<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Ivermektin</id>
	<title>Ivermektin - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Ivermektin"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Ivermektin&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T14:02:16Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Ivermektin&amp;diff=18527&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Ivermektin&amp;diff=18527&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-27T13:56:10Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Ivermektin&amp;amp;diff=18527&amp;amp;oldid=18127&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Ivermektin&amp;diff=18127&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28968770; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Ivermektin&amp;diff=18127&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-27T13:15:58Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28968770; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Ivermektin&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; ([[bahasa Inggris]]: &amp;#039;&amp;#039;ivermectin&amp;#039;&amp;#039;) adalah [[medikasi]] yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis infestasi [[parasit]]. Pada manusia, penyakit-penyakit yang diobati dengan ivermektin misalnya infestasi [[kutu kepala]], [[kudis]], [[Onchocerciasis|kebutaan sungai]], [[strongiloidiasis]], [[Trichuriasis|trikuriasis]], [[askariasis]], dan [[filariasis limfatik]]. Dalam kedokteran hewan, ivermektin digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit [[cacing jantung]] dan [[akariasis]], serta berbagai indikasi lainnya. Obat ini dapat diminum atau dioleskan ke kulit untuk kasus infestasi eksternal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Efek samping yang umum ditemukan misalnya demam, gatal, dan ruam kulit saat diminum, serta mata merah, kulit kering, dan sensasi kulit terbakar saat digunakan secara topikal untuk mengobati kutu rambut. Obat ini belum memiliki kejelasan apakah aman digunakan selama masa kehamilan, tetapi mungkin dapat diterima untuk digunakan selama menyusui. Ivermektin termasuk dalam keluarga obat [[avermektin]], dan bekerja melalui banyak [[mekanisme aksi]] yang mengakibatkan kematian parasit yang ditargetkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ivermektin ditemukan pada tahun 1975 dan mulai digunakan untuk keperluan medis pada tahun 1981. Obat ini termasuk dalam [[Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia]]. [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat]] menyetujui ivermektin sebagai obat [[antiparasit]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama [[Pandemi COVID-19|pandemi Covid-19]], banyak informasi keliru yang tersebar luas yang mengklaim bahwa ivermektin bermanfaat untuk mengobati dan mencegah [[Penyakit koronavirus 2019|Covid-19]]. Klaim-klaim tersebut tidak didukung oleh bukti-bukti yang kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penggunaan medis ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Cacing ===&lt;br /&gt;
Untuk penyakit [[Onchocerciasis|kebutaan sungai]] (onkoserkiasis) dan [[filariasis limfatik]], ivermektin biasanya diberikan sebagai bagian dari kampanye [[pemberian obat massal]] yang mendistribusikan obat ke semua anggota masyarakat yang terkena penyakit. Untuk kebutaan sungai, satu dosis oral ivermektin (150 mikrogram per kilogram berat badan) membersihkan tubuh dari [[larva]] cacing &amp;#039;&amp;#039;[[Onchocerca volvulus]]&amp;#039;&amp;#039; selama beberapa bulan, serta mencegah penularan dan perkembangan penyakit. Cacing dewasa dapat bertahan hidup di kulit dan akhirnya sembuh untuk menghasilkan larva cacing lagi. Untuk mencegah cacingan, ivermektin diberikan setidaknya sekali per tahun selama 10 hingga 15 tahun. Untuk filariasis limfatik, ivermektin oral (200 mikrogram per kilogram berat badan) merupakan bagian dari pengobatan kombinasi yang diberikan setiap tahun, yaitu ivermektin, [[dietilkarbamazin]] sitrat, dan [[albendazol]] di tempat-tempat tanpa onkoserkiasis; dan kombinasi ivermektin dengan albendazol di tempat-tempat dengan onkoserkiasis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Tungau dan serangga ===&lt;br /&gt;
Ivermektin juga digunakan untuk mengobati serangan [[artropoda]] parasitik. [[Kudis]], yang merupakan infestasi [[tungau]] &amp;#039;&amp;#039;[[Sarcoptes scabiei]]&amp;#039;&amp;#039;, paling sering diobati dengan [[permetrin]] topikal atau ivermektin oral. Untuk sebagian besar kasus skabies, ivermektin diberikan dalam dua dosis. Dosis pertama membunuh tungau aktif, tetapi tidak membunuh telurnya. Selama minggu berikutnya setelah telur menetas, dosis kedua digunakan untuk membunuh tungau yang baru menetas. Untuk &amp;quot;kudis berkrusta&amp;quot; yang parah, [[Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat]] (CDC) merekomendasikan hingga tujuh dosis ivermektin selama sebulan, bersama dengan antiparasit topikal. Baik [[Kutu kepala|kutu rambut kepala]] maupun [[Kutu kemaluan|kutu rambut kemaluan]] dapat diobati dengan ivermektin oral maupun ivermektin [[losion]] 0,5% yang dioleskan langsung ke area yang terkena, atau dengan berbagai [[insektisida]] lainnya. Ivermektin juga digunakan untuk mengobati [[rosasea]] dan [[blefaritis]], keduanya dapat disebabkan atau diperburuk oleh tungau &amp;#039;&amp;#039;[[Demodex folliculorum]]&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kontraindikasi ==&lt;br /&gt;
Ivermektin dikontraindikasikan untuk anak berusia di bawah lima tahun atau mereka yang beratnya kurang dari 15 kilogram, serta individu dengan penyakit hati atau ginjal. Ivermektin disekresikan dalam konsentrasi yang sangat rendah dalam air susu ibu. Masih belum jelas apakah ivermektin aman digunakan selama kehamilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Efek samping ==&lt;br /&gt;
Efek samping yang serius setelah pengobatan dengan ivermektin lebih sering terjadi pada orang yang dalam darahnya terdapat sejumlah besar larva cacing &amp;#039;&amp;#039;[[Loa loa]]&amp;#039;&amp;#039;. Mereka yang memiliki lebih dari 30.000 mikrofilaria per mililiter darah berisiko mengalami [[Radang|peradangan]] dan penyumbatan [[Pembuluh kapiler|kapiler]] karena terjadi kematian mikrofilaria yang cepat setelah pemberian ivermektin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dampak utama pemberian ivermektin adalah neurotoksisitas, yang pada sebagian besar spesies mamalia dapat bermanifestasi sebagai depresi [[sistem saraf pusat]] dan [[ataksia]], yang bisa terjadi akibat potensiasi sinapsis [[asam gamma-aminobutirat]] (GABA) inhibitori. Karena obat yang menghambat enzim [[CYP3A4]] juga sering menghambat transpor P-glikoprotein, risiko peningkatan penyerapan melewati [[sawar darah otak]] timbul ketika ivermektin diberikan bersamaan dengan inhibitor CYP3A4 lainnya. Obat-obat jenis ini termasuk statin, inhibitor protease HIV, obat penghambat saluran kalsium, [[lidokain]], [[benzodiazepin]], dan [[glukokortikoid]] seperti [[deksametasona]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama pengobatan dengan cara yang umum, ivermektin dapat menyebabkan peningkatan [[Alanina transaminase|aminotransferase]] secara minor, dan pada kondisi yang jarang, mengakibatkan gangguan hati ringan yang tampak secara klinis. Untuk anjing, insektisida [[spinosad]] mungkin memiliki efek meningkatkan toksisitas ivermektin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Farmakologi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Mekanisme aksi ===&lt;br /&gt;
Ivermektin dan obat-obatan sejenisnya bekerja dengan mengganggu fungsi saraf dan otot cacing dan serangga. Obat ini berikatan dengan gerbang [[glutamat]] pada [[saluran klorida]] yang umum ditemukan di sel-sel saraf dan sel-sel otot invertebrata. Pengikatan ivermektin mengakibatkan saluran ini terbuka dan meningkatkan aliran ion klorida serta hiperpolarisasi [[membran sel]]. Hiperpolarisasi ini melumpuhkan jaringan yang terkena dan akhirnya membunuh invertebrata. Pada mamalia (termasuk manusia) saluran klorida bergerbang glutamat hanya terbatas di otak dan sumsum tulang belakang; ivermektin tidak dapat melewati [[sawar darah otak]] sehingga tidak sampai ke otak untuk dapat memengaruhi saluran klorida mamalia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Farmakokinetika ===&lt;br /&gt;
Ivermektin dapat diberikan melalui mulut, secara topikal, atau melalui suntikan. Obat ini tidak mudah melintasi sawar darah otak mamalia karena adanya P-glikoprotein (mutasi gen MDR1 memengaruhi fungsi protein ini). Pelintasan mungkin terjadi secara signifikan jika ivermektin diberikan dengan dosis tinggi (dalam kasus ini, kadar ivermektin dalam otak mencapai puncaknya 2–5 jam setelah diberikan). Berbeda dengan mamalia, ivermektin dapat melewati sawar darah otak pada kura-kura, sering kali diikuti dengan konsekuensi yang fatal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekotoksisitas ===&lt;br /&gt;
Studi lapangan telah menunjukkan kotoran hewan yang diobati dengan ivermektin menurunkan keanekaragaman invertebrata secara signifikan, dan kotoran tersebut bertahan lebih lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kimia ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fermentasi &amp;#039;&amp;#039;[[Streptomyces avermitilis]]&amp;#039;&amp;#039; menghasilkan delapan homolog [[avermektin]] yang serupa, dengan B&amp;lt;sub&amp;gt;1a&amp;lt;/sub&amp;gt; dan B&amp;lt;sub&amp;gt;1b&amp;lt;/sub&amp;gt; menjadi sebagian besar produk yang diisolasi. Pada langkah kimia terpisah, campuran tersebut di[[hidrogenasi]] untuk menghasilkan ivermektin, yang merupakan campuran dari dua senyawa 22,23-dihidroavermektin dengan perbandingan sekitar 80:20.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Keluarga senyawa avermektin ditemukan oleh [[Satoshi Ōmura]] dari [[Universitas Kitasato]] dan [[William C. Campbell|William Campbell]] dari [[Merck &amp;amp; Co.|Merck]]. Pada tahun 1970, Ōmura mengisolasi bakteri &amp;#039;&amp;#039;[[Streptomyces]]&amp;#039;&amp;#039; yang sifatnya tidak biasa dari tanah dekat lapangan golf di sepanjang pantai tenggara [[Honshū|Honshu]], Jepang. Ōmura mengirim bakteri tersebut ke William Campbell, yang menunjukkan bahwa kultur bakteri tersebut dapat menyembuhkan tikus yang terinfeksi cacing gelang &amp;#039;&amp;#039;[[Heligmosomoides polygyrus]]&amp;#039;&amp;#039;. Campbell mengisolasi senyawa aktif dari kultur bakteri tersebut dan menamakannya &amp;quot;avermektin&amp;quot; dan menamakan bakterinya sebagai &amp;#039;&amp;#039;Streptomyces avermitilis&amp;#039;&amp;#039; karena memiliki senyawa yang mampu membersihkan cacing dalam tikus (dalam bahasa Latin: &amp;#039;&amp;#039;a&amp;#039;&amp;#039; &amp;#039;tanpa&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;vermis&amp;#039;&amp;#039; &amp;#039;cacing&amp;#039;). Dari berbagai avermektin, kelompok Campbell menemukan bahwa senyawa &amp;quot;avermektin B&amp;lt;sub&amp;gt;1&amp;lt;/sub&amp;gt;&amp;quot; paling ampuh bila diminum secara oral. Mereka menyintesis bentuk termodifikasi dari avermektin B&amp;lt;sub&amp;gt;1&amp;lt;/sub&amp;gt; untuk meningkatkan sifat farmasetiknya, hingga akhirnya memilih campuran setidaknya 80% 22,23-dihidroavermektin B&amp;lt;sub&amp;gt;1a&amp;lt;/sub&amp;gt; dan hingga 20% 22,23-dihidroavermektin B&amp;lt;sub&amp;gt;1b&amp;lt;/sub&amp;gt;, kombinasi yang mereka sebut &amp;quot;ivermektin&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ivermektin diperkenalkan pada tahun 1981. Separuh dari [[Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran]] 2015 dianugerahkan bersama-sama kepada Campbell dan Ōmura karena menemukan avermektin, &amp;quot;turunannya yang secara radikal menurunkan insiden kebutaan sungai dan filariasis limfatik, serta memperlihatkan kemanjuran terhadap penyakit-penyakit parasitik lainnya yang semakin meluas&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penelitian==&lt;br /&gt;
===Covid-19===&lt;br /&gt;
Pada penelitian &amp;#039;&amp;#039;[[in vitro]]&amp;#039;&amp;#039;, ivermektin mempunyai efek [[Obat antivirus|antivirus]] yang efektif terhadap beberapa [[Virus RNA sense positif untai tunggal]] seperti [[SARS-CoV-2]]. Studi lanjutan menyatakan bahwa ivermektin dapat menghambat replikasi SARS-CoV-2 pada kultur sel ginjal kera dengan [[Konsentrasi penghambatan setengah maksimal|IC&amp;lt;sub&amp;gt;50&amp;lt;/sub&amp;gt;]] sebesar 2.2–2.8&amp;amp;nbsp;μM. Namun berdasarkan informasi tersebut, maka diperlukan dosis yang lebih tinggi dari dosis maksimum yang disetujui untuk penggunaan pada manusia agar ivermektin dapat memiliki efek antivirus. Ivermektin dosis tinggi dapat berbahaya bagi manusia karena mekanisme kerja efek antivirus ivermektin berkaitan dengan penghambatan proses seluler dari inang, khususnya penghambatan [[transpor inti sel]] oleh [[Importin|importin α/β1]]. Maka, dasar untuk menjadikan ivermektin sebagai terapi Covid-19 masih tidak cukup kuat. Penggunaan obat secara asal tanpa adanya resep dari dokter dengan dosis yang tinggi telah menyebabkan beberapa orang harus dirawat di rumah sakit. Lalu, overdosis ivermektin dapat menyebabkan kematian, kemungkinan karena disebabkan adanya interaksi dengan obat lain. Untuk menjawab ketidakpastian dari penelitian skala kecil atau dengan kualitas yang buruk, per juni sedang dilakukan penelitian skala besar di Amerika Serikat dan Britania Raya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak penelitian mengenai penggunaan ivermektin untuk Covid-19 memiliki keterbatasan dalam metode penelitian, sehingga bukti yang dihasilkan berkualitas rendah. Hal ini membuat beberapa pihak secara terbuka menyatakan bahwa bukti efektivitas ivermektin terhadap Covid-19 sangat lemah. Pada Februari 2021, [[Merck &amp;amp; Co.|Merck Sharp Dohme]] yang merupakan penemu obat tersebut mengeluarkan pernyataan bahwa tidak terdapat bukti yang cukup untuk efektivitas ivermektin melawan Covid-19 dan mencoba untuk menggunakan ivermektin dalam kasus tersebut mungkin tidak aman bagi manusia. Panduan penatalaksanaan Covid-19 dari [[Institut Kesehatan Nasional]] Amerika Serikat menyatakan bahwa penggunaan ivermektin tidak dapat ditentukan apakah direkomendasikan atau dilarang digunakan untuk Covid-19 karena bukti yang sangat terbatas. Di Britania Raya, Badan Penasihat Terapi Covid-19 menyatakan bahwa dasar bukti penggunaan ivermektin sebagai terapi Covid-19 belum mencukupi untuk dapat dilakukan penelitian lanjutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ivermektin belum disetujui oleh [[FDA]] untuk digunakan dalam mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus. Selain itu, [[European Medicines Agency]] (EMA) juga belum memberikan persetujuan penggunaan ivermektin untuk mengobati Covid-19. EMA menyatakan bahwa After reviewing the evidence on ivermectin, &amp;quot;data yang ada saat ini tidak mendukung penggunaan ivermektin untuk COVID-19 di luar untuk kepentingan uji klinis yang dirancang dengan baik&amp;quot;. Pada bulan Maret 2021, baik FDA dan EMA mengeluarkan panduan bahwa ivermektin sebaiknya tidak digunakan untuk mengobati atau mencegah Covid-19. WHO juga menyatakan bahwa ivermektin sebaiknya tidak digunakan untuk mengobati Covid-19 kecuali dalam uji klinis. [[Badan Pengawas Kesehatan Brasil]], Brazilian Society of Infectious Diseases, dan Perhimpunan Dokter Paru Brasil mengeluarkan pernyataan bersama yang menyarankan untuk tidak menggunakan ivermektin dalam pencegahan atau pengobatan COVID-19 pada tahap awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misinformasi, rendahnya kepercayaan masyarakat, perasaan hilang kendali, dan keputusasaan karena meningkatnya jumlah kasus dan kematian menyebabkan peningkatan penggunaan obat ini dan menjamurnya pasar gelap di Eropa Tengah dan Timur, Amerika Latin, dan Afrika Selatan. Hal ini menimbulkan masalah tersendiri dalam hal swamedikasi, keamanan, dan kelayakan uji klinis di masa mendatang. Walau tidak terdapat bukti yang kuat mengenai efektivitas ivermektin untuk mengobati Covid-19, beberapa pemerintah dari berbagai negara memperbolehkan penggunan ivermektin di luar indikasi yang disetujui ([[off-label]]), seperti Ceko, Slowakia, Peru (yang kemudian menarik pernyataan tersebut, tetapi masih digunakan di lapangan), dan India.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Catatan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ivermektin&amp;amp;oldid=28968770 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28968770 (2026-02-16T15:37:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>