<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Foramen_spinosum</id>
	<title>Foramen spinosum - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Foramen_spinosum"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Foramen_spinosum&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T07:04:36Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Foramen_spinosum&amp;diff=36681&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27574769; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Foramen_spinosum&amp;diff=36681&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T22:34:29Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27574769; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Foramen spinosum&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah sebuah rongga yang berbentuk melingkar dan berukuran kecil yang terletak di sayap besar dari [[tulang sfenoid]]. Letaknya berdekatan atau di pangkal tonjolan tulang sfenoid, belakang samping dari [[foramen ovale]]. Melalui lubangnya lewat [[arteri meningea media]] menuju [[fossa kranium]] media. Bentuk dan ukuran foramen spinosum berbeda-beda. Pada 0,4% populasi, foramen spinosum bisa tidak dijumpai ketika arteri meningea media bercabang dari [[arteri ophtalmikus]]. Terkadang pembentukan ligamen dekat dengan foramen ovale membuatnya terbagi dalam 2 sampai 3 bagian. Dalam keadaan lainnya, foramen spinosum ditemukan ganda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Struktur dan fungsi ==&lt;br /&gt;
Foramen spinosum berperan dalam menghubungkan fossa infratemporal dengan fossa kranium bagian tengah bersama dengan foramen lainnya seperti foramen ovale dan [[foramen rotundum]]. [[Pembuluh darah]] dan [[saraf]] melewati foramen spinosum termasuk [[arteri meningea media]], cabang mandibula dari [[nervus mandibula]] atau [[nervus spinosus]] dan [[vena meningea media]]. Cabang depan dari arteri meningea media berjalan melewati foramen spinosum, kemudian berjalan di bawah [[pterion]]. Foramen spinosum berperan penting dalam praktik klinis dikarenakan ia mudah ditandai dalam [[bedah saraf|pembedahan saraf]] dan prosedur diagnostik [[radiografi]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Foramen spinosum biasanya berbentuk lonjong atau bundar dan memiliki diameter 1-4,3 mm (rata-rata 2 mm). Pada 0,4-1% kasus foramen spinosum hanya ditemukan di sebelah sisi. Ketiadaannya pada kedua sisi jarang ditemukan. Foramen spinosum juga dapat ditemukan ganda pada sebelah sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keragaman ini penting artinya bagi pengaliran darah ke duramater dikarenakan arteri meningeal media dalam keadaan ini dapat memasuki melalui foramen ovale atau melalui celah tulang mata bagian atas sebagai cabang dari bagian sfenomaksilla dari [[arteri maksilaris]]. Arteri meningea media juga dapat bercabang dari [[arteri oftalmikus]], [[arteri lakrimalis]] atau dari petrous (berasal dari tulang stapes), kavernosa atau bagian supraklinoid dari arteri karotis interna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Embriologi ==&lt;br /&gt;
Dalam perkembangannya dalam janin, foramen spinosum berasal dari lengkung faring pertama, yang juga dikenal sebagai lengkung rahang bawah yang berada di dalam tulang sfenoid. Ia mulai menjadi tulang delapan bulan setelah kelahiran dan dapat mengambil waktu selama 7 tahun untuk berkembang secara penuh dalam bentuknya seperti cincin. Lengkung faring awal terbentuk selama minggu keempat perkembangan dan terletak di antara stomodeum dan alur faring pertama. Saraf trigeminal mempersarafi lengkung faring pertama. Tulang sfenoid berasal dari sel puncak saraf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Saraf ==&lt;br /&gt;
Cabang mandibula dari nervus mandibula melewati foramen spinosum dan mempersarafi bagian belakang duramater dari fossa kranium tengah. Saraf ini dikenal sebagai nervus spinosus. Nervus spinosus juga mempersarafi bagian tulang rawan dari saluran Eustachius. Cabang mandibula kemudian berlanjut antara bagian skuamosa dan petrosa dari tulang temporal di mana ia selanjutnya memasuki dan mempersarafi sel udara mastoid dan antrum mastoid.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Manfaat Klinis ==&lt;br /&gt;
Jarak yang dekat dari foramen spinosum ke foramen ovale dan saraf trigeminal membuat foramen spinosum penting secara klinis. Foramen spinosum berperan sebagai penanda anatomi selama tindakan bedah saraf. Beberapa contoh tindakan misalnya pembedahan untuk tatalaksana neuralgia trigeminal, tumor dan epilepsi. Terdapat berbagai teknik yang digunakan untuk menatalaksana neuralgia trigeminal seperti dekompresi mikrovaskular, pembedahan radio stereotaktik dan prosedur perkutaneus termasuk rhizotomi radiofrekuensi atau dekompresi balon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Foramen+spinosum&amp;amp;oldid=27574769 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27574769 (2025-07-20T09:25:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>