<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Ganzhi</id>
	<title>Ganzhi - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Ganzhi"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Ganzhi&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T04:29:11Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Ganzhi&amp;diff=21939&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Ganzhi&amp;diff=21939&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-28T09:05:55Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Ganzhi&amp;amp;diff=21939&amp;amp;oldid=21539&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Ganzhi&amp;diff=21539&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28728861; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Ganzhi&amp;diff=21539&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-28T08:38:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28728861; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Siklus enam puluh tahunan&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;siklus seksagesimal&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;) atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;ganzhi&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; () adalah siklus kombinasi 10 [[batang langit]] (; tiān gān) dan 12 [[cabang bumi]] (; dì zhī). Satu putaran siklus terdiri dari 60 elemen perpasangan batang langit dan cabang bumi ([[kelipatan persekutuan terkecil]] dari 10 dan 12 adalah 60).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kebudayaan Tiongkok dan di negara-negara [[Asia]] yang mengenal [[aksara Tionghoa]] seperti [[Jepang]], [[Korea]], dan [[Vietnam]], ganzhi dipakai kalender tradisional untuk menunjukkan [[tahun]], [[bulan]], [[hari]], dan [[jam]]. Selain itu, siklus ini dipakai untuk melambangkan [[mata angin]], [[sudut (geometri)|sudut]], dan urutan peristiwa. Kombinasi 4 pilar (; zhù) yang terdiri dari tahun, bulan, hari, jam bisa dipakai untuk meramal peruntungan dengan metode [[delapan karakter]] (; bā zì).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sepuluh batang langit ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Dua belas cabang bumi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nomor urut masing-masing elemen bisa dipakai untuk mencari perpasangan [[batang langit]] dan [[cabang bumi]]. Pasangan pertama didapat dari memasangkan elemen pertama batang langit dengan elemen pertama cabang bumi (1,1) atau (甲,子). Pasangan kedua adalah elemen no. 2 batang langit dengan elemen no. 2 cabang bumi (2,2) atau (乙,丑). Begitu seterusnya hingga pasangan ke-10 (10,10) atau (癸,酉). Setelah pasangan ke-10, kesepuluh unsur batang langit habis dipasangkan semua. Pasangan ke-11 diperoleh dari memasangkan kembali elemen pertama batang langit dengan elemen no. 11 cabang bumi (1,11) atau (甲,戌). Setelah membentuk pasangan ke-12 (2,12) atau (甲,戌), kedua belas unsur cabang bumi sudah habis dipasangkan semua. Pasangan ke-13 didapat dari memasangkan unsur no. 3 dalam daftar batang langit dengan unsur no. 1 dalam daftar cabang bumi (3,1) atau (丙,子). Begitu seterusnya hingga pasangan ke-60 (pasangan terakhir dalam siklus). Bila kembali dipasangkan, pasangan pasangan ke-61 adalah (1,1) atau (甲,子) yang merupakan awal siklus baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Tabel siklus enam puluh tahunan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang zaman [[Dinasti Shang]] sudah mengenal aksara [[hanzi]] untuk melambangkan ganzhi. Dari [[naskah tulang ramalan]] yang ditemukan di situs arkeologi [[Yinxu]] diketahui bahwa ganzhi dipakai untuk melambangkan hari, angka, dan nomor menurut sistem [[seksagesimal]]. Pada masa Dinasti Shang, siklus ini ditulis dalam aksara hanzi sebagai ; shí rì shí èr chén. Dalam naskah tulang ramalan, 10 batang langit dipakai untuk melambangkan nama-nama hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada [[Zaman Musim Semi dan Gugur]], siklus ini ditulis sebagai  (shí mǔ shí èr zǐ) mengikuti analogi &amp;quot;ibu&amp;quot; berada di atas dan &amp;quot;anak&amp;quot; di bawah. Pemikiran ini berasal dari filsafat [[elemen klasik]] yang menjelaskan fenomena alam menjadi 5 unsur (kayu, api, tanah, logam, air). Pada zaman [[Dinasti Han Timur]], dua kelompok yang membentuk siklus diumpamakan sebagai batang dan cabang [[pohon]], dan ditulis sebagai , disingkat &amp;#039;&amp;#039;ganzhi&amp;#039;&amp;#039; ().&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhitungan tahun sering didasarkan pada catatan peristiwa luar biasa dan tahun kaisar naik takhta. Penentuan tahun berdasarkan periode orbit [[Jupiter]] merupakan usul ahli astronomi pada Zaman Negara-negara Berperang. Perhitungan tahun berdasarkan ganzhi dan posisi Jupiter baru secara luas digunakan orang sejak zaman [[Dinasti Han]] ([[206 SM]]-[[220]]). Simbol [[mata angin]] dan pembagian 1 hari menjadi 24 jam dengan memakai ganzhi juga diperkirakan mulai dipakai orang sejak zaman Dinasti Han. Walaupun sudah mulai dipakai orang sejak zaman [[Dinasti Qin]], 12 hewan sebagai perlambang 12 cabang bumi muncul pertama kali dalam literatur pada zaman [[Dinasti Han Timur]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penulisan hari ==&lt;br /&gt;
Berbeda dengan kalender Barat yang membagi satu bulan menjadi 4 minggu (7 hari dalam seminggu), orang Tiongkok kuno membagi 1 bulan menjadi 3 sepuluh harian (; xún). Hari-hari dalam 1 &amp;#039;&amp;#039;xun&amp;#039;&amp;#039; diberi nama berdasarkan urutan 10 batang langit. Naskah tulang ramalan juga sudah mengenal perhitungan hari baik/hari buruk dalam 1 &amp;#039;&amp;#039;xun&amp;#039;&amp;#039;. Penanggalan ditulis berdasarkan siklus 60 hari (2 bulan) hasil kombinasi 10 batang langit dan 12 cabang bumi, sedangkan 1 bulan sama dengan 3 &amp;#039;&amp;#039;xun&amp;#039;&amp;#039; (30 hari).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Urutan nama hari dimulai dari hari pertama yang disebut [[Jiazi]], diikuti hari ke-2, [[Yichou]], dan hari ke-3 [[Bingyin]]. Begitu seterusnya hingga hari [[Guihai]] (hari ke-60) tetapi hari ke-61 kembali menjadi hari Jiazi. Siklus ini telah berjalan selama lebih dari 3.000 tahun tanpa terpengaruh pergantian sistem kalender. Penulisan tanggal menurut ganzhi juga dipakai dalam kitab sejarah dan tahun pembuatan karya seni di negara-negara [[Asia Timur]], termasuk &amp;#039;&amp;#039;[[Nihon Shoki]]&amp;#039;&amp;#039; di Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penulisan bulan ==&lt;br /&gt;
Menurut tradisi sejak zaman kuno di [[Tiongkok]], [[dongzhi]] (titik balik musim dingin) jatuh pada bulan 11 (; yín yuè). Bulan selanjutnya adalah bulan 12 () dan tahun baru jatuh pada bulan 1 ().&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak zaman [[Dinasti Tang]], 10 batang langit dari siklus ganzhi dipasangkan dengan nama-nama bulan. Nama batang langit dipasangkan dengan nama-nama bulan berdasarkan nama batang langit untuk tahun tersebut. Bulan 1 () tahun &amp;#039;&amp;#039;jia&amp;#039;&amp;#039; () dan tahun &amp;#039;&amp;#039;ji&amp;#039;&amp;#039;  misalnya, disebut bǐngyín yuè (). Bulan 1 tahun &amp;#039;&amp;#039;yi&amp;#039;&amp;#039; () dan tahun &amp;#039;&amp;#039;geng&amp;#039;&amp;#039; () disebut wùyín yuè (), dan seterusnya seperti dalam tabel berikut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Perhitungan tahun ==&lt;br /&gt;
Di Tiongkok dan negara-negara yang memakai aksara Tionghoa, tahun ditulis dengan memakai [[nama zaman]] (; nían hào) berdasarkan tahun kaisar naik takhta dan siklus enam puluh tahunan. Perjalanan waktu diukur mengikuti periode orbit planet [[Jupiter]]. Dalam siklus enam puluh tahunan, tahun tidak dihitung berdasarkan tahun awal (tahun 1) dengan angka yang berkelanjutan hingga masa sekarang. Siklus dimulai kembali dari awal setelah kaisar baru naik takhta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Perhitungan tahun berdasarkan Jupiter ===&lt;br /&gt;
Sistem ini mulai dikenal pada [[Zaman Negara-negara Berperang]]. Perhitungan tahun ditetapkan berdasarkan posisi [[Jupiter]] di [[bola langit]] karena waktu yang dibutuhkan Jupiter untuk 1 kali [[revolusi]] mengelilingi bola langit adalah 12 tahun. Jupiter bergerak melintasi garis [[ekuator langit]] bola langit yang dibagi menjadi 12 bidang dari barat ke timur. Waktu yang dibutuhkan Jupiter untuk berpindah dari satu bidang ke bidang berikutnya dihitung sebagai 1 tahun. Jupiter adalah planet yang dipakai menghitung tahun sehingga disebut juga bintang umur (; suì xīng).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Perhitungan tahun berdasarkan Tai Sui ===&lt;br /&gt;
Sistem ini menamakan tahun berdasarkan posisi [[Tai Sui]] (; tài suì) di bola langit. Tai Sui adalah bintang imajiner yang merupakan [[bayangan cermin]] Jupiter. Di atas bola langit yang dibagi menjadi 12 bidang, Jupiter bergerak dari barat ke timur. Namun pergerakan dari barat ke timur bertentangan dengan praktik orang masa itu (12 cabang bumi diletakkan di garis ekuator langit yang dibagi menjadi 12 bidang dari timur ke barat). Sebagai pemecahannya, garis orbit bintang imajiner Tai Sui dibuat sebagai bayangan cermin garis orbit Jupiter. Pada garis orbit Tai Sui diletakkan 12 cabang bumi dalam 12 bidang yang dilewati Tai Sui sewaktu beredar dari timur ke barat. Waktu yang dibutuhkan Tai Sui untuk berpindah dari satu bidang ke bidang berikutnya dihitung sebagai 1 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penentuan mata angin ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua belas cabang bumi yang ditambah 4 elemen [[bagua]] (; gen, ; xun, ; kun, dan ; qian) dan 10 batang langit (minus elemen ; wù dan ; jǐ) dipakai untuk melambangkan 24 arah [[mata angin]]. [[Utara]] dilambangkan dengan  (zǐ, tikus), [[selatan]] dengan  (wǔ, kuda), [[timur]] dengan  (mǎo, kelinci), dan [[selatan]] dilambangkan dengan  (yǒu, ayam).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelima unsur yang dikandung 10 batang langit (kayu, api, tanah, logam, air) bila dijelaskan dengan filsafat [[lima elemen]] menghasilkan 5 arah mata angin (timur, selatan, tengah, barat, dan utara). Menurut filsafat lima elemen, [[timur]] adalah Kayu sehingga elemen batang langit yang memiliki unsur kayu (; jiǎ dan ; yǐ) diletakkan di timur, diikuti 6 batang langit sisanya sesuai arah jarum jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Perhitungan dengan kalender Barat ==&lt;br /&gt;
=== Tahun 1804-1923 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Tahun 1924-2043 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Daftar pustaka ==&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
*  [http://www.chinapage.com/astronomy/fourpillarsconverter.html Konversi kalender Gregorian menjadi tahun, bulan, hari, jam ganzhi]&lt;br /&gt;
* [http://www.shenlun.org/pendaftaran/thai-sui/ Informasi Thai Sui tiap tahun]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ganzhi&amp;amp;oldid=28728861 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28728861 (2025-12-23T01:05:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>