<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Hereditas</id>
	<title>Hereditas - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Hereditas"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Hereditas&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T06:06:34Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Hereditas&amp;diff=31484&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28447556; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Hereditas&amp;diff=31484&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-05T08:38:30Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28447556; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Hereditas&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;pewarisan&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah pewarisan [[ciri fenotipe]] dari [[induk]] kepada keturunannya, baik melalui [[reproduksi seksual]] ataupun [[reproduksi aseksual]], sehingga keturunan berupa [[sel (biologi)|sel]] maupun [[organisme]] tersebut memperoleh [[Urutan asam nukleat|informasi genetik]] dari induknya. Dampak dari penurunan sifat yaitu mulai dari [[warna]] [[kulit]], [[Tinggi badan manusia|tinggi badan]], warna [[rambut]], bentuk [[hidung]], sampai “[[penyakit]] [[warisan]]”. Hereditas ini dibawa oleh oleh [[gen]] yang terdapat dalam [[DNA]] masing-masing sel [[makhluk hidup]] yang tersusun atas puluhan sampai triliunan sel dengan massa DNA yang saling mengkait .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Konsep kuno Hereditas ==&lt;br /&gt;
[[Filsuf Yunani]] mempunyai bermacam-macam ide tentang hereditas. [[Theophrastus]] mengajukan bahwa bunga jantan membuat bunga betina menjadi matang, [[Hiprokrates]] menduga bahwa &amp;quot;benih&amp;quot; diproduksi oleh berbagai anggota tubuh dan di wariskan pada saat pembuahan, [[Aristoteles]] bahwa semen pejantan dan betina becampur pada saat pembuahan, sedangkan [[Aeskhylus]], pada tahun 458 SM mengajukan ide bahwa sang pejantan adalah orang tua yang sebenarnya dan betina adalah &amp;quot;perawat dari bayi yang disemai di dalamnya&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bermacam-macam mekanisme hereditas di ajukan tanpa diuji atau dikuantifikasi dengan layak. Mekanisme ini diantaranya [[pewarisan campuran]], dan [[pewarisan sifat dapatan]]. Namun, hewan dan tanaman domestik dapat dikembangkan melalui [[seleksi artifisial]]. Pewarisan sifat dapatan juga membentuk bagian dari ide evolusi [[Lamarck]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada abad kedelapan belas, ahli mikroskop [[Antoine van Leeuwenhoek]] (1632-1723) menemukan &amp;quot;binatang kecil&amp;quot; di dalam sperma manusia dan hewan lainnya. Penemuan ini menjadi dasar dari teori &amp;quot;spermis&amp;quot; yang menyatakan bahwa dalam sebuah sperma terdapat &amp;quot;orang kecil&amp;quot; ([[homunculius]]) dan satu-satunya sumbangan yang dilakukan oleh pihak wanita adalah kandungan yang di dalamnya homonculus tumbuh dan berkembang. Teori lainnya yang bertentangan, &amp;quot;ovis&amp;quot; menduga bahwa wanitalah yang menyimpan manusia kecil di dalam ovum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Pangenesis]] adalah sebuah ide yang menyatakan bahwa pria dan wanita membentuk sebuah &amp;quot;pangen&amp;quot; di dalam setiap organ. Pangen ini kemudian berjalan melalui darah ke alat kelamin kemudian ke dalam bakap anak. Konsep ini bermula pada zaman yunani kuno dan memengaruhi ilmu hayat sampai sekitar seratus tahun yang lalu. Istilah &amp;quot;hubungan darah&amp;quot;, &amp;quot;darah murni&amp;quot;, dan &amp;quot;darah bangsawan&amp;quot; adalah sisa-sisa dari teori Pangenesis. Pada dasawarsa [[1870]] [[Francis Galton]], sepupu dari [[Charles Darwin]] melakukan percobaan yang menyangkal Pangenesis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Charles Darwin: Teori Evolusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Charles Darwin]] mengajukan teori evolusi pada tahun [[1859]] dan salah satu masalah utamanya adalah kurangnya mekanisme dasar untuk hereditas. Darwin percaya akan pewarisan dampiran dan pewarisan sifat dapatan. Pewarisan campuran akan menghasilkan keseragaman di antara populasi hanya dalam beberapa generasi sehingga akan menghilangkan variasi dari sebuah populasi yang kepadanya seleksi alam dapat berlaku. Hal ini membuat Darwin mengadopsi ide Lamarck pada makalahnya yang setelah [[The Origin|The Origin of species]] dan makalah biologi selanjutnya. Pendekatan utama Darwin untuk hereditas adalah untuk mengaris bawahi bagaimana pewarisan itu dapat bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Model awal Darwin akan konsep hereditas diadopsi oleh saudaranya [[Francis Galton]] dan kemudian dimodifikasi olehnya untuk membuat sebuah kerangka kerja akan teori [[biometrik]]. Galton menolak aspek dari pangenesis darwin yang bertumpu pada sifat dapatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pewarisan sifat dapatan terbukti kesalahannya pada dasawarsa [[1880]] ketika [[August Weismann]] memotong ekor dari beberapa generasi [[tikus]] dan mendapati bahwa keturunannya tetap mempunyai ekor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Gregor Mendel: Bapak genetika modern ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ide akan pewarisan gen sebagian dapat di atribusikan ke seseorang pendeta Moravia bernama gregor Mendel pendeta yang menerbitkan penelitiannya akan kacang polong pada tahun 1865. Namun karyanya tidak dikenal luas dan baru ditemukan kembali pada tahun 1901. Pada awalnya dianggap bahwa pewarisan ala Mendel hanya dihitung untuk perbedaan yang besar seperti yang diamati oleh mendel pada tanaman polongnya dan ide akan pengaruh kumulatif pada gen tidak disadari sampai ketika makalah oleh Ronald Fisher pada tahun 1918 berjudul &amp;quot;Hubungan Antara Keturunan Dalam Pewarisan Mendel&amp;quot;. Untuk sejarah genetika lebih lanjut dapat dilihat dalam artikel &amp;#039;&amp;#039;Sejarah ilmu genetika&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Perkembangan Modern Genetika dan Hereditas ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada dasawarsa 1930, tulisan FIsher dan lainnya menghasilkan sebuah teori gabungan dari teori Mendel dan Biometeri menjadi [[sintesis mutakhir]] Evolusi. Sintesis modern menjembatani kesenjangan antara ahli genetika eksperimental dan naturalis; dan antara keduanya dengan ahli paleontologi, modern sintesis menyatakan bahwa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Semua fenomena evolusi dapat dijelaskan dengan cara yang konsisten dengan mekanisme genetik yang diketahui dan bukti pengamatan oleh para naturalis.&lt;br /&gt;
# Evolusi terjadi secara bertahap: perubahan genetik kecil, rekombinasi yang dipengaruhi oleh [[seleksi alam]]. Diskontinuitas di antara spesies (atau takson lainnya) dijelaskan berasal secara bertahap melalui pemisahan geografis dan kepunahan (bukan pengasaman).&lt;br /&gt;
# [[Seleksi alam|Seleksi]] merupakan mekanisme utama perubahan. Objek seleksi adalah [[fenotipe]] di lingkungan sekitarnya. Peran [[Hanyutan genetik|penyimpangan genetik]] masih samar-samar; meskipun awalnya sangat didukung oleh [[Dobzhansky]], itu diturunkan setelahnya sebagai hasil dari hasil penelitan genetika ekologi.&lt;br /&gt;
# Keunggulan pemikiran populasi: keragaman genetik yang dibawa dalam populasi alami merupakan faktor kunci dalam evolusi. Kekuatan seleksi alam di alam liar lebih besar dari yang diharapkan; pengaruh faktor ekologi seperti habitat dan signifikansi penghalang aliran gen semuanya penting.&lt;br /&gt;
Gagasan bahwa [[spesiasi]] terjadi setelah populasi diisolasi secara reproduktif telah banyak diperdebatkan. Pada tumbuhan, poliploidi harus disertakan dalam lingkup spesiasi apa pun. Formulasi seperti &amp;#039;evolusi terdiri dari perubahan [[frekuensi alel]] antara satu generasi ke generasi lainnya, diusulkan agak belakangan. Pandangan tradisional bahwa biologi perkembangan evolusioner ([[Biologi perkembangan evolusioner|&amp;#039;evo-devo]]&amp;#039;) memainkan peran kecil dalam sintesis, tetapi sebuah catatan tentang karya [[Gavin de Beer]] oleh [[Stephen Jay Gould]] menunjukkan bahwa hal tersebut mungkin merupakan pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir semua aspek sintesis pernah mendapat tantangan, dengan berbagai tingkat keberhasilan. Tidak ada keraguan, bagaimanapun, bahwa sintesis adalah capaian besar dalam biologi evolusi. Ini menjernihkan banyak kebingungan, dan secara langsung bertanggung jawab untuk merangsang banyak penelitian pada era pasca-[[Perang Dunia II]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Trofim Lysenko]] namun menyebab kemunduran dalam apa yang sekarang dikenal [[Lysenkoisme]] pada [[Uni Soviet]] ketika dia menekankan ide [[Lamarck]] tentang [[Pewarisan sifat dapatan]]. Gerakan ini memengaruhi penelitian dalam bidang pertanian dan mengakibatkan kekurangan pangan pada dasawarsa 1960 di USSR.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bacaan lebih lanjut ==&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
* [[Genetika]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [http://plato.stanford.edu/entries/heredity/ Stanford Encyclopedia of Philosophy entry on Heredity and Heritability]&lt;br /&gt;
* [http://www.britannica.com/eb/article-9111157/heredity Encyclopaedia Britannica, Heredity]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hereditas&amp;amp;oldid=28447556 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28447556 (2025-11-13T06:05:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>