<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Flukloksasilin</id>
	<title>Flukloksasilin - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Flukloksasilin"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Flukloksasilin&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T22:19:16Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Flukloksasilin&amp;diff=29727&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27556959; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Flukloksasilin&amp;diff=29727&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-04T13:20:33Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27556959; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Flukloksasilin&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, juga dikenal sebagai &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;floksasilin&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, adalah [[antibiotik]] yang digunakan untuk mengobati [[infeksi kulit]], [[radang telinga luar]], infeksi tukak kaki, infeksi kaki diabetik, dan [[osteomielitis|infeksi tulang]]. Obat ini dapat digunakan bersama dengan obat lain untuk mengobati [[pneumonia]] dan [[endokarditis]]. Obat ini juga dapat digunakan sebelum operasi untuk mencegah infeksi &amp;#039;&amp;#039;[[Staphylococcus]]&amp;#039;&amp;#039;. Obat ini tidak efektif terhadap [[Staphylococcus aureus resisten-metisilin|MRSA]]. Obat ini diminum, atau diberikan melalui suntikan ke pembuluh darah atau otot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Efek samping yang umum termasuk sakit perut. Efek samping lainnya mungkin termasuk [[nyeri]] otot atau sendi, sesak napas, dan masalah hati. Obat ini tampaknya aman selama [[kehamilan]] dan [[menyusui]]. Obat ini tidak boleh digunakan pada mereka yang alergi terhadap [[penisilin]]. Obat ini adalah [[antibiotik]] [[laktam beta]] spektrum sempit dari kelas penisilin. Obat ini memiliki efek yang mirip dengan [[kloksasilin]] dan [[dikloksasilin]], yaitu antibiotik yang aktif terhadap bakteri pembentuk penisilinase.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Flukloksasilin dipatenkan pada tahun 1961. Obat ini tidak umum digunakan di Amerika Serikat atau Kanada sejak tahun 2011.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sejarah==&lt;br /&gt;
Flukloksasilin dikembangkan pada tahun 1960-an menyusul peningkatan infeksi &amp;#039;&amp;#039;Staphylococcus&amp;#039;&amp;#039; yang resistan terhadap penisilin (menghasilkan beta-laktamase) akibat meluasnya penggunaan [[Penisilin G|benzilpenisilin]] pada tahun 1960. Semua penisilin alami dan penisilin semi-sintetik pertama dihancurkan oleh beta-laktamase &amp;#039;&amp;#039;Staphylococcus&amp;#039;&amp;#039;, yang menyebabkan Beecham (kemudian [[GSK plc|GlaxoSmithKline]]) mencari antibiotik yang lebih stabil. Pada tahun 1962, serangkaian penisilin stabil asam yang berstruktur serupa ([[oksasilin]], [[kloksasilin]], [[dikloksasilin]], dan flukloksasilin) dengan potensi untuk diminum mulai dikembangkan. Flukloksasilin dan dikloksasilin menunjukkan stabilitas khusus terhadap enzim beta-laktamase dari &amp;#039;&amp;#039;[[Staphylococcus aureus]]&amp;#039;&amp;#039; dan dapat menahan asam. Beecham selanjutnya mengembangkan kloksasilin dan mempopulerkan flukloksasilin di Britania Raya, sementara [[Bristol Myers Squibb|Bristol Laboratories]] berkonsentrasi pada pemasaran oksasilin dan dikloksasilin di Amerika Serikat, yang menyebabkan perbedaan penggunaan di kedua negara. Flukloksasilin pertama kali dipasarkan di Eropa pada tahun 1970-an.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kegunaan dalam medis==&lt;br /&gt;
Flukloksasilin adalah [[antibiotik]] yang digunakan untuk mengobati infeksi kulit, radang telinga luar, infeksi tukak kaki, infeksi kaki diabetik, dan infeksi tulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Kulit===&lt;br /&gt;
Flukloksasilin digunakan untuk infeksi kulit &amp;#039;&amp;#039;Staphylococcus&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;[[Streptococcus]]&amp;#039;&amp;#039;. Infeksi ini meliputi [[folikulitis]], karbunkel, [[impetigo]], ektima, [[selulitis]], [[erisipelas]], [[fasciitis nekrotikan]], dan infeksi kondisi kulit seperti [[eksem]], [[kudis]], tukak, dan jerawat. Karena kepercayaan luas bahwa terapi ganda diperlukan untuk mengatasi &amp;#039;&amp;#039;Staphylococcus&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;Streptococcus&amp;#039;&amp;#039; pada selulitis, flukloksasilin terkadang diberikan dengan penambahan [[Penisilin G|benzilpenisilin]] untuk selulitis yang lebih parah. Namun, dukungan untuk praktik ini telah berkurang sejak temuan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam &amp;#039;&amp;#039;Emergency Medicine Journal&amp;#039;&amp;#039; pada tahun 2005 tidak menunjukkan kombinasi ini memberikan manfaat klinis tambahan. Di Britania Raya, penggunaan flukloksasilin saja merupakan pilihan pertama untuk mengobati selulitis. Beberapa negara lain berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Luka===&lt;br /&gt;
Infeksi tukak kaki dapat diobati dengan flukloksasilin. Untuk infeksi kaki diabetik, dosis disesuaikan menurut apakah infeksi tersebut tampak ringan, sedang, atau parah..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Tulang===&lt;br /&gt;
Meskipun memiliki rasio penetrasi obat ke tulang yang lebih rendah dari optimum yaitu 10–20%, flukloksasilin tampak efektif dalam mengobati [[osteomielitis]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bergantung pada panduan setempat, flukloksasilin dapat digunakan dalam pengobatan infeksi sendi sambil menunggu hasil kultur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Lainnya===&lt;br /&gt;
Flukloksasilin dapat digunakan dalam kombinasi dengan antibiotik lain untuk mengobati [[pneumonia]] dan dapat digunakan untuk mencegah infeksi sebelum operasi, khususnya operasi jantung, paru-paru, atau tulang. Bila digunakan untuk mengobati [[endokarditis]], dalam kombinasi dengan antibiotik lain atau sendiri, dosis flukloksasilin mungkin perlu melebihi dosis biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Resistensi===&lt;br /&gt;
Meskipun flukloksasilin tidak sensitif terhadap beta-laktamase, beberapa organisme telah mengembangkan resistensi terhadap flukloksasilin dan [[antibiotik laktam beta|antibiotik β-laktam]] spektrum sempit lainnya termasuk [[metisilin]]. Organisme tersebut termasuk &amp;#039;&amp;#039;[[Staphylococcus aureus]]&amp;#039;&amp;#039; yang resistan terhadap metisilin, yang telah mengembangkan resistensi terhadap flukloksasilin dan penisilin lainnya karena adanya perubahan protein pengikat penisilin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Efek samping==&lt;br /&gt;
Efek samping umum yang terkait dengan penggunaan flukloksasilin meliputi: diare, mual, ruam, [[urtikaria]], [[nyeri]] dan pe[[radang]]an di tempat suntikan, superinfeksi (termasuk [[kandidiasis]]), alergi, dan peningkatan sementara enzim hati dan [[bilirubin]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarang terjadi, pada kurang dari 1 dari 1.000 orang, [[jaundis]] [[kolestasis]] (juga disebut hepatitis kolestatik) dikaitkan dengan terapi flukloksasilin. Penyakit ini dapat muncul sebagai tinja pucat dengan urin berwarna gelap, dan mata serta kulit berwarna kekuningan. Reaksi dapat terjadi hingga beberapa minggu setelah pengobatan dihentikan, dan membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk sembuh. Perkiraan kejadiannya adalah satu dari 15.000 paparan, dan lebih sering terjadi pada orang yang berusia di atas 55 tahun, wanita, dan mereka yang menjalani pengobatan lebih dari dua minggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Flukloksasilin dikontraindikasikan pada mereka yang memiliki riwayat alergi terhadap penisilin, [[sefalosporin]], atau [[karbapenem]]. Obat ini juga tidak boleh digunakan pada mata, atau diberikan kepada mereka yang memiliki riwayat [[hepatitis]] kolestatik yang terkait dengan penggunaan dikloksasilin atau flukloksasilin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Obat ini harus digunakan dengan hati-hati pada orang tua, pasien dengan gangguan ginjal yang memerlukan dosis yang lebih rendah, dan mereka yang memiliki gangguan hati, karena risiko hepatitis kolestatik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Obat ini harus diminum saat perut kosong, setengah hingga satu jam sebelum makan, karena penyerapannya berkurang jika diminum bersama makanan, meskipun beberapa penelitian menunjukkan bahwa hal ini tidak membahayakan konsentrasi plasma flukloksasilin dalam sebagian besar keadaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Jawatan Kesehatan Nasional]] Britania Raya merekomendasikan untuk meminumnya setidaknya 30 menit sebelum makan dan setidaknya 2 jam setelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Interaksi obat===&lt;br /&gt;
Flukloksasilin dapat mengurangi ekskresi [[metotreksat]], yang berpotensi mengakibatkan risiko toksisitas metotreksat. Kadar flukloksasilin dalam darah dapat meningkat pada gagal ginjal dan dengan penggunaan [[probenesid]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Mekanisme kerja==&lt;br /&gt;
Flukloksasilin adalah [[antibiotik spektrum sempit]] yang termasuk dalam kelompok antibiotik penisilin. Obat ini bekerja dengan cara menghancurkan dinding sel bakteri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Flukloksasilin memiliki aktivitas [[farmakokinetika]], antibakteri, dan indikasi yang serupa dengan [[dikloksasilin]], dan kedua agen tersebut dianggap dapat dipertukarkan. Obat ini dilaporkan memiliki insiden [[efek samping]] hati yang lebih tinggi, meskipun jarang, dibandingkan dikloksasilin, tetapi insiden efek samping ginjalnya lebih rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Bentuk sediaan yang tersedia==&lt;br /&gt;
Baik sediaan oral maupun intravena flukloksasilin tidak mahal dan tersedia sebagai garam natrium flukloksasilin natrium, dalam kapsul (250 atau 500 mg), [[suspensi]] oral (125 mg/5 ml atau 250 mg/5 ml), dan suntikan (bubuk untuk rekonstitusi, 250, 500, 1000, dan 2000 mg per vial).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Flukloksasilin tidak umum digunakan di Amerika Serikat atau Kanada sejak tahun 2011. Namun di beberapa negara lain, obat ini tersedia dengan berbagai nama dagang termasuk Floxapen, Flopen, Flubex, Flupen, Phylopen, dan Staphylex.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Kombinasi===&lt;br /&gt;
Flukloksasilin dikombinasikan dengan [[ampisilin]] dalam [[Ampisilin/flukloksasilin|ko-fluampisil]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Flukloksasilin&amp;amp;oldid=27556959 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27556959 (2025-07-16T07:00:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>