<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Fosil</id>
	<title>Fosil - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Fosil"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Fosil&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T11:58:30Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Fosil&amp;diff=38012&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Menambahkan gambar utama dari Wikimedia Commons</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Fosil&amp;diff=38012&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-13T05:38:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Menambahkan gambar utama dari Wikimedia Commons&lt;/p&gt;
&lt;table style=&quot;background-color: #fff; color: #202122;&quot; data-mw-interface=&quot;&quot;&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-marker&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-content&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-marker&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-content&quot; /&gt;
				&lt;tr class=&quot;diff-title&quot; lang=&quot;id&quot;&gt;
				&lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background-color: #fff; color: #202122; text-align: center;&quot;&gt;← Revisi sebelumnya&lt;/td&gt;
				&lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background-color: #fff; color: #202122; text-align: center;&quot;&gt;Revisi per 13 September 2026 05.38&lt;/td&gt;
				&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot; id=&quot;mw-diff-left-l1&quot;&gt;Baris 1:&lt;/td&gt;
&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot;&gt;Baris 1:&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-deleted&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;[[File:Fossilised_frog.jpg|thumb|right|280px|Fosil]]&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-deleted&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Fosil&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;sisa purba&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; ( yang berarti &amp;quot;menggali keluar dari dalam tanah&amp;quot;) adalah merupakan sisa, jejak, atau jejak biologis makhluk hidup dari zaman geologi lampau. Agar suatu [[organisme]] bisa menjadi fosil, sisa-sisa organisme ini harus segera tertimbun [[sedimen]]. Para pakar paleontologi mengklasifikasikan fosil menjadi beberapa macam. [[Hewan]] atau [[tumbuhan]] yang dikira sudah punah tetapi ternyata masih ada disebut [[fosil hidup]]. Fosil umumnya dianggap berusia minimal 10.000 tahun dan dapat berupa tulang, cangkang, cetakan, atau jejak kaki. Fosil jaringan lunak sangat jarang ditemukan. Ilmu yang mempelajari fosil adalah [[paleontologi]], yang juga merupakan cabang ilmu yang direngkuh [[arkeologi]].&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Fosil&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;sisa purba&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; ( yang berarti &amp;quot;menggali keluar dari dalam tanah&amp;quot;) adalah merupakan sisa, jejak, atau jejak biologis makhluk hidup dari zaman geologi lampau. Agar suatu [[organisme]] bisa menjadi fosil, sisa-sisa organisme ini harus segera tertimbun [[sedimen]]. Para pakar paleontologi mengklasifikasikan fosil menjadi beberapa macam. [[Hewan]] atau [[tumbuhan]] yang dikira sudah punah tetapi ternyata masih ada disebut [[fosil hidup]]. Fosil umumnya dianggap berusia minimal 10.000 tahun dan dapat berupa tulang, cangkang, cetakan, atau jejak kaki. Fosil jaringan lunak sangat jarang ditemukan. Ilmu yang mempelajari fosil adalah [[paleontologi]], yang juga merupakan cabang ilmu yang direngkuh [[arkeologi]].&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/table&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Fosil&amp;diff=37887&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29518926; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Fosil&amp;diff=37887&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-13T04:49:12Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29518926; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Fosil&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;sisa purba&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; ( yang berarti &amp;quot;menggali keluar dari dalam tanah&amp;quot;) adalah merupakan sisa, jejak, atau jejak biologis makhluk hidup dari zaman geologi lampau. Agar suatu [[organisme]] bisa menjadi fosil, sisa-sisa organisme ini harus segera tertimbun [[sedimen]]. Para pakar paleontologi mengklasifikasikan fosil menjadi beberapa macam. [[Hewan]] atau [[tumbuhan]] yang dikira sudah punah tetapi ternyata masih ada disebut [[fosil hidup]]. Fosil umumnya dianggap berusia minimal 10.000 tahun dan dapat berupa tulang, cangkang, cetakan, atau jejak kaki. Fosil jaringan lunak sangat jarang ditemukan. Ilmu yang mempelajari fosil adalah [[paleontologi]], yang juga merupakan cabang ilmu yang direngkuh [[arkeologi]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Fosilisasi ==&lt;br /&gt;
Fosilisasi merupakan proses penimbunan sisa-sisa [[hewan]] atau tumbuhan yang terakumulasi dalam [[sedimen]] atau [[endapan|endapan-endapan]] baik yang mengalami pengawetan secara menyeluruh, sebagian ataupun jejaknya saja. Terdapat beberapa syarat terjadinya pemfosilan yaitu antara lain:&lt;br /&gt;
# Organisme mempunyai bagian tubuh yang keras&lt;br /&gt;
# Mengalami pengawetan&lt;br /&gt;
# Terbebas dari bakteri pembusuk&lt;br /&gt;
# Terjadi secara alamiah&lt;br /&gt;
# Mengandung kadar oksigen dalam jumlah yang sedikit&lt;br /&gt;
# Umurnya lebih dari 10.000 [[tahun]] yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Fosil hidup ==&lt;br /&gt;
Istilah &amp;quot;fosil hidup&amp;quot; adalah istilah yang digunakan suatu spesies hidup yang menyerupai sebuah spesies yang hanya diketahui dari fosil. Beberapa fosil hidup antara lain ikan [[coelacanth]] dan pohon [[ginkgo]]. Fosil hidup juga dapat mengacu kepada sebuah spesies hidup yang tidak memiliki spesies dekat lainnya atau sebuah kelompok kecil spesies dekat yang tidak memiliki spesies dekat lainnya. Contoh dari kriteria terakhir ini adalah [[nautilus]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Tempat penemuan fosil ==&lt;br /&gt;
Kebanyakan fosil ditemukan dalam batuan endapan (sedimen) yang permukaannya terbuka. Batu karang yang mengandung banyak fosil disebut fosiliferus. Tipe-tipe fosil yang terkandung di dalam batuan tergantung dari tipe lingkungan tempat sedimen secara ilmiah terendapkan. Sedimen laut, dari garis pantai dan laut dangkal, biasanya mengandung paling banyak fosil. Temuan fosil terkini ada di [[Zambia]], menunjukkan bahwa beberapa dinosaurus purba semula diperkirakan besar, ternyata sebaliknya—lebih kecil dari dugaan sebelumnya, mengubah cara kita memandang evolusi awal dinosaurus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Proses terbentuknya fosil ==&lt;br /&gt;
Fosil terbentuk dari proses penghancuran peninggalan organisme yang pernah hidup. Hal ini sering terjadi ketika tumbuhan atau hewan terkubur dalam kondisi lingkungan yang bebas oksigen. Fosil yang ada jarang terawetkan dalam bentuknya yang asli. Dalam beberapa kasus, kandungan mineralnya berubah secara kimiawi atau sisa-sisanya terlarut semua sehingga digantikan dengan cetakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pemanfaatan fosil ==&lt;br /&gt;
Fosil penting untuk memahami sejarah [[batuan sedimen]] bumi. Subdivisi dari waktu geologi dan kecocokannya dengan lapisan batuan tergantung pada fosil. Organisme berubah sesuai dengan berjalannya waktu dan perubahan ini digunakan untuk menandai periode waktu. Sebagai contoh, batuan yang mengandung fosil graptolit harus diberi tanggal dari era [[paleozoikum]]. Persebaran geografi fosil memungkinkan para ahli geologi untuk mencocokan susunan batuan dari bagian-bagian lain di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Galeri ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
* [[bahan bakar fosil]]&lt;br /&gt;
* [[Geologi]]&lt;br /&gt;
* [[fosil kayu]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fosil&amp;amp;oldid=29518926 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29518926 (2026-08-03T09:51:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>