<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Fragmentasi_%28reproduksi%29</id>
	<title>Fragmentasi (reproduksi) - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Fragmentasi_%28reproduksi%29"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Fragmentasi_(reproduksi)&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T19:06:15Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Fragmentasi_(reproduksi)&amp;diff=30137&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25655774; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Fragmentasi_(reproduksi)&amp;diff=30137&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-04T17:20:10Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25655774; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Fragmentasi&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;fragmentasi klona&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; pada organisme multi seluler atau kolonial adalah bentuk reproduksi aseksual atau kloning di mana organisme memecah diri menjadi fragmen-fragmen. Masing-masing fragmen ini berkembang menjadi dewasa, tumbuh menjadi individu dewasa yang merupakan klon dari organisme asli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemisahan dapat terjadi baik disengaja maupun tidak disengaja–dapat terjadi akibat ulah manusia maupun kerusakan alami oleh lingkungan atau pemangsa. Organisme semacam ini dapat mengembangkan organ atau bagian tertentu yang dapat dengan mudah dilepaskan atau diputus. Jika pemecahan terjadi tanpa persiapan awal organisme, kedua fragmen harus mampu me[[regenerasi (biologi)|regenerasi]] organisme lengkap agar dapat berfungsi sebagai reproduksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fragmentasi sebagai metode reproduksi, dikenal juga sebagai pemecahan, terlihat pada banyak organisme seperti filamen [[cyanobacteria]], [[jamur]], [[lumut]], berbagai tumbuhan, dan hewan seperti [[spons]], [[Turbellaria|cacing pipih]], beberapa [[cacing]] [[annelida]] dan [[bintang laut]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Fragmentasi dalam berbagai organisme ==&lt;br /&gt;
Kapang, [[ragi]] dan [[jamur]], yang kesemuanya merupakan bagian dari [[kerajaan (biologi)|kerajaan]] [[fungi]], menghasilkan filamen kecil yang disebut [[hifa]]. Hifa ini mendapatkan makanan dan nutrisi dari tubuh organisme lain untuk tumbuh dan membuahi. Kemudian sepotong hifa terputus dan tumbuh menjadi individu baru dan siklus berlanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak [[lumut]] menghasilkan struktur khusus yang dapat dengan mudah melepaskan diri dan menyebar. Struktur ini mengandung hifa [[mycobiont]] dan alga ([[phycobiont]]) (lihat [[soredia]] dan [[isidia]]. Fragmen yang lebih besar dari thallus dapat hilang saat lumut mengering atau akibat gangguan mekanis (lihat bagian [[Lumut#Reproduksi dan penyebaran|reproduksi pada lumut]]).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Tanaman ==&lt;br /&gt;
Fragmentasi adalah jenis [[reproduksi vegetatif]] yang sangat umum pada [[tumbuhan]]. Banyak [[pohon]], [[semak]], [[tumbuhan abadi]] tak berkayu, dan [[pakis]] membentuk [[koloni klonal]] dengan menghasilkan tunas berakar baru melalui [[rimpang]] atau [[stolon]], yang meningkatkan diameter koloni. Jika sebuah [[Tunas (reproduksi)|tunas]] berakar terlepas dari koloni, maka fragmentasi telah terjadi. Ada beberapa mekanisme fragmentasi alami pada tanaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Produksi struktur reproduksi khusus: Beberapa tanaman menghasilkan planlet [[adventif]] pada daunnya, yang menurunkan dan membentuk tanaman mandiri, mis. &amp;#039;&amp;#039; [[Tolmiea menziesii]] &amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039; [[Kalanchoe daigremontiana]] &amp;#039;&amp;#039;. Yang lain menghasilkan organ seperti [[bulbil]] dan [[turion (botani)|turion]].&lt;br /&gt;
* Mudah kehilangan bagian yang memiliki potensi tinggi untuk tumbuh menjadi tanaman yang lengkap: Beberapa tanaman berkayu seperti [[willow]] secara alami mematahkan rantingnya. Ini disebut [[cladoptosis]]. Ranting yang hilang bisa membentuk akar di lingkungan yang sesuai untuk membentuk tanaman baru. Arus sungai sering merobek fragmen cabang dari spesies kapas tertentu yang tumbuh di tepian sungai. Fragmen yang mencapai lingkungan yang sesuai dapat mengakar dan membentuk tanaman baru. Beberapa [[kaktus]] dan tanaman lainnya memiliki batang bersendi. Bila segmen batang, yang disebut &amp;#039;&amp;#039;pad&amp;#039;&amp;#039;, jatuh, ia bisa mengakar dan membentuk tanaman baru. Daun beberapa tanaman mudah berakar saat terjatuh, misalnya, &amp;#039;&amp;#039; [[Sedum]] &amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039; [[Echeveria]] &amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
Fragmentasi juga diamati pada [[tanaman nonvaskular]], misalnya pada waru dan lumut. Potongan kecil &amp;quot;batang&amp;quot; atau &amp;quot;daun&amp;quot; lumut sering disebarkan oleh angin, air atau binatang. Jika fragmen lumut mencapai lingkungan yang sesuai, ia bisa menumbuhkan tanaman baru. Mereka juga menghasilkan [[gemma (botani)|gemma]], misalnya di dalam &amp;#039;&amp;#039; [[Marchantia polymorpha]]&amp;#039;&amp;#039;, yang mudah dipatahkan dan disebarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia menggunakan fragmentasi untuk menyebarkan banyak tanaman secara artifisial melalui [[Pembagian (hortikultura)|pembagian]], [[pelapisan]], [[stek]], [[okulasi]], [[mikropropagasi]] dan [[organ penyimpanan]], seperti [[umbi]], [[corm]] dan [[rimpang]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Hewan ==&lt;br /&gt;
Hewan seperti [[spons]] dan koloni [[karang]] secara alami terpecah-pecah dan bereproduksi. Banyak spesies [[annelida]] dan cacing pipih bereproduksi dengan cara ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pecahan terjadi akibat perubahan perkembangan spesifik, muncul istilah arsitomi, paratomi dan [[tunas]]. Dalam &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;arsitomi&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, hewan terpecah pada titik tertentu, dan dua fragmen tersebut meregenerasi organ dan jaringan yang hilang. Pemisahan ini tidak didahului oleh perkembangan jaringan yang akan hilang. Sebelum membelah, hewan bisa mengembangkan alur di zona pemecah. Fragmen tanpa kepala harus menumbuhkan kepala lengkap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;[[paratomi]]&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, pemecahan terjadi tegak lurus terhadap sumbu [[antero-posterior]] dan perpecahan didahului oleh &amp;quot;pregenerasi&amp;quot; struktur anterior di bagian posterior. Kedua organisme memiliki sumbu tubuh sejajar yaitu, mereka berkembang dalam mode membujur dari kepala ke ekor. Tunas dapat dianggap serupa dengan paratomi kecuali bahwa sumbu tubuh tidak perlu diselaraskan: kepala baru dapat tumbuh ke arah samping atau bahkan mengarah ke belakang (misalnya &amp;#039;&amp;#039;[[Convolutriloba retrogemma]]&amp;#039;&amp;#039; sebuah cacing pipih [[acoela]]).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Koral atau karang ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak jenis koloni [[Karang|koral]] dapat berkembang biak melalui fragmentasi yang terjadi secara alami atau buatan. Bagi yang hobi [[akuarium batu karang]], penggemar jamak memecah [[Karang|koral]] dengan berbagai tujuan termasuk pengendalian bentuk; perdagangan, atau pertukaran dengan penggemar lain; eksperimen pembiakan; dan meminimalisir kerusakan terhadap batu karang. Baik koral keras maupun lunak dapat difragmentasi. [[Genus|Genera]] yang sangat toleran terhadap fragmentasi antara lain:&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;[[Acropora]]&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;[[Montipora]]&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;[[Pocillopora]]&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;[[Euphyllia]]&amp;#039;&amp;#039;, dan &amp;#039;&amp;#039;[[Caulastraea]]&amp;#039;&amp;#039; di antara banyak lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Echinoderm ===&lt;br /&gt;
Pada [[echinoderm]], fragmentasi biasanya dikenal sebagai &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;fissiparity&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (suatu istilah yang sering digunakan untuk [[Fisi (biologi)|fisi]] secara umum). Beberapa spesies dapat bereproduksi secara intensif melalui [[autotomi]]. Cara ini lebih umum selama tahap larva.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kerugian proses reproduksi ini ==&lt;br /&gt;
Karena ini adalah bentuk reproduksi aseksual, proses ini tidak menghasilkan [[keanekaragaman genetika]] pada keturunannya. Oleh karena itu, lebih rentan terhadap perubahan lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat juga ==&lt;br /&gt;
* [[Fisi (biologi)]]&lt;br /&gt;
* [[Tunas]]&lt;br /&gt;
* [[Mikropropagasi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fragmentasi+%28reproduksi%29&amp;amp;oldid=25655774 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25655774 (2024-05-01T13:06:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>