<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Gagal_ginjal</id>
	<title>Gagal ginjal - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Gagal_ginjal"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Gagal_ginjal&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T22:00:25Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Gagal_ginjal&amp;diff=35362&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29506810; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Gagal_ginjal&amp;diff=35362&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T08:24:25Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29506810; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Gagal ginjal&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, juga dikenal sebagai &amp;#039;&amp;#039;kidney failure&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;renal failure&amp;#039;&amp;#039;, atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;penyakit ginjal stadium akhir&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (&amp;#039;&amp;#039;end-stage renal disease&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;ESRD&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;), adalah sebuah kondisi medis di mana [[ginjal]] tidak lagi mampu menyaring zat-zat sisa metabolisme dari darah secara memadai, dengan fungsi ginjal kurang dari 15% dari kapasitas normal. Gagal ginjal diklasifikasikan sebagai [[gagal ginjal akut|gangguan ginjal akut]], yang berkembang dengan cepat dan dapat pulih; serta [[gagal ginjal kronis|penyakit ginjal kronis]], yang berkembang perlahan dan sering kali tidak dapat dipulihkan. Gejala gagal ginjal meliputi [[edema|pembengkakan kaki]], rasa lelah, [[muntah]], kehilangan nafsu makan, dan [[kebingungan]]. Komplikasi gangguan ginjal akut dan kronis meliputi [[uremia]], [[hiperkalemia]], serta [[kelebihan volume]]. Komplikasi penyakit ginjal kronis juga meliputi [[penyakit jantung]], [[tekanan darah tinggi]], dan [[anemia]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyebab gangguan ginjal akut meliputi [[tekanan darah rendah]], penyumbatan [[saluran kemih]], obat-obatan tertentu, [[kerusakan otot]], dan [[sindrom uremik hemolitik]]. Penyebab penyakit ginjal kronis meliputi [[nefropati diabetik|diabetes]], [[tekanan darah tinggi]], [[sindrom nefrotik]], dan [[penyakit ginjal polikistik]]. Diagnosis gangguan ginjal akut sering kali didasarkan pada kombinasi beberapa faktor, seperti [[oliguria|penurunan produksi urin]] atau peningkatan [[kreatinin serum]]. Diagnosis gagal ginjal kronis didasarkan pada [[laju filtrasi glomerulus]] (GFR) di bawah 15 atau kebutuhan akan [[terapi penggantian ginjal]]. Kondisi ini juga setara dengan [[penyakit ginjal kronis]] stadium 5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatalaksana gangguan ginjal akut bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Pengobatan penyakit ginjal kronis dapat mencakup [[hemodialisis]], [[dialisis peritoneal]], atau [[transplantasi ginjal]]. Hemodialisis menggunakan mesin untuk menyaring darah di luar tubuh. Pada dialisis peritoneal, cairan khusus dimasukkan ke dalam rongga perut, kemudian dikeluarkan kembali; proses ini diulang beberapa kali sehari. Transplantasi ginjal melibatkan pencangkokan ginjal donor melalui pembedahan, yang kemudian diikuti dengan pemberian obat [[imunosupresan]] untuk mencegah [[penolakan organ]]. Langkah lain yang dianjurkan bagi penderita penyakit ginjal kronis meliputi tetap aktif secara fisik serta menjalani perubahan pola makan tertentu. Depresi juga umum terjadi pada pasien dengan gagal ginjal dan dikaitkan dengan luaran klinis yang buruk, termasuk peningkatan risiko penurunan fungsi ginjal, rawat inap, dan kematian. Sebuah studi baru-baru ini terhadap pasien dengan gagal ginjal yang menjalani hemodialisis rawat jalan menemukan efektivitas yang serupa antara pengobatan nonfarmakologis dan farmakologis untuk depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Amerika Serikat, gangguan ginjal akut memengaruhi sekitar 3 dari 1.000 orang per tahun. Gagal ginjal kronis memengaruhi sekitar 1 dari 1.000 orang dengan sekitar 3 kasus baru per 10.000 penduduk setiap tahun. Di Kanada, risiko seumur hidup seseorang mengalami gagal ginjal atau penyakit ginjal stadium akhir (ESRD) diperkirakan sebesar 2,66% untuk pria dan 1,76% untuk wanita. Gangguan ginjal akut sering kali dapat pulih, sedangkan penyakit ginjal kronis sering kali tidak dapat dipulihkan. Dengan tatalaksana yang tepat, banyak penderita penyakit ginjal kronis yang dapat terus bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Klasifikasi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gagal ginjal dapat dibagi ke dalam dua kategori, yaitu [[Gagal ginjal akut|gangguan ginjal akut]] dan [[Gagal ginjal kronis|penyakit ginjal kronis]]. Kedua jenis gagal ginjal ini dibedakan berdasarkan pola perubahan kadar [[Kreatinina|kreatinin]] serum. Faktor-faktor lain yang dapat membedakan gangguan ginjal akut dari penyakit ginjal kronis meliputi adanya [[anemia]] serta ukuran ginjal pada pemeriksaan [[Ultrasonografi medis|sonografi]], karena penyakit ginjal kronis umumnya menyebabkan anemia dan pengecilan ukuran ginjal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Gangguan ginjal akut ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Gagal ginjal akut|Gangguan ginjal akut]] (GGA, [[bahasa Inggris]]: &amp;#039;&amp;#039;acute kidney injury&amp;#039;&amp;#039; [AKI]), sebelumnya disebut sebagai gagal ginjal akut ([[bahasa Inggris]]: &amp;#039;&amp;#039;acute kidney failure&amp;#039;&amp;#039; [ARF]), adalah penurunan fungsi ginjal yang berlangsung secara cepat dan progresif, yang secara umum ditandai dengan [[oliguria]] (penurunan produksi [[urine|urin]], didefinisikan sebagai kurang dari 400&amp;amp;nbsp;[[Liter|mL]] per hari pada orang dewasa, kurang dari 0,5 mL/kg/jam pada anak-anak atau kurang dari 1 mL/kg/jam pada bayi); dan [[Ketidakseimbangan elektrolit|gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit]]. GGA dapat disebabkan berbagai hal, yang secara umum diklasifikasikan sebagai penyebab &amp;#039;&amp;#039;prerenal&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;intrinsik&amp;#039;&amp;#039;, dan &amp;#039;&amp;#039;pascarenal&amp;#039;&amp;#039;. Banyak orang yang didiagnosis mengalami [[paraquat|intoksikasi paraquat]] mengalami GGA, yang terkadang membutuhkan [[hemodialisis]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyakit ginjal kronis===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Gagal ginjal kronis|Penyakit ginjal kronis]] (PGK, [[bahasa Inggris]]: &amp;#039;&amp;#039;chronic kidney disease&amp;#039;&amp;#039; [CKD]) dapat berkembang secara lambat dan menunjukkan gejala minimal pada awal perjalanan penyakit. PGK dapat menjadi konsekuensi jangka panjang dari suatu penyakit akut yang tidak dapat dipulihkan atau sebagai bagian dari perkembangan penyakit. PGK dibagi ke dalam lima stadium (1–5) menurut [[Laju filtrasi glomerulus|laju filtrasi glomerulus yang diperkirakan]] (eGFR). Pada PGK stadium 1, nilai eGFR masih normal, sedangkan pada PGK stadium 5, nilainya telah menurun hingga kurang dari 15 mL/menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Gangguan ginjal akut pada penyakit ginjal kronis ===&lt;br /&gt;
Gangguan ginjal akut dapat terjadi pada pasien dengan penyakit ginjal kronis. Kondisi ini merupakan episode GGA yang terjadi pada PGK yang sudah ada sebelumnya, dan dikenal sebagai &amp;#039;&amp;#039;acute kidney injury (AKI) superimposed on chronic kidney disease (CKD)&amp;#039;&amp;#039;. Komponen akut dari kondisi ini dapat dipulihkan, dan tujuan tatalaksananya, seperti pada GGA, adalah mengembalikan fungsi ginjal pasien ke tingkat dasar (&amp;#039;&amp;#039;baseline&amp;#039;&amp;#039;) sebelum terjadinya episode akut, yang umumnya dinilai berdasarkan kadar [[Kreatinina|kreatinin]] serum. Seperti halnya GGA, &amp;#039;&amp;#039;AKI superimposed on CKD&amp;#039;&amp;#039; dapat sulit dibedakan dari penyakit ginjal kronis jika kondisi penderita tidak dipantau oleh [[dokter]] dan tidak tersedia hasil pemeriksaan darah terdahulu sebagai pembanding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Tanda dan gejala ==&lt;br /&gt;
Gejala gagal ginjal dapat bervariasi antar individu. Seseorang dengan penyakit ginjal stadium awal mungkin tidak merasa sakit ataupun menyadari adanya gejala. Ketika ginjal gagal menyaring zat-zat sisa metabolisme secara memadai, zat-zat tersebut akan berakumulasi dalam darah dan tubuh, suatu kondisi yang disebut sebagai [[azotemia]]. Azotemia ringan dapat menimbulkan gejala yang minimal atau bahkan tidak menimbulkan gejala sama sekali. Jika penyakit tersebut berkembang, gejala-gejala penyakit akan semakin terlihat (jika kerusakan ginjal sudah cukup berat untuk menimbulkan gejala). Gagal ginjal yang disertai dengan timbulnya gejala-gejala yang mencolok disebut sebagai [[uremia]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gejala-gejala gagal ginjal adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
* Kadar [[urea]] yang tinggi dalam darah, yang dapat menyebabkan:&lt;br /&gt;
** [[Muntah]] atau [[diare]] (atau keduanya), yang dapat menyebabkan [[dehidrasi]]&lt;br /&gt;
** [[Mual]]&lt;br /&gt;
** Penurunan berat badan&lt;br /&gt;
** Sering berkemih di malam hari ([[nokturia]])&lt;br /&gt;
** Lebih sering berkemih atau menghasilkan urine dalam jumlah lebih banyak daripada biasanya, dengan warna urine pucat&lt;br /&gt;
** Lebih jarang berkemih atau menghasilkan urine dalam jumlah lebih sedikit daripada biasanya, dengan warna urine gelap&lt;br /&gt;
** [[Hematuria|Darah dalam urine]]&lt;br /&gt;
** Rasa tertekan pada kandung kemih atau kesulitan berkemih&lt;br /&gt;
** Produksi urine dalam jumlah yang tidak wajar, biasanya sangat banyak&lt;br /&gt;
* Penumpukan [[fosfat]] dalam darah yang tidak bisa disaring dan dikeluarkan oleh ginjal yang mengalami gangguan dapat menyebabkan:&lt;br /&gt;
** Gatal&lt;br /&gt;
** Kerusakan tulang&lt;br /&gt;
** Gangguan penyembuhan (&amp;#039;&amp;#039;nonunion&amp;#039;&amp;#039;) tulang yang patah&lt;br /&gt;
** [[Kram|Kram otot]] (disebabkan oleh kadar kalsium yang rendah yang dapat dikaitkan dengan [[Hiperfosatemia|hiperfosfatemia]])&lt;br /&gt;
* Penumpukan [[potassium|kalium]] dalam darah yang tidak bisa disaring dan dikeluarkan oleh ginjal yang mengalami gangguan (disebut sebagai [[hiperkalemia]]) dapat menyebabkan:&lt;br /&gt;
** Kelainan irama jantung&lt;br /&gt;
** Kelumpuhan otot&lt;br /&gt;
* Kegagalan ginjal untuk membuang cairan yang berlebih dapat menyebabkan:&lt;br /&gt;
** Pembengkakan pada tangan, kaki, pergelangan kaki, atau wajah&lt;br /&gt;
** Sesak napas akibat adanya cairan berlebih pada paru-paru (juga dapat disebabkan anemia)&lt;br /&gt;
* [[Penyakit ginjal polikistik]], yang menyebabkan adanya kista-kista berukuran besar dan berisi cairan pada ginjal dan terkadang pada hati, dapat menyebabkan:&lt;br /&gt;
** Nyeri pada punggung atau pinggang&lt;br /&gt;
* Ginjal sehat menghasilkan hormon [[eritropoietin]] yang menstimulasi [[bone marrow|sumsum tulang]] untuk [[Hemopoesis|memproduksi sel darah merah yang membawa oksigen]]. Kerusakan ginjal menyebabkan ginjal menghasilkan eritropoietin dalam jumlah yang lebih sedikit, sehingga menurunkan produksi sel darah merah untuk mengganti sel-sel darah merah tua yang terurai secara alami. Sebagai akibatnya, darah membawa [[hemoglobin]] dalam jumlah yang lebih sedikit, suatu kondisi yang dikenal sebagai [[anemia]]. Hal ini dapat menyebabkan:&lt;br /&gt;
** Perasaan lelah atau lemah&lt;br /&gt;
** Gangguan ingatan&lt;br /&gt;
** Kesulitan berkonsentrasi&lt;br /&gt;
** [[Pusing]]&lt;br /&gt;
** Tekanan darah rendah&lt;br /&gt;
* Pada kondisi normal, molekul protein terlalu besar untuk dapat melewati glomerulus ginjal. Namun, protein dapat melewati glomerulus apabila glomerulus mengalami kerusakan. Kondisi ini tidak menimbulkan gejala hingga kerusakan ginjal telah terjadi secara luas, dengan gejala meliputi:&lt;br /&gt;
** Urine berbusa atau bergelembung&lt;br /&gt;
** Pembengkakan pada tangan, kaki, perut, dan wajah&lt;br /&gt;
* Gejala-gejala lain meliputi:&lt;br /&gt;
** Kehilangan nafsu makan, yang dapat meliputi rasa tidak enak pada mulut&lt;br /&gt;
** [[Insomnia|Kesulitan tidur]]&lt;br /&gt;
** Warna kulit menggelap&lt;br /&gt;
** Dengan pemberian [[penisilin]] dosis tinggi, penderita gagal ginjal dapat mengalami [[kejang]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penyebab ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Gangguan ginjal akut ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gangguan ginjal akut (sebelumnya dikenal sebagai gagal ginjal akut) – atau GGA (bahasa Inggris: &amp;#039;&amp;#039;acute kidney injury&amp;#039;&amp;#039; [AKI]) – biasanya terjadi ketika aliran darah ke ginjal tiba-tiba berkurang atau terhenti, atau ketika ginjal terpapar toksin dalam jumlah berlebihan. Penyebab gangguan ginjal akut meliputi kecelakaan, cedera, atau pembedahan yang menyebabkan ginjal kekurangan aliran darah dalam waktu yang lama, seperti pada pembedahan &amp;#039;&amp;#039;bypass&amp;#039;&amp;#039; jantung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Overdosis obat-obatan, konsumsi bekelebihan zat-zat kimia yang tidak disengaja dari obat Overdosis obat, baik yang terjadi secara tidak disengaja maupun akibat paparan obat dalam jumlah berlebihan dalam jumlah berlebihan, seperti antibiotik atau obat kemoterapi, serta sengatan lebah, juga dapat menyebabkan timbulnya gangguan ginjal akut. Namun, berbeda dengan penyakit ginjal kronis, fungsi ginjal pada GGA sering kali dapat pulih sehingga penderitanya dapat kembali menjalani kehidupan yang normal. Penderita GGA memerlukan terapi suportif hingga fungsi ginjalnya pulih, dan setelah itu pun mereka tetap memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami gagal ginjal di kemudian hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu penyebab gangguan ginjal akut akibat kecelakaan adalah [[Sindrom Bywaters|&amp;#039;&amp;#039;crush syndrome&amp;#039;&amp;#039;]], ketika sejumlah besar zat [[Toksin|toksik]] dilepaskan secara tiba-tiba ke dalam [[Sistem peredaran darah|peredaran darah]] setelah [[Anggota gerak|tungkai]] yang berada dalam kondisi tertimpa dalam waktu cukup lama tiba-tiba dilepaskan dari tekanan yang menhambat aliran darah melewati jaringan-jaringannya, menyebabkan terjadinya iskemia. Beban toksik yang dihasilkan kemudian dapat menyebabkan penyumbatan dan kerusakan ginjal. Kondisi ini merupakan suatu [[Cedera reperfusi darah|cedera reperfusi]] yang terjadi setelah tekanan penyebab himpitan dilepaskan. Mekanisme terjadinya hal ini diyakini sebagai akibat dari dilepaskannya produk-produk pemecahan otot ke dalam peredaran darah – utamanya [[myoglobin|mioglobin]], [[potassium|kalium]], dan [[phosphorus|fosfat]] – yang merupakan produk samping dari [[rhabdomyolysis|rabdomiolisis]] (produk pemecahan otot rangka yang rusak akibat kondisi [[iskemia]]). Mekanisme pasti kerusakan [[ginjal]] belum sepenuhnya dipahami, tetapi diduga sebagian disebabkan oleh [[metabolit]] [[Nefrotoksisitas|nefrotoksik]] dari mioglobin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penyakit ginjal kronis ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit ginjal kronis memiliki banyak penyebab. Penyebab paling umum penyakit ginjal kronis adalah [[diabetes mellitus|diabetes melitus]] dan [[Tekanan darah tinggi|hipertensi]] yang berlangsung lama dan tidak terkontrol. [[Penyakit ginjal polikistik]] juga merupakan penyebab penyakit ginjal kronis yang telah dikenal dengan baik. Mayoritas penderita penyakit ginjal polikistik memiliki riwayat keluarga penyakit tersebut. &amp;#039;&amp;#039;Systemic lupus erythematosus&amp;#039;&amp;#039; (SLE) juga merupakan salah satu penyebab penyakit ginjal kronis. Beberapa kelainan genetik juga dapat menyebabkan gagal ginjal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penggunaan obat-obatan yang umum digunakan secara berlebihan, seperti [[ibuprofen]], juga dapat menyebabkan penyakit ginjal kronis. Beberapa agen penyebab penyakit infeksi, seperti [[hantavirus]], dapat menyerang ginjal dan menyebabkan gagal ginjal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Litium (pengobatan)|Terapi litium]] jangka panjang diketahui menyebabkan penyakit ginjal kronis setelah 10–20 tahun pengobatan pada sekitar 1–5% pasien. Gagal ginjal stadium akhir akibat litium terjadi pada sekitar 0,53% pasien, dibandingkan dengan 0,2% pada populasi umum. Pemberian litium lebih dari satu kali per hari berkaitan dengan peningkatan kerusakan ginjal. Kerusakan ginjal dapat diminimalkan dengan memberikan litium satu kali sehari pada malam hari dan menjaga agar dosis yang diberikan serendah mungkin. Pemberian litium satu kali sehari memungkinkan ginjal terpapar kadar litium yang rendah selama periode yang lebih panjang, sehingga meminimalkan kerusakan ginjal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Predisposisi genetik ===&lt;br /&gt;
Gen &amp;#039;&amp;#039;APOL1&amp;#039;&amp;#039; diusulkan sebagai lokus risiko genetik utama untuk berbagai bentuk gagal ginjal nondiabetik pada individu keturunan Afrika. Spektrum tersebut meliputi nefropati terkait HIV (HIVAN), bentuk nonmonogenik primer dari [[glomerulosklerosis segmental fokal]], dan penyakit ginjal kronis yang berkaitan dengan hipertensi dan tidak disebabkan oleh etiologi lain. Dua varian APOL1 yang ditemukan pada populasi Afrika Barat telah terbukti berkaitan dengan penyakit ginjal stadium akhir pada populasi Afrika-Amerika dan Hispanik-Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pendekatan diagnostik ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penentuan stadium penyakit ginjal kronis ===&lt;br /&gt;
;Stadium penyakit ginjal kronis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit ginjal kronis dibagi menjadi lima stadium berdasarkan [[laju filtrasi glomerulus]] (&amp;#039;&amp;#039;glomerular filtration rate&amp;#039;&amp;#039;, GFR) pasien.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;PGK&amp;amp;nbsp;stadium 1&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; ditandai oleh penurunan ringan fungsi ginjal dengan sedikit atau tanpa gejala yang jelas.&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;PGK&amp;amp;nbsp;stadium 2 dan 3&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; memerlukan dukungan medis yang semakin intensif untuk memperlambat progresivitas gangguan fungsi ginjal serta menanganinya.&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;PGK&amp;amp;nbsp;stadium 4 dan 5&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; biasanya memerlukan persiapan menuju terapi aktif agar dapat bertahan hidup.&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;[[Gagal ginjal kronis|PGK&amp;amp;nbsp;stadium 5]]&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; dianggap sebagai penyakit berat dan membutuhkan suatu bentuk terapi penggantian ginjal ([[dialisis]]) atau [[transplantasi ginjal]] jika memungkinkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
;&lt;br /&gt;
;Laju filtrasi glomerulus&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nilai GFR normal bervariasi bergantung pada berbagai faktor, seperti jenis kelamin, usia, ukuran tubuh, dan latar belakang etnis. Para ahli nefrologi menganggap laju filtrasi glomerulus (GFR) sebagai indeks terbaik untuk menilai fungsi ginjal secara keseluruhan. National Kidney Foundation menyediakan kalkulator GFR daring yang mudah digunakan bagi siapa pun yang tertarik untuk mengetahui laju filtrasi glomerulus mereka. Untuk menggunakan kalkulator tersebut diperlukan nilai [[Kreatinina|kreatinin]] serum, yang diperoleh melalui pemeriksaan darah sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Komplikasi ==&lt;br /&gt;
Pasien penyakit ginjal stadium akhir yang menjalani hemodialisis berisiko lebih tinggi untuk mengalami pendarahan spontan intraabdomen (21,2%) dan [[Iskemia intestinal|iskemia mesentrika nonoklusif]] (18,1%) dibandingkan populasi umum. Sementara itu, pasien yang menjalani [[dialisis peritoneal]] berisiko lebih tinggi untuk mengalami [[peritonitis]] dan [[perforasi gastrointestinal]]. Namun, angka kejadian [[pankreatitis akut]] tidak berbeda dari populasi umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Tatalaksana ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatalaksana gagal ginjal berpusat pada [[terapi penggantian ginjal]], [[Pengobatan simtomatik|tatalaksana konservatif]], dan pengendalian komplikasi, karena pilihan terapi [[Terapi|kuratif]] tidak tersedia bagi kasus kronis. Tatalaksana gagal ginjal membutuhkan perawatan multidisiplin dan edukasi pada pasien untuk pengambilan keputusan bersama mengenai waktu dimulainya terapi penggantian ginjal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Terapi penggantian ginjal ===&lt;br /&gt;
Modalitas terapi penggantian ginjal (&amp;#039;&amp;#039;renal replacement therapy&amp;#039;&amp;#039;, RRT) meliputi [[hemodialisis]], [[dialisis peritoneal]], dan [[transplantasi ginjal]]. Modalitas terapi dipilih berdasarkan gaya hidup pasien, kelayakan akses vaskular, dan [[komorbiditas]]. Hemodialisis menyediakan filtrasi ekstrakorporeal di mana mesin mengambil alih [[Ultrafiltrasi (ginjal)|fungsi filtrasi ginjal]], membersihkan darah dari kelebihan cairan, zat terlarut, dan toksin. Dialisis peritoneal merupakan terapi berkelanjutan yang dapat dilakukan di rumah dengan memanfaatkan [[peritoneum]]. Pedoman merekomendasikan dilakukannya perencanaan perawatan di masa mendatang ketika [[Laju filtrasi glomerulus|GFR]] 20-30 mL/menit, dengan menggarisbawahi angka harapan hidup yang sebanding dari seluruh modalitas ketika penggunaan modalitas dioptimalkan, meskipun hemodialisis memiliki risiko [[infeksi]] dan dialisis peritoneal memiliki risiko [[peritonitis]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Diet ===&lt;br /&gt;
Pada pasien gagal ginjal nondiabetik dan dengan [[Diabetes melitus tipe 1|diabetes tipe 1]], diet rendah protein terbukti memiliki efek preventif terhadap progresi penyakit ginjal kronis. Namun, efek ini tidak berlaku pada pasien gagal ginjal dengan [[Diabetes melitus tipe 2|diabetes tipe 2]]. Pola makan berbasis pangan utuh dan nabati dapat membantu sebagian penderita penyakit ginjal. Diet tinggi protein yang berasal dari hewan atau tumbuhan tampaknya memberikan efek negatif terhadap fungsi ginjal, setidaknya dalam jangka pendek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Memperlambat progresivitas penyakit ===&lt;br /&gt;
Pasien yang dirujuk sedini mungkin ke ahli nefrologi, yang berarti memiliki waktu yang lebih lama sebelum mereka harus menjalani dialisis, memiliki periode rawat inap awal di rumah sakit yang lebih pendek dan risiko kematian yang lebih rendah setelah dimulainya dialisis. Metode-metode lain untuk memperlambat progresivitas penyakit meliputi meminimalkan paparan terhadap [[Nefrotoksisitas|nefrotoksin]] seperti [[Obat antiinflamasi nonsteroid|NSAID]] dan [[Agen radiokontras|kontras intravena]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gagal+ginjal&amp;amp;oldid=29506810 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29506810 (2026-07-30T09:14:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>