<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=H3K9me2</id>
	<title>H3K9me2 - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=H3K9me2"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=H3K9me2&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T13:13:21Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=H3K9me2&amp;diff=36501&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29663767; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=H3K9me2&amp;diff=36501&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T22:16:24Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29663767; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;H3K9me2&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah sebuah modifikasi [[Epigenetika|epigenetik]] kepada protein [[histon H3]] dengan adanya [[Metilasi|dimetilasi]] pada residu [[lisina]] ke-9 di [[protein]] histon H3. H3K9me2 berhubungan kuat dengan aktivitas represi transkripsi, jumlahnya lebih tinggi pada gen yang diam/inaktif dibandingkan gen aktif, tepatnya di daerah sekitar 10kb dekat situs mulai transkripsi. H3K9me2 menghambat [[ekspresi gen]] baik secara pasif (mengambat [[asetilasi]] yang memengaruhi penempelan [[RNA polimerase]] atau faktor regulasinya) maupun secara aktif (menarik penghambat transkripsi). H3K9me2 umumnya terbentang luas di daerah DNA yang miskin gen, disebut juga &amp;#039;&amp;#039;Large Organised Chromatin K9 domains&amp;#039;&amp;#039; (LOCKS). Namun, H3K9me2 juga ditemukan pada daerah kaya gen (&amp;#039;&amp;#039;genic&amp;#039;&amp;#039;) maupun daerah antargen (&amp;#039;&amp;#039;[[Intergenik|intergenic]]&amp;#039;&amp;#039;). Proses sintesisnya dikatalisasi oleh [[G9a]], [[EHMT1]], dan [[PRDM2]]. H3K9me2 dapat dihilangkan dengan berbagai [[enzim]] demetilase lisina histon (KDM) termasuk KDM1, KDM3, KDM4, dan keluarga KDM7. Fungsi penting dari H3K9me2 cukup bervariasi, mulai dari komitmen garis keturunan sel, pemrograman ulang sel somatis menjadi [[Sel iPS|sel punca pluripoten terinduksi]], regulasi [[Peradangan|respon peradangan]],  dan kecanduan obat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Nomenklatur ==&lt;br /&gt;
H3K9me2 berarti terjadi [[Metilasi|dimetilasi]] pada [[lisina]] 9 di subunit [[protein]] [[histon H3]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Memahami modifikasi histon ==&lt;br /&gt;
[[Genom]] sel [[Eukariota|eukariot]] dibungkus oleh protein khusus bernama [[histon]]. Kompleks ini dibentuk oleh [[kromatin]]. Struktur dasar dari kromatin adalah [[nukleosom]] yang terdiri dari inti [[histon oktamer]] (H2A, H2B, H3, dan H4), histon penghubung, dan sekitar 180 pasang basa [[DNA]]. Inti histon kaya akan residu [[lisina]] dan [[arginina]]. Ujung-C dari histon tadi berkontribusi kepada interaksi histon-histon dan interaksi DNA-histon. Sementara itu, ekor ujung-N merupakan tempat modifikasi pascatranslasi, seperti yang teramati pada H3K9me2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Implikasi epigenetik ==&lt;br /&gt;
Modifikasi pascatranslasi ekor histon, baik oleh kompleks pengubah histon maupun kompleks pemodel ulang kromatin, diinterpretasikan oleh sel menjadi keluaran transkripsi kombinatorial yang kompleks. Diperkirakan bahwa kode histon menentukan ekspresi gen dengan interaksi kompleks antarhiston di daerah tertentu. Pemahaman terkini mengenai histon datang dari dua proyek berskala besar: [[ENCODE]] dan peta epigenom. Tujuan dari penelitian epigenom adalah untuk menginvestigasi perubahan epigenetik di seluruh genom. Hal ini mengarah kepada kondisi kromatin yang mendefinisikan daerah genomik dengan mengelompokkan interaksi antarprotein atau antarmodifikasi histon. Kondisi kromatin telah diteliti di sel Drosophila dengan mengamati situs penempelan protein di genom. Pengunaan metode ChIP telah mengungkap daerah di genom yang ditandai oleh pita berbeda. Tahapan perkembangan yang berbeda juga ditemukan di Drosophila dengan menekankan kondisi modifikasi histon. Berbekal data eksperimen, kita bisa mendefinisikan kondisi kromatin berdasarkan modifikasi histon.  Lima modifikasi kunci berhasil ditemukan dengan masing-masing modifikasi terkait dengan fungsi sel yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Promotor (genetika)|Promotor]] [[H3K4me3]]&lt;br /&gt;
* [[Enhancer (genetik)|Enhancer]] yang diaktivasi [[H3K4me1]]&lt;br /&gt;
* Badan gen [[H3K6me3]]&lt;br /&gt;
* Represi &amp;#039;&amp;#039;[[polycomb]]&amp;#039;&amp;#039; [[H3K27me3]]&lt;br /&gt;
* [[Heterokromatin]] [[H3K9me3]]&lt;br /&gt;
* [[Heterokromatin]] fakultatif H3K9me2&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Genom manusia]] dianotasi dengan kondisi [[kromatin]]. Kondisi tadi dapat digunakan sebagai cara baru untuk menganotasi genom secara independen dari sekuens [[genom]]. Kondisi kromatin juga berguna untuk mengidentifikasi elemen regulator yang tidak memiliki sekuens yang jelas seperti &amp;#039;&amp;#039;[[Enhancer (genetik)|enhancer]]&amp;#039;&amp;#039;. Tambahan level anotasi ini memungkinkan kita untuk memahami lebih dalam regulasi gen di sel spesifik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Signifikansi klinis ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kecanduan ===&lt;br /&gt;
Paparan obat candu kronis dapat mengakibatkan represi [[G9a]] yang dimediasi oleh [[FOSB|ΔFosB]] dan penurunan dimetilasi H3K9 di [[nukleus akumbens]]. Hal ini dapat menyebabkan arborasi dendritik, perubahan ekspresi protein sinaptik, dan peningkatan perilaku sakau. Sebaliknya, hiperekspresi G9a di nukleus akumbens mengakibatkan peningkatan dimetilasi H3K9 dan menghambat induksi plastisitas saraf dan perilaku oleh penggunaan obat kronis yang terjadi melalui represi [[faktor transkripsi]] untuk [[FOSB|ΔFosB]] yang dimediasi H3K9me2 dan represi berbagai target transkripsi [[FOSB|ΔFosB]] oleh H3K9me2 (misalnya, [[CDK5]]). Keterlibatan H3K9me2 dalam umpan balik berulang dan peran patofisioliogis sentral dari overekspresi [[FOSB|ΔFosB]] sebagai pemicu mekanistik untuk kecaduan memicu reduksi H3K9me2 di nukleus akumbens setelah paparan berulang terhadap obat candu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ataksia Friedreich ===&lt;br /&gt;
R-&amp;#039;&amp;#039;loop&amp;#039;&amp;#039; ditemukan dengan penanda H3K9me pada [[FXN]] di sel [[ataksia Friedreich]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penyakit kardiovaskular (PJPD) ===&lt;br /&gt;
Penanda epigenetik H3K9me2 ditemukan pada sebagian kecil promotor gen terkait [[penyakit kardiovaskular]] di sel otot polos vaskular. H3K9me2 berfungsi untuk menghambat penempelan faktor transkripsi NF-κB dan AP-1. Pada pasien dengan lesi aterosklerotik, jumlah H3K9me2 ditemukan menurun jumlahnya di sel otot polos vaskular dibandingkan jaringan aorta sehat.  Sel otot polos vaskular dari pasien diabetes juga menunjukkan penurunan kadar H3K9me2 dibandingkan dengan kelompok kontrol sehingga dapat disimpulkan bahwa disregulasi H3K9me2 mungkin mendasari komplikasi vaskular terkait diabetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Metode deteksi ==&lt;br /&gt;
Modifikasi histon, termasuk H3K9me2, bisa dideteksi dengan berbagai teknik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;Chromatin Immunoprecipitation Sequencing&amp;#039;&amp;#039; ([[Pengurutan-ChIP|ChIP-sequencing]]) mengukur jumlah pengayaan DNA setelah menempel ke protein target dan diimunopresipitasi. Teknik ini menghasilkan optimisasi yang baik dan digunakan pada uji &amp;#039;&amp;#039;in vivo&amp;#039;&amp;#039; untuk mengukur ikatan DNA-protein yang terjadi di sel. ChIP-Seq bisa digunakan untuk mengidentifikasi dan menkuantifikasi berbagai fragmen DNA untuk modifikasi histon yang berbeda-beda di sepanjang wilayah genomik.&lt;br /&gt;
* CUT&amp;amp;RUN (&amp;#039;&amp;#039;Cleavage Under Targets and Release Using Nuclease&amp;#039;&amp;#039;) dilakukan dengan mengisolasi kompleks DNA-protein langsung dari [[inti sel]] tanpa tahap presipitasi. Dalam teknik ini, antibodi yang spesifik menempel ke protein pengikat DNA dan ProtA-MNase ditambahkan ke sel yang dipermeabilisasi. MNase ditambatkan ke protein melalui interaksi ProtA-antibodi, lalu MNase akan membelah DNA yang tidak terlindungi di sekitarnya untuk melepaskan kompleks DNA-protein yang bisa diisolasi dan diurutkan. CUT&amp;amp;RUN diketahui memberikan rasio sinyal terhadap &amp;#039;&amp;#039;noise&amp;#039;&amp;#039; yang lebih tinggi dibandingkan teknik ChIP konvensional. Hal ini memungkinkan CUT&amp;amp;RUN untuk menggunakan kedalaman pengurutan yang jauh lebih sedikit dibanding ChIP (hanya sepersepuluhnya) dan memungkinkan pemetaan genom modifikasi histon serta faktor transkripsi dengan jumlah sel yang sangat sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat juga ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Metilasi histon]]&lt;br /&gt;
* [[Metiltransferase histon]]&lt;br /&gt;
* [[Metilisina]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=H3K9me2&amp;amp;oldid=29663767 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29663767 (2026-08-29T10:31:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>