<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Hipersensitivitas</id>
	<title>Hipersensitivitas - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Hipersensitivitas"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Hipersensitivitas&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T04:15:06Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Hipersensitivitas&amp;diff=31568&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29150473; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Hipersensitivitas&amp;diff=31568&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-05T08:47:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29150473; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Hipersensitivitas&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;reaksi hipersensitivitas&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;) adalah reaksi berlebihan, tidak diinginkan karena terlalu sensitifnya respons imun (merusak, menghasilkan ketidaknyamanan, dan terkadang berakibat fatal) yang dihasilkan oleh [[sistem imun]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reaksi hipersensitivitas berdasarkan mekanisme dan waktu yang dibutuhkan untuk reaksi, dibagi menjadi empat tipe: tipe I, tipe II, tipe III, dan tipe IV. Penyakit tertentu dapat dikarenakan satu atau beberapa jenis reaksi hipersensitivitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Hipersensitivitas Tipe I ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hipersensitifitas tipe I disebut juga sebagai hipersensitivitas tipe segera. Reaksi ini berhubungan dengan kulit, mata, nasofaring, jaringan bronkopulmonari, dan saluran gastrointestinal. Reaksi ini dapat mengakibatkan gejala yang beragam, mulai dari ketidaknyamanan ringan hingga kematian. Waktu reaksi berkisar antara 15-30 menit setelah terpapar antigen, tetapi terkadang juga dapat mengalami keterlambatan awal hingga 10-12 jam. Hipersensitivitas tipe I diperantarai oleh [[Antibodi E|imunoglobulin E]] (IgE). Komponen seluler utama pada reaksi ini adalah [[sel mast]] atau [[basofil]]. Reaksi ini diperkuat dan dipengaruhi oleh [[trombosit]], [[neutrofil]], dan [[eosinofil]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Uji diagnostik yang dapat digunakan untuk mendeteksi hipersensitivitas tipe I adalah tes kulit (tusukan dan intradermal) dan [[ELISA]] untuk mengukur IgE total dan antibodi IgE spesifik terhadap [[alergen]] (antigen tertentu penyebab alergi) yang dicurigai. Peningkatan kadar IgE merupakan salah satu penanda terjadinya alergi akibat hipersensitivitas pada bagian yang tidak terpapar langsung oleh alergen). Namun, peningkatan IgE juga dapat dikarenakan beberapa penyakit non-atopik seperti infeksi cacing dan [[Sel mieloma|mieloma]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengobatan yang dapat ditempuh untuk mengatasi hipersensitivitas tipe I adalah menggunakan [[antihistamin]], penggunaan [[antibodi G|Imunoglobulin G]] (IgG), &amp;#039;&amp;#039;hyposensitization&amp;#039;&amp;#039; (imunoterapi atau &amp;#039;&amp;#039;desensitization&amp;#039;&amp;#039;) untuk beberapa alergi tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Hipersensitivitas Tipe II ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hipersensitivitas tipe II diakibatkan oleh antibodi berupa [[Antibodi G|imunoglobulin G]] (IgG) dan [[Antibodi M|imunoglobulin M]] (IgM) terhadap antigen pada permukaan sel dan [[matriks ekstraseluler]]. Kerusakan akan terbatas atau spesifik pada sel atau jaringan yang secara langsung berhubungan dengan antigen tersebut. Pada umumnya, antibodi yang langsung berinteraksi dengan antigen permukaan sel akan bersifat patogenik dan menimbulkan kerusakan pada target sel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hipersensitivitas dapat melibatkan molekul [[komplemen]] yang berikatan dengan antibodi sel sehingga dapat pula menimbulkan kerusakan jaringan. Beberapa tipe dari hipersensitivitas tipe II adalah:&lt;br /&gt;
* [[Pemfigus]] (IgG bereaksi dengan senyawa intraseluler di antara sel epidermal),&lt;br /&gt;
* [[Anemia hemolitik]] autoimun (dipicu obat-obatan seperti [[penisilin]] yang dapat menempel pada permukaan [[sel darah merah]] dan berperan seperti [[hapten]] untuk produksi antibodi kemudian berikatan dengan permukaan sel darah merah dan menyebabkan lisis sel darah merah)&lt;br /&gt;
* [[Sindrom Goodpasture]] (IgG bereaksi dengan membran permukaan [[glomerulus]] sehingga menyebabkan kerusakan ginjal).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Hipersensitivitas Tipe III ==&lt;br /&gt;
Hipersensitivitas tipe III merupakan hipersensitivitas [[kompleks imun]]. Hal ini disebabkan adanya pengendapan kompleks antigen-antibodi yang kecil dan terlarut di dalam jaringan. Hal ini ditandai dengan timbulnya [[inflamasi]] atau peradangan. Pada kondisi normal, kompleks antigen-antibodi yang diproduksi dalam jumlah besar dan seimbang akan dibersihkan dengan adanya [[fagosit]]. Namun, kadang-kadang, kehadiran [[bakteri]], [[virus]], lingkungan, atau [[antigen]] ([[spora]] [[fungi]], bahan sayuran, atau hewan) yang persisten akan membuat tubuh secara otomatis memproduksi antibodi terhadap senyawa asing tersebut sehingga terjadi pengendapan kompleks antigen-antibodi secara terus-menerus. Hal ini juga terjadi pada penderita [[Autoimunitas|penyakit autoimun]]. Pengendapan kompleks antigen-antibodi tersebut akan menyebar pada membran sekresi aktif dan di dalam saluran kecil sehingga dapat memengaruhi beberapa [[organ]], seperti [[kulit]], ginjal, [[paru-paru]], [[sendi]], atau dalam bagian koroid pleksus [[otak]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Patogenesis]] kompleks imun terdiri dari dua pola dasar, yaitu kompleks imun karena kelebihan antigen dan kompleks imun karena kelebihan antibodi. Kelebihan antigen kronis akan menimbulkan [[penyakit serum]] (&amp;#039;&amp;#039;serum sickness&amp;#039;&amp;#039;) yang dapat memicu terjadinya [[artritis]] atau [[glomerulonefritis]]. [[Kompleks imun]] karena kelebihan antibodi disebut juga sebagai [[reaksi Arthus]], diakibatkan oleh paparan antigen dalam dosis rendah yang terjadi dalam waktu lama sehingga menginduksi timbulnya kompleks dan kelebihan antibodi. Beberapa contoh sakit yang diakibatkan reaksi Arthus adalah spora &amp;#039;&amp;#039;Aspergillus clavatus&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;A. fumigatu&amp;#039;&amp;#039;s yang menimbulkan sakit pada [[paru-paru]] pekerja lahan gandum (&amp;#039;&amp;#039;malt&amp;#039;&amp;#039;) dan spora &amp;#039;&amp;#039;Penicillium casei&amp;#039;&amp;#039; pada paru-paru pembuat keju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Hipersensitivitas Tipe IV ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hipersensitivitas tipe IV dikenal sebagai hipersensitivitas yang diperantarai sel atau tipe lambat (&amp;#039;&amp;#039;delayed-type&amp;#039;&amp;#039;). Reaksi ini terjadi karena aktivitas perusakan jaringan oleh [[sel T]] dan makrofag. Waktu cukup lama dibutuhkan dalam reaksi ini untuk aktivasi dan diferensiasi sel T, sekresi [[sitokina|sitokin]] dan [[kemokin]], serta akumulasi makrofag dan leukosit lain pada daerah yang terkena paparan. Beberapa contoh umum dari hipersensitivitas tipe IV adalah hipersensitivitas pneumonitis, hipersensitivitas kontak (kontak dermatitis), dan reaksi hipersensitivitas tipe lambat kronis (&amp;#039;&amp;#039;delayed type hipersensitivity&amp;#039;&amp;#039;, DTH).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hipersensitivitas tipe IV dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori berdasarkan waktu awal timbulnya gejala, serta penampakan klinis dan histologis. Ketiga kategori tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hipersensitivitas&amp;amp;oldid=29150473 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29150473 (2026-04-21T17:19:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>