<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Hainuwele</id>
	<title>Hainuwele - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Hainuwele"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Hainuwele&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T07:03:21Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Hainuwele&amp;diff=32165&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28916162; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Hainuwele&amp;diff=32165&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-05T17:27:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28916162; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Hainuwele&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, &amp;quot;Gadis Kelapa&amp;quot;, adalah sebuah figur dari cerita rakyat [[Wemale]] dan [[Alune]] dari pulau [[Seram]] di [[Kepulauan Maluku]], [[Indonesia]]. Ceritanya adalah [[mitos asal-usul]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mitos Hainuwele dicatat oleh etnolog [[Orang Jerman|Jerman]] [[Adolf Ellegard Jensen|Adolf E. Jensen]] setelah ekspedisi [[Leo Frobenius|Frobenius]] tahun 1937–38 ke Kepulauan Maluku. Studi tentang mitos ini selama penelitiannya mengenai [[Kurban|pengorbanan keagamaan]] membawa Jensen pada pengenalan konsep [[Dema Deity]] dalam [[etnologi]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Joseph Campbell]] pertama kali menceritakan legenda Hainuwele kepada khalayak berbahasa Inggris dalam karyanya &amp;#039;&amp;#039;[[The Masks of God]]&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Mito==&lt;br /&gt;
Suatu hari saat berburu, seorang pria bernama Ameta menemukan sebuah [[kelapa]], sesuatu yang belum pernah terlihat sebelumnya di Seram, yang tersangkut di taring [[babi celeng]]. Ameta, yang merupakan bagian dari salah satu dari sembilan keluarga asli orang-orang Ceram Barat yang muncul dari [[pisang]], membawa kelapa itu pulang. Malam itu, sesosok muncul dalam mimpi dan memerintahkannya untuk menanam kelapa itu. Ameta melakukannya, dan hanya dalam beberapa hari kelapa itu tumbuh menjadi pohon tinggi dan berbunga. Ameta memanjat pohon untuk memotong bunganya guna [[Tuak nira#Disuling|mengambil getahnya]], tetapi dalam prosesnya jarinya terluka dan darahnya menetes ke sebuah bunga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sembilan hari kemudian, Ameta menemukan seorang gadis di tempat bunga itu tumbuh, dan ia menamainya Hainuwele, yang berarti &amp;quot;Cabang Kelapa&amp;quot;. Ia membungkusnya dengan [[sarung]] dan membawanya pulang. Gadis itu tumbuh dewasa dengan sangat cepat. Hainuwele memiliki bakat luar biasa: ketika buang air besar, ia mengeluarkan barang-barang berharga. Berkat barang-barang ini, Ameta menjadi sangat kaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hainuwele menghadiri sebuah pesta dansa yang berlangsung selama sembilan malam di tempat yang dikenal sebagai &amp;#039;&amp;#039;Tamene Siwa&amp;#039;&amp;#039;. Dalam pesta dansa ini, sudah menjadi tradisi bagi para gadis untuk membagikan [[buah pinang]] kepada para pria. Hainuwele melakukannya, tetapi ketika para pria meminta buah pinang kepadanya, ia malah memberi mereka barang berharga yang dapat ia keluarkan melalui fesesnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap hari dia memberi mereka sesuatu yang lebih besar dan lebih berharga: [[anting]] [[emas]], [[koral]], piring [[porselen]], [[Parang|pisau parang]], kotak [[tembaga]], dan [[gong]]. Awalnya para pria itu senang, tetapi secara bertahap mereka memutuskan bahwa apa yang dilakukan Hainuwele itu [[aneh]] dan, didorong oleh rasa iri, mereka memutuskan untuk membunuhnya pada malam kesembilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam tarian-tarian berikutnya, para pria berputar mengelilingi para wanita di tengah lapangan tari, termasuk Hainuwele di antara mereka, yang membagikan hadiah.  Sebelum malam kesembilan, para pria menggali lubang di tengah lapangan tari dan, memilih Hainuwele, selama tarian mereka mendorongnya semakin jauh ke dalam hingga dia didorong tepat ke dalam lubang. Para pria dengan cepat menimbun tanah di atas gadis itu, menutupi teriakannya dengan nyanyian mereka. Demikianlah Hainuwele dikubur hidup-hidup, sementara para pria terus menari di atas tanah, menginjak-injaknya dengan kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ameta, yang kehilangan Hainuwele, pergi mencari jejaknya. Melalui seorang [[orakel]], ia mengetahui apa yang terjadi, lalu ia menggali kembali jenazahnya dan memotongnya menjadi potongan-potongan yang kemudian ia kuburkan kembali di sekitar desa. Potongan-potongan tersebut tumbuh menjadi berbagai tanaman baru yang berguna, termasuk [[umbi]], yang menjadi asal mula makanan utama yang dinikmati oleh masyarakat [[Indonesia]] hingga saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ameta membawa lengan Hainuwele yang terpotong ke ‘&amp;#039;mulua Satene’&amp;#039;, dewa penguasa manusia. Dengan lengan tersebut, ia membangun gerbang berbentuk spiral bagi dewa tersebut, yang harus dilalui oleh semua manusia. Mereka yang mampu melintasi gerbang tersebut akan tetap menjadi manusia, meskipun kini menjadi makhluk fana, dan terbagi menjadi ‘&amp;#039;Patalima’&amp;#039; (Manusia Lima) dan ‘&amp;#039;Patasiwa’&amp;#039; (Manusia Sembilan). Mereka yang tidak mampu melewati ambang pintu menjadi jenis hewan baru atau [[hantu]]. Satene sendiri meninggalkan Bumi dan menjadi penguasa atas alam kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Patasiwa&amp;#039;&amp;#039; adalah kelompok yang menaungi baik suku Wemale maupun suku Alune.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bacaan tambahan ==&lt;br /&gt;
* Darlington, Beth &amp;#039;&amp;#039;The Myth of Hainuwele: Metamorphosis of a Maiden Goddess&amp;#039;&amp;#039;, Pacifica Graduate Institute, 1991&lt;br /&gt;
* [[Mircea Eliade|Eliade, Mircea]]. &amp;#039;&amp;#039;Myth and Reality&amp;#039;&amp;#039;. 1963.&lt;br /&gt;
* [[Adolf E. Jensen|Jensen, Adolf E.]], &amp;#039;&amp;#039;Myth and Cult among Primitive Peoples&amp;#039;&amp;#039;, translated by Marianna Tax Choldin and Wolfgang Weissleder (Chicago: University of Chicago Press, 1963).&lt;br /&gt;
* Prager, Michael &amp;quot;Half-Men, Tricksters and Dismembered Maidens: The Cosmological Transformation of Body and Society in Wemale Mythology&amp;quot;, &amp;#039;&amp;#039;École des hautes études&amp;#039;&amp;#039;, No. 174, (April–June 2005), pp.&amp;amp;nbsp;103–124. .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
* [http://www.uni-tuebingen.de/kultur-japans/Texte/Antoni_1982a.pdf The Presentation of Death in East and Southeast Asia]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hainuwele&amp;amp;oldid=28916162 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28916162 (2026-02-01T08:11:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>