<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Gingerol</id>
	<title>Gingerol - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Gingerol"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Gingerol&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T07:53:15Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Gingerol&amp;diff=36222&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28522035; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Gingerol&amp;diff=36222&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T17:29:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28522035; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Gingerol&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; dengan [[rumus kimia]] C&amp;lt;sub&amp;gt;17&amp;lt;/sub&amp;gt;H&amp;lt;sub&amp;gt;26&amp;lt;/sub&amp;gt;O&amp;lt;sub&amp;gt;4&amp;lt;/sub&amp;gt; merupakan [[senyawa bioaktif]] (&amp;#039;&amp;#039;specific marker)&amp;#039;&amp;#039; pada rimpang [[jahe]] yang berperan sebagai komponen utama pembentuk rasa pedas atau &amp;#039;&amp;#039;pungent&amp;#039;&amp;#039;. Jahe memiliki senyawa [[Volatilitas (kimia)|volatil]] dan [[non-volatil]]. Komponen aktif pada jahe dibagi menjadi dua kelompok yaitu : [[fenol]]ik (gingerol, [[shogaol]], paradol)  dan [[terpena]] (zingiberena, β-bisabolena, α-kurkumena, α-farnesena, β-seskuifelandrena).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gingerol sangat sensitif terhadap panas, lingkungan yang asam, udara, cahaya dan penyimpanan dalam waktu lama. Pada suhu panas, gingerol dapat bertransformasi menjadi shogaol. Shogaol memiliki rasa yang lebih pedas dibandingkan gingerol dan manfaat yang lebih banyak. Gingerol menjadi komponen terbanyak pada jahe segar, sedangkan pada jahe yang melewati proses pengeringan akan membuat kadar gingerol berkurang dan menaikkan kadar shogaol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gingerol banyak ditemukan pada jahe merah, dengan persentase 23% - 25%. Kandungan gingerol dapat diperoleh dengan cara mengekstrasi jahe. Untuk mengekstasi gingerol, teknik yang dapat diaplikasikan ialah teknik esktraksi dengan suhu rendah seperti SFE (&amp;#039;&amp;#039;[[Ekstraksi fluida superkritis|Supercritical Fluid Extraction]]),&amp;#039;&amp;#039; UAE &amp;#039;&amp;#039;([[Ultrasonic Assisted Extraction]]),&amp;#039;&amp;#039; dan EAE &amp;#039;&amp;#039;([[Enzyme-assisted Extraction]]).&amp;#039;&amp;#039; Sehingga didapatkan kadar gingerol yang tinggi dan tidak berubah menjadi shogaol. Sedangkan proses ekstraksi dengan suhu tinggi akan menghasilkan kadar shogaol yang tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan rantai cabangnya, gingerol terbagi menjadi senyawa [6]-gingerol, [8]-gingerol dan [10]-gingerol&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sifat gingerol ==&lt;br /&gt;
Kandungan gingerol pada jahe memiliki berbagai manfaat berdasarkan sifatnya, seperti :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Antikoagulan ===&lt;br /&gt;
[[Antikoagulan]] pada gingerol berfungsi untuk mencegah terjadinya [[penggumpalan darah]], sehingga berpotensi mencegah [[strok]]e dan [[serangan jantung]]. Antikoagulan berkerja dengan cara menghambat fungsi dari faktor pembekuan darah. Gingerol menghambat proses transport ion Ca2+  ke  dalam  [[sitoplasma]]  ke  [[sel darah]] sehingga  tidak  terjadi  pembekuan  darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Antioksidan ===&lt;br /&gt;
Kandungan aktif [[antioksidan]] alami yang tinggi pada gingerol telah diteliti melebih [[tokoferol]]. Dapat melindungi sel-sel imun seperti [[limfosit]] dari [[senyawa radikal]]. Konsumsi secara rutin dapat meningkatkan kadar [[glukosa]], mengurangi stres oksidatif serta meningkatkan sinyal insulin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Anti-inflamasi ===&lt;br /&gt;
Senyawa gingerol dapat memberikan aktivitas [[antiinflamasi]] yang menghambat sel [[sitokin]] yang menyebabkan peradangan serta menghambat peningkatan komponen inflamasi seperti NF-kB (&amp;#039;&amp;#039;nuclear factor kappa light chain enchancer of activated B cells&amp;#039;&amp;#039;). Gingerol juga menghambart phosphatidylinositol-3-kinase (PI3K), protein kinase B (Akt), serta menurunkan mediator inﬂamasi (nitric oxide dan PGE2)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Antibakteri ===&lt;br /&gt;
Sifat [[antibakteri]] pada senyawa gingerol, bekerja dengan cara merusak membran sitoplasma bakteri dan mendenaturasi protein. Gingerol akan berinteraksi dengan sel bakteri melalui proses adsorbsi. Dalam kadar yang rendah, senyawa ini akan mengikat protein dan membentuk kompleks protein [[fenol]]. Ikatan protein dan fenol yang lemah, akan terurai dan masuk kedalam sel dan terjadi denaturasi protein.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Antikanker ===&lt;br /&gt;
Berdasarkan penelitian [[in vitro]], gingerol menginduksi [[apoptosis]] [[Kanker|sel kanker]] dan  menunjukkan efek antiproliferasi di dalam sel kanker, dengan cara menekan transduksi sinyal dan aktivasi pensinyalan dari transkripsi 3 (STAT3) dan NF-κΒ. Sehingga terjadi penurunan regulasi ekspresi protein.&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gingerol&amp;amp;oldid=28522035 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28522035 (2025-11-17T23:40:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>