<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Hakikat_manusia</id>
	<title>Hakikat manusia - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Hakikat_manusia"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Hakikat_manusia&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T19:02:30Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Hakikat_manusia&amp;diff=36182&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29460257; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Hakikat_manusia&amp;diff=36182&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T17:24:29Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29460257; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Hakikat manusia&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; mencakup watak dasar dan ciri-ciri mendasar—termasuk cara [[Pikiran|berpikir]], [[Perasaan|merasakan]], dan [[tindakan (filsafat)|bertindak]]—yang diyakini melekat secara alami pada diri [[manusia]]. Istilah ini kerap digunakan untuk menunjuk pada [[hakikat]] dari [[kemanusiaan]], atau pada pertanyaan: apa makna sejati menjadi manusia. Namun, pemahaman semacam itu senantiasa memunculkan perdebatan, sebab tidak semua orang sepakat apakah hakikat yang tunggal itu benar-benar ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perdebatan tentang hakikat manusia telah menjadi pusat perhatian [[filsafat]] selama berabad-abad, dan hingga kini masih menyalakan api diskusi yang hangat. Walau keduanya berbeda, perbincangan tentang hakikat manusia biasanya tak terpisahkan dari perdebatan klasik tentang peranan [[gen]] dan [[lingkungan sosial]] dalam [[psikologi perkembangan|pertumbuhan manusia]]—yang kerap diringkas dalam istilah &amp;#039;&amp;#039;[[nature versus nurture]]&amp;#039;&amp;#039;. Karena itu, gagasan ini tetap hidup dalam ranah akademik, baik dalam [[ilmu alam]], [[ilmu sosial]], maupun [[filsafat]], di mana berbagai pemikir berupaya menyingkap tabir mengenai hakikat manusia. Hakikat manusia secara tradisional kerap dipertentangkan dengan sifat-sifat manusia yang berubah-ubah sesuai [[masyarakat]], misalnya yang melekat pada suatu [[budaya]] tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gagasan tentang &amp;quot;alam&amp;quot; sebagai tolok ukur penilaian diyakini bermula dari [[filsafat Yunani]], terutama karena pengaruh besarnya terhadap bahasa dan pandangan [[Dunia Barat|Barat]] maupun [[Timur Tengah]]. Menjelang [[zaman kuno akhir]] dan [[abad pertengahan]], pendekatan yang kemudian dominan adalah [[teleologi]] [[Aristoteles]], yang melihat hakikat manusia sebagai sesuatu yang berada di luar individu, tetapi menentukan apa yang pada akhirnya manusia menjadi. Pemahaman ini pun dipandang menghubungkan hakikat manusia dengan [[ketuhanan]], karena dianggap memiliki [[final cause|tujuan akhir]] dan [[formal cause|bentuk]] yang tertanam dalam semesta. Dalam pandangan ini, alam—atau Sang Pencipta alam—dipahami memiliki maksud, termasuk maksud agar manusia hidup sesuai kodratnya. Dengan demikian, hakikat manusia dipandang sebagai suatu &amp;quot;gagasan&amp;quot;, atau &amp;quot;[[Teori Bentuk|bentuk]]&amp;quot; dari manusia. Namun, keberadaan hakikat manusia yang tetap dan bersifat [[metafisika|metafisis]] ini telah lama menjadi bahan perdebatan, bahkan hingga zaman modern.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berlawanan dengan gagasan Aristoteles tentang hakikat manusia yang tetap, sejak berabad-abad lalu banyak pemikir menekankan kelenturan manusia—khususnya para [[Modernisme|modernis awal]] seperti [[Thomas Hobbes]], [[John Locke]], dan [[Jean-Jacques Rousseau]]. Dalam &amp;#039;&amp;#039;[[Émile, atau Tentang Pendidikan]]&amp;#039;&amp;#039;, Rousseau menulis: &amp;quot;Kita tidak tahu apa yang memungkinkan kodrat kita untuk menjadi.&amp;quot; Sejak abad ke-19, pemikir seperti [[Charles Darwin|Darwin]], [[Sigmund Freud|Freud]], [[Karl Marx|Marx]], [[Søren Kierkegaard|Kierkegaard]], [[Friedrich Nietzsche|Nietzsche]], hingga [[Jean-Paul Sartre|Sartre]], juga aliran [[strukturalisme]] maupun [[postmodernisme]], kerap menolak gagasan tentang hakikat manusia yang tunggal atau &amp;#039;&amp;#039;bawaan lahir&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;[[Teori evolusi]]&amp;#039;&amp;#039; [[Charles Darwin]] secara khusus mengubah lanskap perdebatan ini, dengan menegaskan bahwa nenek moyang manusia modern tidaklah sama dengan manusia sekarang. Sebagaimana dalam sains modern pada umumnya, teori ini berupaya menjelaskan asal-usul hakikat manusia tanpa merujuk pada penyebab-penyebab [[metafisika]]. Teori tersebut bisa digunakan untuk menyingkap mekanisme dasar hakikat manusia, atau untuk menunjukkan kemampuan manusia untuk berubah dan beragam—kemampuan yang, bisa jadi, meruntuhkan gagasan tentang hakikat manusia yang tetap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Lihat pula==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Agresi]]&lt;br /&gt;
* [[Kompleks persahabatan-permusuhan]]&lt;br /&gt;
* [[Akal sehat]]&lt;br /&gt;
* [[Universal budaya]]&lt;br /&gt;
* [[Sinisme (filsafat)|Sinisme]]&lt;br /&gt;
* [[Dehumanisasi]]&lt;br /&gt;
* [[Model diatesis-stres]]&lt;br /&gt;
* [[Hipotesis kerentanan diferensial]]&lt;br /&gt;
* [[Emosi]]&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;[[Homo sapiens]]&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
* [[Kondisi manusia]]&lt;br /&gt;
* [[Humanisme]]&lt;br /&gt;
* [[Naluri#Pada manusia|Naluri § Pada manusia]]&lt;br /&gt;
* [[Alam]]&lt;br /&gt;
* [[Norma (filsafat)]]&lt;br /&gt;
* [[Norma (sosiologi)]]&lt;br /&gt;
* [[Normalitas (perilaku)]]&lt;br /&gt;
* [[Psikologi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Referensi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Catatan==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Bacaan lanjutan==&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Pranala luar==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hakikat+manusia&amp;amp;oldid=29460257 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29460257 (2026-07-15T04:20:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>