<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Inseminasi_buatan</id>
	<title>Inseminasi buatan - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Inseminasi_buatan"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Inseminasi_buatan&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T17:27:18Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Inseminasi_buatan&amp;diff=14815&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Inseminasi_buatan&amp;diff=14815&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-26T14:17:32Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Inseminasi_buatan&amp;amp;diff=14815&amp;amp;oldid=14414&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Inseminasi_buatan&amp;diff=14414&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28478036; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Inseminasi_buatan&amp;diff=14414&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-26T13:45:23Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28478036; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Inseminasi buatan&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;inseminasi artifisial&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; () adalah pemasukan secara sengaja [[sel sperma]] ke dalam [[rahim]] atau [[serviks]] seorang wanita dengan tujuan memperoleh [[kehamilan]] melalui [[inseminasi]] (fertilisasi &amp;#039;&amp;#039;in vivo&amp;#039;&amp;#039;) dengan cara selain [[hubungan seksual]]. Metode ini merupakan salah satu cara penanganan [[fertilitas]] pada manusia. Selain itu, termasuk suatu praktik umum dalam [[pemuliaan hewan]] seperti [[sapi perah]] dan [[babi]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inseminasi buatan dapat menggunakan teknik-teknik [[peternakan]], [[donasi sperma]], dan [[teknologi reproduksi berbantuan]]. Teknik-teknik inseminasi buatan yang tersedia meliputi inseminasi intraservikal (ICI) dan inseminasi intrauterin (IUI). Inseminasi buatan utamanya diharapkan oleh para wanita yang ingin melahirkan anak mereka sendiri. Mereka mungkin saja berada dalam hubungan [[heteroseksual]] tetapi pasangan prianya mengalami [[Kemandulan pada pria|infertilitas]], dalam hubungan [[lesbian]], atau adalah wanita lajang. ICI dianggap sebagai teknik inseminasi paling mudah dan paling umum serta mungkin saja digunakan di rumah untuk inseminasi diri sendiri tanpa bantuan praktisi medis. Dibandingkan dengan inseminasi alami (yaitu inseminasi dengan hubungan seksual), inseminasi buatan dipandang lebih mahal dan lebih berbahaya, serta memerlukan bantuan profesional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat hukum di sejumlah negara yang membatasi serta mengatur siapa saja yang dapat menyumbangkan sperma dan siapa saja yang dapat menerima inseminasi buatan, juga konsekuensi-konsekuensi dari inseminasi tersebut.(lih. [[wisata fertilitas]])&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pada manusia ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ikhtisar ===&lt;br /&gt;
Inseminasi buatan pada kasus pasangan heteroseksual di mana sang wanita merasa sulit untuk hamil, sebelum inseminasi buatan dilakukan sebagai solusi untuk membuatnya hamil, dokter mensyaratkan pemeriksaan sang wanita maupun pria yang terlibat untuk menghilangkan semua hambatan fisik yang mungkin menghalangi mereka untuk memperoleh kehamilan. Pasangan tersebut juga diberikan suatu tes fertilitas atau kesuburan untuk menentukan motilitas, jumlah, dan viabilitas sperma sang pria serta keberhasilan ovulasi sang wanita. Hasil dari pengujian itu, dokternya mungkin atau mungkin juga tidak merekomendasikan suatu bentuk inseminasi buatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sperma yang digunakan dalam inseminasi buatan mungkin saja disediakan oleh suami sang wanita (sperma pasangan) atau juga melalui [[donasi sperma]] seseorang yang dikenal ataupun anonim (sperma donor). Sperma suami dapat digunakan jika keterbatasan fisiknya menghalangi kemampuannya untuk membuat istrinya hamil melalui hubungan seksual, ataupun sperma suami telah dibekukan dalam mengantisipasi sejumlah prosedur medis atau apabila suaminya telah meninggal. Dalam kasus lain, sperma dari donor anonim atau yang dikenal mungkin digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun mungkin terdapat berbagai pandangan berbeda dari sisi hukum, keagamaan, dan budaya dalam hal ini serta karakterisasi lainnya, cara penggunaan sperma dalam AI dianggap sama. Jika prosedur ini berhasil, sang wanita akan mengandung serta melahirkan bayi dengan jangka waktu dan cara normal. Dikatakan bahwa kehamilan yang dihasilkan dari inseminasi buatan tidak berbeda dengan kehamilan yang diperoleh melalui persetubuhan. Berdasarkan semua kasus, sang wanita akan menjadi ibu biologis dari anak produk AI, dan sang pria yang spermanya digunakan akan menjadi ayah biologisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat sejumlah metode yang digunakan untuk memperoleh [[Semen (reproduksi)|cairan semen]] yang diperlukan dalam AI. Beberapa metode hanya membutuhkan pria, sementara metode lainnya membutuhkan gabungan seorang pria dan wanita. Metode yang hanya membutuhkan pria untuk mendapatkan semen yaitu [[masturbasi]], pemijatan pada [[rektum]], pengotoran secara paksa (pengumpulan emisi nokturnal), atau aspirasi sperma dengan cara menusuk [[testis]] dan [[epididimis]]. Metode pengumpulan semen yang melibatkan gabungan seorang pria dan wanita antara lain persetubuhan yang diinterupsi, persetubuhan dengan sebuah &amp;#039;kondom pengumpulan&amp;#039;, atau aspirasi semen dari vagina pasca persetubuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat sejumlah alasan mengapa seorang wanita ingin menggunakan inseminasi buatan untuk mendapatkan kehamilan. Sebagai contoh, sistem kekebalan tubuh seorang wanita mungkin menolak sperma pasangannya karena dianggap molekul yang menyerang. Wanita yang memiliki masalah dengan serviks atau leher rahim, seperti jaringan parut pada serviks, penyumbatan serviks karena [[endometriosis]], atau [[mukus]] tebal pada serviks, mungkin dapat menggunakan AI karena sperma perlu melewati serviks untuk menghasilkan fertilisasi atau pembuahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Alasan singkat Inseminasi buatan ===&lt;br /&gt;
* Jumlah sel [[sperma]] yang rendah atau sel sperma yang tidak mampu menempuh jarak terlalu jauh.&lt;br /&gt;
* Gangguan ereksi atau ejakulasi.&lt;br /&gt;
* Adanya endometriosis, jaringan parut di dinding [[serviks]], atau kelainan lain para [[sistem reproduksi wanita]].&lt;br /&gt;
* Kelainan lendir [[serviks]] yang menolak dan mencegah sperma masuk ke dalam [[rahim]].&lt;br /&gt;
* Pihak wanita mengalami alergi pada sel sperma.&lt;br /&gt;
* Hambatan berhubungan seksual, seperti cacat fisik ataupun masalah psikologis. Termasuk, rasa sakit yang parah selama hubungan seksual.&lt;br /&gt;
* Kondisi infeksi virus yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Misalnya, [[HIV]] atau [[hepatitis]].&lt;br /&gt;
* Sulitnya terjadi kehamilan tanpa alasan ketidaksuburan tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Pemeriksaan Sebelum Inseminasi ===&lt;br /&gt;
1. &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; Analisis sel [[sperma]] &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seseorang pria tidak memiliki cukup sel sperma yang berkualitas tinggi yang ada dalam air maninya, kemungkinan pembuahan melalui inseminasi buatan hampir tidak ada. Karena itu, dokter akan merekomendasikan melakukan analisis sel sperma terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; USG [[panggul]] &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini dilakukan untuk memastikan bahwa [[tuba falopi]] seorang wanita tidak tersumbat atau terhalangi oleh apa pun. Jika saluran telur tersumbat, [[sel telur]] tidak bisa berjalan ke [[rahim]] dan kemungkinan hamil tidak ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; Tes [[hormon]] &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menguji beberapa hormon berbeda dalam [[darah]] dapat membantu dokter mengidentifikasi apakah seorang wanita memiliki hormon yang cukup dalam tubuhnya untuk berovulasi untuk melakukan proses inseminasi buatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; Stimulasi [[ovarium]] &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stimulasi indung telur dilakukan dengan mengonsumsi atau menyuntikkan obat kesuburan pada tubuh wanita. Obat kesuburan oral yang umumnya disarankan dokter adalah [[clomid]] atau [[letrozol]]. Clomid mendorong pelepasan hormon dari [[kelenjar pituitari]] yang merangsang tubuh untuk melepaskan [[hormon luteinizing]] (LH) dan [[hormon perangsang folikel]]. Hormon tersebut membantu mendorong pelepasan ovum dan juga mendorong sel ovum untuk matang. Selain itu, dokter juga mungkin menyarankan menggunakan obat suntik [[gonadotropin]] (hCG). Ini merupakan [[replikasi hormon]] di dalam tubuh yang bisa memicu folikel ovarium wanita untuk melepaskan sel telur. Terkadang seorang wanita akan membawa Clomid dan hCG sebagai stimulasi [[ovarium]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stimulasi ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah sel telur yang diproduksi oleh ovarium perempuan. Sehingga, semakin banyak sel telur yang bisa diambil dan dibuahi selama proses inseminasi buatan ini, serta semakin besar pula kesempatan seorang perempuan untuk mendapatkan [[kehamilan]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Persiapan sel sperma ===&lt;br /&gt;
Bersamaan dengan proses pematangan sel telur dilakukan persiapan sel sperma. Sperma diambil dengan cara masturbasi lalu dilakukan proses yang dinamakan [[pencucian sperma]] atau sperm washing. Proses pencucian sel sperma ini sebenarnya merupakan proses pemilihan sel sperma yang sehat. Sel sperma yang diambil hanya yang memiliki konsentrasi dan pergerakan yang tinggi untuk mencapai sel telur. Hal ini membantu meningkatkan tingkat keberhasilan inseminasi buatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu proses pencucian sperma ini juga dilakukan untuk menghilangkan [[bahan kimia]] beracun yang mungkin akan bereksi negatif oleh tubuh sang perempuan, seperti menyebabkan reaksi [[alergi]], yang nantinya bisa menghambat [[kehamilan]]. Proses ini juga bisa meminimalisir kram yang kadang terjadi setelah proses inseminasi buatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Pemasukan sel sperma ===&lt;br /&gt;
Menyuntikkan sel sperma yang sudah disiapkan ke dalam rahim wanita prosesnya cepat dan hampir tidak menimbulkan rasa sakit. Pihak wanita akan diminta berbaring di meja [[ginekologi]], kemudian dokter akan memasukkan [[kateter]] yang sangat kecil ke dalam [[serviks]] dari pihak wanita. Sang wanita mungkin akan merasakan kram ringan, yang mirip dengan apa yang mungkin Anda rasakan selama [[pap smear]]. Sel sperma yang sudah dipilih kemudian akan dipindahkan ke [[rahim]] perempuan melalui kateter, dan selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dokter mungkin akan menyarankan sang wanita agar tetap berbaring untuk beberapa saat setelah proses inseminasi buatan selesai, atau sang perempuan mungkin juga bisa segera bangun. Pihak perempuan tidak perlu khawatir sel sperma akan bocor dan keluar saat Anda berdiri. Karena sel sperma sudah dialihkan langsung ke [[rahim]] pihak wanita, dan sang wanita tinggal menunggu hasilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Waktu sampai melihat keberhasilan ===&lt;br /&gt;
Sang perempuan bisa menunggu waktu selama dua minggu untuk melihat apakah ia berhasil mendapatkan [[kehamilan]]. Selama menunggu, sebaiknya lakukan kegiatan Anda sehari-hari seperti biasa. Jangan buat diri Anda stres dengan memikirkan kehamilan. Setelah 2 minggu, pihak perempuan bisa melakukan tes kehamilan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Tingkat kehamilan ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tingkat kehamilan atau keberhasilan inseminasi buatan adalah 10–15% per [[siklus menstruasi]] dengan menggunakan metode ICI, dan 15–20% per siklus dengan menggunakan metode IUI. Dalam IUI, dikabarkan bahwa sekitar 60–70% memperoleh kehamilan setelah 6 siklus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, angka-angka tingkat kehamilan tersebut mungkin tidak akurat, karena banyak faktor, seperti usia dan kesehatan sang penerima, yang perlu dimasukkan untuk memperoleh hasil yang lebih berarti. Misalnya definisi keberhasilan dan kalkulasi populasi total. Bagi pasangan dengan [[infertilitas yang tak dapat dijelaskan]], IUI distimulasi tidak lebih efektif daripada konsepsi atau pembuahan dengan cara alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tingkat kehamilan juga tergantung pada jumlah total sperma (TSC), atau, secara lebih khusus, jumlah total sperma motil (TMSC), yang digunakan dalam suatu siklus. Tingkat keberhasilan dapat meningkat seiring dengan peningkatan TMSC, tetapi hanya terbatas sampai jumlah tertentu, sementara faktor-faktor lainnya menjadi penghalang keberhasilan. Hasil penjumlahan tingkat kehamilan dari dua siklus yang menggunakan TMSC 5 juta (mungkin TSC ~10 juta pada grafik) dalam setiap siklus secara substansial lebih tinggi daripada satu siklus tunggal yang menggunakan TMSC 10 juta. Namun, walaupun lebih hemat biaya, menggunakan TMSC yang lebih rendah juga meningkatkan rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan kehamilan. Wanita yang usianya menjadi suatu [[infertilitas pada wanita|faktor utama dalam fertilitas]] mungkin tidak ingin meluangkan waktu ekstra tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Sampel per anak ===&lt;br /&gt;
Jumlah sampel yang diperlukan untuk menghasilkan seorang anak sangat bervariasi pada setiap orang, serta pada setiap klinik. Namun, persamaan berikut ini menggeneralisasi faktor-faktor utama yang terkait:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk inseminasi intraservikal (ICI):&lt;br /&gt;
:&amp;lt;math&amp;gt;N = \frac{V_s \times c \times r_s}{n_r} &amp;lt;/math&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;N&amp;#039;&amp;#039; adalah berapa banyak anak yang dapat dihasilkan satu sampel tunggal.&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;V&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;sub&amp;gt;&amp;#039;&amp;#039;s&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;/sub&amp;gt; adalah volume suatu sampel, biasanya antara 1,0&amp;amp;nbsp;[[milliliter|mL]] dan 6,5&amp;amp;nbsp;mL&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;c&amp;#039;&amp;#039; adalah konsentrasi sperma motil dalam suatu sampel &amp;#039;&amp;#039;setelah pembekuan dan pencairan&amp;#039;&amp;#039;, sekitar 5–20 juta per ml tetapi sangat bervariasi&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;r&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;sub&amp;gt;&amp;#039;&amp;#039;s&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;/sub&amp;gt; adalah tingkat kehamilan per siklus antara 10-35%&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;n&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;sub&amp;gt;&amp;#039;&amp;#039;r&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;/sub&amp;gt; adalah jumlah total sperma motil yang direkomendasikan untuk inseminasi pada vagina (VI) atau inseminasi intra-servikal (ICI), sekitar 20 juta per ml.&lt;br /&gt;
Tingkat kehamilan akan meningkat seiring dengan peningkatan jumlah sperma motil yang digunakan, tetapi hanya sampai tingkat tertentu karena faktor-faktor lainnya menjadi penghalang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan angka-angka tersebut, satu sampel secara rata-rata dapat menghasilkan 0,1–0,6 anak, yaitu, sebenarnya membutuhkan rata-rata 2–5 sampel untuk menghasilkan seorang anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk inseminasi intrauterin (IUI), suatu &amp;#039;&amp;#039;fraksi sentrifugasi&amp;#039;&amp;#039; (&amp;#039;&amp;#039;f&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;sub&amp;gt;&amp;#039;&amp;#039;c&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;/sub&amp;gt;) dapat ditambahkan ke dalam persamaan tersebut:&lt;br /&gt;
:&amp;#039;&amp;#039;f&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;sub&amp;gt;&amp;#039;&amp;#039;c&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;/sub&amp;gt; adalah fraksi volume yang tersisa setelah sentrifugasi sampel, yang mungkin sekitar setengah (0,5) hingga sepertiga (0,33).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:&amp;lt;math&amp;gt;N = \frac{V_s \times f_c \times c \times r_s}{n_r} &amp;lt;/math&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, mungkin hanya diperlukan 5 juta sperma motil per siklus dengan IUI (&amp;#039;&amp;#039;n&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;sub&amp;gt;&amp;#039;&amp;#039;r&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;/sub&amp;gt;=5 juta).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karenanya, mungkin hanya dibutuhkan 1–3 sampel untuk seorang anak jika digunakan untuk IUI.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Risiko inseminasi buatan ===&lt;br /&gt;
Risiko yang kemungkinan bisa dihadapi sang ibu yaitu kehamilan lebih dari satu atau [[kehamilan kembar]]. Hal ini terjadi karena pemberian obat-obatan penyubur pada sel telur yang reaksinya berlebihan dari pada yang diharapkan. Misalnya berharap tiga sampai empat [[sel telur]] yang matang, ternyata berkembang menjadi 15 sampai 20 sel telur. Risiko lainnya, sang ibu mungkin  mengalami gangguan sirkulasi darah, susah bernafas atau sesak napas, dan kekurangan cairan pada rongga [[paru-paru]].&lt;br /&gt;
Sedangkan risiko terhadap sang [[janin]] hasil inseminasi buatan, yakni janin kembar sebesar 30 sampai 35 persen dan risiko terjadi [[kelahiran prematur]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Sejarah ===&lt;br /&gt;
Kasus pertama yang dilaporkan dalam hal inseminasi buatan dengan donor terjadi pada tahun 1884: seorang profesor kedokteran dari Philadelphia mengambil sperma siswanya yang &amp;quot;berpenampilan terbaik&amp;quot; untuk menginseminasi seorang wanita yang dibius. Wanita tersebut tidak diberitahu mengenai prosedur itu, berbeda dengan suaminya yang infertil. Kasus tersebut dilaporkan 25 tahun kemudian dalam suatu jurnal medis. Bank sperma dikembangkan di Iowa sejak tahun 1920-an dalam penelitian yang dilakukan oleh Jerome Sherman dan Raymond Bunge, peneliti-peneliti dari sekolah kedokteran [[Universitas Iowa]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1980-an, inseminasi intraperitoneal langsung (DIPI) terkadang digunakan, di mana dokter menyuntikkan sperma ke dalam [[abdomen]] bawah melalui suatu insisi atau lubang bedah, dengan tujuan membiarkan mereka menemukan [[oosit]] pada [[ovarium]] atau setelah memasuki saluran reproduksi melalui [[ostium tuba falopi]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Implikasi sosial ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu masalah utama yang timbul dari maraknya ketergantungan pada [[teknologi reproduksi berbantuan]] (ART) adalah tekanan pada pasangan untuk hamil, &amp;quot;di mana anak-anak sangat dikehendaki, menjadi orang tua merupakan keharusan secara kultural, dan keadaan tanpa anak tidak dapat diterima secara sosial&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Medikalisasi]] infertilitas atau ketidaksuburan menciptakan suatu struktur bahwa manusia di didorong untuk berpikir mengenai infertilitas secara sangat negatif. Dalam banyak budaya, khususnya yang dengan populasi Muslim besar, inseminasi donor dilarang secara keagamaan dan kultural, biasanya berarti bahwa ketiadaan akses pada ART yang mahal dan &amp;quot;berteknologi tinggi&amp;quot;, seperti [[fertilisasi in vitro|fertilisasi &amp;#039;&amp;#039;in vitro&amp;#039;&amp;#039;]], adalah satu-satunya solusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketergantungan berlebihan pada teknologi-teknologi reproduksi dalam penanganan infertilitas mencegah banyak orang—contohnya secara khusus di &amp;quot;sabuk infertilitas&amp;quot; Afrika tengah dan selatan—untuk mendapatkan penanganan atas banyaknya penyebab utama infertilitas yang seharusnya dapat ditangani tanpa inseminasi buatan; yaitu infeksi-infeksi yang dapat dicegah, pengaruh gaya hidup dan pola makan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pada ternak dan hewan peliharaan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Vivipar]] pertama yang dibuahi secara artifisial adalah seekor anjing. Eksperimen tersebut dilakukan dengan sukses oleh seorang Italia bernama [[Lazzaro Spallanzani]] pada tahun 1780. Pelopor penting lainnya dalam inseminasi buatan adalah seorang Rusia bernama [[Ilya Ivanovich Ivanov]] sejak tahun 1899. Pada tahun 1935, semen domba [[Suffolk]] yang dicairkan dikirimkan dari Cambridge dengan pesawat menuju Krakoiv, Polandia, dan kepada gabungan peneliti internasional (Prawochenki dari Polandia, Milovanoff dari Uni Soviet, Hammond dari Cambridge, Walton dari Skotlandia, dan Thomasset dari Uruguay).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inseminasi buatan digunakan pada banyak hewan, bukan manusia, seperti [[domba]], [[peternakan kuda|kuda]], [[sapi]], [[babi]], [[reproduksi anjing|anjing]], hewan-hewan [[registrasi pembiakan|bersilsilah]] pada umumnya, hewan-hewan pada [[kebun binatang]], [[kalkun domestik|kalkun]], dan bahkan [[lebah madu barat|lebah madu]]. AI dapat digunakan untuk berbagai alasan, misalnya untuk memungkinkan seekor jantan menginseminasi betina dalam jumlah yang jauh lebih banyak, untuk memungkinkan penggunaan materi genetik dari pejantan yang terpisah oleh jarak atau pun waktu. Guna mengatasi kesulitan pemuliaan fisik, untuk mengatur garis keayahan dari keturunan, untuk menyinkronkan kelahiran-kelahiran, untuk menghindari cedera yang mungkin terjadi saat perkawinan alami, dan untuk menghindari perlunya memelihara seekor pejantan sekalipun (seperti untuk sejumlah kecil betina atau pada spesies yang pejantan fertilnya mungkin sulit dikelola).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Bank sperma]]&lt;br /&gt;
* [[Donasi sperma]]&lt;br /&gt;
* [[Injeksi sperma intrasitoplasmik]]&lt;br /&gt;
* [[Kebun binatang beku]]&lt;br /&gt;
* [[Kehidupan liar]]&lt;br /&gt;
* [[Konservasi ex situ|Konservasi &amp;#039;&amp;#039;ex situ&amp;#039;&amp;#039;]]&lt;br /&gt;
* [[Orang yang dikandung dengan donor]]&lt;br /&gt;
* [[Surogasi]]&lt;br /&gt;
* [[Transfer embrio]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bacaan lanjutan ==&lt;br /&gt;
*  [[John Hammond (fisiolog)|Hammond, John]], &amp;#039;&amp;#039;et al.&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;The Artificial Insemination of Cattle&amp;#039;&amp;#039; (Cambridge, Heffer, 1947, 61pp)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*  [https://web.archive.org/web/20090620072355/http://www.hfea.gov.uk/39.html Detailed description of the different fertility treatment options available]&lt;br /&gt;
*  [http://www.asas.org/docs/publications/footehist.pdf?sfvrsn=0 A history of artificial insemination]&lt;br /&gt;
*  [http://www.stanford.edu/class/siw198q/websites/reprotech/New%20Ways%20of%20Making%20Babies/spermeth.htm What are the Ethical Considerations for Sperm Donation?]&lt;br /&gt;
*  [http://archives.seattletimes.nwsource.com/cgi-bin/texis.cgi/web/vortex/display?slug=spermdonor07&amp;amp;date=20040507 United States state court rules sperm donor is not liable for children]&lt;br /&gt;
*  [http://news.bbc.co.uk/2/hi/health/4397249.stm UK Sperm Donors Lose Anonymity]&lt;br /&gt;
*  [http://www.equine-reproduction.com/articles/insemination.htm AI technique in the equine]&lt;br /&gt;
*  [http://www.iutpi.eu IntraUterine TuboPeritoneal Insemination (IUTPI)]&lt;br /&gt;
*  [http://www.thehastingscenter.org/briefingbook/chapter-2/ The Hastings Center&amp;#039;s Bioethics Briefing Book entry on assisted reproduction]&lt;br /&gt;
*  [https://docs.google.com/open?id=0B035waRjqQd_NDdZZGtGZERJS28 Annales de Gembloux L´Organisation Scientifique de l Índustrie Animale en URSS, Artificial Insemination in the URSS, by Luis Thomasset, 1936]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Inseminasi+buatan&amp;amp;oldid=28478036 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28478036 (2025-11-14T05:58:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>