europium divalen sangat bergantung pada komposisi struktur inangnya. Luminesensi mulai dari sinar ultraungu hingga merah tua dapat dihasilkan. Dua jenis fosfor berbasis europium, yaitu merah dan biru, jika dikombinasikan dengan fosfor [[terbium]] terbium berwarna kuning/hijau, dapat menghasilkan cahaya &amp;quot;putih&amp;quot;. Suhu warna cahaya tersebut dapat diubah dengan mengatur perbandingan atau komposisi tertentu dari masing-masing fosfor. Sistem fosfor ini umumnya ditemukan pada lampu fluoresen berbentuk spiral. Penggabungan ketiga jenis fosfor tersebut merupakan salah satu cara untuk membuat sistem trikromatik pada layar televisi dan komputer. Sebagai bahan tambahan, europium sangat efektif dalam meningkatkan intensitas fosfor merah. Europium juga digunakan dalam pembuatan kaca fluoresen untuk meningkatkan efisiensi keseluruhan lampu fluoresen. Salah satu fosfor dengan efek pijar setelah cahaya (afterglow) yang umum digunakan, selain [[seng sulfida]] yang didoping [[tembaga]], adalah [[stronsium aluminat]] yang didoping europium. Fluoresensi europium digunakan untuk mempelajari interaksi biomolekuler dalam proses penemuan obat. Europium juga digunakan dalam fosfor antipemalsuan pada uang kertas [[euro]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu aplikasi yang hampir tidak lagi digunakan sejak diperkenalkannya magnet superkonduktor yang terjangkau adalah penggunaan kompleks europium, seperti [[EuFOD|Eu(fod)&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;]], sebagai pereaksi penggeser dalam spektroskopi [[Resonansi magnet inti|NMR]]. Pereaksi penggeser [[Kiralitas (kimia)|kiral]], seperti Eu(hfc)&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;, masih digunakan untuk menentukan kemurnian [[enantiomer]]ik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyawa europium digunakan untuk menandai [[antibodi]] agar [[antigen]] dapat dideteksi dengan lebih sensitif dalam cairan tubuh, yaitu dalam suatu metode [[imunoasai]]. Ketika antibodi yang diberi label europium ini berikatan dengan antigen tertentu, kompleks yang terbentuk dapat dideteksi melalui fluoresensi yang dirangsang oleh laser.&lt;br /&gt;
==Pencegahan==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada indikasi yang jelas bahwa europium memiliki sifat beracun yang lebih tinggi dibandingkan dengan logam berat lainnya. Europium klorida, europium nitrat, dan europium oksida telah diuji [[toksisitas]]nya. Europium klorida menunjukkan [[Median dosis letal|LD&amp;lt;sub&amp;gt;50&amp;lt;/sub&amp;gt;]] akut secara intraperitoneal sebesar 550&amp;amp;nbsp;mg/kg, sedangkan LD&amp;lt;sub&amp;gt;50&amp;lt;/sub&amp;gt; akut secara oral adalah 5.000&amp;amp;nbsp;mg/kg. Europium nitrat menunjukkan LD&amp;lt;sub&amp;gt;50&amp;lt;/sub&amp;gt; intraperitoneal yang sedikit lebih rendah, yaitu 320&amp;amp;nbsp;mg/kg, sementara toksisitas secara oral berada di atas 5.000&amp;amp;nbsp;mg/kg. Serbuk logam europium dapat menimbulkan bahaya kebakaran dan ledakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Referensi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Pranala luar==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*  [http://education.jlab.org/itselemental/ele063.html It&amp;#039;s Elemental – Europium]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Europium&amp;amp;oldid=29619942 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29619942 (2026-08-23T08:28:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>