<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Fan%C3%B6t%C3%B6i_gin%C3%B6t%C3%B6</id>
	<title>Fanötöi ginötö - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Fan%C3%B6t%C3%B6i_gin%C3%B6t%C3%B6"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Fan%C3%B6t%C3%B6i_gin%C3%B6t%C3%B6&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T13:03:47Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Fan%C3%B6t%C3%B6i_gin%C3%B6t%C3%B6&amp;diff=16499&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Fan%C3%B6t%C3%B6i_gin%C3%B6t%C3%B6&amp;diff=16499&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-26T23:14:24Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Fan%C3%B6t%C3%B6i_gin%C3%B6t%C3%B6&amp;amp;diff=16499&amp;amp;oldid=16101&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Fan%C3%B6t%C3%B6i_gin%C3%B6t%C3%B6&amp;diff=16101&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29551030; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Fan%C3%B6t%C3%B6i_gin%C3%B6t%C3%B6&amp;diff=16101&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-26T22:52:24Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29551030; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Fanötöi ginötö&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (&amp;quot;Penamaan waktu&amp;quot;) merupakan penanggalan tradisional masyarakat [[Nias]], [[Sumatera Utara]] yang berdasarkan pada fase bulan , matahari dan peredaran Bintang [[Orion]] atau &amp;#039;&amp;#039;Sara Wangahalö&amp;#039;&amp;#039; yang digunakan sebagai acuan untuk melakukan kegiatan pertanian dan ritual adat.&lt;br /&gt;
== Selayang pandang ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Suku Nias]] adalah kelompok masyarakat yang hidup di [[Pulau Nias]]. Dalam bahasa aslinya orang Nias menamakan diri mereka sebagai &amp;#039;&amp;#039;Ono Niha&amp;#039;&amp;#039; (Ono: anak/keturunan, Niha: manusia) dan &amp;#039;&amp;#039;Tanö Niha&amp;#039;&amp;#039; (Tanö: tanah) serta bahasa asli mereka disebut &amp;#039;&amp;#039;Li Niha&amp;#039;&amp;#039; yang secara [[Terjemahan harfiah|harfiah]] artinya bahasa orang atau bahasa manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suku Nias yang terorganisir dalam sebuah desa yang disebut Banua, dan Öri sebagai [[koalisi]] dari beberapa [[desa]] yang terikat dalam suatu hukum yang disebut &amp;#039;&amp;#039;Fondrakö&amp;#039;&amp;#039; yang ditetapkan dan dipimpin oleh seorang ketua atau pemuka adat (&amp;#039;&amp;#039;Ere&amp;#039;&amp;#039;)&lt;br /&gt;
== Keterangan ==&lt;br /&gt;
Penanggalan tradisional Nias ini mengacu pada siklus Bulan atau fase-fase Bulan. Terdiri dari 15 hari pertama dinamakan Bulan terang dan 15 terakhir Bulan mati. Sistem penanggalan ini tergolong sebagai penanggalan [[kalender suryacandra|suryacandra]] dengan perhitungan Astronomik. Metode perhitungan Astronomik ini didasarkan pada pengamatan yang berkelanjutan serta didasarkan pada perhitungan Astronomi dan jelas lebih sulit. Selain menggunakan [[fase bulan|fase-fase Bulan]], penanggalan tradisional Nias juga menggunakan [[Matahari]] sebagai penentuan musim setiap tahun dengan manzilah Bintang [[Orion]] (&amp;#039;&amp;#039;Sara Wangahalö&amp;#039;&amp;#039;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masyarakat tradisional Nias biasanya menyebut tanggal/hari dengan istilah bulan, berpatokan pada fase-fase Bulan selama 29/30 hari. Selama 29/30 bulan (hari) terdiri dari 15 pertama Bulan terang dan 15 terakhir Bulan mati. Selama 1 tahun pertanian terdiri dari 12 (biasa) 13 (interkelasi) siklus bulan sehingga jumlah harinya bisa terdiri dari 354/355/383/384/385. Awal bulannya mengacu pada kemunculan hilal atau masyarakat tradisional Nias menyebutnya dengan istilah [[bulan sabit]] Kecil. Kemudian untuk siklus 1 periode musim pertaniannya terdiri dari 19 tahun dengan [[siklus metonik]] (3,5,8,11,14,16 dan 19/ 3,2,3,3,3,2,3) dengan tambahan diakhir siklus tahunan pertanian. Sehingga [[penanggalan]] ini tidak memiliki bilangan tahun dan akan berjalan sebagai siklus teratur. Setelah 19 tahun maka dimulai lagi siklus perhitungannya dari awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penentuan awal Bulan pada suku Nias tradisional pada dasarnya adalah melakukan pengamatan terhadap waktu Matahari terbenam, waktu konjungsi, sertra waktu dan posisi [[hilal]] data [[Matahari]] terbenam. Untuk menentukannya, mereka secara mata telanjang atau menggunakan alat sederhana seperti cermin , yaitu dengan mengarahkan cermin ke bulan hingga muncul pantulannya. Selanjutnya, diurutkan selama 30 atau 29 hari dan. Jika malamnya (maghrib) tidak terlihat Bulan maka keesokan harinya dibulatkan menjadi bulan ke-30.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awal [[musim]] pertaniannya pertama kali dimulai dari bulan [[April]] dan akan terus mundur 11 hari karena menggunakan fase-fase Bulan dan siklus peredaran Bintang [[orion]] mengacu pada posisi [[Matahari]]. Mulai awal bulan April setiap tahun, penduduk (orang Nias) turun ke hutan belukar &amp;#039;&amp;#039;Mamohu Tano Nowi&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;Mamago tano&amp;#039;&amp;#039; (memilih dengan  menandai tanah huma-ladang). Tanah yang dipilih itu dibersihkan hingga dapat ditanami. Dengan demikian musim menanam padi mulai pada bulan [[Juni]] sampai [[Juli]]. Pada saat Bintang &amp;#039;&amp;#039;Zara&amp;#039;&amp;#039; menunjukkan pukul delapan sampai pukul sepuluh pagi.  Periode terbaik menanam padi hingga &amp;#039;&amp;#039;Sara Wangahalö&amp;#039;&amp;#039; berada pada [[Posisi matahari|posisi Matahari]] pukul sepuluh sekitaran bulan [[Agustus]]. Sedangkan periode terbaik menuai atau memanen saat posisi &amp;#039;&amp;#039;Sara Wangahalö &amp;#039;&amp;#039; berada pada posisi Matahari pukul dua hingga empat sore, terlihat saat Matahari terbit (sekitar [[Desember]] sampai [[Januari]]). Dan akhirnya dari bulan [[Februari]] sampai [[Maret]] untuk pembersihan lahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pengggunaan ==&lt;br /&gt;
Penggunaan penanggalan ini oleh masyarakat Nias yaitu diantaranya, pertama adalah untuk melacak lahirnya kota [[Gunungsitoli]] secara sah berdasarkan hukum yang berlaku dalam adat suku Nias. Hukum tersebut disebut &amp;#039;&amp;#039;Frondakö Laraga Talunidanio&amp;#039;&amp;#039; yang dilangsungkan pada waktu penduduk mulai &amp;#039;&amp;#039;Mamohu Tano Nowi&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;Mamago tano&amp;#039;&amp;#039; (memilih dengan&lt;br /&gt;
menandai tanah huma-ladang) pada hari bulan &amp;#039;&amp;#039;Simewelendrua desa’a&amp;#039;&amp;#039; (hari ke12 bulan terang) yang beracuan pada bintang &amp;#039;&amp;#039;Zara&amp;#039;&amp;#039;. Masyarakat Nias percaya bahwa kota Gunungsitoli lahir dan muncul ketika upacara &amp;#039;&amp;#039;Frondakö Bonio&amp;#039;&amp;#039; dilaksanakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk melacak waktu ini, dilaksanakanlah sebuah upacara yang disebut &amp;#039;&amp;#039;Frondakö öri Talunidanio&amp;#039;&amp;#039; di  bawah pimpinan &amp;#039;&amp;#039;Balugu Samönö Ba’uwadanö Harefa&amp;#039;&amp;#039; di tepi sungai Idanoi. Sebelum upacara ini, &amp;#039;&amp;#039;Balugu Samönö Ba’uwadano&amp;#039;&amp;#039; harefa akan meminta pertanda dari [[arwah]] [[leluhur]] dan [[dewa]] adat, lalu ia akan menyibak sungai tersebut. Jika muncul seekor &amp;#039;&amp;#039;Lagasi ana’a&amp;#039;&amp;#039; (Belanak emas) dan berguling-guling ke darat dan menghampiri &amp;#039;&amp;#039;balugu&amp;#039;&amp;#039; dan hadirin, peristiwa &amp;#039;&amp;#039;Frondakö&amp;#039;&amp;#039; inilah disebut &amp;#039;&amp;#039;Frondakö Talunidanoi&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah upacara pertama selesai, selanjutnya ada &amp;#039;&amp;#039;Frondakö öri Laraga&amp;#039;&amp;#039; yang dimpin &amp;#039;&amp;#039;Balugu Samönö Tuhabadanö Zebua&amp;#039;&amp;#039; di tepi muara sungai Idanoi. Dikarenakan hukum adat dari dua &amp;#039;&amp;#039;Frondakö&amp;#039;&amp;#039; itu sama dan waktunya hampir berdekatan, maka disebut &amp;#039;&amp;#039;Frondakö Sidombua ba Dalunidanoi&amp;#039;&amp;#039;. Pada saat seluruh peserta hadir semua, &amp;#039;&amp;#039;Balugu raja Laraga&amp;#039;&amp;#039; meminta pertanda dan restu dari arwah leluhur dan dewa adat &amp;#039;&amp;#039;Lawölö&amp;#039;&amp;#039;, apakah ia pantas dalam kedudukannya , dan ia akan menyibak sungai Idanoi. Jika muncul seekor &amp;#039;&amp;#039;Buaya Ana’a&amp;#039;&amp;#039; (buaya emas) yang merangkak menghampiri &amp;#039;&amp;#039;Balugu raja Laraga&amp;#039;&amp;#039; dan para hadirin, maka buaya itu diberi anting-anting dengan timah. Kemudian buaya itu dilepaskan kembali ke sungai dengan ucapan: engkau harus datang bila kami memanggilmu kapan saja!.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, ketua adat akan memanggil buaya, dan jika buaya tersebut memawa seekor ayam jantan. Maka &amp;#039;&amp;#039;Frondakö&amp;#039;&amp;#039; itu disebut &amp;#039;&amp;#039;Frondakö Laraga&amp;#039;&amp;#039;. Hukum adatnya disebut &amp;#039;&amp;#039;Böwö Laraga&amp;#039;&amp;#039; (hukum adat Laraga). Selanjutnya dilakukan pembaharuan hukum &amp;#039;&amp;#039;Frondakö Laraga Talunidanoi&amp;#039;&amp;#039; dan karena beberapa alasan maka dilakukan &amp;#039;&amp;#039;Frondakö&amp;#039;&amp;#039; yang berlokasi sekitar pertemuan anak sungai &amp;#039;&amp;#039;Bonio&amp;#039;&amp;#039; dengan sungai sebelah Utara (tempat sentral bagi ketiga kampung peserta  &amp;#039;&amp;#039;Frondakö&amp;#039;&amp;#039; itu). Pada akhirnya Frondakö itu disebut &amp;#039;&amp;#039;Frondakö Bonio&amp;#039;&amp;#039; hukum adat &amp;#039;&amp;#039;Frondakö&amp;#039;&amp;#039; bersifat &amp;#039;&amp;#039;Fawulu-Wuluni&amp;#039;&amp;#039; (&amp;#039;&amp;#039;Frondakö Ni’owuluwulu&amp;#039;&amp;#039;), dan pelakunya disebut &amp;#039;&amp;#039;Sitölu Tua&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prosesi &amp;#039;&amp;#039;Frondakö Bonio&amp;#039;&amp;#039; memiliki beberapa hal penting terkait pelaksanaan &amp;#039;&amp;#039;Frondakö Bonio&amp;#039;&amp;#039; yang bersumber dari pelaku &amp;#039;&amp;#039;Frondakö&amp;#039;&amp;#039; asli. Pendapat pertama,&amp;#039;&amp;#039;Frondakö Bonio Ni’owulu-wulu&amp;#039;&amp;#039; dilangsungkan pada tahun 1629. Pendapat kedua &amp;#039;&amp;#039;Frondakö Bonio Ni’owulu-wulu&amp;#039;&amp;#039; diangsungkan pada tahun 1632. Namun berdasarkan data yang telah dikumpulkan oleh seorang pelaku &amp;#039;&amp;#039;Frondakö&amp;#039;&amp;#039; lain, yang juga telah dituangkan dalam bukunya, menyatakan bahwa Kota [[Gunungsitoli]] lahir pada 7 April (bulan ke-12 atau &amp;#039;&amp;#039;Si mewelendrua Desa’a&amp;#039;&amp;#039;) tahun 1629.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegunaan kedua, penentuan hari baik dan hari buruk. Selain digunakan untuk perkawinan, pendirian rumah, pesta &amp;#039;&amp;#039;Owasa&amp;#039;&amp;#039;, penanggalan juga digunakan terutama untuk menentukan hari baik yang akan membawa keberuntungan dan agar terhindar dari hal-hal yang buruk dan gangguan dari roh-roh jahat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, Kegiatan Pertanian sebagai tanda musim pertanian. Penanggalan ini juga dapat digunakan untuk menentukan Bulan baru, Purnama dan Peredaran musim sehingga dapat membantu dalam kegiatan pertanian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari dulu sampai sekarang masyarakat Nias masih berpedoman pada peredaran [[Bulan]] (&amp;#039;&amp;#039;bawa&amp;#039;&amp;#039;/ &amp;#039;&amp;#039;mbawa&amp;#039;&amp;#039;). Misalnya saat menanam bibit tanaman biasanya mempertimbangkan hitungan Bulan. Untuk jenis tanaman muda seperti [[cabai]], [[umbi]]-umbian biasanya ditanaman pada Bulan (tanggal) muda dan ganjil yaitu bulan ke-3 (&amp;#039;&amp;#039;tὅlu desa’a&amp;#039;&amp;#039;), ke-5 (&amp;#039;&amp;#039;melima desa’a&amp;#039;&amp;#039;), dan ke-7 (&amp;#039;&amp;#039;mewitu desa’a&amp;#039;&amp;#039;). Sedangkan untuk tanaman tua seperti [[durian]], [[cengkeh]] dan lain-lain ditanaman pada tanggal (Bulan) yang lebih tua yaitu ke-8 (&amp;#039;&amp;#039;mewalu desa’a&amp;#039;&amp;#039;) hingga ke-13 (&amp;#039;&amp;#039;feledὅlu desa’a&amp;#039;&amp;#039;).&lt;br /&gt;
== Dongeng bintang ==&lt;br /&gt;
Sejumlah dongeng &amp;#039;&amp;#039;Sara Wangahalö&amp;#039;&amp;#039; dicatat Agner Møller di buku &amp;#039;&amp;#039;Den Gamle Tidsregning på Nias tahun 1976 (Hämmerle, 1999: 128)&amp;#039;&amp;#039;. Møller sendiri adalah seorang dokter yang bekerja di &amp;#039;&amp;#039;Tanö Niha&amp;#039;&amp;#039; (Tanah Nias) tahun 1923-1927 .Dia mengumpulkan 15 versi dongeng &amp;#039;&amp;#039;Sara Wangahalö&amp;#039;&amp;#039; berbahasa Nias logat selatan, tengah, dan utara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu versi dongeng berkisah perihal &amp;#039;&amp;#039;Ndröma&amp;#039;&amp;#039;. &amp;#039;&amp;#039;Ndröma&amp;#039;&amp;#039; dan istrinya &amp;#039;&amp;#039;Simarimbaŵa&amp;#039;&amp;#039; memiliki sebelas orang anak. Pada suatu hari anak-anak &amp;#039;&amp;#039;Ndröma&amp;#039;&amp;#039; pergi berburu. Sepulang berburu, saat mereka tiba di rumah, pintu rumah tidak dibukakan. Anak sulung bertanya, mengapa ayahnya tidak membuka pintu. Karena tidak ada jawaban, maka dipotongnya jari-jarinya dan diletakkannya di atas tangga. Lalu mereka pergi seraya berseru, “Karena ayah tidak mengizinkan kami masuk, kami pergi, kami akan menjadi &amp;#039;&amp;#039;Sara Wangahalö&amp;#039;&amp;#039;”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah anaknya pergi, hati &amp;#039;&amp;#039;Ndröma&amp;#039;&amp;#039; iba. Sambil membawa obor, bersama istri dan budaknya, dia mencari anaknya. Namun mereka tak pernah bertemu, para anak telah menjelma menjadi &amp;#039;&amp;#039;ndröfi si Felezara&amp;#039;&amp;#039; (bintang Sebelas). &amp;#039;&amp;#039;Ndröma&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;sawuyu&amp;#039;&amp;#039; (budak), dan &amp;#039;&amp;#039;Simarimbaŵa &amp;#039;&amp;#039; menjelma pula menjadi &amp;#039;&amp;#039;ndröfi si Tölu&amp;#039;&amp;#039; (bintang Tiga)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokoh versi lain &amp;#039;&amp;#039;Balugu Hatölu&amp;#039;&amp;#039; dan istrinya &amp;#039;&amp;#039;Boworia&amp;#039;&amp;#039; serta sebelas anak mereka: &amp;#039;&amp;#039;Lölömatua Ita Bara, Lökhö Sitölu, Lökhö Famaigi, Lökhö Fangila, Lökhö Angi, Döfi Famaigi, Döfi Fangila, Mondröi, Döfi Balazi, Ondröita,&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;Fagohi Döfi&amp;#039;&amp;#039;. Dalam versi ini: bintang Sebelas jelmaan para anak &amp;#039;&amp;#039;Hatölu&amp;#039;&amp;#039;, sedang bintang Tiga jelmaan &amp;#039;&amp;#039;Hatölu&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;Boworia&amp;#039;&amp;#039;, dan &amp;#039;&amp;#039;Sibahu Barazo Laoya&amp;#039;&amp;#039; (istri &amp;#039;&amp;#039;Lölömatua Ita Bara&amp;#039;&amp;#039;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bintang Tiga inilah Alnitak-Alnilam-Mintaka versi Nias. Sementara bintang Sebelas adalah sebelas bintang di dekatnya, disebut juga döfi Zara (döfi = bintang, tahun; zara dari felezara = sebelas) alias ndröfi Sara (bintang Sara). Dalam perspektif Ono Niha, bintang-bintang penyusun rasi Orion adalah representasi tokoh cerita, bukan citra benda sebagaimana imajinasi orang Yunani, Jawa, Sumeria, dan [[Mesir]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
* https://niastanoniha.blogspot.com/2009/08/sara-wangahalo-bintang-tradisi.html?m=1&lt;br /&gt;
* https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/afaq/article/download/4770/1915/12509&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fan%C3%B6t%C3%B6i+gin%C3%B6t%C3%B6&amp;amp;oldid=29551030 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29551030 (2026-08-10T04:04:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>